يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, kemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah dan kulepaskan kalian dengan pelepasan yang baik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَyaa ayyuhaa n-nabiyyu qul li-azwaajikawahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu
- إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَاin kuntunna turidna l-hayaata d-dunyaa wa-ziinatahaajika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya
- فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًاfa-ta'aalayna umatti'kunna wa-usarrihkunna saraahan jamiilankemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah dan kulepaskan kalian dengan pelepasan yang baik
Terjemahan per kata (16 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- قُلْqulkatakanlah
- لِأَزْوَاجِكَli-azwaajikakepada istri-istrimu
- إِنْinjika
- كُنْتُنَّkuntunnakalian adalah
- تُرِدْنَturidnakalian menghendaki
- الْحَيَاةَl-hayaatakehidupan
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَزِينَتَهَاwa-ziinatahaadan perhiasannya
- فَتَعَالَيْنَfa-ta'aalaynamaka marilah kalian
- أُمَتِّعْكُنَّumatti'kunnaaku memberi kalian mut'ah
- وَأُسَرِّحْكُنَّwa-usarrihkunnadan aku melepaskan kalian
- سَرَاحًاsaraahanpelepasan
- جَمِيلًاjamiilanyang baik
Inti bacaan
Kata (فَتَعَالَيْنَ, fa-ta'aalayna) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 33:28, sedangkan bentuk untuk laki-laki jamak, tanpa akhiran perempuan, muncul tujuh kali, yaitu di 3:61, 3:64, 3:167, 4:61, 5:104, 6:151, dan 63:5.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ, yaa ayyuhaa n-nabiyyu qul) yang berarti "wahai Nabi, katakanlah". Rangkaian ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:70, 33:28, dan 33:59. Di 8:70 ajakannya ditujukan kepada para tawanan, (قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ, qul li-man fii aydiikum mina l-asraa) yang berarti "katakanlah kepada siapa pun yang ada di tangan kalian dari kalangan tawanan", dan di 33:59 istri-istri, anak-anak perempuan, dan istri-istri orang mukmin, (قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ, qul li-azwaajika wa-banaatika wa-nisaa'i l-mu'miniina). Kata (لِأَزْوَاجِكَ, li-azwaajika) yang berarti "kepada istri-istrimu" berakar ز-و-ج dan hanya ada di 33:28 dan 33:59, dengan akhiran -ka "-mu" yang menunjuk Nabi yang diajak bicara. Jumlah istri dan nama mereka tidak disebut.
Kata (إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ, in kuntunna turidna) yang berarti "jika kalian menginginkan" muncul dua kali, yaitu di 33:28 dan 33:29. Kata kerja (تُرِدْنَ, turidna) berakar ر-و-د dan berbentuk "kalian" untuk perempuan, jadi sapaannya ditujukan kepada para istri itu saja. Benda yang diinginkan disebut (الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا, l-hayaata d-dunyaa wa-ziinatahaa) yang berarti "kehidupan dunia dan perhiasannya". Dua kata itu dengan akhiran -haa "-nya" ada di tiga ayat, yaitu 11:15, 28:60, dan 33:28. Di 11:15 bunyinya sama persis dengan 33:28, (الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا, l-hayaata d-dunyaa wa-ziinatahaa), dan di 28:60 menjadi (فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا, fa-mataa'u l-hayaati d-dunyaa wa-ziinatuhaa) yang berarti "maka kesenangan hidup dunia dan perhiasannya", disusul (وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ, wa-maa 'inda llaahi khayrun wa-abqaa) yang berarti "dan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal".
Kata (فَتَعَالَيْنَ, fa-ta'aalayna) yang berarti "maka kemarilah" berbentuk perintah untuk perempuan jamak, dan bentuk ini muncul sekali di Al-Qur'an. Bentuk untuk laki-laki jamak, tanpa akhiran perempuan, ada tujuh kali di lima surah, yaitu 3:61, 3:64, 3:167, 4:61, 5:104, 6:151, dan 63:5. Di 63:5 perintah itu disusul sesuatu yang akan dilakukan bagi yang datang, (تَعَالَوْا يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ, ta'aalaw yastaghfir lakum rasuulu llaahi) yang berarti "marilah, agar Rasul Allah memohonkan ampunan bagi kalian", dan di 33:28 susunannya serupa: perintah datang, lalu dua pemberian dari pembicara.
Kata (أُمَتِّعْكُنَّ, umatti'kunna) yang berarti "kuberikan kepada kalian mut'ah" berakar م-ت-ع dan berbentuk "aku" yang memberi kepada "kalian" perempuan. Akar yang sama ada pada (فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا, fa-mataa'u l-hayaati d-dunyaa wa-ziinatuhaa), sehingga yang diberikan di 33:28 bertalian dengan kata yang di 28:60 menyebut kesenangan hidup dunia dan perhiasannya. Bentuk kata kerja yang sama dalam perintah ada di 2:236, (وَمَتِّعُوهُنَّ, wa-matti'uuhunna), dan di 33:49, (فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا, fa-matti'uuhunna wa-sarrihuuhunna saraahan jamiilan) yang berarti "maka berilah mereka pemberian dan lepaskanlah mereka dengan pelepasan yang baik". Terjemahan 33:28 mempertahankan bunyi kata mut'ah sebagai nama pemberian itu.
