وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا ۚ وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا

Dan Allah menghalau orang-orang yang kufur itu dalam keadaan penuh kejengkelan, mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun. Dan Allah mencukupi orang-orang mukmin dari peperangan itu. Dan Allah kuat lagi digdaya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًاwa-radda llaahu lladziina kafaruu bi-ghayzhihim lam yanaaluu khayrandan Allah menghalau orang-orang yang kufur itu dalam keadaan penuh kejengkelan, mereka tidak memperoleh keuntungan apa pun
  2. وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَwa-kafa llaahu l-mu'miniina l-qitaaladan Allah mencukupi orang-orang mukmin dari peperangan itu
  3. وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًاwa-kaana llaahu qawiyyan 'aziizandan Allah kuat lagi digdaya

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَرَدَّwa-raddadan Dia menolak
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. كَفَرُواkafaruukufur
  5. بِغَيْظِهِمْbi-ghayzhihimdengan kemarahan mereka
  6. لَمْlamtidak
  7. يَنَالُواyanaaluumereka memperoleh
  8. خَيْرًاkhayrankebaikan
  9. وَكَفَىwa-kafadan cukuplah
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  12. الْقِتَالَl-qitaalapeperangan
  13. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. قَوِيًّاqawiyyanyang kuat
  16. عَزِيزًا'aziizanMahaperkasa

Inti bacaan

Hasil dari menghadapi ancaman dengan keteguhan: pihak yang memusuhi 'dihalau dalam keadaan hati penuh kejengkelan' tanpa memperoleh keuntungan, sementara pihak beriman 'dicukupkan dari peperangan', ketahanan yang teguh kadang cukup tanpa harus mengejar konfrontasi lebih jauh.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(yang menghindarkan)' dihapus: 'kafaa llaahu l-mu'miniina l-qitaala' (pola kafaa berobjek ganda) diterjemahkan langsung 'Allah mencukupi orang-orang mukmin dari peperangan itu', konsisten dengan struktur 'kafaa billaahi wakiilan' di 33:3. 'Qawiyyan aziizan' diterjemahkan 'kuat lagi digdaya', konsisten dengan 22:40 dan 22:74.

Tafsiran

Ayat ini menutup narasi Perang Khandaq dengan hasil akhir tanpa pertempuran langsung: kekufuran mereka pulang tanpa hasil, sementara orang beriman diselamatkan dari peperangan itu sendiri lewat cara yang tidak mereka rencanakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut orang-orang mukmin dicukupkan dari peperangan itu, bukan dimenangkan di dalamnya. Pertempurannya tidak jadi. Ada pertolongan yang bentuknya justru meniadakan perang yang sudah disiapkan semua orang.
  • Yang dibawa pulang pihak seberang disebut kejengkelan, bukan kekalahan. Tidak ada yang hilang dari mereka selain maksudnya. Kemarahan yang tersisa sesudah rencana besar tidak jadi memang lebih berat daripada kalah di tempat.
  • Allah menutup dengan menyebut diri-Nya kuat lagi digdaya. Dua sebutan tentang kekuatan, sesudah kejadian yang tidak memerlukan kekuatan siapa pun. Yang paling menunjukkan kekuatan justru kemampuan menyelesaikan perkara tanpa memakainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.