وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا
Dan Dia menurunkan orang-orang Ahlulkitab yang membantu mereka dari benteng-benteng mereka, dan melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebagian kalian bunuh dan sebagian yang lain kalian tawan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْwa-anzala lladziina zhaaharuuhum min ahli l-kitaabi min shayaashiihimdan Dia menurunkan orang-orang Ahlulkitab yang membantu mereka dari benteng-benteng mereka
- وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَwa-qadzafa fii quluubihimu r-ru'badan melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka
- فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًاfariiqan taqtuluuna wa-ta'siruuna fariiqansebagian kalian bunuh dan sebagian yang lain kalian tawan
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَأَنْزَلَwa-anzaladan menurunkan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- ظَاهَرُوهُمْzhaaharuuhummereka membantu mereka
- مِنْmindari
- أَهْلِahlikalangan
- الْكِتَابِl-kitaabiKitab
- مِنْmindari
- صَيَاصِيهِمْshayaashiihimbenteng-benteng mereka
- وَقَذَفَwa-qadzafadan Dia melemparkan
- فِيfiike dalam
- قُلُوبِهِمُquluubihimuhati mereka
- الرُّعْبَr-ru'barasa takut
- فَرِيقًاfariiqansegolongan
- تَقْتُلُونَtaqtuluunakalian bunuh
- وَتَأْسِرُونَwa-ta'siruunadan kalian menawan
- فَرِيقًاfariiqansegolongan
Inti bacaan
Kata (فَرِيقًا, fariiqan) dipakai dua kali dalam satu ayat di empat tempat saja, yaitu 2:87, 5:70, 7:30, dan 33:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَأَنْزَلَ, wa-anzala) yang berarti "dan menurunkan", dari akar ن-ز-ل. Bentuk persis ini muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 2:22, 2:213, 3:3, 3:4, 4:113, 9:26, 14:32, 20:53, 27:60, 33:26, dan 39:6. Di sepuluh ayat lain benda yang diturunkan berupa air, Kitab, Taurat dan Injil, al-Furqan, hewan ternak, atau bala tentara, misalnya (وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا, wa-anzala junuudan lam tarawhaa) yang berarti "dan menurunkan bala tentara yang tidak kalian lihat" di 9:26. Di 33:26 objeknya orang-orang, dan tempat asalnya disebut dengan (مِنْ صَيَاصِيهِمْ, min shayaashiihim) yang berarti "dari benteng-benteng mereka".
Kata (صَيَاصِيهِمْ, shayaashiihim) berakar ص-ي-ص dan hanya muncul di 33:26, sehingga artinya tidak bisa diuji dengan pemakaian lain di Al-Qur'an. Terjemahan memakai "benteng-benteng" karena dua hal dalam kalimatnya sendiri: kata kerja di depannya berarti "menurunkan", sehingga tempat itu terbaca lebih tinggi daripada tempat orang-orang itu diturunkan, dan kata itu berbentuk jamak yang dimiliki mereka. Bahan bangunannya, bentuknya, dan letaknya tidak disebut. Kata lain untuk tempat berlindung ada di 59:2, (حُصُونُهُمْ, hushuunuhum) yang berarti "benteng-benteng mereka", dan terjemahan memakai padanan yang sama.
Kata (ظَاهَرُوهُمْ, zhaaharuuhum) berakar ظ-ه-ر dan berarti "membantu mereka". Bentuk persis ini hanya ada di 33:26. Kata kerja dengan arti memberi bantuan ada pula di 9:4, (وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا, wa-lam yuzhaahiruu 'alaykum ahadan) yang berarti "dan tidak membantu seorang pun melawan kalian", dan di 60:9, (وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ, wa-zhaaharuu 'alaa ikhraajikum) yang berarti "dan membantu dalam mengusir kalian". Di kedua ayat itu kata kerjanya disusul 'alaa yang menyebut sasaran bantuan, sedangkan di 33:26 yang menyusul langsung kata ganti -hum, jadi hanya penerima bantuan yang disebut. Kata ganti -hum itu pun tidak diberi nama: 33:25 menyebut "orang-orang yang kufur", sedangkan 33:20 dan 33:22 menyebut "pasukan-pasukan sekutu", (الْأَحْزَابَ, l-ahzaaba). Ayat ini tidak menunjuk salah satunya.
