وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah pantas bagi mukmin lelaki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu urusan, ada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka. Dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًاwa-maa kaana li-mu'minin wa-laa mu'minatin idzaa qadhaa llaahu wa-rasuuluhu amrandan tidaklah pantas bagi mukmin lelaki dan mukmin perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu urusan
  2. أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْan yakuuna lahumu l-khiyaratu min amrihimada pilihan lain bagi mereka tentang urusan mereka
  3. وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًاwa-man ya'shi llaaha wa-rasuulahu fa-qad dhalla dhalaalan mubiinandan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. لِمُؤْمِنٍli-mu'mininbagi seorang mukmin
  4. وَلَاwa-laadan tidak pula
  5. مُؤْمِنَةٍmu'minatinperempuan mukmin
  6. إِذَاidzaaapabila
  7. قَضَىqadhaamenetapkan
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. وَرَسُولُهُwa-rasuuluhudan Rasul-Nya
  10. أَمْرًاamranurusan
  11. أَنْanuntuk
  12. يَكُونَyakuunaada
  13. لَهُمُlahumubagi mereka
  14. الْخِيَرَةُl-khiyaratupilihan
  15. مِنْmindari
  16. أَمْرِهِمْamrihimurusan mereka
  17. وَمَنْwa-mandan orang yang
  18. يَعْصِya'shimendurhakai
  19. اللَّهَllaahaAllah
  20. وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
  21. فَقَدْfa-qadmaka sungguh
  22. ضَلَّdhallasesat
  23. ضَلَالًاdhalaalankesesatan
  24. مُبِينًاmubiinanyang nyata

Inti bacaan

Prinsip ketaatan mutlak setelah keputusan ditetapkan: 'tidaklah pantas ada pilihan lain' bagi mukmin begitu Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu urusan, konteks langsung mengantar ke kasus konkret ayat berikutnya, menunjukkan prinsip abstrak diikuti penerapan nyata.

Tafsiran

Ayat ini menetapkan prinsip umum sebelum kisah spesifik yang menyusul: ketetapan Allah dan Rasul-Nya tidak menyisakan ruang pilihan alternatif bagi orang beriman, sebuah prinsip yang menjadi latar bagi peristiwa yang diceritakan di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menetapkan asasnya sebelum kasusnya diceritakan. Aturan lebih dahulu. Peristiwanya di ayat berikutnya.
  • Lelaki dan perempuan disebut bersama, bukan salah satunya. Aturannya sama untuk keduanya. Tak ada yang dikecualikan.
  • Yang ditiadakan pilihan lain, bukan pendapat. Allah menutup ruang itu sesudah keputusan turun. Sebelum itu bertanya tetap terbuka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, a-m-n, q-d-y, a-l-h, r-s-l, a-m-r, kh-y-r, '-s-y, d-l-l, b-y-n): idhaa qadaa llaah wa rasuuluhu amran diterjemahkan 'apabila Allah & Rasul-Nya menetapkan urusan' (akar q-d-y + akar '-m-r); al-khiyarah diterjemahkan 'pilihan' (akar kh-y-r); ya'si diterjemahkan 'mendurhakai' (akar '-s-y); dalla dalaalan mubiinan diterjemahkan 'sesat dengan kesesatan yang nyata' (akar d-l-l 78 + akar b-y-n). Selaras.