يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا ۖ وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا

Mereka mengira golongan-golongan itu belum pergi. Dan jika golongan-golongan itu datang, mereka ingin sekiranya mereka berada di dusun-dusun bersama orang-orang Arab Badui, menanyakan berita tentang kalian. Dan sekiranya mereka berada bersama kalian, niscaya mereka tidak akan berperang, kecuali sedikit.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُواyahsabuuna l-ahzaaba lam yadzhabuumereka mengira golongan-golongan itu belum pergi
  2. وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْwa-in ya'ti l-ahzaabu yawadduu law annahum baaduuna fii l-a'raabi yas'aluuna 'an anbaa'ikumdan jika golongan-golongan itu datang, mereka ingin sekiranya mereka berada di dusun-dusun bersama orang-orang Arab badui, menanyakan berita tentang kalian
  3. وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًاwa-law kaanuu fiikum maa qaataluu illaa qaliilandan sekiranya mereka berada bersama kalian, niscaya mereka tidak akan berperang, kecuali sedikit

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. يَحْسَبُونَyahsabuunamereka mengira
  2. الْأَحْزَابَl-ahzaabagolongan-golongan
  3. لَمْlamtidak
  4. يَذْهَبُواyadzhabuumereka pergi
  5. وَإِنْwa-indan jika
  6. يَأْتِya'timendatangkan
  7. الْأَحْزَابُl-ahzaabugolongan-golongan
  8. يَوَدُّواyawadduumereka menginginkan
  9. لَوْlawsekiranya
  10. أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
  11. بَادُونَbaaduunatinggal di dusun
  12. فِيfiidi kalangan
  13. الْأَعْرَابِl-a'raabiorang-orang Arab badui
  14. يَسْأَلُونَyas'aluunamereka bertanya
  15. عَنْ'andari
  16. أَنْبَائِكُمْanbaa'ikumberita kalian
  17. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  18. كَانُواkaanuumereka adalah
  19. فِيكُمْfiikumdi antara kalian
  20. مَاmaatidaklah
  21. قَاتَلُواqaataluumereka berperang
  22. إِلَّاillaakecuali
  23. قَلِيلًاqaliilansedikit

Inti bacaan

Kata (بَادُونَ, baaduuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:20.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat pembuka (يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا, yahsabuuna l-ahzaaba lam yadzhabuu) berarti "mereka mengira golongan-golongan itu belum pergi". Kata kerja (يَحْسَبُونَ, yahsabuuna) berakar ح-س-ب dan berarti "mereka mengira". Bentuk ini ada di delapan ayat, yaitu 7:30, 18:104, 23:55, 33:20, 43:37, 43:80, 58:18, dan 63:4. Di 63:4 yang dikira langsung disebut seperti di 33:20, yaitu (يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ, yahsabuuna kulla shayhatin 'alayhim) yang berarti "mereka mengira setiap teriakan ditujukan kepada mereka". Dua ayat itu memuat dugaan tentang bahaya yang dikira masih ada di sekitar pelakunya, tetapi kelompoknya berbeda, sebab 63:1 menyebut orang-orang munafik dan 33:20 tidak menamai kelompoknya.

Kata (الْأَحْزَابَ, l-ahzaaba) berakar ح-ز-ب. Dalam semua bentuknya kata ini ada di sepuluh ayat, yaitu 11:17, 13:36, 19:37, 33:20, 33:22, 38:11, 38:13, 40:5, 40:30, dan 43:65, dan terjemahan memakai "golongan-golongan" di 13:36, 19:37, dan 43:65. Bentuk yang berakhiran -a, (الْأَحْزَابَ, l-ahzaaba), hanya ada di 33:20 dan 33:22. Di 33:20 kata itu tertulis dua kali dalam dua bentuk, yang kedua dalam (وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ, wa-in ya'ti l-ahzaabu) yang berarti "dan jika golongan-golongan itu datang". Kata sandang al- pada kata itu ditandai terjemahan dengan "itu". Ayat 33:9 memuat (جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ, jaa'atkum junuudun) yang berarti "datang kepada kalian bala tentara", dan 33:10 memuat (جَاءُوكُمْ, jaa'uukum) yang berarti "mereka datang kepada kalian". Ayat 33:20 tidak menyatakan apakah golongan-golongan itu sama dengan bala tentara di 33:9. Pembacaan itu dapat dibuat dari urutan ayat, tetapi tidak tertulis. Terjemahan memakai "golongan-golongan" tanpa tambahan "pasukan" atau "sekutu", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkan keduanya.

