وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

Dan jika kalian menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang agung bagi perempuan-perempuan yang berbuat baik di antara kalian.”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَwa-in kuntunna turidna llaaha wa-rasuulahu wa-d-daara l-aakhiratajika kalian menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat
  2. فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًاfa-inna llaaha a'adda li-l-muhsinaati minkunna ajran 'azhiimanmaka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang agung bagi perempuan-perempuan yang berbuat baik di antara kalian

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَإِنْwa-indan jika
  2. كُنْتُنَّkuntunnakalian adalah
  3. تُرِدْنَturidnakalian menghendaki
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  6. وَالدَّارَwa-d-daaradan negeri
  7. الْآخِرَةَl-aakhirataakhirat
  8. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  9. اللَّهَllaahaAllah
  10. أَعَدَّa'addamenyediakan
  11. لِلْمُحْسِنَاتِli-l-muhsinaatibagi perempuan-perempuan yang berbuat baik
  12. مِنْكُنَّminkunnadi antara kalian
  13. أَجْرًاajranpahala
  14. عَظِيمًا'azhiimanyang agung

Inti bacaan

Kata kerja (أَعَدَّ, a'adda) muncul empat belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:93, 4:102, 9:89, 9:100, 33:8, 33:29, 33:35, 33:44, 33:57, 33:64, 48:6, 58:15, 65:10, dan 76:31, dan enam di antaranya ada di surah 33.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ, wa-in kuntunna turidna) yang berarti "dan jika kalian menginginkan". Kata (كُنْتُنَّ, kuntunna) yang berarti "kalian adalah", dalam bentuk untuk perempuan, hanya ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:28 dan 33:29, dan di kedua ayat itu kata itu berpasangan dengan (تُرِدْنَ, turidna) dari akar ر-و-د. Benda yang diinginkan di 33:29 disebut tiga, dihubungkan dengan wa "dan": (اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ, llaaha wa-rasuulahu wa-d-daara l-aakhirata) yang berarti "Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat". Terjemahan memakai "menginginkan" untuk kata kerjanya, sama seperti di 33:28.

Di empat ayat lain kata kerja keinginan disusul kata wajah. Di 30:38 dan 30:39 bunyinya (يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, yuriiduuna wajha llaahi) yang berarti "mereka menghendaki wajah Allah" dan (تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, turiiduuna wajha llaahi) yang berarti "kalian menghendaki wajah Allah", dan di 6:52 serta 18:28 kata wajah itu memakai akhiran -hu, "wajah-Nya". Di 33:29 kata kerja itu langsung disusul Allah sendiri, tanpa kata wajah, dan dua objek lain menyusul di belakangnya. Di 30:38 dan 30:39 keinginan itu menyertai pemberian kepada kerabat, orang miskin, dan ibnu sabil serta zakat, sedangkan di 33:29 ayat ini tidak menyebut perbuatan yang menyertainya.

Kata (الدَّارَ الْآخِرَةَ, d-daara l-aakhirata) yang berarti "negeri akhirat" dalam bentuk objek ada tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 28:77, 29:64, dan 33:29. Di 28:77 kata kerjanya "carilah", (وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ, wa-btaghi fiimaa aataaka llaahu d-daara l-aakhirata) lalu disusul perintah agar bagian dari dunia tidak dilupakan, dan di 29:64 kata itu menjadi pokok kalimat yang menyebut negeri akhirat sebagai kehidupan yang sebenarnya. Di 33:29 kata kerjanya "menginginkan". Akar د-و-ر dalam kata dar diterjemahkan "negeri" di ketiga ayat itu.

