لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Agar Allah membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka, dan mengazab orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْli-yajziya llaahu sh-shaadiqiina bi-shidqihimagar Allah membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka
  2. وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْwa-yu'adzdziba l-munaafiqiina in syaa'a aw yatuuba 'alayhimdan mengazab orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka
  3. إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًاinna llaaha kaana ghafuuran rahiimansesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar
  4. بِصِدْقِهِمْbi-shidqihimkarena kebenaran mereka
  5. وَيُعَذِّبَwa-yu'adzdzibadan agar Dia mengazab
  6. الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik
  7. إِنْinjika
  8. شَاءَsyaa'amenghendaki
  9. أَوْawatau
  10. يَتُوبَyatuubabertobat
  11. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  12. إِنَّinnasesungguhnya
  13. اللَّهَllaahaAllah
  14. كَانَkaanaadalah
  15. غَفُورًاghafuuranpengampun
  16. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Susunan (أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, aw yatuuba 'alayhim) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:128 dan 33:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ, li-yajziya llaahu sh-shaadiqiina bi-shidqihim) yang berarti "agar Allah membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka". Kata kerja (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) berakar ج-ز-ي dan, dengan huruf li, ada di sepuluh ayat, yaitu 9:121, 10:4, 14:51, 24:38, 28:25, 30:45, 33:24, 34:4, 45:14, dan 53:31. Dengan nama Allah langsung sesudahnya, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ, li-yajziya llaahu), kata kerja itu hanya ada di 14:51 dan 33:24. Di 14:51 objeknya (كُلَّ نَفْسٍ, kulla nafsin) yang berarti "setiap jiwa", sehingga kata kerja itu sendiri tidak menentukan balasannya baik atau buruk. Arah balasan di 33:24 ditentukan oleh kata sesudahnya, (الصَّادِقِينَ, sh-shaadiqiina) yang berarti "orang-orang yang benar" dan (بِصِدْقِهِمْ, bi-shidqihim) yang berarti "karena kebenaran mereka". Kata (الصَّادِقِينَ, sh-shaadiqiina) di surah ini ada di tiga ayat, yaitu 33:8, 33:24, dan 33:35. Kata (صِدْقِهِمْ, shidqihim) ada di dua ayat, yaitu 33:8 dan 33:24, dan keduanya berada di surah yang sama. Di 33:8 bunyinya (لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ, li-yas'ala sh-shaadiqiina 'an shidqihim) yang berarti "agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka". Huruf (عَنْ, 'an) di sana berarti "tentang", dan huruf (بِ, bi-) di 33:24 berarti "karena".

Rangkaian (وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ, wa-yu'adzdziba l-munaafiqiina) berarti "dan mengazab orang-orang munafik". Susunan ini ada di dua ayat, yaitu 33:24 dan 48:6. Di 48:6 bunyinya diperluas, (وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ, wa-yu'adzdziba l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati) yang berarti "dan agar Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan". Di 33:73 bunyinya (لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ, li-yu'adzdziba llaahu l-munaafiqiina) yang berarti "agar Allah mengazab orang-orang munafik". Kata (الْمُنَافِقِينَ, l-munaafiqiina) di surah ini ada di empat ayat, yaitu 33:1, 33:24, 33:48, dan 33:73.

Rangkaian (إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, in syaa'a aw yatuuba 'alayhim) berarti "jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka". Kalimat ini dapat dibaca dengan dua cara. Pada bacaan pertama, "jika Dia menghendaki" hanya melekat pada azab, dan menyambut tobat menjadi pilihan lain. Pada bacaan kedua, "jika Dia menghendaki" melekat pada kedua pilihan. Pilihan di antara keduanya tidak ditentukan oleh kalimat itu. Rangkaian (أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, aw yatuuba 'alayhim) ada di dua ayat, yaitu 3:128 dan 33:24. Di 3:128 bunyinya (أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ, aw yatuuba 'alayhim aw yu'adzdzibahum) yang berarti "atau Dia menyambut tobat mereka atau mengazab mereka", sehingga urutannya terbalik, tobat lebih dulu dan azab kemudian. Susunan (يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, yatuuba 'alayhim) ada di tiga ayat, yaitu 3:128, 9:102, dan 33:24. Di 9:102 bunyinya (عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, 'asaa llaahu an yatuuba 'alayhim) yang berarti "mudah-mudahan Allah menyambut tobat mereka".

