Ayat 33:28
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, kemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah dan kuceraikan kalian dengan cara yang baik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَyaa ayyuhaa n-nabiyyu qul li-azwaajikawahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu
- إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَاin kuntunna turidna l-hayaata d-dunyaa wa-ziinatahaajika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya
- فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًاfa-ta'aalayna umatti'kunna wa-usarrihkunna saraahan jamiilankemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah dan kuceraikan kalian dengan cara yang baik
Terjemahan per kata (16 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- قُلْqulkatakanlah
- لِأَزْوَاجِكَli-azwaajikakepada istri-istrimu
- إِنْinjika
- كُنْتُنَّkuntunnakalian adalah
- تُرِدْنَturidnakalian menghendaki
- الْحَيَاةَl-hayaatakehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَزِينَتَهَاwa-ziinatahaadan perhiasannya
- فَتَعَالَيْنَfa-ta'aalaynamaka marilah kalian
- أُمَتِّعْكُنَّumatti'kunnaaku memberi kalian mut'ah
- وَأُسَرِّحْكُنَّwa-usarrihkunnadan aku melepaskan kalian
- سَرَاحًاsaraahanpelepasan
- جَمِيلًاjamiilanyang baik
Inti bacaan
Pilihan tegas ditawarkan kepada istri-istri Nabi antara dunia-dan-perhiasannya (dengan opsi perpisahan baik-baik) atau jalan yang lebih utama, pengingat bahwa kedekatan dengan figur otoritas spiritual tidak menghapus hak individu memilih arah hidupnya sendiri secara jujur, tanpa dipaksa mempertahankan status yang tidak lagi diinginkan.
Penjelasan pilihan kata
'Mut'ah' dipertahankan sebagai istilah teknis (pemberian pesangon perceraian), konsisten dengan penggunaan istilah teknis serupa di tempat lain proyek.
Tafsiran
Ayat ini membuka pilihan tegas bagi istri-istri Nabi, bukan paksaan, melainkan pilihan sadar antara kesenangan duniawi dengan konsekuensinya, atau jalan yang disebutkan pada ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memerintahkan Nabi menawarkan pilihan kepada istri-istrinya. Bukan memutuskan untuk mereka. Yang paling menyangkut hidup seseorang diserahkan kepadanya sendiri.
- Syarat yang Allah sebut: jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya. Bukan tuduhan. Keinginan itu dinyatakan sebagai kemungkinan yang sah untuk dipilih.
- Perpisahan yang ditawarkan disertai mut'ah dan cara yang baik. Bukan pengusiran. Yang memilih pergi tetap dilepas dengan penghormatan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.
Ayat 33:29
وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا
Dan jika kalian menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang agung bagi siapa yang berbuat baik di antara kalian.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَwa-in kuntunna turidna llaaha wa-rasuulahu wa-d-daara l-aakhiratajika kalian menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat
- فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًاfa-inna llaaha a'adda li-l-muhsinaati minkunna ajran 'azhiimanmaka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang agung bagi siapa yang berbuat baik di antara kalian
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- كُنْتُنَّkuntunnakalian adalah
- تُرِدْنَturidnakalian menghendaki
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- وَالدَّارَwa-d-daaradan negeri
- الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- أَعَدَّa'addamenyediakan
- لِلْمُحْسِنَاتِli-l-muhsinaatibagi perempuan-perempuan yang berbuat baik
- مِنْكُنَّminkunnadi antara kalian
- أَجْرًاajranupah
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Pilihan alternatif: Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, dengan balasan 'pahala yang agung' bagi yang berbuat baik, pasangan dari ayat sebelumnya menegaskan privilese kedekatan dengan kenabian disertai konsekuensi pilihan yang jelas dan bertingkat, bukan status otomatis tanpa syarat.
Tafsiran
Ayat ini menutup pilihan yang dibuka di 33:28 dengan jalan kedua: memilih Allah, Rasul-Nya, dan akhirat membawa balasan yang jauh lebih besar daripada kesenangan dunia yang ditawarkan sebagai pilihan pertama.
Renungan dan Hikmah
- Allah menaruh pilihan kedua sesudah yang pertama. Dunia di satu sisi. Akhirat di sisi lain.
- Yang ditawarkan bukan dua barang, melainkan dua arah. Bukan pilih hadiah. Pilih orientasi.
- Syaratnya tetap disebut: bagi yang berbuat baik. Allah tidak menjanjikan tanpa syarat. Memilih saja belum cukup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.