Kata (وَأُسَرِّحْكُنَّ, wa-usarrihkunna) yang berarti "dan kulepaskan kalian" berakar س-ر-ح dan diterjemahkan "melepaskan", bukan "menceraikan". Akar س-ر-ح ada di lima ayat, yaitu 2:229, 2:231, 16:6, 33:28, dan 33:49. Di 16:6, (وَحِينَ تَسْرَحُونَ, wa-hiina tasrahuuna) yang berarti "dan ketika kalian melepaskannya", yang dilepaskan adalah hewan ternak yang disebut di 16:5, sehingga arti dasarnya "melepas". Kata kerja perceraian memakai akar ط-ل-ق, misalnya (إِنْ طَلَّقَكُنَّ, in thallaqakunna) yang berarti "jika dia menceraikan kalian" di 66:5, dan di 2:231 kedua akar itu muncul dalam satu ayat: (وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ, wa-idzaa thallaqtumu n-nisaa'a) yang berarti "dan apabila kalian menceraikan perempuan" lalu (أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ, aw sarrihuuhunna bi-ma'ruufin) yang berarti "atau lepaskanlah mereka dengan cara yang patut". Kata (سَرَاحًا جَمِيلًا, saraahan jamiilan) yang berarti "pelepasan yang baik" ada dua kali, di 33:28 dan 33:49. Kata jamiil menyifati sebuah tindakan di tujuh ayat, yaitu 12:18, 12:83, 15:85, 33:28, 33:49, 70:5, dan 73:10, misalnya (صَبْرًا جَمِيلًا, shabran jamiilan) yang berarti "kesabaran yang baik" dan (هَجْرًا جَمِيلًا, hajran jamiilan) yang berarti "menjauh dengan cara yang baik".
Tafsiran
Ayat ini membuka satu pilihan dengan dua jalan, dan baru jalan pertama yang disebutnya. Kalimatnya bersyarat: jika para istri menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, mereka dipanggil datang, lalu diberi sesuatu dan dilepaskan. Jalan kedua memakai kalimat syarat yang bunyinya sama, in kuntunna turidna, dan datang di 33:29 dengan benda keinginan yang berbeda. Dua kalimat itu dibaca sebagai pasangan, karena kata kerja keinginannya sama dan objeknya saja yang berganti.
Seluruh ucapan di ayat ini diperintahkan kepada Nabi dengan kata qul, "katakanlah", dan kata kerja "kuberikan" serta "kulepaskan" berada di mulut pembicara dalam kutipan itu. Ucapan itu tidak berhenti di 33:28, sebab 33:29 melanjutkannya dengan kalimat syarat yang bentuknya sama dan kata ganti "kalian" yang sama, dan di sana nama Allah muncul dalam kalimat yang ditujukan kepada para istri. Pembaca menjumpai dua tindakan dari pembicara pada jalan pertama, yaitu memberi dan melepaskan, sedangkan jalan kedua memuat tindakan Allah, yaitu menyediakan balasan.
Ayat ini tidak memuat ancaman, tidak memuat tuduhan, dan tidak memuat kata yang menilai keinginan para istri sebagai salah. Keinginan itu dinyatakan sebagai kemungkinan, dan jalan keluarnya disusun sebagai dua tindakan yang dikerjakan pembicara: memberi, lalu melepaskan dengan cara yang baik. Perintah datang di antara syarat dan pemberian membuat pembicara berada di dekat mereka ketika semua itu dilakukan. Akibat jalan pertama dinyatakan penuh di dalam ayat ini sendiri, sedangkan akibat jalan kedua baru terbaca satu ayat sesudahnya.
Jawaban para istri tidak ditulis di 33:28 maupun di 33:29, sehingga pembaca kedua ayat ini menerima pilihan yang terbuka dan tidak menerima hasilnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini membuka dengan "jika kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya", dan kalimat itu menyatakan keinginan tersebut sebagai kemungkinan yang dapat dipilih. Di 11:15 pembicaranya memakai kata Kami untuk siapa pun yang menginginkan hal yang sama, dan hasilnya disebut: amal mereka dipenuhi di dunia, lalu 11:16 menyebut bahwa mereka tidak memperoleh di akhirat kecuali api. Ayat 33:28 tidak membawa penilaian itu, dan 33:29 memuat jalan kedua dengan susunan yang setara, sehingga keinginan terhadap dunia diperlakukan sebagai satu pilihan di antara dua. Ketika keinginan terhadap hal duniawi muncul pada pembaca, apakah keinginan itu lebih dulu dihakimi atau lebih dulu disebut apa adanya? Dan adakah ruang untuk menyebutnya tanpa menuduh, seperti kalimat syarat ini?
