الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
Yaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya, dan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُalladziina yuballighuuna risaalaati llaahi wa-yakhsyawnahuyaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya
- وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَwa-laa yakhsyawna ahadan illaa llaahadan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah
- وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًاwa-kafaa bi-llaahi hasiibandan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يُبَلِّغُونَyuballighuunamereka menyampaikan
- رِسَالَاتِrisaalaatirisalah
- اللَّهِllaahiAllah
- وَيَخْشَوْنَهُwa-yakhsyawnahudan mereka takut kepada-Nya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَخْشَوْنَyakhsyawnamereka takut
- أَحَدًاahadanseorang pun
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهَllaahaAllah
- وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- حَسِيبًاhasiibanpenghitung
Inti bacaan
Karakteristik para penyampai risalah: menyampaikan pesan, takut hanya kepada Allah, tidak takut kepada siapa pun selain-Nya, 'cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan' menjadi jangkar keberanian moral untuk menyampaikan kebenaran meski tidak populer.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini melanjutkan kalimat dari 33:38: kata ganti relatif 'alladziina' merujuk kembali ke 'lladziina khalaw min qablu', bukan subjek baru. 'Yaitu' dipertahankan sebagai penghubung sintaksis alami untuk bagian lanjutan, bukan tambahan makna tambahan.
Tafsiran
Ayat ini merinci ciri orang-orang terdahulu yang menjadi rujukan sunah Allah di 33:38: kesetiaan menyampaikan pesan dan rasa takut yang murni hanya kepada Allah, sebuah standar yang juga berlaku bagi Nabi dalam peristiwa yang baru saja diceritakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyusun tiga hal itu berurutan, dan yang di tengah menjadi sebab bagi yang di ujung. Rasa gentar disebut sebelum ketiadaan gentar. Keberanian di hadapan manusia tumbuh dari rasa takut yang sudah punya alamat.
- Yang kedua dan ketiga bertolak belakang bentuknya, tetapi satu asalnya. Ruang untuk takut sudah terisi. Hati yang penuh oleh satu hal memang tidak menyisakan tempat untuk yang lain.
- Penutupnya menyebut cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. Kata cukup itu menutup kebutuhan akan penilai lain. Orang yang perhitungannya sudah ada yang memegang tidak perlu meminta penilaian kepada penonton.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-l-gh, r-s-l, a-l-h, kh-sh-y, a-h-d, k-f-y, h-s-b): yuballighuuna risaalaat allaah wa yakhshawnahu wa laa yakhshawna ahadan illaa llaah diterjemahkan 'menyampaikan risalah-risalah Allah & takut kepada-Nya & tak takut siapa pun kecuali Allah' (akar b-l-gh + akar kh-sh-y, balligh (penyampaian=tindakan pokok para nabi) berpasangan takut-hanya-Allah: penyampaian tanpa gentar); kafaa bi-llaah hasiiban diterjemahkan 'cukuplah Allah sbg pembuat perhitungan' (akar k-f-y + akar h-s-b). Selaras.