الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا
Yaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya, dan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُalladziina yuballighuuna risaalaati llaahi wa-yakhsyawnahuyaitu orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah dan takut kepada-Nya
- وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَwa-laa yakhsyawna ahadan illaa llaahadan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah
- وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًاwa-kafaa bi-llaahi hasiibandan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan
Terjemahan per kata (13 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- يُبَلِّغُونَyuballighuunamereka menyampaikan
- رِسَالَاتِrisaalaatirisalah
- اللَّهِllaahiAllah
- وَيَخْشَوْنَهُwa-yakhsyawnahudan mereka takut kepada-Nya
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَخْشَوْنَyakhsyawnamereka takut
- أَحَدًاahadanseorang pun
- إِلَّاillaakecuali
- اللَّهَllaahaAllah
- وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- حَسِيبًاhasiibanpenghitung
Inti bacaan
Rangkaian (إِلَّا اللَّهَ, illaa llaaha) muncul sembilan kali di Al-Qur'an (2:83, 3:64, 9:18, 11:2, 11:26, 18:16, 33:39, 41:14, 46:21), dan tujuh di antaranya mengikuti kata kerja menyembah, sedangkan 9:18 dan 33:39 mengikuti kata kerja takut.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ, yuballighuuna risaalaati llaahi) yang berarti "mereka menyampaikan risalah-risalah Allah". Kata kerja (يُبَلِّغُونَ, yuballighuuna) berakar ب-ل-غ dan bentuk persis ini muncul satu kali, di 33:39. Kata kerja serumpun yang berarti menyampaikan ada di 5:67, 7:62, 7:68, dan 46:23. Di 5:67, (بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ, balligh maa unzila ilayka) berarti "sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu", dan di 7:62, (أُبَلِّغُكُمْ رِسَالَاتِ رَبِّي, uballighukum risaalaati rabbii) berarti "aku menyampaikan kepada kalian risalah-risalah Tuhanku". Di kedua ayat itu pelakunya satu orang, sedangkan di 33:39 pelakunya banyak, yaitu (الَّذِينَ, alladziina) yang berarti "orang-orang yang".
Kata (رِسَالَاتِ, risaalaati) berakar ر-س-ل dan berarti "risalah-risalah". Bentuk persis ini muncul di tujuh ayat, yaitu 7:62, 7:68, 7:93, 7:144, 33:39, 72:23, dan 72:28. Rangkaian (رِسَالَاتِ اللَّهِ, risaalaati llaahi) muncul satu kali, di 33:39, sedangkan 7:62, 7:68, dan 7:93 memakai (رِسَالَاتِ رَبِّي, risaalaati rabbii). Terjemahan mempertahankan bentuk banyaknya dengan "risalah-risalah".
Kata (وَيَخْشَوْنَهُ, wa-yakhsyawnahu) berarti "dan mereka takut kepada-Nya", berakar خ-ش-ي, dan bentuk yakhsyawna muncul tujuh kali, yaitu di 4:77, 13:21, 21:49, 33:39, 35:18, 39:23, dan 67:12. Di lima ayat objeknya (رَبَّهُمْ, rabbahum) yang berarti "Tuhan mereka", misalnya (وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ, wa-yakhsyawna rabbahum) di 13:21. Di 4:77, (يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ, yakhsyawna n-naasa ka-khasyyati llaahi) berarti "mereka takut kepada manusia seperti takut kepada Allah", sehingga objek manusia muncul di sana. Di 33:39 objek pertama ditunjuk oleh akhiran -hu yang merujuk ke Allah, dan sesudahnya (وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ, wa-laa yakhsyawna ahadan illaa llaaha) berarti "dan mereka tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah", yaitu takut yang dinafikan untuk siapa pun selain Allah.
Kata (أَحَدًا, ahadan) berakar أ-ح-د dan diterjemahkan "siapa pun", karena kata itu tak tentu dan tidak menyebut kelompok tertentu. Rangkaian (إِلَّا اللَّهَ, illaa llaaha) yang berarti "kecuali Allah" muncul sembilan kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:83, 3:64, 9:18, 11:2, 11:26, 18:16, 33:39, 41:14, dan 46:21. Tujuh ayat memakainya sesudah kata kerja menyembah, misalnya (لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ, laa ta'buduuna illaa llaaha) di 2:83 yang berarti "kalian tidak menyembah kecuali Allah". Dua ayat memakainya sesudah kata kerja takut, yaitu (وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ, wa-lam yakhsya illaa llaaha) di 9:18 dan 33:39.