Kata (لَمْ يَذْهَبُوا, lam yadzhabuu) berarti "belum pergi", dan susunan yang sama ada di dua ayat, yaitu 24:62 dan 33:20. Di 24:62, (لَمْ يَذْهَبُوا حَتَّىٰ يَسْتَأْذِنُوهُ, lam yadzhabuu hattaa yasta'dzinuuhu) berarti "mereka tidak pergi sebelum meminta izin kepadanya", dan pelakunya orang-orang yang bersama dalam satu urusan, sedangkan di 33:20 pelakunya golongan-golongan yang diduga masih berada di tempat. Terjemahan memakai "belum" di 33:20 dan "tidak" di 24:62 untuk (لَمْ, lam) yang sama, sebab dugaan di 33:20 menyangkut keadaan sampai saat itu. Akar ذ-ه-ب sama dengan (ذَهَبَ الْخَوْفُ, dzahaba l-khawfu) di ayat sebelumnya. Di sana pelakunya ketakutan dan terjemahan memakai "hilang", sedangkan di sini pelakunya golongan yang berpindah tempat dan terjemahan memakai "pergi".

Rangkaian (يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ, yawadduu law annahum baaduuna fii l-a'raabi) berarti "mereka ingin sekiranya mereka berada di dusun-dusun bersama orang-orang badui". Kata kerja (يَوَدُّوا, yawadduu) berakar و-د-د dan di sini berarti "ingin". Susunan kata kerja ini disusul (لَوْ, law) ada di lima ayat, yaitu 2:96, 4:42, 15:2, 33:20, dan 70:11. Di 2:96 bunyinya (يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ, yawaddu ahaduhum law yu'ammaru alfa sanatin) yang berarti "salah seorang dari mereka menginginkan agar diberi umur seribu tahun", dan di 15:2 (يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ, yawaddu alladziina kafaruu law kaanuu muslimiina) yang berarti "orang-orang yang kufur menginginkan sekiranya mereka menjadi orang-orang yang berserah diri". Di kelima ayat itu keinginan menyangkut keadaan yang lain dari keadaan pelakunya, dan di 33:20 keadaan lain itu adalah berada di dusun. Kata (بَادُونَ, baaduuna) hanya tertulis satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Kata (الْأَعْرَابِ, l-a'raabi) ada di sepuluh ayat, yaitu 9:90, 9:97, 9:98, 9:99, 9:101, 9:120, 33:20, 48:11, 48:16, dan 49:14, dan terjemahan memakai kata "badui" bersama sebutan sukunya di 9:97, 48:11, 48:16, dan 49:14.

Rangkaian (يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ, yas'aluuna 'an anbaa'ikum) berarti "menanyakan berita tentang kalian". Kata (أَنْبَائِكُمْ, anbaa'ikum) hanya tertulis di sini, sedangkan bentuk jamak anbaa' dengan akhiran lain ada di sepuluh ayat. Di tiga ayat, yaitu 3:44, 11:49, dan 12:102, bunyinya (مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ, min anbaa'i l-ghaybi) yang berarti "dari berita-berita gaib", dan di 11:100 bunyinya (مِنْ أَنْبَاءِ الْقُرَىٰ, min anbaa'i l-quraa) yang berarti "dari berita negeri-negeri". Di 33:20 ayat menanyakan berita tentang "kalian", yaitu orang-orang yang diajak bicara.

Kalimat penutup (وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا, wa-law kaanuu fiikum maa qaataluu illaa qaliilan) berarti "dan sekiranya mereka berada bersama kalian, niscaya mereka tidak akan berperang, kecuali sedikit". Kata kerja (قَاتَلُوا, qaataluu) hanya tertulis di sini dan berarti "mereka berperang". Rangkaian (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) di surah ini ada di empat ayat, yaitu 33:16, 33:18, 33:20, dan 33:60. Tiga yang pertama berselang satu ayat, dan masing-masing menutup kalimat tentang hal yang berbeda, yaitu (وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-idzan laa tumatta'uuna illaa qaliilan) yang berarti "dan ketika itu kalian tidak diberi kesenangan kecuali sedikit" di 33:16, (وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-laa ya'tuuna l-ba'sa illaa qaliilan) yang berarti "dan mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit" di 33:18, dan perang di 33:20. Terjemahan memakai "kecuali sedikit" di ketiganya.

Tafsiran

Ayat ini berisi tiga kalimat yang bergerak dari dugaan ke keinginan, lalu ke pengandaian. Kalimat pertama menyatakan apa yang mereka kira, yaitu golongan-golongan belum pergi. Kalimat kedua memakai "jika" untuk sesuatu yang dapat datang, dan isinya keinginan mereka untuk berada jauh. Kalimat ketiga memakai "sekiranya" untuk keadaan yang berlawanan dengan keinginan itu, yaitu berada bersama "kalian", dan hasilnya sama dengan yang tertulis di 33:18.

Kalimat kedua memadukan jarak dan rasa ingin tahu. Mereka ingin berada di dusun bersama orang-orang badui, di tempat yang tidak dekat dengan peristiwa, tetapi tetap menanyakan berita tentang "kalian". Ayat tidak menyebut kepada siapa mereka bertanya dan tidak menyebut apakah jawabannya mereka terima.

