وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Tetaplah di rumah-rumah kalian, dan janganlah berhias secara mencolok seperti kebiasaan jahiliah dahulu. Tegakkanlah salat, berikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan kekotoran dari kalian, wahai ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰwa-qarna fii buyuutikunna wa-laa tabarrajna tabarruja l-jaahiliyyati l-uulaatetaplah di rumah-rumah kalian dan janganlah berhias secara mencolok seperti kebiasaan jahiliah dahulu
- وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُwa-aqimna sh-shalaata wa-aatiina z-zakaata wa-athi'na llaaha wa-rasuulahutegakkanlah salat, berikanlah zakat, serta taatilah Allah dan Rasul-Nya
- إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًاinnamaa yuriidu llaahu li-yudzhiba 'ankumu r-rijsa ahla l-bayti wa-yuthahhirakum tathiiransesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan kekotoran dari kalian, wahai ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya
Terjemahan per kata (25 kata)
- وَقَرْنَwa-qarnadan tetaplah kalian
- فِيfiidi
- بُيُوتِكُنَّbuyuutikunnarumah-rumah kalian
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَبَرَّجْنَtabarrajnabersolek
- تَبَرُّجَtabarrujabersolek
- الْجَاهِلِيَّةِl-jaahiliyyatijahiliah
- الْأُولَىٰl-uulaayang terdahulu
- وَأَقِمْنَwa-aqimnadan tegakkanlah kalian
- الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
- وَآتِينَwa-aatiinadan berikanlah kalian
- الزَّكَاةَz-zakaatazakat
- وَأَطِعْنَwa-athi'nadan taatilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
- يُرِيدُyuriiduDia kehendaki
- اللَّهُllaahuAllah
- لِيُذْهِبَli-yudzhibauntuk menghilangkan
- عَنْكُمُ'ankumudari kalian
- الرِّجْسَr-rijsakekotoran
- أَهْلَahlaahli
- الْبَيْتِl-baytiRumah
- وَيُطَهِّرَكُمْwa-yuthahhirakumdan Dia membersihkan kalian
- تَطْهِيرًاtathiiransebersih-bersihnya
Inti bacaan
Bentuk (تَطْهِيرًا, tathiiran) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:33.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ, wa-qarna fii buyuutikunna) yang berarti "dan tetaplah di rumah-rumah kalian". Kata (وَقَرْنَ, wa-qarna) berakar ق-ر-ر menurut data morfologi, akar yang sama dengan (قَرَارًا, qaraaran) yang berarti "tempat berdiam" di 27:61, dan terjemahan memakai "tetaplah" karena kata kerja ini disusul penunjuk tempat. Bentuk perintah untuk beberapa perempuan ini hanya ada di 33:33. Kata (بُيُوتِكُنَّ, buyuutikunna) yang berarti "rumah-rumah kalian" muncul dua kali di satu surah, yaitu di 33:33 dan 33:34, dan akhiran -kunna menandai rumah itu sebagai milik mereka yang disapa. Di 33:53 rumah disebut dengan (بُيُوتَ النَّبِيِّ, buyuuta n-nabiyyi) yang berarti "rumah-rumah Nabi", ketika yang disapa orang-orang beriman. Apakah kedua sebutan itu menunjuk rumah yang sama masih terbuka.
Larangan berikutnya, (وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ, wa-laa tabarrajna tabarruja l-jaahiliyyati l-uulaa), berarti "dan janganlah berhias secara mencolok seperti kebiasaan jahiliah dahulu". Kata kerja (تَبَرَّجْنَ, tabarrajna) dan kata benda (تَبَرُّجَ, tabarruja) berasal dari akar yang sama, ب-ر-ج, sehingga larangan ini menyebut perbuatannya lalu menamai ragamnya dengan kata yang sama. Akar ب-ر-ج ada di enam ayat, yaitu 4:78, 15:16, 24:60, 25:61, 33:33, dan 85:1. Bentuk kata kerjanya hanya ada di 33:33, dan bentuk pelakunya, (مُتَبَرِّجَاتٍ, mutabarrijaatin), hanya ada di 24:60. Di 24:60 kata itu disusul (بِزِينَةٍ, bi-ziinatin) yang berarti "dengan perhiasan", dalam kalimat bahwa perempuan tua yang tidak lagi mengharapkan nikah boleh menanggalkan pakaian asalkan tidak menonjolkan perhiasan. Di 33:33 kata ziinah tidak ada, dan terjemahan "berhias secara mencolok" mengikuti 24:60, tempat akar itu bertemu perhiasan. Di empat ayat lain akar yang sama menyebut (بُرُوجًا, buruujan) yang berarti "gugusan" di langit pada 15:16, 25:61, dan 85:1, serta (بُرُوجٍ, buruujin) yang berarti "benteng" di 4:78. Hubungan makna antara perhiasan dan gugusan atau benteng tidak diuraikan oleh ayat-ayat itu.
