مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا

Di antara orang-orang beriman ada lelaki-lelaki yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang memenuhi nazarnya, dan di antara mereka ada yang menunggu, dan mereka tidak mengubahnya sedikit pun,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِmina l-mu'miniina rijaalun shadaquu maa 'aahadu llaaha 'alayhidi antara orang-orang beriman ada lelaki-lelaki yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah
  2. فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُfa-minhum man qadhaa nahbahu wa-minhum man yantazhirumaka di antara mereka ada yang memenuhi nazarnya, dan di antara mereka ada yang menunggu
  3. وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًاwa-maa baddaluu tabdiilandan mereka tidak mengubahnya sedikit pun

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. مِنَminadari
  2. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  3. رِجَالٌrijaalunpara lelaki
  4. صَدَقُواshadaquubenar
  5. مَاmaaapa yang
  6. عَاهَدُوا'aahadumereka berikrar
  7. اللَّهَllaahaAllah
  8. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  9. فَمِنْهُمْfa-minhummaka di antara mereka
  10. مَنْmanorang yang
  11. قَضَىٰqadhaamemutuskan
  12. نَحْبَهُnahbahujanjinya
  13. وَمِنْهُمْwa-minhumdan di antara mereka
  14. مَنْmanorang yang
  15. يَنْتَظِرُyantazhirumenunggu
  16. وَمَاwa-maadan tidaklah
  17. بَدَّلُواbaddaluumereka mengganti
  18. تَبْدِيلًاtabdiilanperubahan

Inti bacaan

Kata (نَحْبَهُ, nahbahu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:23.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ, mina l-mu'miniina rijaalun) yang berarti "di antara orang-orang beriman ada lelaki-lelaki". Kata (رِجَالٌ, rijaalun) berakar ر-ج-ل dan bentuk persisnya ada di enam ayat, yaitu 7:46, 9:108, 24:37, 33:23, 48:25, dan 72:6. Terjemahan memakai "lelaki-lelaki" di 33:23 karena kata itu adalah bentuk jamak dari kata untuk laki-laki, dan ayat ini tidak menyebut perempuan. Ayat 33:35 menyebut keduanya, (وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ, wa-sh-shaadiqiina wa-sh-shaadiqaati) yang berarti "laki-laki dan perempuan yang benar". Ayat 33:23 sendiri tidak menyatakan apakah penyebutan lelaki-lelaki membatasi isinya.

Kalimat (صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ, shadaquu maa 'aahadu llaaha 'alayhi) berarti "menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah". Kata kerja (صَدَقُوا, shadaquu) berakar ص-د-ق dan ada di lima ayat, yaitu 2:177, 9:43, 29:3, 33:23, dan 47:21. Di 47:21, (صَدَقُوا اللَّهَ, shadaquu llaaha) berarti "mereka benar kepada Allah". Di 2:177, (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا, ulaa'ika lladziina shadaquu) menyusul (وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا, wa-l-muufuuna bi-'ahdihim idzaa 'aahaduu) yang berarti "dan orang-orang yang menepati janji mereka apabila berjanji", sehingga orang-orang yang disebut benar di sana juga orang-orang yang menepati janji. Karena 2:177 menaruh shadaquu tepat sesudah orang-orang yang menepati janji, dan karena objek shadaquu di 33:23 berupa apa yang dijanjikan, terjemahan memakai "menepati". Kata (عَاهَدُوا, 'aahadu) berakar ع-ه-د dan ada di empat ayat, yaitu 2:100, 2:177, 33:15, dan 33:23. Rangkaian (عَاهَدُوا اللَّهَ, 'aahaduu llaaha) hanya ada di 33:15 dan 33:23. Di 33:15 isi janji disebut, (لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ, laa yuwalluuna l-adbaara) yang berarti "tidak akan berbalik ke belakang", dan ayat itu berakhir dengan (وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْئُولًا, wa-kaana 'ahdu llaahi mas'uulan) yang berarti "dan perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya". Di 33:23 isi janji tidak disebut dan hanya ditunjuk dengan (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "atasnya".

