وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kalian, dari ayat-ayat Allah dan hikmah. Sesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِwa-dzkurna maa yutlaa fii buyuutikunna min aayaati llaahi wa-l-hikmatidan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kalian, dari ayat-ayat Allah dan hikmah
- إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًاinna llaaha kaana lathiifan khabiiransesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَاذْكُرْنَwa-dzkurnadan ingatlah kalian
- مَاmaaapa yang
- يُتْلَىٰyutlaadibacakan
- فِيfiidi
- بُيُوتِكُنَّbuyuutikunnarumah-rumah kalian
- مِنْmindari
- آيَاتِaayaatitanda-tanda
- اللَّهِllaahiAllah
- وَالْحِكْمَةِwa-l-hikmatidan hikmah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- لَطِيفًاlathiifanMahahalus
- خَبِيرًاkhabiiranwaskita
Inti bacaan
Rangkaian (وَاذْكُرْنَ, wa-dzkurna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:34, dan bentuk (يُتْلَىٰ فِي, yutlaa fii) juga hanya di ayat itu.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَاذْكُرْنَ, wa-dzkurna) yang berarti "dan ingatlah kalian". Kata kerja ini berakar ذ-ك-ر dan berbentuk perintah untuk beberapa perempuan, dan bentuk itu hanya ada di 33:34. Bentuk perintah "kalian" yang lain, (وَاذْكُرُوا, wa-dzkuruu), muncul tiga belas kali di enam surah, yaitu 2:63, 2:203, 2:231, 3:103, 5:4, 5:7, 7:69, 7:74, 7:86, 7:171, 8:26, 8:45, dan 62:10. Objeknya berbeda-beda: nikmat Allah di 2:231, 3:103, dan 5:7, Allah sendiri di 2:203, 8:45, dan 62:10, serta apa yang ada di dalam sesuatu, (وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ, wa-dzkuruu maa fiihi) yang berarti "dan ingatlah apa yang ada di dalamnya", di 2:63 dan 7:171. Di 33:34 objeknya juga berawal dengan kata maa, "apa yang", tetapi diikuti sesuatu yang dibacakan.
Kata kerja (يُتْلَىٰ, yutlaa) yang berarti "dibacakan" berakar ت-ل-و dan berbentuk pasif, sehingga siapa yang membacakan tidak disebut. Rangkaian (مَا يُتْلَىٰ, maa yutlaa) yang berarti "apa yang dibacakan" muncul empat kali di empat surah, yaitu 4:127, 5:1, 22:30, dan 33:34. Di tiga ayat pertama rangkaian itu disusul (عَلَيْكُمْ, 'alaykum) yang berarti "kepada kalian", sehingga penerima bacaan yang disebut. Di 33:34 tempatnya yang disebut, dalam (يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ, yutlaa fii buyuutikunna) yang berarti "dibacakan di rumah-rumah kalian", dan susunan yutlaa fii hanya ada di ayat ini. Kata kerja aktifnya, (يَتْلُو, yatluu), disertai pelaku di 2:151, 3:164, dan 62:2, yaitu seorang rasul. Di 33:34 pelaku seperti itu tidak ditulis.
Frasa (مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ, min aayaati llaahi wa-l-hikmati) yang berarti "dari ayat-ayat Allah dan hikmah" menyebut dua hal sebagai isi bacaan. Rangkaian (آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ, aayaati llaahi wa-l-hikmati) hanya ada di 33:34. Bentuk (وَالْحِكْمَةِ, wa-l-hikmati) muncul dua kali di dua surah, yaitu 2:231 dan 33:34. Di 2:231 bentuk itu berada dalam (مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ, mina l-kitaabi wa-l-hikmati) yang berarti "berupa Kitab dan hikmah", sebagai sesuatu yang Allah berikan kepada orang-orang yang disapa, dan perintah mengingatnya memakai wa-dzkuruu. Di 2:129, 3:164, dan 62:2 hikmah disebut dalam (وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ, wa-yu'allimuhumu l-kitaaba wa-l-hikmata) yang berarti "dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah", sebagai bahan yang diajarkan. Di 33:34 hikmah berdampingan dengan ayat-ayat Allah di bawah satu kata kerja, "dibacakan". Terjemahan memakai "ayat-ayat Allah" karena yang disebut bersama hikmah di sini adalah apa yang dibacakan.
