يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا
Wahai istri-istri Nabi, siapa di antara kalian yang melakukan kekejian yang nyata, niscaya azabnya dilipatgandakan dua kali lipat. Dan itu mudah bagi Allah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍyaa nisaa'a n-nabiyyi man ya'ti minkunna bi-faahisyatin mubayyinatinwahai istri-istri Nabi, siapa di antara kalian yang melakukan kekejian yang nyata
- يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِyudhaa'af lahaa l-'adzaabu dhi'fayniniscaya azabnya dilipatgandakan dua kali lipat
- وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًاwa-kaana dzaalika 'alaa llaahi yasiirandan itu mudah bagi Allah
Terjemahan per kata (17 kata)
- يَاyaawahai
- نِسَاءَnisaa'aperempuan-perempuan
- النَّبِيِّn-nabiyyiNabi
- مَنْmanorang yang
- يَأْتِya'timendatangkan
- مِنْكُنَّminkunnadi antara kalian
- بِفَاحِشَةٍbi-faahisyatindengan perbuatan keji
- مُبَيِّنَةٍmubayyinatinyang nyata
- يُضَاعَفْyudhaa'afdilipatgandakan
- لَهَاlahaabaginya
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- ضِعْفَيْنِdhi'faynidua kali lipat
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- يَسِيرًاyasiiranyang mudah
Inti bacaan
Kata (ضِعْفَيْنِ, dhi'fayni) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:265, 33:30, dan 33:68, dan di 2:265 kata itu bergandeng dengan (فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ, fa-aatat ukulahaa dhi'fayni), sehingga buah kebun yang bertambah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ, yaa nisaa'a n-nabiyyi) yang berarti "wahai istri-istri Nabi". Rangkaian ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:30 dan 33:32. Kata (نِسَاءَ, nisaa'a) berakar ن-س-و dan berarti "perempuan-perempuan", dan disambungkan dengan "Nabi" menjadi "perempuan-perempuan Nabi". Terjemahan menulisnya "istri-istri Nabi" karena sapaan ini melanjutkan "istri-istrimu" di 33:28 dengan bentuk "kalian" untuk perempuan yang sama, yaitu (مِنْكُنَّ, minkunna), dan ayat tidak menyebut jumlah maupun nama mereka.
Rangkaian (مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ, man ya'ti minkunna bi-faahisyatin mubayyinatin) yang berarti "siapa di antara kalian yang melakukan kekejian yang nyata" memuat kata kerja ya'ti dari akar أ-ت-ي yang berarti "datang", dengan huruf bi yang berarti "dengan". Terjemahan memakai "melakukan", seperti pada susunan serupa (إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ, illaa an ya'tiina bi-faahisyatin mubayyinatin) yang berarti "kecuali jika mereka melakukan kekejian yang nyata" di 4:19 dan di 65:1. Rangkaian (بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ, bi-faahisyatin mubayyinatin) hanya ada di tiga ayat, yaitu 4:19, 33:30, dan 65:1, dan kata kerjanya di dua ayat lain berbentuk jamak perempuan, sedangkan di 33:30 berbentuk tunggal karena didahului man "siapa". Kata (مُبَيِّنَةٍ, mubayyinatin) berakar ب-ي-ن dan diterjemahkan "nyata", sehingga kekejian yang dimaksud terlihat jelas dan tidak sekadar diduga. Di 4:25 kata fahisyah berdiri tanpa pembatas nyata, (فَإِنْ أَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ, fa-in atayna bi-faahisyatin) yang berarti "lalu jika mereka melakukan perbuatan keji", dan akibat yang disebut di sana berbeda dari 33:30.
Kata (يُضَاعَفْ, yudhaa'af) yang berarti "dilipatgandakan" berakar ض-ع-ف dan ada dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:69 dan 33:30. Di 25:69 bunyinya (يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ, yudhaa'af lahu l-'adzaabu yawma l-qiyaamati) yang berarti "dilipatgandakan baginya azab pada hari Kiamat", dan di 33:30 (يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ, yudhaa'af lahaa l-'adzaabu dhi'fayni) yang berarti "dilipatgandakan baginya azab dua kali lipat". Kata (ضِعْفَيْنِ, dhi'fayni) berakar sama dan muncul tiga kali, yaitu di 2:265, 33:30, dan 33:68. Di 2:265 hasil kebun yang berlipat, (فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ, fa-aatat ukulahaa dhi'fayni) yang berarti "lalu ia menghasilkan buah-buahannya dua kali lipat", dan di 33:68 azab yang diminta menjadi berlipat, (آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ, aatihim dhi'fayni mina l-'adzaabi) yang berarti "timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat". Terjemahan memakai "dua kali lipat" di ketiga ayat. Kata lain untuk dua kali, (مَرَّتَيْنِ, marratayni), dipakai di ayat berikutnya untuk pahala dan diterjemahkan "dua kali".