Kata (أَهْلِ الْكِتَابِ, ahli l-kitaabi) yang berarti "Ahlulkitab" muncul empat belas kali di enam surah, yaitu 2:105, 2:109, 3:69, 3:72, 3:75, 3:113, 3:199, 4:123, 4:159, 33:26, 59:2, 59:11, 98:1, dan 98:6. Di 33:26 dan 59:2 kata itu didahului min yang berarti "di antara" atau "dari kalangan". Di 59:2 bunyinya (الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ, lladziina kafaruu min ahli l-kitaabi) yang berarti "orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab", sehingga ayat itu menunjuk sebagian dari mereka. Terjemahan 33:26 menulis "orang-orang Ahlulkitab yang membantu mereka", dan pembatas "yang membantu mereka" menjaga agar bagian itu tetap sebagian.
Kalimat (وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ, wa-qadzafa fii quluubihimu r-ru'ba) yang berarti "dan melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka" ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:26 dan 59:2. Kata (الرُّعْبَ, r-ru'ba) berakar ر-ع-ب dan muncul empat kali, yaitu di 3:151, 8:12, 33:26, dan 59:2, dan di keempatnya tempatnya hati. Di 3:151, (سَنُلْقِي, sa-nulqii) yang berarti "Kami akan mencampakkan", dan di 8:12, (سَأُلْقِي, sa-ulqii) yang berarti "Aku akan menimpakan", rasa takut itu dijanjikan dengan kata kerja berawalan sa-, sedangkan 33:26 dan 59:2 memakai (وَقَذَفَ, wa-qadzafa) dalam bentuk lampau. Akar ق-ذ-ف dipakai untuk melempar benda, misalnya (فَقَذَفْنَاهَا, fa-qadzafnaahaa) yang berarti "lalu kami melemparkannya" di 20:87, dan untuk melempar kebenaran, (نَقْذِفُ بِالْحَقِّ, naqdzifu bi-l-haqqi) yang berarti "Kami lemparkan kebenaran" di 21:18. Terjemahan 33:26 memakai "melemparkan" dan "rasa takut".
Kata (فَرِيقًا, fariiqan) yang berarti "sebagian" dipakai dua kali dalam satu ayat hanya di empat tempat, yaitu 2:87, 5:70, 7:30, dan 33:26. Di 2:87 bunyinya (فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ, fa-fariiqan kadzdzabtum wa-fariiqan taqtuluuna) yang berarti "lalu sebagian kalian dustakan dan sebagian kalian bunuh", dan di 5:70 (فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ, fariiqan kadzdzabuu wa-fariiqan yaqtuluuna) yang berarti "sebagian mereka dustakan dan sebagian mereka bunuh". Kata kerja membunuh bentuk "kalian" ada di 2:85, 2:87, 2:91, 33:26, dan 40:28. Di empat ayat selain 33:26 kata kerja itu berada dalam tuduhan atau pertanyaan kepada pihak yang dikecam, sedangkan di 33:26 kata kerja itu berdiri sebagai keterangan tanpa kata penilaian. Kata kerja yang berpasangan dengannya, (وَتَأْسِرُونَ, wa-ta'siruuna) yang berarti "dan kalian tawan", berakar أ-س-ر dan hanya di 33:26 berupa kata kerja; bentuk kata bendanya, "tawanan", ada di 2:85, 8:67, 8:70, dan 76:8.