Terjemahan memakai "menyambut" untuk kata kerja yang berakar ت-و-ب bila disusul huruf (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas". Di 9:118, (ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا, tsumma taaba 'alayhim li-yatuubuu) yang berarti "kemudian Dia menyambut mereka agar mereka bertobat", penyambutan itu tertulis lebih dulu dan tobat mereka menyusul sebagai tujuannya. Al-Qur'an memakai kata kerja lain untuk "menerima", yaitu (يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ, yaqbalu t-tawbata 'an 'ibaadihi) yang berarti "menerima tobat hamba-hamba-Nya" di 9:104 dan 42:25, dan terjemahan memberi padanan "menerima" kepada kata kerja itu.

Penutup (إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا, inna llaaha kaana ghafuuran rahiiman) berarti "sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih". Rangkaian utuh ini di seluruh Al-Qur'an hanya ada di empat ayat, yaitu 4:23, 4:106, 4:129, dan 33:24. Rumus (غَفُورًا رَحِيمًا, ghafuuran rahiiman) di surah ini ada di lima ayat, yaitu 33:5, 33:24, 33:50, 33:59, dan 33:73. Di empat ayat selain 33:24 bunyinya (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman), dan hanya 33:24 yang memakai (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya". Terjemahan menulis "pengampun lagi pengasih" dengan huruf kecil dan tanpa "Maha", sama seperti di ayat-ayat lain yang memuat rumus itu dalam bentuk tak bertakrif.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan kalimat 33:23, yang berakhir tanpa titik, dengan pernyataan tujuan, sehingga dua ayat itu dapat dibaca sebagai satu kalimat panjang. Tujuan itu dapat mengacu pada 33:23 saja atau pada seluruh rangkaian sejak 33:9, dan ayat tidak memilih. Tujuannya sendiri tertulis jelas, yaitu balasan bagi orang-orang yang benar dan dua kemungkinan bagi orang-orang munafik.

Surah ini memuat dua kalimat tujuan yang memakai kata yang sama. Ayat 33:8 menyatakan bahwa Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka, dan 33:24 menyatakan bahwa Allah membalas orang-orang yang benar karena kebenaran mereka. Urutannya menaruh pertanyaan lebih dulu dan balasan sesudahnya, dengan kata yang sama menjadi sumbu keduanya. Di antara dua ayat itu terletak gambaran yang panjang tentang apa yang terjadi pada orang-orang beriman dan pada mereka yang gentar.

Dua bagian ayat ini tidak disusun sama. Balasan bagi orang-orang yang benar disertai alasan yang tertulis, yaitu kebenaran mereka sendiri, dan tidak disertai syarat kehendak. Bagian tentang orang-orang munafik memuat syarat kehendak dan dua kemungkinan, tetapi tidak memuat alasan. Kata "jika Dia menghendaki" tidak muncul pada bagian pertama, dan alasan tertulis tidak muncul pada bagian kedua.

Ayat penutup surah, 33:73, memuat dua nasib yang sama dengan susunan yang berbeda. Ayat 33:73 menyatakan Allah mengazab orang-orang munafik dan orang-orang musyrik, dan menyambut tobat orang-orang mukmin, dengan huruf "dan" di antara keduanya. Ayat 33:24 memberi orang munafik dua kemungkinan yang dihubungkan dengan "atau". Dua ayat itu tidak saling membatalkan karena menyebut sasaran tobat yang berbeda, yaitu orang-orang mukmin di 33:73 dan orang-orang munafik di 33:24.