Kata (الْجَاهِلِيَّةِ, l-jaahiliyyati) yang berarti "jahiliah" dipertahankan sebagai istilah dan muncul empat kali di empat surah, yaitu 3:154, 5:50, 33:33, dan 48:26. Di empat tempat itu kata ini didahului empat kata yang berbeda: (ظَنَّ, zhanna) yang berarti "prasangka" di 3:154, (حُكْمَ, hukma) yang berarti "putusan" di 5:50, (حَمِيَّةَ, hamiyyata) yang berarti "kesombongan" di 48:26, dan (تَبَرُّجَ, tabarruja) di 33:33. Kata sifat (الْأُولَىٰ, l-uulaa) yang berarti "yang terdahulu" hanya menyertai jahiliah di 33:33. Kapan dan di mana jahiliah terdahulu itu berlangsung, juga ada tidaknya jahiliah yang lain, tidak tertulis di ayat ini.
Tiga perintah berikutnya adalah (وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ, wa-aqimna sh-shalaata) yang berarti "dan tegakkanlah salat", (وَآتِينَ الزَّكَاةَ, wa-aatiina z-zakaata) yang berarti "dan berikanlah zakat", dan (وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-athi'na llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "dan taatilah Allah dan Rasul-Nya". Kata kerja (وَآتِينَ, wa-aatiina) berakar أ-ت-ي dan berarti "berikanlah", sehingga terjemahan memakai "berikanlah zakat". Ketiganya adalah bentuk untuk beberapa perempuan, dan masing-masing hanya muncul sekali, di 33:33. Urutan salat, zakat, lalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya ada juga di 58:13, (فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ, fa-aqiimuu sh-shalaata wa-aatuu z-zakaata wa-athii'uu llaaha wa-rasuulahu), dalam bentuk "kalian" yang lain, dan rangkaian utuh itu hanya ada di 58:13 dan 33:33. Di 24:56 dua perintah pertama sama, tetapi yang ketiga adalah (وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ, wa-athii'uu r-rasuula) yang berarti "dan taatlah kepada Rasul", tanpa nama Allah.
Kalimat (إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ, innamaa yuriidu llaahu li-yudzhiba 'ankumu r-rijsa) berarti "sesungguhnya Allah hanya hendak menghilangkan kekotoran dari kalian". Rangkaian (إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ, innamaa yuriidu llaahu) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 9:55, 9:85, dan 33:33. Di 9:55 rangkaian itu disusul (لِيُعَذِّبَهُمْ, li-yu'adzdzibahum) yang berarti "untuk mengazab mereka", dan di 33:33 disusul tujuan menghilangkan kekotoran. Bentuk (لِيُذْهِبَ, li-yudzhiba) hanya ada di 33:33. Bentuk (يُطَهِّرَكُمْ, yuthahhirakum) yang berarti "membersihkan kalian" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 5:6, 8:11, dan 33:33.
Kata (الرِّجْسَ, r-rijsa) yang berarti "kekotoran" berakar ر-ج-س, dan akar ini ada di sembilan ayat, yaitu 5:90, 6:125, 6:145, 7:71, 9:95, 9:125, 10:100, 22:30, dan 33:33. Dikenakannya beragam: pada benda, seperti khamar, judi, berhala, dan anak panah undi di 5:90, (الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ, r-rijsa mina l-awtsaani) yang berarti "yang najis dari berhala-berhala" di 22:30, dan daging babi di 6:145; pada orang, dalam (إِنَّهُمْ رِجْسٌ, innahum rijsun) yang berarti "sesungguhnya mereka kotoran" di 9:95; dan pada keadaan yang menimpa, seperti di 6:125, 7:71, 9:125, dan 10:100. Di 8:11 dua kata kerja yang sama dengan 33:33 hadir bersama kata benda yang hampir sama, (لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ, li-yuthahhirakum bihi wa-yudzhiba 'ankum rijza) yang berarti "untuk membersihkan kalian dengannya dan menghilangkan dari kalian kekejian", dengan rijz dari akar ر-ج-ز, yang berbeda dari akar ر-ج-س. Terjemahan memakai "kekotoran" dan tidak memakai "dosa", karena di sembilan ayat itu akar ر-ج-س dikenakan pada benda, orang, dan keadaan yang kotor, dan kata Arab untuk dosa tidak ada di 33:33.
