وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

Dan ketika engkau berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan yang engkau beri nikmat, “Pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah,” sedang engkau menyembunyikan di dalam dirimu apa yang Allah nyatakan, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadapnya, Kami nikahkan engkau dengannya, agar tidak ada keberatan bagi orang-orang beriman tentang istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah mengakhiri keperluan terhadapnya. Dan ketetapan Allah pasti terlaksana.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَwa-idz taquulu lilladzii an'ama llaahu 'alayhi wa-an'amta 'alayhi amsik 'alayka zawjaka wa-ttaqi llaahadan ketika engkau berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan yang engkau beri nikmat, pertahankan istrimu dan bertakwalah kepada Allah
  2. وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُwa-tukhfii fii nafsika maa llaahu mubdiihi wa-takhsyaa n-naasa wa-llaahu ahaqqu an takhsyaahusedang engkau menyembunyikan di dalam dirimu apa yang Allah nyatakan, dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak untuk engkau takuti
  3. فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَاfa-lammaa qadhaa zaydun minhaa watharan zawwajnaakahaamaka ketika Zaid telah mengakhiri keperluan terhadapnya, Kami nikahkan engkau dengannya
  4. لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًاli-kay laa yakuuna 'ala l-mu'miniina harajun fii azwaaji ad'iyaa'ihim idzaa qadhaw minhunna watharanagar tidak ada keberatan bagi orang-orang beriman tentang istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila mereka telah mengakhiri keperluan terhadapnya
  5. وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًاwa-kaana amru llaahi maf'uulandan ketetapan Allah pasti terlaksana

Terjemahan per kata (48 kata)

  1. وَإِذْwa-idzdan ketika
  2. تَقُولُtaquuluengkau berkata
  3. لِلَّذِيli-lladziibagi yang
  4. أَنْعَمَan'amamemberi nikmat
  5. اللَّهُllaahuAllah
  6. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  7. وَأَنْعَمْتَwa-an'amtadan Engkau anugerahkan
  8. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  9. أَمْسِكْamsiktahanlah
  10. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  11. زَوْجَكَzawjakaistrimu
  12. وَاتَّقِwa-ttaqidan bertakwalah
  13. اللَّهَllaahaAllah
  14. وَتُخْفِيwa-tukhfiidan engkau menyembunyikan
  15. فِيfiidalam
  16. نَفْسِكَnafsikadirimu
  17. مَاmaaapa yang
  18. اللَّهُllaahuAllah
  19. مُبْدِيهِmubdiihiyang menampakkannya
  20. وَتَخْشَىwa-takhsyaadan engkau takut
  21. النَّاسَn-naasamanusia
  22. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  23. أَحَقُّahaqqulebih berhak
  24. أَنْanuntuk
  25. تَخْشَاهُtakhsyaahuengkau takut kepadanya
  26. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  27. قَضَىٰqadhaamemutuskan
  28. زَيْدٌzaydunZaid
  29. مِنْهَاminhaadarinya
  30. وَطَرًاwatharankeperluan
  31. زَوَّجْنَاكَهَاzawwajnaakahaaKami menikahkanmu dengannya
  32. لِكَيْli-kayagar
  33. لَاlaatidak
  34. يَكُونَyakuunaada
  35. عَلَى'alaatas
  36. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  37. حَرَجٌharajunkeberatan
  38. فِيfiitentang
  39. أَزْوَاجِazwaajiistri-istri
  40. أَدْعِيَائِهِمْad'iyaa'ihimanak-anak angkat mereka
  41. إِذَاidzaaapabila
  42. قَضَوْاqadhawmereka menunaikan
  43. مِنْهُنَّminhunnadari mereka
  44. وَطَرًاwatharankeperluan
  45. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  46. أَمْرُamruurusan
  47. اللَّهِllaahiAllah
  48. مَفْعُولًاmaf'uulanyang terlaksana

Inti bacaan

Konteks penting: rasa takut kepada opini manusia ('engkau menyembunyikan. engkau takut kepada manusia') ditegur langsung, 'Allah lebih berhak untuk engkau takuti', sementara hasil peristiwa ini ditetapkan justru untuk membatalkan tabu sosial bahwa istri anak angkat setara istri anak kandung. Konkretnya: keputusan berdasarkan prinsip yang benar terkadang mengharuskan menghadapi tekanan opini publik secara langsung, bukan tunduk pada tabu budaya tanpa dasar tekstual, pola yang relevan tiap kali komitmen pada kebenaran berbenturan dengan ketakutan akan penilaian orang lain.

Penjelasan pilihan kata

'Zaid' dipertahankan sebagai nama yang disebut langsung oleh teks Arab sendiri ('zaydN'), bukan tambahan. Tambahan '(menikahi)' dihapus: 'fii azwaaji ad'iyaa'ihim' diterjemahkan polos 'tentang istri-istri anak-anak angkat mereka', kata kerjanya dibiarkan tersirat dari konteks tanpa perlu disisipkan.

Tafsiran

Ayat ini mengoreksi langsung keraguan yang disembunyikan, mendahulukan rasa segan terhadap pandangan manusia atas apa yang sudah dinyatakan Allah, sebuah teguran yang sekaligus menjadi dasar hukum baru: batalnya larangan menikahi mantan istri anak angkat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini merekam bahwa pembawa wahyu menyembunyikan sesuatu dan takut kepada manusia, lalu menegurnya, dan teguran itu ikut dibacakan sampai hari ini. Sebuah kitab yang memuat koreksi atas orang yang membawanya tidak sedang menjaga citra siapa pun. Kejujuran semacam itu mahal, dan justru itu yang membuatnya bisa dipercaya.
  • Kalimatnya bukan 'jangan takut kepada manusia', melainkan 'Allah lebih berhak untuk engkau takuti'. Bentuknya perbandingan, bukan penghapusan. Rasa segan kepada pandangan orang tidak dianggap tidak ada; ia cuma diletakkan di bawah sesuatu yang lebih berhak, dan itu tuntutan yang jauh lebih jujur daripada berpura-pura tak punya rasa itu.
  • Orang yang dibicarakan diperkenalkan sebagai 'orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan yang engkau beri nikmat'. Dua kali disebut sebagai penerima, sebelum apa pun yang lain tentang dirinya. Cara memperkenalkan seseorang sudah menentukan bagaimana ia akan dibaca sepanjang kisahnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-'-m, a-l-h, m-s-k, z-w-j, w-q-y, kh-f-y, n-f-s, b-d-w, kh-sh-y, n-w-s, h-q-q, q-d-y, w-t-r, k-w-n, a-m-n, h-r-j, d-'-w, a-m-r, f-'-l): takhshaa n-naas wa llaah ahaqqu an takhshaahu diterjemahkan 'takut kepada manusia, padahal Allah lebih berhak kau takuti' (akar kh-sh-y, takut kpd Allah, bukan manusia; cf. 33:39, 5:44); ad'iyaa' diterjemahkan 'anak-anak angkat' (akar d-'-w, cf. 33:4); haraj diterjemahkan 'keberatan' (akar h-r-j); amru llaah maf'uulan diterjemahkan 'ketetapan Allah pasti terlaksana' (akar '-m-r + akar f-'-l). gloss '(Nabi Muhammad)/(Zaid)/(menceraikannya)/(Zainab)' dibuang.