لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar karena kebenaran mereka, dan mengazab orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْli-yajziya llaahu sh-shaadiqiina bi-shidqihimagar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar karena kebenaran mereka
- وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْwa-yu'adzdziba l-munaafiqiina in syaa'a aw yatuuba 'alayhimdan mengazab orang-orang munafik jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka
- إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًاinna llaaha kaana ghafuuran rahiimansesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (16 kata)
- لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
- اللَّهُllaahuAllah
- الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar
- بِصِدْقِهِمْbi-shidqihimkarena kebenaran mereka
- وَيُعَذِّبَwa-yu'adzdzibadan agar Dia mengazab
- الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik
- إِنْinjika
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- أَوْawatau
- يَتُوبَyatuubabertobat
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- غَفُورًاghafuuranpengampun
- رَحِيمًاrahiimanpengasih
Inti bacaan
Prinsip keadilan berimbang: kebenaran dibalas dengan kebenaran, sedangkan kemunafikan dihadapi dengan pilihan azab atau penyambutan-tobat, pilihan kata 'menyambut tobat' (bukan 'menerima tobat' pasif) menegaskan Allah aktif bergerak kembali kepada hamba yang bertobat, bukan sekadar menunggu pasif di tempat.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan kalimat dari 33:23 lewat partikel tujuan 'li-'.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan tujuan dari kesetiaan yang digambarkan di 33:23: balasan yang setimpal bagi yang benar, sementara nasib orang munafik tetap terbuka antara azab dan penerimaan tobat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka dibalas karena kebenaran mereka. Sebabnya disebutkan. Yang dinilai bukan hasilnya, melainkan bahwa mereka menepati.
- Untuk yang munafik disebut dua kemungkinan: diazab, atau tobatnya disambut. Belum ditutup. Pintunya masih ada di kalimat yang menyebut azab.
- Allah memakai kata menyambut tobat. Bukan menerima. Yang digambarkan bergerak menjemput, bukan menunggu di tempat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Corpus: akar t-w-b di ayat ini. 'accepted his repentance' hanya berlabel (Jel) = tafsir Jalaalayn, bukan leksikal. utk manusia (2:222 at-tawwaabiin!) 'orang yang banyak bertobat'.