- Kata kerja pemberian di ayat ini berakar sama dengan kata kesenangan di 28:60, sehingga apa yang diberikan pembicara dapat dibaca sebagai bagian dari kesenangan dunia yang di 28:60 ditimbang dengan apa yang di sisi Allah. Menurut 28:60 apa pun yang diberikan kepada manusia adalah kesenangan hidup dunia dan perhiasannya, sedangkan apa yang di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal, lalu ayat itu ditutup dengan pertanyaan, "Maka tidakkah kalian berakal?" Ayat 28:60 ditujukan kepada manusia pada umumnya dan 33:28 kepada para istri, jadi perbandingan di 28:60 tidak dipindahkan ke 33:28. Pembaca dapat memperhatikan cara menimbang pemberian yang diterimanya: apakah pemberian itu dianggap selesai pada pemberian itu sendiri, atau masih dapat dibandingkan dengan apa yang di sisi Allah?
- Dalam ayat ini perintah datang mendahului pemberian dan pelepasan: kemarilah, lalu kuberikan dan kulepaskan. Pemberian dan pelepasan itu tidak dikirim dari jauh, karena perintah datang menempatkan pembicara berdekatan dengan penerimanya. Di 63:5 susunan yang serupa dipakai untuk ajakan lain, "marilah, agar Rasul Allah memohonkan ampunan bagi kalian", dan di sana orang-orang yang diajak membuang muka. Ayat 63:5 berujung pada penolakan, sedangkan 33:28 berhenti pada tawaran, jadi hasilnya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya bagaimana kabar yang berat disampaikannya kepada orang lain: lewat pesan dari kejauhan, atau dengan meminta orang itu mendekat lebih dulu? Dan apa yang sudah disiapkan di tangannya sebelum orang itu tiba?
- Kata baik di ayat ini menyifati sebuah tindakan, yaitu melepaskan. Dalam tujuh ayat kata itu menyifati sebuah tindakan: bersabar di 12:18, 12:83, dan 70:5, memaafkan di 15:85, menjauh di 73:10, dan melepaskan di 33:28 serta 33:49. Di 12:83 kesabaran yang baik disebut bersama harapan bahwa Allah mendatangkan mereka semuanya kepada pembicara. Ayat-ayat itu menyangkut peristiwa yang berlainan, sehingga penggunaan katanya saja yang dibandingkan. Dari ketujuhnya terbaca bahwa melepaskan, seperti bersabar dan memaafkan, adalah sesuatu yang dapat dikerjakan dengan baik atau dengan buruk, dan tidak otomatis baik hanya karena keputusannya sudah diambil. Pembaca dapat bertanya kapan terakhir kali sesuatu dilepaskannya dengan cara yang disebut baik oleh pihak yang dilepaskan, dan apa yang ditahannya dalam diri sendiri agar cara itu tetap baik?
- Di ayat ini perpisahan tidak datang sendirian: pemberian disebut lebih dulu, lalu pelepasan yang baik. Dua hal itu juga berdampingan di 33:49 untuk perempuan lain, dan di 2:236 pemberian disebut sebagai kewajiban bagi orang-orang yang berbuat baik. Perempuan dan keadaan di ayat-ayat itu berbeda dari 33:28, sehingga susunannya saja yang dibandingkan. Susunan itu menaruh pemberian di depan pelepasan, dan keduanya berasal dari pihak yang melepaskan. Pembaca dapat menengok perpisahan yang pernah dialaminya, dengan kekasih, rekan kerja, atau tetangga. Apa yang diberikannya sebelum pergi, dan apa yang tidak sempat diucapkannya, sehingga orang yang ditinggalkan membawa sesuatu selain ucapan selamat tinggal?
- Kata kerja keinginan di ayat ini dipakai untuk dunia dan perhiasannya, lalu di 33:29 dipakai lagi untuk Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Kata kerjanya tidak berubah, dan benda yang diinginkan yang berganti. Di 18:28 kedua arah itu bahkan muncul dalam satu ayat: orang-orang yang menyeru Tuhan mereka pada pagi dan petang mengharapkan wajah-Nya, dan di sebelahnya ada keinginan terhadap perhiasan kehidupan dunia. Ayat 18:28 berbicara kepada pihak lain dalam keadaan lain, jadi keduanya tidak digabung. Dari kedua ayat itu terbaca bahwa kata ingin saja tidak menjelaskan apa-apa tentang pelakunya, karena benda yang ditunjuknya yang menentukan arah. Bila keinginan sehari-hari ditulis dengan kata kerja yang sama dengan keinginan terhadap Tuhan, di mana letak bedanya?