Tafsiran
Ayat ini membawa cerita dari 33:25 ke pihak lain. Di 33:25 kalimatnya dibuka (وَرَدَّ اللَّهُ, wa-radda llaahu) yang berarti "dan Allah menghalau", lalu disusul (وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ, wa-kafa llaahu l-mu'miniina l-qitaala) yang berarti "dan Allah mencukupi orang-orang mukmin dari peperangan itu". Di 33:26 kata kerja pertama dan keduanya tidak menyebut nama pelaku. Pelaku yang disebut oleh kalimat sebelum dan sesudahnya adalah Allah, karena 33:27 dibuka dengan kata kerja yang sama bentuknya, (وَأَوْرَثَكُمْ, wa-awratsakum) yang berarti "dan mewariskan kepada kalian", lalu ditutup dengan "Allah berkuasa atas segala sesuatu". Dengan urutan itu kedua kata kerja di 33:26 terbaca sebagai perbuatan Allah, dan pembacaan ini bertumpu pada urutan kalimat, bukan pada nama yang tertulis di dalam 33:26.
Di tengah ayat kalimat berpindah dari "Dia" kepada "kalian". Dua kata kerja pertama menyebut orang-orang di benteng sebagai pihak yang dikenai, sedangkan dua kata kerja terakhir menyebut orang-orang beriman sebagai pelaku, yaitu yang membunuh dan menawan. Perpindahan ini membuat 33:26 tampak berlawanan dengan 33:25, karena di sana orang-orang mukmin dicukupkan dari peperangan. Pembacaan yang tersedia ialah bahwa 33:25 berbicara tentang pihak yang datang dan dihalau, sedangkan 33:26 berbicara tentang pihak yang berada di dalam benteng. Pembacaan ini tidak dinyatakan oleh kedua ayat, dan keduanya tidak menjelaskan bagaimana peristiwanya saling bertemu.
Ayat 59:2 memuat kalimat yang sama, tetapi urutan sesudahnya berbeda. Di sana orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab menyangka bahwa benteng-benteng mereka melindungi mereka dari Allah, lalu Allah mendatangi mereka dari arah yang tidak mereka sangka, dan rasa takut dilemparkan ke dalam hati mereka. Kalimat itu disusul rumah-rumah yang dihancurkan oleh tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Di 33:26 rasa takut itu disusul dua kata kerja lain, yaitu membunuh dan menawan. Kedua ayat tidak menyebut tempat, waktu, atau nama kelompok, sehingga keduanya tidak dapat disatukan menjadi satu peristiwa tanpa menambah keterangan dari luar teks.
Sebelum ayat ini orang-orang yang datang dihalau tanpa hasil, dan sesudahnya datang pewarisan tanah dan harta di 33:27. Antara dua hal itu, 33:26 mengisahkan orang-orang di benteng dengan urutan dari tempat ke hati: mereka diturunkan dari benteng lebih dulu, baru rasa takut dilemparkan ke dalam hati mereka. Ayat ini juga tidak memuat ucapan siapa pun, tidak ada seruan, dan tidak ada kata penilaian atas akibat yang disebutnya.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang dalam ayat ini diturunkan dari benteng mereka, tempat yang mereka pilih untuk merasa aman. Di 59:2 kalimatnya lebih rinci: mereka menyangka benteng-benteng mereka akan melindungi mereka dari Allah, lalu Allah mendatangi mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dua ayat itu berbicara tentang peristiwa yang berbeda, yaitu pengusiran di 59:2 dan membunuh serta menawan di 33:26, sehingga keduanya tidak disamakan. Meski begitu keduanya memperlihatkan benteng pada kedudukan yang sama, yaitu sesuatu yang diandalkan dan ternyata dilewati. Pembaca dapat menengok keadaannya sendiri: tabungan, jabatan, hubungan, atau kebiasaan apa yang disebutnya tempat paling aman? Dan arah mana yang tidak pernah diperhitungkannya ketika benteng itu didirikan?
- Ayat ini menaruh rasa takut di dalam hati dan tidak di dinding atau di barisan pasukan. Di 3:151 dan 8:12 rasa takut yang sama juga ditaruh di hati, tetapi sebagai janji: di 8:12 Tuhan mewahyukan kepada para malaikat bahwa Dia akan melakukannya, dan di 3:151 pembicaranya memakai kata Kami. Di 33:26 janji itu sudah menjadi kejadian. Pagar, pintu, dan simpanan dapat dikunci dan diperiksa, sedangkan hati tidak punya kunci semacam itu. Pembaca yang sedang cemas dapat melihat ke mana pemeriksaannya mengarah: ke tembok yang bisa diraba atau ke hati yang tidak bisa dikunci? Dan siapa yang dianggapnya mampu menjangkau yang kedua?