Penutup ayat, "sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih", menyusul sesudah azab dan tobat dalam kalimat yang sama. Ayat tidak menyatakan secara eksplisit bahwa rumus itu menjelaskan kemungkinan tobat, tetapi letaknya menempatkan sifat itu tepat di belakang pilihan yang memuat pintu tobat.

Renungan dan Hikmah

  • Balasan di ayat ini diberi sebab yang tertulis, yaitu karena kebenaran mereka. Ayat tidak menyebut hasil, jumlah, atau lamanya mereka bertahan sebagai sebab balasan itu. Pembaca yang terbiasa menghitung nilai dirinya dari hasil dapat memperhatikan bahwa sebab yang disebut ayat ini berada di tempat lain. Apa dalam dirinya yang layak dituliskan sebagai alasan jika sebuah ayat harus menyebut sebab sebuah balasan?
  • Untuk orang-orang munafik ayat ini menaruh dua kemungkinan dalam satu kalimat, yaitu azab jika Dia menghendaki atau tobat yang disambut. Allah menyebut azab dan pintu tobat dalam kalimat yang sama dan tidak menutup salah satunya. Pembaca yang pernah menilai seseorang sudah selesai dapat membandingkan penilaiannya dengan kalimat yang masih membiarkan dua jalan terbuka. Siapa yang berhak menutup kalimat itu di tempat yang tidak ditutup oleh Allah?
  • Di 9:118 Allah menyambut mereka lebih dulu, lalu mereka bertobat sebagai tujuan penyambutan itu. Ayat 33:24 memakai kata kerja yang sama, menyambut tobat, sehingga tobat tergambar sebagai gerak dua arah dan penyambutan tertulis mendahului gerak manusia. Pembaca yang menganggap tobat sebagai jalan menanjak yang harus ditempuh sendirian dapat membaca urutan itu dengan tenang. Jika penyambutan tertulis lebih dulu, siapa yang sebenarnya memulai perjalanan itu?
  • Ayat 33:23 menyebut lelaki-lelaki yang menepati janji, sebagian sudah memenuhi nazarnya dan sebagian masih menunggu, dan 33:24 menyebut orang-orang yang benar dibalas karena kebenaran mereka. Teks tidak menyatakan secara eksplisit bahwa dua kelompok itu sama, tetapi urutannya yang berdekatan membuat keduanya mudah dihubungkan. Jika dua ayat itu dibaca bersama, kebenaran yang dibalas tidak harus berupa janji yang sudah selesai. Pembaca dapat bertanya apakah kebenaran yang sedang berjalan dalam hidupnya sudah layak disebut kebenaran. Mengapa kebenaran hanya diakui setelah selesai?
  • Surah ini menaruh dua kata kerja berurutan untuk orang-orang yang benar. Di 33:8 Dia menanyakan kepada mereka tentang kebenaran mereka, dan di 33:24 Allah membalas mereka karena kebenaran itu. Pertanyaan datang lebih dulu dan balasan menyusul, dengan beberapa belas ayat di antaranya. Pembaca dapat membayangkan hidupnya sebagai ruang di antara dua ayat itu, yaitu waktu antara ditanya dan dibalas. Apa yang sedang dijawab sekarang, ketika pertanyaan itu belum selesai ditanyakan?
  • Dalam satu ayat tertulis azab, tobat, dan sifat pengampun lagi pengasih, berderet tanpa pemisah. Allah digambarkan memegang ketiganya sekaligus dan tidak memilih satu sifat untuk menggambarkan diri-Nya. Pembaca yang menilai Allah dari satu sifat saja, entah ketegasan atau kelembutan, dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak mengizinkan penilaian sesempit itu. Sifat mana yang paling sering diingat ketika berbicara tentang Allah, dan sifat mana yang jarang disebut?