Kalimat penutup (وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا, wa-kaana dzaalika 'alaa llaahi yasiiran) yang berarti "dan itu mudah bagi Allah" ada empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:30, 4:169, 33:19, dan 33:30. Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) diterjemahkan "itu" dan menunjuk hal yang baru disebut. Di empat ayat itu hal yang ditunjuk adalah hukuman atau kerugian: neraka di 4:30, jalan menuju Jahanam di 4:169, dihapusnya amal di 33:19, dan azab yang berlipat di 33:30. Kata (يَسِيرًا, yasiiran) berakar ي-س-ر dan ada tujuh kali, yaitu di 4:30, 4:169, 25:46, 33:14, 33:19, 33:30, dan 84:8. Terjemahannya mengikuti kalimat: "mudah" di lima ayat yang menyifati perbuatan atau hisab, "perlahan" di 25:46 dan "sebentar" di 33:14.
Tafsiran
Ayat ini membawa nada baru. Di 33:28 dan 33:29 para istri disebut dengan "istri-istrimu", dalam perintah kepada Nabi yang berisi dua pilihan. Di 33:30 mereka disapa langsung dengan seruan, "wahai istri-istri Nabi", dan seruan yang sama hanya muncul sekali lagi di 33:32. Terjemahan menutup kutipan di ujung 33:29, sehingga 33:30 terbaca sebagai suara di luar kutipan itu. Suara itu tidak menyebut siapa pembicaranya, dan kalimat penutupnya menyebut Allah sebagai orang ketiga, tetapi 33:31 memakai kata "Kami" untuk memberi dan menyediakan, sehingga suara yang menyapa para istri terbaca tetap sama dari 33:30 ke 33:31.
Ayat ini memuat tiga hal yang disusun berurutan: syarat, ukuran, dan penutup. Syaratnya sempit, yaitu kekejian yang nyata, dan tidak mencakup setiap kesalahan. Ukurannya disebut lengkap, yaitu azab yang dilipatgandakan dua kali lipat. Penutupnya satu kalimat tentang Allah yang menyatakan bahwa hal itu mudah bagi-Nya. Susunan itu berbeda dari 33:28, tempat akibatnya adalah tindakan pembicara, dan dari 33:29, tempat akibatnya adalah penyediaan pahala. Di 33:30 akibat jatuh pada pelakunya, dan penutupnya menaruh penyelesaiannya pada Allah.
Ukuran azab pada perempuan tidak seragam di Al-Qur'an. Di 4:25 hamba sahaya perempuan yang melakukan perbuatan keji dikenai setengah dari azab yang ditimpakan atas perempuan merdeka, dan di 33:30 ukurannya dua kali lipat. Kedua ayat menyebut keadaan yang berbeda, dan tiap angka dibaca bersama keadaan di dalam ayatnya sendiri. Ayat 33:30 tidak menyebut sebab kenaikan ukurannya.
Dalam rangkaian 33:28 sampai 33:31, akibat buruk muncul di ayat ini saja, dan ayat ini berada sesudah janji di 33:29 dan sebelum janji di 33:31. Ayat 33:32 membuka dengan "kalian tidaklah seperti seorang pun dari perempuan lain", yang dapat dibaca sebagai alasan mengapa para istri disapa dengan ukuran yang berbeda. Pembacaan itu bertumpu pada urutan ayat. Ayat 33:30 sendiri tidak memuat alasan, dan 33:32 tidak menyebut azab.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyapa mereka dengan sebutan hubungan, istri-istri Nabi, lalu langsung memakai kata man, "siapa di antara kalian", sebagai pangkal syarat. Sapaan itu tidak disusul kalimat yang mengecualikan siapa pun, dan azabnya dilipatgandakan. Di 33:32 sapaan yang sama dibuka dengan "kalian tidaklah seperti seorang pun dari perempuan lain, jika kalian bertakwa", sehingga kedudukan itu disebut bersyarat. Ayat 33:32 berbicara tentang cara bertutur, sehingga ayat itu tidak dipakai untuk menerangkan ukuran di 33:30. Dari susunan kedua ayat terbaca bahwa sebutan hubungan tidak menggantikan perbuatan. Pembaca dapat bertanya sebutan apa yang melekat padanya, misalnya sebagai anak, anggota sebuah keluarga, atau pemegang sebuah jabatan, dan apakah sebutan itu pernah dipakainya sebagai alasan agar dimaafkan?
