وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan itu, mereka berkata, “Ini yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya.” Dan hal itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan keberserahan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَwa-lammaa ra'a l-mu'minuuna l-ahzaabadan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan itu
- قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُqaaluu haadzaa maa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu wa-shadaqa llaahu wa-rasuuluhumereka berkata, ini yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, dan benarlah Allah dan Rasul-Nya
- وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًاwa-maa zaadahum illaa iimaanan wa-tasliimandan hal itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan keberserahan
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- رَأَىra'amelihat
- الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
- الْأَحْزَابَl-ahzaabagolongan-golongan
- قَالُواqaaluumereka berkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- مَاmaaapa yang
- وَعَدَنَاwa'adanaamenjanjikan kami
- اللَّهُllaahuAllah
- وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
- وَصَدَقَwa-shadaqadan benarlah
- اللَّهُllaahuAllah
- وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- زَادَهُمْzaadahummenambah mereka
- إِلَّاillaakecuali
- إِيمَانًاiimaanankeimanan
- وَتَسْلِيمًاwa-tasliimandan keberserahan
Inti bacaan
Pasangan (إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا, iimaanan wa-tasliiman) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:22.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ, wa-lammaa ra'a l-mu'minuuna l-ahzaaba) yang berarti "dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan itu". Bentuk (الْأَحْزَابَ, l-ahzaaba) hanya ada di dua ayat, yaitu 33:20 dan 33:22. Di 33:20 kata itu menjadi isi dugaan, (يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ, yahsabuuna l-ahzaaba) yang berarti "mereka mengira golongan-golongan itu", dan di 33:22 kata yang sama menjadi apa yang dilihat. Dua ayat itu dengan demikian memakai satu kata dengan dua kata kerja yang berbeda, mengira dan melihat. Pelaku kata kerja (رَأَى, ra'a) di sini adalah (الْمُؤْمِنُونَ, l-mu'minuuna) yang berarti "orang-orang mukmin". Terjemahan memakai "golongan-golongan itu" di kedua ayat.
Ucapan mereka, (قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ, qaaluu haadzaa maa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu), berarti "mereka berkata, ini yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya". Rangkaian (مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ, maa wa'adanaa llaahu wa-rasuuluhu) muncul dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 33:12 dan 33:22. Di 33:12 rangkaian itu disusul (إِلَّا غُرُورًا, illaa ghuruuran) yang berarti "kecuali tipuan", dan di 33:22 rangkaian itu didahului (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" lalu disusul (وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ, wa-shadaqa llaahu wa-rasuuluhu) yang berarti "dan benarlah Allah dan Rasul-Nya". Kata (وَعَدَنَا, wa'adanaa) yang berarti "menjanjikan kami" ada di tiga ayat, yaitu 7:44, 33:12, dan 33:22. Di 33:12 penuturnya orang-orang munafik dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan di 33:22 penuturnya orang-orang mukmin. Susunan ucapan yang sama dengan orang-orang beriman sebagai penutur ada juga di 2:25, (قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ, qaaluu haadzaa lladzii ruziqnaa min qablu) yang berarti "mereka berkata, ini yang dahulu diberikan kepada kami". Di 2:25 orang-orang itu mengenali buah-buahan di taman, dan di 33:22 mereka mengenali sesuatu yang dijanjikan, sedangkan isi janjinya tidak dikutip di ayat ini.
Kata kerja (صَدَقَ, shadaqa) dalam (صَدَقَ اللَّهُ, shadaqa llaahu) ada di tiga ayat, yaitu 3:95, 33:22, dan 48:27. Di 3:95 bunyinya (قُلْ صَدَقَ اللَّهُ, qul shadaqa llaahu) yang berarti "katakanlah, Allah benar", dan di 48:27 (صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا, shadaqa llaahu rasuulahu r-ru'yaa) yang berarti "Allah telah membenarkan rasul-Nya tentang mimpi itu". Di 33:22 kata kerja itu tidak berobjek dan pelakunya dua, Allah dan Rasul-Nya, sehingga terjemahan memakai "benarlah". Di 48:27 kata kerja yang sama berobjek, dan terjemahan memakai "membenarkan".