Kalimat penutup, (إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا, inna llaaha kaana lathiifan khabiiran), berarti "sesungguhnya Allah Sang Lembut lagi Sang Teliti". Kata (لَطِيفًا, lathiifan) berakar ل-ط-ف, dan akar ini menyebut Allah di tujuh ayat, yaitu 6:103, 12:100, 22:63, 31:16, 33:34, 42:19, dan 67:14. Pasangannya, (خَبِيرًا, khabiiran), muncul bersama lathiif empat kali selain di sini, yaitu (لَطِيفٌ خَبِيرٌ, lathiifun khabiirun) di 22:63 dan 31:16, serta (اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ, al-lathiifu l-khabiiru) di 6:103 dan 67:14. Bentuk lathiifan khabiiran dengan kata (كَانَ, kaana) yang berarti "adalah" hanya ada di 33:34. Terjemahan tidak menambahkan kata waktu seperti "dahulu" atau "selalu" di depan kedua sifat itu, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Tafsiran
Ayat ini mengalihkan perintah dari apa yang dilakukan ke apa yang diingat. Larangan dan perintah di 33:32 dan 33:33 menyangkut perkataan, tempat tinggal, hiasan, dan kewajiban, sedangkan perintah di 33:34 menyangkut ingatan. Ayat ini juga tidak memuat larangan, berbeda dari dua ayat sebelumnya. Perintah mengingat datang di ujung rangkaian, sesudah semua yang bisa dilihat orang lain disebut lebih dulu.
Rumah muncul di dua ayat berurutan dengan frasa yang sama, (فِي بُيُوتِكُنَّ, fii buyuutikunna). Di 33:33 rumah adalah tempat menetap, dan di 33:34 rumah adalah tempat pembacaan. Ayat 33:34 tidak mengatakan kapan pembacaan itu berlangsung, siapa yang membacakan, atau seberapa sering. Ayat ini hanya menaruh pembacaan di dalam rumah, dan meminta agar yang dibacakan itu diingat. Dapat dibaca bahwa ayat-ayat Allah dan hikmah yang dibacakan itu sampai ke kelompok yang disapa di tempat mereka sendiri, tanpa perlu keluar dari rumah, tetapi teksnya hanya menyebut tempatnya.
Di 31:16, (لَطِيفٌ خَبِيرٌ, lathiifun khabiirun) menutup pernyataan bahwa Allah akan mendatangkan sesuatu seberat biji sawi dari dalam batu, dan di 67:14 pasangan itu menutup pertanyaan apakah yang menciptakan tidak mengetahui. Di kedua ayat itu kedua sifat mengikuti pernyataan tentang apa yang Allah lakukan atau ketahui. Di 33:34 keduanya mengikuti perintah kepada manusia. Dapat dibaca bahwa perintah mengingat itu ditaruh di bawah dua sifat tersebut, tetapi ayat tidak memakai kata sebab di antara perintah dan sifat itu, dan hanya menjajarkannya dengan kata sesungguhnya.
Ayat sesudahnya, 33:35, meninggalkan bentuk "kalian" untuk perempuan dan menyebut laki-laki serta perempuan dalam sepuluh pasangan. Ayat 33:34 karena itu menutup rangkaian sapaan kepada satu kelompok sebelum pembicaraan meluas.
Renungan dan Hikmah
- Perintah di 33:34 adalah mengingat apa yang dibacakan, dan ayat ini tidak menyebut menyampaikannya kepada orang lain. Di 33:39 orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah disebut sebagai kelompok yang takut kepada-Nya dan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah. Dua ayat itu menyangkut pihak dan tugas yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: mengingat dan menyampaikan adalah dua pekerjaan yang disebut terpisah, dan yang pertama tidak menunggu yang kedua. Seseorang yang sering mendengar sesuatu yang baik dapat bertanya, kapan terakhir kali sesuatu itu diingatnya tanpa rencana untuk menceritakannya kepada siapa pun, dan apakah ingatan semacam itu terasa kurang berguna?