- Syarat ayat ini sempit: kekejian yang nyata. Rangkaian yang sama dipakai di 4:19 dan 65:1 sebagai pengecualian dari sebuah perlindungan: di 4:19 sebagai batas bagi larangan menyusahkan perempuan untuk mengambil kembali sebagian pemberian, dan di 65:1 sebagai batas bagi larangan mengeluarkan mereka dari rumah, lalu ayat itu menyebut semua ketentuan tersebut batas-batas Allah. Ayat 4:19 membicarakan perempuan yang diwarisi dengan paksa dan 65:1 perempuan yang diceraikan, sehingga keduanya tidak disamakan dengan keadaan di 33:30. Meski begitu ketiganya menaruh ambang pada hal yang terlihat jelas, dan tidak pada yang sekadar diduga. Pembaca dapat bertanya di mana ambang itu diletakkannya ketika menilai orang lain, pada dugaan atau pada yang nyata? Dan siapa yang memeriksa ambang itu ketika yang dinilai dirinya sendiri?
- Kalimat "dan itu mudah bagi Allah" muncul empat kali, dan setiap kali ia menyusul sesuatu yang berat: neraka di 4:30, jalan menuju Jahanam di 4:169, dihapusnya amal di 33:19, dan azab yang berlipat di 33:30. Kalimat itu tidak menghibur dan tidak mengancam, karena isinya satu pernyataan tentang Allah, bahwa tidak ada kesukaran bagi-Nya. Pihak yang dibicarakan di keempat ayat itu berlainan, sehingga kalimat yang sama tidak menjadikan keadaan mereka sama. Pembaca ayat peringatan dapat memperhatikan bagaimana kalimat ini terdengar di telinganya, sebagai ancaman atau sebagai penjelasan bahwa tidak ada celah yang membuat akibat itu tertahan. Apakah ada bedanya bagi pembaca yang mendengarnya dengan hati yang takut dan pembaca yang mendengarnya dengan hati yang tenang?
- Kata kerja dilipatgandakan hanya ada di dua ayat, dan keduanya memuat azab. Di 25:69 ayat itu menyebut waktunya, pada hari Kiamat, dan menyambungnya dengan kekal dalam keadaan terhina. Di 33:30 waktu itu tidak disebut, begitu pula keadaan sesudahnya. Perbuatan yang disebut berlainan, yaitu menyeru tuhan lain, membunuh, dan berzina di 25:68, serta kekejian yang nyata di 33:30, sehingga bentuk kalimatnya saja yang dibandingkan. Perbedaan itu menunjukkan bahwa ayat dapat menyebut akibat tanpa menyebut saat. Pembaca dapat bertanya apakah kebiasaannya menunggu penjelasan waktu sebelum menganggap sebuah peringatan serius, dan bagaimana peringatan itu terbaca bila tidak ada tanggalnya sama sekali? Apa yang tersisa dari peringatan itu bila bagian tentang saat dibuang?
- Di 4:25 hamba sahaya perempuan yang melakukan perbuatan keji dikenai setengah dari azab atas perempuan merdeka, lalu ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah pengampun lagi pengasih. Di 33:30 ukuran bagi kekejian yang nyata dua kali lipat. Keadaan yang disebut di 4:25 dan 33:30 berbeda, dan angka di masing-masing tidak dapat dipindahkan ke yang lain. Perbedaan itu memperlihatkan bahwa ukuran akibat di Al-Qur'an mengikuti keadaan yang disebut ayatnya. Pembaca yang mengutip sebuah ukuran dapat memeriksa apakah ayat yang dikutipnya memuat keadaan yang sama dengan yang sedang dibicarakannya. Mungkinkah angka yang terasa pasti sebenarnya menempel pada keadaan yang tidak disebut ketika angka itu dikutip?
- Ayat ini datang sesudah janji kepada perempuan-perempuan yang berbuat baik di 33:29, dan syaratnya berbeda: kali ini yang disebut perbuatan yang melewati ambang. Susunan janji lalu peringatan menaruh keduanya pada orang yang sama, yaitu yang disapa dengan "kalian". Dapat dibaca bahwa pilihan jalan yang dibuat di 33:28 dan 33:29 tidak menutup kemungkinan perbuatan sesudahnya, dan Allah menyebut kedua kemungkinan itu dalam rangkaian berturut-turut. Pembaca yang pernah membuat keputusan besar, misalnya memulai pekerjaan baru, berjanji kepada orang lain, atau mengambil jalan hidup tertentu, dapat bertanya bagaimana keputusan itu dijaga sesudah hari pertama. Apa yang diperiksanya hari ini tentang keputusan lama itu?