Penutup ayat memuat (وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا, wa-kafaa bi-llaahi hasiiban) yang berarti "dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan". Rangkaian (وَكَفَىٰ بِاللَّهِ, wa-kafaa bi-llaahi) muncul di dua belas ayat, yaitu 4:6, 4:45, 4:70, 4:79, 4:81, 4:132, 4:166, 4:171, 33:3, 33:39, 33:48, dan 48:28. Kata sesudahnya berganti menurut ayat: (وَكِيلًا, wakiilan) di 4:81, 4:132, 4:171, 33:3, dan 33:48, (شَهِيدًا, syahiidan) di 4:79, 4:166, dan 48:28, serta (حَسِيبًا, hasiiban) di 4:6 dan 33:39. Kata hasiiban berakar ح-س-ب dan muncul empat kali, yaitu di 4:6, 4:86, 17:14, dan 33:39. Di 17:14, (كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا, kafaa bi-nafsika l-yawma 'alayka hasiiban) berarti "cukuplah dirimu pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu". Terjemahan 33:39 memakai "pembuat perhitungan" supaya kata perhitungan tetap terbaca, sebab dari akar yang sama muncul (سَرِيعُ الْحِسَابِ, sarii'u l-hisaabi) yang berarti "cepat perhitungan-Nya" di delapan ayat, yaitu 2:202, 3:19, 3:199, 5:4, 13:41, 14:51, 24:39, dan 40:17.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan 33:38 tanpa kalimat baru, dan (الَّذِينَ, alladziina) di awalnya dapat dibaca menyifati orang-orang yang telah berlalu di ayat itu. Dengan bacaan tersebut, sunah Allah di 33:38 diberi isi berupa tiga sifat: menyampaikan risalah-risalah Allah, takut kepada-Nya, dan tidak takut kepada siapa pun selain Dia. Ayat ini ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mencukupi sebagai pembuat perhitungan. Orang-orang yang dimaksud tidak diberi nama, dan sifat mereka disusun dalam satu rangkaian yang disambung dengan kata dan.
Ayat 33:37 dan 33:39 memakai akar yang sama untuk takut. Di 33:37 kata kerja itu menyangkut orang yang disapa dengan "engkau": rasa takut kepada manusia, dan pernyataan bahwa Allah lebih berhak untuk ditakuti, (وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ, wa-llaahu ahaqqu an takhsyaahu). Di 33:39 kata kerja itu menyangkut orang-orang dengan penafian: mereka takut kepada Allah dan tidak takut kepada siapa pun yang lain. Di antara kedua ayat itu, 33:38 memuat keberatan dan sunah Allah, sehingga alurnya berjalan dari rasa takut yang disebut dalam teguran, ke sunah yang berlaku, lalu ke sifat orang-orang yang menjalani sunah itu.
Penutup yang berbunyi "cukuplah Allah" muncul tiga kali di surah ini, yaitu 33:3, 33:39, dan 33:48. Pada 33:3 dan 33:48 penutup itu mengikuti perintah (وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ, wa-tawakkal 'alaa llaahi) dan menyebut Allah sebagai wakil, sedangkan pada 33:39 penutup itu mengikuti gambaran sebuah golongan dan menyebut Allah sebagai pembuat perhitungan. Peran yang disebut berbeda menurut yang mendahuluinya. Sesudah perintah bertawakal, ayat memberi sebutan wakil, dan sesudah penyampaian tanpa takut kepada siapa pun, ayat memberi sebutan pembuat perhitungan.