Frasa (أَهْلَ الْبَيْتِ, ahla l-bayti) yang berarti "ahlulbait" muncul dua kali di dua surah, yaitu 11:73 dan 33:33. Di 11:73 bunyinya (عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ, 'alaykum ahla l-bayti) yang berarti "atas kalian, wahai ahlulbait", diucapkan oleh orang-orang yang disebut dengan (قَالُوا, qaaluu), dan di kedua tempat frasa itu mengikuti kata ganti "kalian". Kata ganti pada (عَنْكُمُ, 'ankumu) dan (وَيُطَهِّرَكُمْ, wa-yuthahhirakum) berbentuk -kum, sedangkan sebelumnya (بُيُوتِكُنَّ, buyuutikunna) berbentuk -kunna dan seluruh kata kerja perintah berbentuk -na. Perubahan itu terjadi pada kalimat kehendak saja, dan 33:34 kembali ke -kunna. Teks tidak menyebut siapa saja yang termasuk ahlulbait, dan tidak menyebut sebab perubahan bentuk "kalian". Kata (تَطْهِيرًا, tathiiran) yang berarti "sebersih-bersihnya" berasal dari akar yang sama dengan yuthahhirakum, dan penggunaannya menguatkan kata kerja itu.
Tafsiran
Ayat ini memuat lima ketentuan untuk para perempuan yang disapa, yaitu satu perintah menetap, satu larangan, dan tiga perintah berurutan, lalu berganti ke kalimat tentang kehendak Allah. Di antara kelima ketentuan itu dan kalimat kehendak tidak ada kata penghubung sebab atau tujuan. Hubungannya dapat dibaca sebagai tujuan, yaitu perintah-perintah itu mengarah ke penghilangan kekotoran, tetapi teksnya menjajarkan keduanya dan tidak menyatakan bahwa yang satu menghasilkan yang lain. Pelaku lima kata kerja pertama adalah para perempuan itu, dan pelaku dua kata kerja terakhir, menghilangkan dan membersihkan, adalah Allah.
Letaknya di tengah rangkaian sapaan. Ayat 33:32 memuat larangan dan perintah tentang perkataan, dan 33:34 memuat perintah mengingat apa yang dibacakan di rumah-rumah, dengan frasa (فِي بُيُوتِكُنَّ, fii buyuutikunna) yang sama muncul di dua ayat berurutan. Di 33:33 rumah adalah tempat menetap, dan di 33:34 rumah adalah tempat ayat-ayat Allah dibacakan. Kalimat kehendak di 33:33 karena itu terapit oleh dua ayat yang sama-sama menyebut rumah dan sama-sama memakai bentuk "kalian" untuk perempuan.
Kalimat kehendak itu juga punya padanan yang menghadap arah lain. Di 9:55 dan 9:85 rangka yang sama, Allah hendak, disusul tujuan mengazab orang-orang yang harta dan anak-anaknya disebut. Di 5:6 kalimat serupa menyebut Dia tidak ingin menjadikan kesulitan bagi orang-orang beriman, tetapi hendak menyucikan mereka. Satu rangka kalimat karena itu dipakai untuk kehendak yang saling berlawanan, dan isi kehendaknya dibaca dari kata kerja yang menyusulnya, bukan dari pembukanya.
Ada pula pasangan kata yang berdekatan antara ayat ini dan ayat sebelumnya. Di 33:32 disebut (مَرَضٌ, maradhun) yang berarti "penyakit" pada hati orang yang mendengar, dan di 33:33 disebut kekotoran yang hendak dihilangkan. Kedua kata itu dijajarkan di 9:125, (فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ, fii quluubihim maradhun fa-zaadat-hum rijsan ilaa rijsihim) yang berarti "di hati mereka ada penyakit, maka ia menambah kekotoran atas kekotoran mereka", meskipun 9:125 berbicara tentang orang lain dalam urusan lain. Ayat 33:32 dan 33:33 tidak menghubungkan kedua kata itu secara tertulis.
Terakhir, pergantian bentuk "kalian" pada kalimat kehendak membuka dua kemungkinan baca: kalimat itu ditujukan kepada lingkup yang lebih luas daripada para perempuan yang disapa perintah-perintah sebelumnya, atau ditujukan kepada kelompok yang sama dengan bentuk sapaan yang lain. Teks tidak memutuskan di antara keduanya, dan ayat ini tidak mengandalkan salah satunya untuk perintah-perintahnya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 58:13 memuat rangkaian salat, zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya sesudah kalimat (وَتَابَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ, wa-taaba llaahu 'alaykum) yang berarti "dan Allah telah menerima tobat kalian". Di 33:33 rangkaian yang sama datang sesudah perintah menetap dan larangan berhias mencolok. Dua ayat itu berbicara kepada pihak yang berbeda dalam keadaan yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: rangkaian tiga kewajiban itu dapat datang sesudah pintu yang dibuka Allah, dan dapat pula datang sesudah penataan keseharian. Seseorang yang menjalankan kewajiban rutin dapat memperhatikan dari mana kewajiban itu dimulai: dari rasa sudah diterima, atau dari rasa harus membuktikan sesuatu? Apakah titik mulai itu mengubah cara mengerjakannya?