Kalimat penutup (وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا, wa-maa zaadahum illaa iimaanan wa-tasliiman) berarti "dan hal itu tidak menambah mereka kecuali keimanan dan keberserahan". Kata (زَادَهُمْ, zaadahum) berakar ز-ي-د dan ada di lima ayat, yaitu 3:173, 25:60, 33:22, 35:42, dan 47:17. Kerangka kalimatnya sama dengan 35:42, (مَا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا, maa zaadahum illaa nufuuran) yang berarti "tidak menambah mereka kecuali keberpalingan", tetapi isinya berbeda. Di 35:42 yang bertambah keberpalingan setelah pemberi peringatan datang, dan di 33:22 yang bertambah keimanan dan keberserahan setelah golongan-golongan itu dilihat. Di 3:173, (فَزَادَهُمْ إِيمَانًا, fa-zaadahum iimaanan) yang berarti "maka hal itu menambah keimanan mereka" menyusul (إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ, inna n-naasa qad jama'uu lakum fa-khsyawhum) yang berarti "sesungguhnya manusia telah berkumpul menghadapi kalian, maka takutlah kepada mereka". Di 9:124 (فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا, fa-zaadat-hum iimaanan) dipakai bagi orang-orang yang beriman, dan di 9:125 (فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ, fa-zaadat-hum rijsan ilaa rijsihim) bagi orang-orang yang di hatinya ada penyakit, yang berarti "maka hal itu menambah kekotoran atas kekotoran mereka".
Kata (تَسْلِيمًا, tasliiman) berakar س-ل-م dan di 33:22 bersanding dengan (إِيمَانًا, iimaanan) lewat huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan". Pasangan (إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا, iimaanan wa-tasliiman) hanya tertulis satu kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di ayat ini. Di 4:65, (وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا, wa-yusallimuu tasliiman) yang berarti "dan mereka berserah diri dengan keberserahan penuh" menyusul kalimat bahwa tidak ada keberatan dalam diri mereka terhadap putusan yang diberikan. Terjemahan 33:22 memakai kata benda yang sama, "keberserahan".
Tafsiran
Ayat ini memperlihatkan pihak lain yang menghadapi pemandangan yang sama dengan 33:19 dan 33:20. Dua ayat itu menggambarkan orang-orang yang gentar lewat mata, lidah, dan dugaan. Ayat 33:22 menggambarkan orang-orang mukmin lewat ucapan, dan ucapan itu memakai kalimat yang sudah pernah diucapkan di 33:12. Kalimat tentang apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya di 33:12 berakhir pada tipuan, sedangkan di 33:22 berakhir pada pembenaran. Ayat ini dengan demikian menaruh satu rangkaian kata di dua mulut yang berbeda dan memperlihatkan dua vonis yang berlawanan.
Ayat ini tidak menyatakan bahwa orang-orang beriman bebas dari guncangan. Ayat 33:9 memanggil orang-orang yang beriman dan mengajak mereka mengingat nikmat Allah, ayat 33:10 mencatat (وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ, wa-balaghati l-quluubu l-hanaajira) yang berarti "dan hati sampai ke kerongkongan", dan 33:11 mencatat (ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا, btuliya l-mu'minuuna wa-zulziluu zilzaalan syadiidan) yang berarti "orang-orang beriman diuji dan diguncang dengan guncangan yang keras". Yang ditambahkan 33:22 pada gambaran itu adalah ucapan mereka dan akibatnya pada keimanan, dan ayat tidak mengatakan bahwa guncangan itu lenyap.
Isi janji yang disebut orang-orang mukmin tidak dikutip di ayat ini, dan 33:12 pun menyebut janji itu tanpa isinya. Ucapan "ini yang dijanjikan" dengan demikian bekerja sebagai pengakuan bahwa apa yang terlihat termasuk dalam sesuatu yang sudah diberitahukan sebelumnya, tanpa merinci apa yang diberitahukan. Pola serupa ada di 3:173 dan 9:124, dan hasilnya pada orang-orang yang beriman sama meskipun pemicunya berbeda. Di 3:173 kabar tentang manusia yang berkumpul menambah keimanan mereka, di 9:124 sebuah surah yang diturunkan, dan di 33:22 apa yang dilihat dengan mata.