Perintah menyampaikan juga berdampingan dengan kata manusia di 5:67, yaitu (فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ, fa-maa ballaghta risaalatahu) yang berarti "maka engkau tidak menyampaikan risalah-Nya", disusul (وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ, wa-llaahu ya'shimuka mina n-naasi) yang berarti "dan Allah menjagamu dari manusia". Ayat 5:67 berbicara kepada satu orang dan 33:39 tentang banyak orang, jadi keduanya tidak disamakan. Namun di dua ayat itu pekerjaan menyampaikan disebut di dekat kata manusia, dan di kedua tempat Allah menjadi sandaran bagi penyampai.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut tiga hal dalam satu rangkaian: menyampaikan risalah-risalah Allah, takut kepada-Nya, dan tidak takut kepada siapa pun selain Dia. Di 4:77 sekelompok orang yang telah diwajibkan berperang takut kepada manusia seperti takut kepada Allah. Dua ayat itu menyangkut kelompok dan keadaan yang berbeda, sehingga tidak dibandingkan satu per satu. Namun rasa takut kepada manusia dan rasa takut kepada Allah dapat dituturkan dalam satu kalimat, dan dari ayat ke ayat rasa takut itu berpindah alamat. Ketika pembaca hendak menyampaikan sesuatu yang benar, siapa yang terbayang lebih dulu di hatinya, dan apakah ayat ini menyebut orang itu?
- Kata ahadan di ayat ini berarti "siapa pun", dan ayat tidak menyebut pejabat, kerabat, atau khalayak sebagai pengecualian. Allah dikecualikan lewat kata illaa, dan tidak ada pengecualian lain. Pembaca yang membuat daftar orang yang pendapatnya paling ditakutinya menemukan bahwa daftar itu, bagaimanapun panjangnya, hanya punya tempat di bawah kata "siapa pun". Pembaca dapat menimbang, apakah ada nama dalam daftar itu yang dikecualikan bersama Allah, dan dari mana pengecualian itu berasal bila ayat tidak menuliskannya?
- Surah ini menutup tiga pernyataan dengan "cukuplah Allah": di 33:3 dan 33:48 sebagai wakil sesudah perintah bertawakal, dan di 33:39 sebagai pembuat perhitungan sesudah gambaran orang-orang yang tidak takut kepada siapa pun selain Dia. Kebutuhan yang dijawab berbeda, yang pertama perlindungan dan yang kedua penilaian. Orang yang menyampaikan sesuatu dapat mencari dua hal dari orang di sekitarnya, yaitu rasa aman dan pengakuan atas pekerjaannya. Pembaca dapat bertanya, dari dua kebutuhan itu mana yang sedang diminta dari manusia, dan apakah ayat-ayat tersebut sudah menyebut Allah mencukupi keduanya?
- Di 17:14 penghitung atas pembaca kitab adalah dirinya sendiri pada hari itu, (كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا, kafaa bi-nafsika l-yawma 'alayka hasiiban), sedangkan di 33:39 penghitungnya Allah. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berlainan dan tidak saling menafsirkan. Meski begitu, kata penghitung muncul di keduanya, dan penghitung itu bukan penonton. Perbuatan yang dikerjakan dengan mata tertuju pada penilaian orang lain mengarah ke perhitungan yang tidak disebut ayat ini. Pembaca dapat bertanya, perhitungan yang mana yang sedang dikejarnya, yang akan dibuat orang di sekitarnya atau yang akan dibuat Allah?
- Menurut 5:67, jika perintah menyampaikan tidak dikerjakan maka risalah-Nya tidak tersampaikan, dan di ayat 33:39 kata risalah berbentuk banyak. Bentuk banyak itu menunjukkan lebih dari satu pesan, dan ayat tidak menyebut pesan yang dikecualikan. Ayat 5:67 berbicara kepada satu orang dan 33:39 tentang banyak orang, jadi keduanya dipakai berdampingan dengan hati-hati. Pembaca yang menerima sebuah pesan dari Allah dan merasa ada bagian yang sulit diucapkan di hadapan orang tertentu dapat bertanya, bagian mana yang dilewatinya, dan apakah bagian itu termasuk dalam kata risalah-risalah yang ayat ini sebut?
- Kata kerja khalaw di 33:38 berbentuk lampau yang menandai perbuatan selesai, sedangkan menyampaikan dan takut di 33:39 berbentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung. Menurut bacaan yang menghubungkan 33:39 dengan 33:38, orang-orang yang telah berlalu dilukiskan dengan perbuatan yang tidak ditulis sebagai selesai. Pembaca dapat bertanya, bila sifat-sifat itu ditulis dengan bentuk yang belum selesai, apakah daftar nama orang terdahulu masih bisa menjadi tempat berlindung, dan kepada siapa rasa takut hari ini diarahkan menurut ayat yang menyebut Allah sebagai tujuan rasa takut itu?