- Dalam satu ayat, pekerjaan Allah dan pekerjaan orang-orang beriman berdampingan tanpa takaran. Dia menurunkan dan melemparkan, sedangkan kalian membunuh dan menawan, dan ayat tidak menyebut berapa bagian tiap pihak. Di 33:25 orang-orang mukmin dicukupkan dari peperangan, sehingga cara pembagian itu tidak dijelaskan di dua ayat berurutan. Pembaca dapat menimbang hasil yang pernah diperolehnya dengan menanyai diri sendiri: berapa bagian yang dikerjakan tangannya dan berapa bagian yang sudah tersedia sebelum ia mulai bergerak? Orang yang menyebut semuanya hasil kerjanya sendiri dapat membaca ulang bagian yang diberikan lebih dulu, dan orang yang menyebut semuanya pemberian dapat membaca ulang bagian yang ditanggungnya sendiri. Apakah kedua daftar itu sudah pernah ditulis berdampingan?
- Orang-orang yang membantu pihak lain dalam 33:26 disebut sendiri, dan akibatnya jatuh kepada mereka. Di 9:4 ada pihak yang tidak membantu seorang pun melawan kaum yang diajak berjanji, dan Allah memerintahkan perjanjian mereka dipenuhi sampai batas waktunya, lalu ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. Di 60:9 membantu dalam pengusiran disebut bersama memerangi dan mengusir. Ketiga ayat berbicara tentang pihak dan keadaan yang berlainan, sehingga tidak disamakan. Kesamaannya, bantuan kepada satu pihak dihitung sebagai pilihan yang berakibat, dan tidak sebagai sikap yang bebas dari sasaran. Pembaca dapat bertanya, bantuan kecil apa yang pernah diberikannya tanpa memikirkan ke arah mana bantuan itu berjalan, dan siapa yang akhirnya menanggung arah itu?
- Ayat ini menyebut orang-orang yang membantu mereka dari kalangan Ahlulkitab, dan kata min menjadikannya bagian dari golongan itu, tidak seluruhnya. Di 3:113 kalimat pembukanya, "Mereka tidak sama", disusul golongan yang lurus dan membaca tanda-tanda Allah pada waktu malam, dan di 3:199 ada yang beriman kepada Allah dan tunduk kepada-Nya. Ayat-ayat itu berbicara tentang orang yang berbeda dari 33:26, jadi tidak digabung. Namun ketiganya memakai pola kalimat yang sama untuk menyebut sebagian dari satu golongan. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaannya sendiri ketika mendengar kabar buruk tentang sebuah kelompok: apakah kabar itu disimpannya sebagai kabar tentang orang tertentu, atau ditaruhnya di atas seluruh kelompok? Apa yang membuatnya berhenti pada orang tertentu?
- Kata kerja membunuh bentuk "kalian" di 2:87, 2:91, dan 40:28 ada dalam tuduhan atau pertanyaan, sedangkan di 33:26 kata kerja itu berdiri sebagai keterangan tanpa kata pujian dan tanpa kata celaan. Ayat ini tidak memuat penilaian atas apa yang dikerjakan orang-orang beriman, dan penilaian itu tidak dapat dibaca dari ayat ini sendiri. Pembaca ayat ini dapat menahan diri dari menambahkan pujian atau celaan yang tidak ditulisnya, dan bertanya ayat mana yang memuat penilaian itu bila hendak menyebutnya. Sebuah kisah tentang kekerasan dapat menyentuh perasaan pembaca, dan perasaan itu dapat mengisi bagian yang dibiarkan kosong oleh ayat. Apa yang sebenarnya ditulis ayat ini, dan apa yang datang dari pembacanya sendiri?