- Ayat 33:33 menyebut kebiasaan berhias yang dinamai dengan jahiliah terdahulu, dan 5:50 memuat pertanyaan (أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ, a-fa-hukma l-jaahiliyyati yabghuuna) yang berarti "apakah putusan jahiliah yang mereka kehendaki", disusul pertanyaan siapa yang lebih baik putusannya daripada Allah. Dua ayat itu membicarakan perkara yang berbeda, yaitu kebiasaan di 33:33 dan putusan hukum di 5:50, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa jahiliah di Al-Qur'an disebut dengan ukuran yang diikuti, dan bahwa ukuran itu dapat berupa prasangka, putusan, kesombongan, atau kebiasaan berhias. Seseorang dapat bertanya, ukuran apa yang dipakainya setiap hari tanpa pernah diperiksa asalnya, dan apakah ada ayat yang dapat ditunjuk untuk mendukung ukuran itu?
- Rangka (إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ, innamaa yuriidu llaahu) dipakai di 9:55 untuk kehendak mengazab dengan harta dan anak-anak, dan di 33:33 untuk kehendak menghilangkan kekotoran. Ayat 5:6 menyebut bahwa Allah tidak ingin menjadikan kesulitan bagi orang-orang beriman, tetapi hendak menyucikan mereka. Ketiga ayat itu menyangkut keadaan yang berlainan: harta dan anak di 9:55, kesulitan di 5:6, dan kekotoran di 33:33. Dibaca bersama, ketiganya menunjukkan bahwa pembuka "Allah hendak" tidak menjelaskan apa-apa tentang isi kehendaknya, dan isi itu hanya diketahui dari kata kerja yang menyusul. Seseorang yang merasa sedang berada dalam kehendak baik Allah dapat bertanya atas dasar apa kesimpulan itu diambil: dari kalimat pembuka yang akrab, atau dari kata kerja yang benar-benar tertulis? Apakah kata kerja itu pernah diperiksa?
- Di 10:100 Allah disebut menimpakan kekotoran atas orang-orang yang tidak menggunakan akal, dan di 33:33 Dia hendak menghilangkannya dari ahlulbait. Dua ayat itu menempatkan pelaku yang sama pada dua arah, menimpakan dan menghilangkan. Ayat 10:100 membicarakan orang yang tidak berakal, sedangkan 33:33 tidak menyebut keadaan ahlulbait sebelum pembersihan itu, sehingga tidak ada perbandingan antara dua kelompok. Dapat dibaca bahwa, menurut kedua ayat, kekotoran berada dalam kuasa Allah untuk ditimpakan dan dihilangkan, sedangkan perintah di 33:33 adalah bagian yang diminta dari para perempuan itu. Seseorang dapat memisahkan dalam hidupnya apa yang diminta untuk dikerjakannya dan apa yang disebut sebagai kehendak Allah. Bagian mana dari kebersihan hidupnya yang selama ini diperlakukan sebagai hasil usahanya saja?
- Ayat 11:73 memuat ucapan (رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ, rahmatu llaahi wa-barakaatuhu 'alaykum ahla l-bayti) yang berarti "rahmat Allah dan berkah-Nya atas kalian, wahai ahlulbait". Di 33:33 frasa yang sama dihubungkan dengan penghilangan kekotoran dan pembersihan yang dikehendaki Allah. Dua ayat itu diucapkan kepada pihak yang berbeda dan dalam keadaan yang berbeda, sehingga tidak dipakai untuk saling menafsirkan. Kedua ayat menyapa sebuah rumah sebagai satuan, dan tidak menyapa satu orang saja. Orang yang tinggal serumah dengan orang lain dapat bertanya, kebaikan apa yang di rumahnya berlaku untuk semua penghuni dan kebaikan apa yang hanya dirasakan satu orang. Siapa yang paling dulu merasakan kebersihan atau kekotoran suasana sebuah rumah?
- Ayat 33:33 menyebut rumah sebagai tempat menetap, dan 33:34 menyebutnya sebagai tempat ayat-ayat Allah dan hikmah dibacakan. Frasa yang sama, fii buyuutikunna, tidak berubah di antara dua ayat itu, sedangkan fungsi rumahnya berubah dari tempat berdiam menjadi tempat mendengar. Dapat dibaca bahwa satu ruang yang sama dapat disebut dengan dua kegunaan dalam dua ayat berurutan, tanpa ada kata yang memisahkan kedua kegunaan itu. Seseorang dapat menghitung berapa jam sehari dihabiskan di dalam rumah untuk menetap, dan berapa jam dari waktu yang sama dipakai untuk mendengar sesuatu yang disebut ayat-ayat Allah. Apakah dua angka itu pernah dibandingkan?