Kata kerja (أَعَدَّ, a'adda) yang berarti "menyediakan" muncul empat belas kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:93, 4:102, 9:89, 9:100, 33:8, 33:29, 33:35, 33:44, 33:57, 33:64, 48:6, 58:15, 65:10, dan 76:31. Enam di antaranya ada di surah 33. Tiga menyediakan balasan baik, yaitu 33:29, 33:35, dan 33:44, misalnya (وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا, wa-a'adda lahum ajran kariiman) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka pahala yang mulia". Tiga lainnya menyediakan balasan buruk, yaitu 33:8, 33:57, dan 33:64, misalnya (وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا, wa-a'adda li-l-kaafiriina 'adzaaban aliiman) yang berarti "dan menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang pedih". Penerima di 33:29 disebut dengan (لِلْمُحْسِنَاتِ, li-l-muhsinaati) yang berarti "bagi perempuan-perempuan yang berbuat baik", bentuk jamak perempuan dari akar ح-س-ن dengan kata sandang al, dan bentuk ini hanya ada di 33:29. Ayat sesudahnya memakai kata penghubung man, "siapa yang", yaitu (مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ, man ya'ti minkunna) di 33:30 dan (وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ, wa-man yaqnut minkunna) di 33:31, sehingga "siapa yang" dipakai di dua ayat itu, sedangkan di 33:29 terjemahan menulis "perempuan-perempuan yang berbuat baik". Kata (مِنْكُنَّ, minkunna) yang berarti "di antara kalian" muncul empat kali, yaitu di 33:29, 33:30, 33:31, dan 66:5.

Pahala yang disediakan disebut (أَجْرًا عَظِيمًا, ajran 'azhiiman) yang berarti "pahala yang agung". Rangkaian ini ada sebelas kali di tiga surah, yaitu 4:40, 4:67, 4:74, 4:95, 4:114, 4:146, 4:162, 33:29, 33:35, 48:10, dan 48:29. Di 33:35 pahala yang sama dipasangkan dengan ampunan, (أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا, a'adda llaahu lahum maghfiratan wa-ajran 'azhiiman) yang berarti "Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung", sedangkan di 33:29 yang disebut hanya pahala. Terjemahan memakai "pahala" untuk ajr dan "agung" untuk azhiim.

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan pilihan 33:28 dengan jalan kedua, dan jalan itu memuat dua syarat. Syarat pertama ialah menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat. Syarat kedua ialah termasuk perempuan-perempuan yang berbuat baik di antara mereka, dan baru sesudah itu pahala yang agung disebut. Jalan pertama di 33:28 bersyarat pada keinginan saja, dan jalan kedua menambah perbuatan. Penambahan itu terbaca dari kata penerimanya, sebab janji pahala tidak diberikan kepada setiap orang yang menginginkan, melainkan kepada yang berbuat baik.

Tiga ayat berturut-turut, 33:29 sampai 33:31, memakai kata di antara kalian untuk menyebut anggota kelompok satu per satu: 33:29 berupa janji, 33:30 peringatan, dan 33:31 janji kedua. Urutan itu menempatkan ayat ini sebagai pembuka rangkaian, dan nada pembukanya janji. Peringatan baru muncul di ayat berikutnya, dan janji kedua menutup rangkaian.

Pembicara berpindah di titik pergantian jalan. Di 33:28 kata kerjanya memakai "aku", yaitu "kuberikan" dan "kulepaskan". Di 33:29 pelakunya Allah, yang disebut dengan nama-Nya sebagai orang ketiga di dalam ucapan yang sama, dan Rasul-Nya juga disebut sebagai orang ketiga. Jalan pertama ditutup oleh tindakan pembicara dan jalan kedua oleh tindakan Allah, sehingga siapa yang memberi berganti bersamaan dengan arah pilihannya.

