يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
Wahai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti seorang pun dari perempuan lain, jika kalian bertakwa. Maka janganlah kalian melembutkan suara sehingga bangkit hasrat orang yang di hatinya ada penyakit, dan ucapkanlah perkataan yang baik.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّyaa nisaa'a n-nabiyyi lastunna ka-ahadin mina n-nisaa'i ini ttaqaytunnawahai istri-istri Nabi, kalian tidaklah seperti seorang pun dari perempuan lain, jika kalian bertakwa
- فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌfa-laa takhdha'na bi-l-qawli fa-yathma'a lladzii fii qalbihi maradhunmaka janganlah kalian melembutkan suara sehingga bangkit hasrat orang yang di hatinya ada penyakit
- وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًاwa-qulna qawlan ma'ruufandan ucapkanlah perkataan yang baik
Terjemahan per kata (20 kata)
- يَاyaawahai
- نِسَاءَnisaa'aperempuan-perempuan
- النَّبِيِّn-nabiyyiNabi
- لَسْتُنَّlastunnakalian bukanlah
- كَأَحَدٍka-ahadinseperti seorang pun
- مِنَminadari
- النِّسَاءِn-nisaa'ipara perempuan
- إِنِinijika
- اتَّقَيْتُنَّttaqaytunnakalian bertakwa
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَخْضَعْنَtakhdha'nakalian melembutkan suara
- بِالْقَوْلِbi-l-qawlidengan perkataan
- فَيَطْمَعَfa-yathma'amaka berkeinginan
- الَّذِيlladziiyang
- فِيfiidi
- قَلْبِهِqalbihihatinya
- مَرَضٌmaradhunpenyakit
- وَقُلْنَwa-qulnadan mereka berkata
- قَوْلًاqawlanperkataan
- مَعْرُوفًاma'ruufanyang baik
Inti bacaan
Instruksi tentang cara berbicara yang bijaksana: 'jangan melembutkan suara' secara berlebihan yang bisa memicu hasrat tidak pantas, namun tetap 'ucapkanlah perkataan yang baik', kesadaran praktis bahwa nada bicara membawa konsekuensi sosial, bukan larangan berbicara secara umum, melainkan panduan kepekaan konteks.
Tafsiran
Ayat ini menetapkan kesadaran akan posisi khusus istri-istri Nabi sebagai dasar kehati-hatian dalam berbicara, bukan larangan berbicara, melainkan cara berbicara yang tidak membuka celah bagi niat buruk orang yang berpenyakit hati.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut kelebihan mereka bersyarat: jika kalian bertakwa. Bukan otomatis. Kedudukannya tak diwariskan oleh gelar.
- Yang diatur cara bicaranya, bukan larangan bicara. Nada suaranya. Yang dijaga bagaimana, bukan apakah.
- Allah menyebut sebabnya orang yang di hatinya ada penyakit. Bukan semua pendengar. Kehati-hatiannya ditujukan pada kemungkinan yang ada, bukan pada semua orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-s-w, n-b-a, l-y-s, a-h-d, w-q-y, kh-d-', q-w-l, t-m-', q-l-b, m-r-d, '-r-f): lastunna ka-ahad diterjemahkan 'kalian tak seperti seorang pun'; ittaqaytunna diterjemahkan 'kalian bertakwa' (akar w-q-y); laa takhda'na bi-l-qawl diterjemahkan 'jangan melembutkan suara' (akar kh-d-' + akar q-w-l); yatma'a diterjemahkan 'berhasrat' (akar t-m-'); qawlan ma'ruufan diterjemahkan 'perkataan yang baik (patut)' (akar q-w-l + akar '-r-f). gloss '(dengan lemah lembut yang dibuat-buat)' dibuang.