- Di 24:36 disebut rumah-rumah yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut di dalamnya nama-Nya, tempat bertasbih kepada-Nya pada pagi dan petang. Ayat 24:36 tidak menyebut penghuni rumah-rumah itu, dan tidak menyebut rumah di 33:34, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa di Al-Qur'an sebuah rumah dapat menjadi tempat sesuatu disebut dan didengar, dan bahwa kegunaan itu disebut sebagai izin dari Allah di 24:36 dan sebagai keadaan di 33:34. Seseorang dapat memeriksa rumahnya dari apa yang disebut dan didengar di dalamnya selama sepekan. Apa yang paling sering terdengar, dan adakah di antaranya yang termasuk apa yang dibacakan seperti pada dua ayat itu?
- Di 6:103 Allah disebut tidak dapat dijangkau oleh penglihatan, sedangkan Dia menjangkau segala penglihatan, lalu ayat itu menyebut Dia sebagai yang halus lagi waskita. Ayat 6:103 berbicara tentang penglihatan dan 33:34 tentang perintah kepada kelompok yang disapa, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa dua sifat itu dipakai Al-Qur'an untuk Allah yang menjangkau tanpa dijangkau, dan bahwa di 33:34 jangkauan itu ditaruh di akhir perintah tentang ingatan. Orang yang menganggap ingatannya urusan dirinya sendiri dapat bertanya, siapa yang menurut 33:34 ikut memperhatikan apa yang diingat, dan apa yang berubah pada cara mengingat bila perhatian itu ikut diperhitungkan?
- Kata kerja di 33:34 berbentuk pasif dan tidak menyebut siapa yang membacakan. Di 62:2 pembacanya disebut: seorang rasul dari kalangan bangsa yang disapa, yang membacakan tanda-tanda Allah kepada mereka dan disusul dua kegiatan lain, menyucikan dan mengajarkan. Ayat 62:2 membicarakan bangsa yang tak ber-Kitab, bukan rumah-rumah di 33:34, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa 33:34 membiarkan pembaca di rumah itu terbuka, dan menulis tempat serta isinya saja. Orang yang mendengar bacaan di rumahnya dapat bertanya, apakah yang lebih sering diingat adalah siapa yang membacakan atau apa yang dibacakan, dan apa yang tertinggal sesudah suara pembacanya hilang?
- Di 2:231 perintah mengingat dikenakan pada nikmat Allah dan pada apa yang Dia berikan kepada orang-orang yang disapa berupa Kitab dan hikmah, lalu disusul perintah bertakwa kepada Allah dan pernyataan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu. Ayat 2:231 berbicara tentang perempuan yang diceraikan dan batas masa idahnya, sehingga tidak dipakai untuk menafsirkan 33:34. Urutan di 2:231 adalah mengingat, bertakwa, lalu mengetahui bahwa Allah mengetahui. Di 33:34 urutannya mengingat, lalu pernyataan tentang dua sifat Allah. Seseorang dapat memperhatikan urutannya sendiri: apakah dimulai dari mengingat apa yang telah diterima, atau dari merasa sedang diawasi? Apakah dua urutan itu menghasilkan sikap yang sama?
- Di 3:164 hikmah disebut sebagai sesuatu yang diajarkan oleh seorang rasul yang diutus Allah di tengah orang-orang beriman, bersama Kitab. Di 33:34 hikmah disebut sebagai bagian dari yang dibacakan di rumah-rumah, berdampingan dengan ayat-ayat Allah. Ayat 3:164 membicarakan orang-orang beriman yang diutusi seorang rasul, sedangkan 33:34 membicarakan rumah, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa hikmah dapat sampai lewat pengajaran dan dapat pula lewat bacaan yang didengar di tempat tinggal. Seseorang dapat bertanya, dari kalimat yang didengarnya di rumah selama sepekan, mana yang diingat sebagai hikmah dan mana yang berlalu sebagai bunyi, dan apa yang membedakan keduanya?