Rangkaian (فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ, fa-minhum man qadhaa nahbahu) berarti "maka di antara mereka ada yang memenuhi nazarnya". Kata (نَحْبَهُ, nahbahu) tersusun dari nahb dan akhiran -hu yang berarti "-nya", dan akar ن-ح-ب hanya tertulis di ayat ini, sehingga pemakaian di ayat lain tidak bisa menjadi pembanding. Terjemahan memakai "nazar" sebagai nama bagi sesuatu yang dimiliki mereka dan dapat dituntaskan, dan kata Indonesia itu dipilih supaya dua kata Arab yang berbeda, 'ahd dan nahb, tidak ditulis dengan satu kata Indonesia. Kata kerja (قَضَىٰ, qadhaa) dengan objek berupa sesuatu yang harus dijalani sampai selesai ada di 28:29, (قَضَىٰ مُوسَى الْأَجَلَ, qadhaa muusaa l-ajala) yang berarti "Musa menyelesaikan waktu yang ditentukan itu", dan terjemahan "memenuhi" di 33:23 mengikuti arti itu. Ayat ini tidak memuat kata mati, dan korpus tidak menyediakan pembanding untuk nahb, sehingga terjemahan memilih bacaan yang memakai bahan di dalam ayat sendiri, yaitu janji kepada Allah di kalimat sebelumnya.

Rangkaian (وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ, wa-minhum man yantazhiru) berarti "dan di antara mereka ada yang menunggu". Kata kerja (يَنْتَظِرُ, yantazhiru) berakar ن-ظ-ر dan tidak berobjek, sehingga apa yang ditunggu tidak disebut. Susunan (فَمِنْهُمْ مَنْ, fa-minhum man) ada di tujuh ayat, yaitu 2:253, 4:55, 9:124, 16:36, 24:45, 29:40, dan 33:23. Di tiga ayat di antaranya dua bagian itu menuju arah yang berlawanan, yaitu (فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ, fa-minhum man aamana wa-minhum man kafara) yang berarti "di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kufur" di 2:253, (فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ بِهِ وَمِنْهُمْ مَنْ صَدَّ عَنْهُ, fa-minhum man aamana bihi wa-minhum man shadda 'anhu) yang berarti "di antara mereka ada yang beriman kepadanya dan di antara mereka ada yang berpaling darinya" di 4:55, dan (فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ, fa-minhum man hadaa llaahu wa-minhum man haqqat 'alayhi dh-dhalaalatu) yang berarti "di antara mereka ada yang Allah beri petunjuk dan di antara mereka ada yang pasti atasnya kesesatan" di 16:36. Di 33:23 dua bagian itu, memenuhi dan menunggu, disusul satu pernyataan yang mencakup keduanya.

Kalimat penutup (وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا, wa-maa baddaluu tabdiilan) berarti "dan mereka tidak mengubahnya sedikit pun". Kata (تَبْدِيلًا, tabdiilan) ada di lima ayat, yaitu 33:23, 33:62, 35:43, 48:23, dan 76:28. Di 33:62, 35:43, dan 48:23 bunyinya (وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا, wa-lan tajida li-sunnati llaahi tabdiilan) yang berarti "dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah", dan di 76:28 (بَدَّلْنَا أَمْثَالَهُمْ تَبْدِيلًا, baddalnaa amtsaalahum tabdiilan) yang berarti "Kami mengganti mereka dengan yang serupa" memakai pelaku Allah. Di 33:23 pelakunya manusia. Bentuk (بَدَّلُوا, baddaluu) sebagai kata tersendiri ada di dua ayat, yaitu 14:28 dan 33:23. Di 14:28 bunyinya (بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا, baddaluu ni'mata llaahi kufran) yang berarti "mereka menukar nikmat Allah dengan kekufuran", dengan objek yang disebut, sedangkan di 33:23 kata kerja itu tidak membawa objek. Terjemahan menulis "mengubahnya" dengan -nya yang merujuk ke apa yang mereka janjikan di kalimat pertama.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 33:15 di surah yang sama. Ayat 33:15 menyebut orang-orang yang pernah berjanji kepada Allah bahwa mereka tidak akan berbalik ke belakang, dan menutup dengan pernyataan bahwa perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya. Ayat 33:23 memakai kata kerja yang sama dengan objek yang sama, tetapi untuk kelompok lain yang menepati apa yang dijanjikan. Dua ayat itu dengan demikian menaruh satu janji di dua kelompok, dan kedua kelompok itu dipisahkan oleh beberapa ayat tentang golongan-golongan yang datang.

Awal ayat memilah. Ayat 33:22 berbicara tentang orang-orang mukmin secara umum, dan 33:23 mulai dengan kata yang berarti "di antara", sehingga orang-orang yang menepati janji hanya sebagian dari mereka. Ayat tidak menyatakan siapa yang termasuk dan siapa yang tidak, dan tidak memberi jumlah.