Kalimat ketiga mengulang ukuran yang sudah dipakai di 33:18, ketika mereka tidak mendatangi peperangan kecuali sedikit. Ayat 33:18 mengukur kehadiran dan 33:20 mengukur keikutsertaan dalam perang, sehingga dua ayat itu dapat dibaca berpasangan. Dalam keadaan jauh mereka sedikit hadir, dan dalam keadaan dekat pun mereka sedikit berperang. Dengan pengandaian itu alasan jarak tidak dibiarkan menjadi penjelasan yang cukup, tetapi ayat tidak menyebut sebab sedikitnya dan tidak memberi angka.

Letak ayat ini dalam rangkaian memperlihatkan caranya bekerja. Ayat 33:18 menyebut apa yang mereka katakan kepada saudara-saudaranya, 33:19 menggambarkan mereka lewat mata dan lidah, dan 33:20 menggambarkan mereka lewat isi pikiran dan keinginan. Ketiganya memakai kata ganti "mereka" tanpa nama baru, sehingga dapat dibaca sebagai pemeriksaan satu kelompok dari tiga sisi. Ayat 33:21 yang menyusul beralih ke teladan pada diri Rasul Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja pertama ayat ini mengira, dan isi dugaannya golongan-golongan yang belum pergi. Ayat tidak menyatakan bahwa golongan-golongan itu sudah pergi atau masih ada, sehingga yang tertulis hanya isi dugaan orang-orang itu. Dugaan seperti itu dapat tinggal lama di dalam kepala karena tidak ada yang datang untuk memastikannya. Pembaca dapat memeriksa apakah ada sesuatu dalam hidupnya yang masih dikira hadir, padahal belum ada yang menyatakan kepergiannya. Siapa atau apa yang sebenarnya berwenang memastikannya?
  • Mereka ingin berada jauh, di dusun, tetapi tetap menanyakan berita tentang orang-orang yang berada di tempat peristiwa. Rasa ingin tahu dari jauh memberi kesan ikut terlibat, padahal tidak ada beban yang ikut ditanggung. Ayat ini tidak menyebut mereka mengirim bantuan atau kabar, hanya bahwa mereka bertanya. Pembaca yang mengikuti kabar tentang sesuatu yang berat dari tempat yang aman dapat menimbang apa beda antara mengetahui sebuah peristiwa dan berada di dalamnya. Berapa jauh jarak antara bertanya dan menanggung?
  • Keinginan berada di dusun dapat dibaca sebagai bentuk lari. Ayat 33:16 menyatakan lari dari kematian atau pembunuhan tidak berguna, dan 33:17 bertanya siapa yang dapat melindungi kalian dari Allah jika Dia menghendaki keburukan atau menghendaki rahmat. Ayat 33:20 sendiri tidak mengaitkan dusun dengan dua ayat itu, sehingga kaitannya dibuat oleh pembaca. Pertanyaan di 33:17 menyangkut siapa yang dapat melindungi dari Allah, sedangkan 33:20 menyebut tempat tujuan keinginan itu, yaitu dusun.
  • Mereka mengira golongan-golongan belum pergi, sedangkan 33:9 mengajak orang-orang beriman mengingat nikmat Allah ketika bala tentara datang, lalu Kami kirimkan angin dan bala tentara yang tidak kalian lihat. Dua ayat itu menyebut dua hal yang berbeda, yaitu dugaan tentang apa yang tampak dan peristiwa tentang apa yang tidak tampak. Pembaca dapat menaruh keduanya berdampingan dan bertanya bagaimana ukuran sebuah bahaya dihitung, dari yang terlihat saja atau juga dari yang tidak terlihat. Apakah pernah ada bahaya yang ukurannya persis sama dengan yang tampak di depan mata?
  • Kalimat penutup ayat ini memakai pengandaian, sekiranya mereka berada bersama kalian, dan hasilnya tetap sedikit. Pengandaian semacam "andai aku di sana" nyaman dipakai karena keadaannya tidak pernah datang untuk menguji. Di 33:18 Allah disebut mengetahui orang-orang yang menghalangi dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudara mereka, "Marilah bersama kami", dan ayat itu juga menutup dengan kata kecuali sedikit. Pembaca dapat mencatat pengandaian apa dalam hidupnya yang tidak pernah diuji. Pengandaian mana yang selama ini tidak pernah bertemu keadaannya?
  • Ayat ini mencatat keinginan mereka dengan kata sekiranya, dan keinginan itu lebih banyak bercerita tentang tempat yang dituju hati daripada tentang keadaan yang sedang dihadapi. Dalam empat ayat lain yang memakai susunan sama, 2:96, 4:42, 15:2, dan 70:11, keinginan juga tertuju pada keadaan yang lain dari yang sedang dialami pelakunya. Pembaca dapat memperhatikan keinginan berbunyi sekiranya yang paling sering muncul dalam batinnya dan ke arah mana keinginan itu menunjuk. Ke mana hati ingin pindah ketika keadaan terasa berat?