Hasil pilihan itu tidak ditulis. Jawaban para istri tidak muncul di 33:28 maupun 33:29, dan pahala yang agung disebut tanpa bentuk dan tanpa saat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini tidak berhenti pada keinginan: sesudah menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat, pahala disebut bagi perempuan-perempuan yang berbuat baik. Di 30:38 orang-orang yang menghendaki wajah Allah disebut bersama pemberian kepada kerabat, orang miskin, dan ibnu sabil, lalu di 30:39 bersama zakat. Dua ayat itu berbicara tentang pemberian harta, sedangkan 33:29 tidak menyebut jenis perbuatan baiknya, jadi isi perbuatan itu tidak diisi dari 30:38 dan 30:39. Dari susunannya terlihat bahwa keinginan dan perbuatan disebut berdampingan. Pembaca dapat bertanya apa yang menyertai keinginannya terhadap Allah dalam keseharian, apakah ada tindakan yang dapat ditunjuk, dan siapa yang akan melihatnya bila diminta ditunjukkan?
  • Kata berbuat baik di ayat ini berdiri sendiri, tanpa daftar. Di 33:35 janji yang bunyinya hampir sama, bahwa Allah menyediakan ampunan dan pahala yang agung, didahului sepuluh pasang sifat laki-laki dan perempuan, mulai dari berserah diri sampai banyak menyebut Allah. Ayat 33:35 berbicara tentang laki-laki dan perempuan, sedangkan 33:29 kepada para istri, jadi daftar di 33:35 tidak dipakai untuk mengisi 33:29. Perbedaan bentuk itu menunjukkan bahwa satu kata dapat menampung banyak perbuatan, dan di 33:29 pembaca tidak diberi rinciannya. Pembaca dapat mencoba menuliskan apa saja yang termasuk berbuat baik dalam hidupnya, lalu bertanya kalimat mana yang tidak sanggup ditulisnya dengan nama, dan mengapa kalimat itu tetap terasa sebagai kebaikan?
  • Tiga hal yang diinginkan dalam ayat ini berbeda jenisnya: Allah adalah pihak, Rasul-Nya seorang utusan, dan negeri akhirat adalah tempat. Ketiganya dihubungkan dengan wa dan dikenai satu kata kerja yang sama. Di 28:77 negeri akhirat dicari pada apa yang telah dianugerahkan Allah, lalu disusul perintah agar bagian dari dunia tidak dilupakan. Ayat 28:77 berbicara kepada orang lain dalam keadaan lain, jadi tidak digabung dengan 33:29. Pembaca dapat melihat bahwa di 33:29 tiga hal itu ditaruh dalam satu napas, tanpa pemisah antara pihak, utusan, dan tempat. Apakah keinginannya sendiri terhadap akhirat terpisah dari keinginannya terhadap Allah, atau keduanya ditulis dalam satu kalimat yang sama?
  • Janji di ayat ini ditujukan kepada perempuan-perempuan yang berbuat baik di antara kalian, dan tidak kepada kelompok sebagai kesatuan. Kata di antara kalian muncul tiga kali berturut-turut di 33:29, 33:30, dan 33:31, dan di tiap ayat kata itu memilih sebagian dari kelompok yang sama. Dengan susunan itu keanggotaan dalam kelompok tidak otomatis menjadi dasar janji, karena Allah menyediakan pahala itu bagi mereka yang berbuat baik. Pembaca yang menjadi bagian dari sebuah kelompok, entah keluarga, jabatan, atau komunitas, dapat bertanya bagian apa dari janji atau kekhawatiran kelompok itu yang sebenarnya jatuh pada pembaca sendiri lewat perbuatannya, dan bagian apa yang hanya dibawanya sebagai anggota?
  • Di 33:28 yang memberi dan melepaskan adalah pembicara dengan kata "aku", sedangkan di 33:29 yang menyediakan adalah Allah. Dua tindakan di jalan pertama, memberi dan melepaskan, dikerjakan seorang manusia terhadap manusia lain. Satu tindakan di jalan kedua, menyediakan pahala yang agung, dikerjakan Allah. Ayat ini tidak membandingkan besar keduanya, dan tidak menyebut isi pahala itu. Ayat hanya menyatakan siapa penyedianya pada tiap jalan. Pembaca dapat memeriksa pada siapa harapan ditaruhnya ketika menimbang sebuah pilihan besar: pada apa yang dapat diberikan manusia kepadanya hari ini, atau pada apa yang telah disediakan Allah? Dan apakah pertanyaan itu pernah ditanyakannya sebelum memilih?
  • Ayat ini memuat janji bagi yang berbuat baik dan tidak memuat ancaman bagi yang tidak. Peringatan datang di 33:30, dan janji kedua di 33:31, sehingga urutan tiga ayat itu janji, peringatan, janji. Di surah yang sama Allah menyediakan balasan baik di 33:29, 33:35, dan 33:44, dan balasan buruk di 33:8, 33:57, dan 33:64. Urutan di 33:29 sampai 33:31 menaruh yang baik di pembuka dan di penutup. Pembaca dapat melihat cara menyampaikan pilihan kepada orang lain, misalnya anak, rekan, atau bawahan: apakah yang disebutnya pertama kali sesuatu yang disiapkan bagi pilihan yang baik, atau sesuatu yang menimpa pilihan yang buruk? Dan apakah orang itu mendengar keduanya?