Ayat ini membagi lelaki-lelaki itu menjadi dua keadaan, yang memenuhi dan yang menunggu, tanpa mengurutkan dan tanpa membandingkan nilainya. Di tiga ayat lain yang memakai susunan pembagian yang sama, dua bagian menuju arah berlawanan, sedangkan di sini dua bagian itu disambung oleh satu kalimat penutup, "dan mereka tidak mengubahnya sedikit pun". Ayat mengukur dengan tidak berubahnya janji, dan ukuran itu berlaku bagi dua tahap sekaligus. Apa yang ditunggu oleh kelompok kedua tidak disebut, dan apa isi nazar yang dituntaskan oleh kelompok pertama juga tidak dirinci.

Ayat ini berakhir tanpa titik, sehingga 33:24 yang dibuka dengan huruf yang berarti "agar" melanjutkan kalimatnya. Dengan demikian pernyataan tentang lelaki-lelaki yang menepati janji itu tersambung ke pernyataan tentang balasan, dan ayat ini dibaca bersama ayat sesudahnya sebagai satu kalimat panjang.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:15 menyebut perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya, dan 33:23 menyebut lelaki-lelaki yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah. Kata kerja yang dipakai sama dan objeknya sama, sehingga dua ayat itu dapat dibaca sebagai pertanyaan dan jawabannya. Ayat tidak menyebut apakah ada orang yang mengingat janjinya pada hari-hari yang tenang, tetapi urutan ayat menaruh pertanggungjawaban lebih dulu dan penepatan sesudahnya. Pembaca dapat bertanya janji apa yang pernah diucapkannya kepada Allah dan dalam keadaan apa janji itu sekarang. Seberapa jelas isinya dalam ingatannya?
  • Ayat ini menyebut dua keadaan, yang sudah memenuhi dan yang masih menunggu, dan tidak menaruh salah satunya lebih tinggi dari yang lain. Kalimat penutupnya berlaku bagi keduanya sekaligus. Seseorang yang berada pada tahap menunggu dapat membaca ayat ini sebagai pengakuan bahwa menunggu bukan berarti belum setia. Pembaca dapat menimbang bagaimana menilai orang yang sudah selesai dengan sesuatu dan orang yang masih di tengah jalan. Apakah ukuran yang dipakainya sama dengan ukuran kalimat penutup ayat ini?
  • Kata kerja menunggu di ayat ini tidak diikuti apa pun, sehingga yang ditunggu tidak disebut. Pengisiannya diserahkan kepada pembaca, dan setiap pembaca yang pernah menunggu sesuatu yang telah diikrarkannya akan mengisinya dengan hal yang berbeda. Jarak antara ikrar dan penyelesaiannya digambarkan sebagai keadaan yang sah dan tidak dicatat sebagai kekurangan. Pembaca dapat memperhatikan hal apa yang sedang ia tunggu penyelesaiannya, dan bagaimana ia menjaga ikrarnya selama menunggu. Apa yang dilakukan seseorang pada hari-hari yang kosong antara ikrar dan penyelesaian?
  • Kata tabdiilan di ayat ini juga dipakai di 33:62, 35:43, dan 48:23 untuk perubahan yang tidak ditemukan pada sunah Allah. Di ayat-ayat itu ketetapan Allah tidak berubah, dan di 33:23 kesetiaan lelaki-lelaki itu tidak berubah. Dua hal itu tidak sama, sebab ayat tidak menyebut kesetiaan manusia sebagai ketetapan Allah. Namun kata yang sama dipakai untuk keduanya, sehingga pembaca dapat bertanya apa artinya bagi kesetiaan seseorang jika ukurannya diambil dari kata yang dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang tidak berubah. Seberapa kecil perubahan yang pernah dibiarkan masuk ke dalam janjinya?
  • Ayat 33:22 menyebut orang-orang mukmin melihat golongan-golongan itu dan keimanan mereka bertambah, sedangkan 33:23 mulai dengan kata di antara dan hanya menyebut sebagian dari orang-orang beriman yang menepati janji mereka kepada Allah. Dua ayat itu berurutan, tetapi yang kedua menyempit. Ayat tidak menyatakan bahwa orang yang beriman otomatis termasuk yang menepati, juga tidak menyatakan sebaliknya. Pembaca dapat membedakan antara sebutan beriman dan sebutan menepati janji dalam dirinya sendiri. Apa yang memisahkan dua sebutan itu dalam hidupnya?
  • Ayat ini menyebut lelaki-lelaki tanpa nama dan tanpa jumlah, hanya dengan perbuatan mereka, yaitu menepati apa yang mereka janjikan. Perbuatan itu dituliskan lebih jelas daripada pelakunya. Pembaca yang terbiasa menilai kesetiaan lewat nama dan jabatan dapat memperhatikan bahwa ayat ini memilih cara yang berbeda dalam menunjuk orang yang setia. Berapa banyak orang yang menepati janjinya hari ini tanpa pernah disebut siapa pun?