Ayat 33:21 yang mendahului menyebut Rasul Allah sebagai teladan, dan 33:22 menyebut Rasul-Nya dua kali di dalam ucapan orang-orang mukmin. Teks tidak menyatakan hubungan langsung antara dua ayat itu, tetapi urutannya menaruh kata Rasul di dua ayat berurutan.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang mukmin di ayat ini melihat golongan-golongan itu lalu menyebut pemandangan itu dengan kalimat "ini yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya". Mereka memilih nama janji, yaitu sesuatu yang sudah diberitahukan sebelum terjadi. Ayat tidak mengutip isi janji itu, sehingga yang terbaca hanya cara mereka menempatkan peristiwa itu di dalam sebuah kalimat yang sudah ada. Pembaca dapat memperhatikan nama apa yang diberikannya kepada hal yang menakutkan baginya. Nama itu mengubah apa dalam cara memandang hal tersebut?
- Kalimat tentang apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya diucapkan dua kali dalam surah ini. Di 33:12 kalimat itu berakhir pada tipuan, dan di 33:22 berakhir pada pembenaran. Kata-katanya hampir sama, sedangkan orang yang mengucapkannya berbeda, dan keduanya melihat peristiwa yang berada dalam rangkaian yang sama. Pembaca dapat mengamati bahwa sebuah kalimat tentang janji Allah bisa keluar dari dua mulut dengan arah yang berlawanan. Apa dalam diri penutur yang menentukan arah kalimat itu?
- Ayat 33:20 memakai kata mengira untuk golongan-golongan itu, dan 33:22 memakai kata melihat untuk kata yang sama. Orang yang mengira bergerak dari dugaan, sedangkan orang yang melihat bergerak dari apa yang ada di depannya. Ayat tidak menyatakan bahwa satu cara lebih tenang dari yang lain, hanya bahwa keduanya dipakai untuk menggambarkan dua kelompok. Pembaca dapat menimbang apakah rasa takutnya lebih sering tumbuh dari yang dilihat atau dari yang dikira. Berapa banyak dari ketakutannya berasal dari dugaan yang belum pernah dilihat?
- Kalimat penutup ayat ini menyebut hal yang dilihat itu menambah keimanan dan keberserahan, dan kerangka kalimat yang sama di 35:42 menyebut penambahan keberpalingan. Dengan kerangka yang sama, pemandangan atau peringatan tidak membawa isi sendiri, dan yang bertambah bergantung pada orang yang menerimanya. Di 9:124 dan 9:125 hal serupa terjadi pada satu surah yang diturunkan, yang menambah keimanan pada sebagian dan kekotoran pada sebagian lain. Pembaca dapat memperhatikan apa yang bertambah dalam dirinya setelah menghadapi kesulitan yang sama dengan yang dihadapi orang lain.
- Ayat 33:10 mencatat hati yang sampai ke kerongkongan, 33:11 mencatat orang-orang beriman yang diuji dan diguncang, dan 33:22 mencatat mereka berkata "benarlah Allah dan Rasul-Nya". Tiga catatan itu berada di dalam satu rangkaian dan menyebut kelompok yang sama. Ayat tidak mengatakan guncangan itu hilang sebelum mereka berucap, sehingga keduanya dapat dibaca berada dalam keadaan yang sama. Pembaca dapat bertanya apakah kata "benarlah Allah dan Rasul-Nya" dan hati yang menyesak bisa hadir dalam satu hari yang sama, dan siapa yang menetapkan bahwa keduanya tidak boleh bertemu?
- Ayat ini menyebut dua hal yang bertambah, yaitu keimanan dan keberserahan, dan menyambungnya dengan kata dan. Di 4:65 ayat dibuka dengan sumpah demi Tuhanmu bahwa mereka tidak beriman sampai mereka bertahkim, lalu keberserahan penuh disebut sesudah tidak adanya keberatan dalam diri mereka. Dua ayat itu tidak sama, tetapi keduanya menaruh keberserahan di sebelah keimanan dan tidak menyamakannya. Pembaca dapat membedakan dalam dirinya apa yang diyakini dan apa yang diserahkan. Mana yang lebih dulu bertambah ketika keadaan terasa berat?