مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara laki-laki kalian, melainkan dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi. Dan Allah berilmu akan segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْmaa kaana muhammadun abaa ahadin min rijaalikumMuhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara laki-laki kalian
- وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَwa-laakin rasuula llaahi wa-khaatama n-nabiyyiinamelainkan dia adalah Rasul Allah dan penutup para nabi
- وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًاwa-kaana llaahu bi-kulli syay'in 'aliimandan Allah berilmu akan segala sesuatu
Terjemahan per kata (17 kata)
- مَاmaatidaklah
- كَانَkaanaadalah
- مُحَمَّدٌmuhammadunMuhammad
- أَبَاabaabapak
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنْmindari
- رِجَالِكُمْrijaalikumlaki-laki kalian
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- رَسُولَrasuularasul
- اللَّهِllaahiAllah
- وَخَاتَمَwa-khaatamadan penutup
- النَّبِيِّينَn-nabiyyiinapara nabi
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- بِكُلِّbi-kullipada segala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- عَلِيمًا'aliimanberilmu
Inti bacaan
Bentuk (بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا, bi-kulli syay'in 'aliiman) muncul empat kali di Al-Qur'an (4:32, 33:40, 33:54, 48:26), dan rangkaian lengkapnya dengan wa-kaana llaahu ada di 33:40 dan 48:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyebut nama (مُحَمَّدٌ, muhammadun) langsung dalam teks Arabnya. Nama Muhammad muncul empat kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 3:144, 33:40, 47:2, dan 48:29, dan bentuk muhammadun dengan akhiran -un muncul tiga kali, di 3:144, 33:40, dan 48:29. Di 3:144, (وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ, wa-maa muhammadun illaa rasuulun) berarti "dan Muhammad tidak lain adalah seorang rasul", dan di 48:29, (مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ, muhammadun rasuulu llaahi) berarti "Muhammad adalah Rasul Allah". Di 47:2 nama itu berbentuk (مُحَمَّدٍ, muhammadin) tanpa kata rasul di ayat yang sama. Karena itu di tiga dari empat ayat nama itu muncul bersama sebutan rasul dalam satu ayat.
Kalimat pertama memuat (أَبَا أَحَدٍ, abaa ahadin) yang berarti "bapak dari seseorang", dan kata (أَبَا, abaa) berakar أ-ب-و. Penafiannya disusul (مِنْ رِجَالِكُمْ, min rijaalikum) yang berarti "dari laki-laki kalian", dengan (رِجَالِكُمْ, rijaalikum) berakar ر-ج-ل. Rangkaian min rijaalikum muncul dua kali, di 2:282 dan 33:40. Di 2:282, (شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ, syahiidayni min rijaalikum) berarti "dua orang saksi dari laki-laki kalian", dan terjemahan 2:282 menuliskannya dengan kata laki-laki. Terjemahan 33:40 memakai kata yang sama. Dasarnya, di 2:282 akar ر-ج-ل dipasangkan dengan perempuan dalam (فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ, fa-rajulun wa-mra'ataani) yang berarti "maka satu laki-laki dan dua perempuan", dan akhiran -kum pada rijaalikum berarti "kalian".
Kata bapak dalam bentuk jamak muncul di 33:5, yaitu (ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ, ud'uuhum li-aabaa'ihim) yang berarti "panggillah mereka dengan nama bapak mereka". Ayat sebelumnya, 33:4, memuat (أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ, ad'iyaa'akum abnaa'akum) yang berarti "anak-anak angkat kalian sebagai anak kalian", dan 33:37 memuat (أَدْعِيَائِهِمْ, ad'iyaa'ihim) yang berarti "anak-anak angkat mereka". Ayat 33:40 tidak memuat kata anak angkat atau nama seorang pun selain Muhammad, sehingga hubungan kalimat ini dengan 33:4, 33:5, dan 33:37 tidak dinyatakan oleh teksnya.
Sesudah (وَلَٰكِنْ, wa-laakin) yang berarti "tetapi", ayat ini memuat (رَسُولَ اللَّهِ, rasuula llaahi). Bentuk persis rasuula llaahi muncul lima kali, yaitu di 4:157, 9:61, 33:40, 33:53, dan 49:7, dan terjemahan menuliskannya "Rasul Allah" di kelima ayat itu. Di 4:157 sebutan itu dipakai untuk Isa putra Maryam. Karena itu 33:40 memakai "Rasul Allah" dan tidak "utusan Allah". Akar ر-س-ل ini juga ada pada (رِسَالَاتِ, risaalaati) di ayat sebelumnya, 33:39.
Kata (وَخَاتَمَ, wa-khaatama) yang berarti "dan penutup", dalam (وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ, wa-khaatama n-nabiyyiina), berakar خ-ت-م dan bentuk kata bendanya muncul satu kali di 33:40. Akar ini ada di delapan ayat, yaitu 2:7, 6:46, 33:40, 36:65, 42:24, 45:23, 83:25, dan 83:26. Kata kerjanya diterjemahkan "mengunci" di 2:7, 36:65, 42:24, dan 45:23, serta "menutup" di 6:46, dan bentuk lainnya diterjemahkan "meterai" di 83:25 dan 83:26. Terjemahan 33:40 memakai "penutup", yaitu kata benda dari "menutup" seperti di 6:46. Kata (النَّبِيِّينَ, n-nabiyyiina) yang berarti "para nabi" muncul di 13 ayat, yaitu 2:61, 2:177, 2:213, 3:21, 3:80, 3:81, 4:69, 4:163, 17:55, 19:58, 33:7, 33:40, dan 39:69. Ayat ini menyebutkan sebutan "penutup para nabi" tanpa menguraikan apa yang ditutup atau bagaimana.
Penutup ayat memuat (وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا, wa-kaana llaahu bi-kulli syay'in 'aliiman) yang berarti "dan Allah berilmu akan segala sesuatu". Bentuk (بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا, bi-kulli syay'in 'aliiman) muncul empat kali, yaitu di 4:32, 33:40, 33:54, dan 48:26, dan rangkaian lengkapnya dengan (وَكَانَ اللَّهُ, wa-kaana llaahu) muncul di 33:40 dan 48:26. Terjemahan memakai "berilmu" untuk kata 'aliim, dan "akan segala sesuatu" untuk bi-kulli syay'in.
Tafsiran
Ayat ini menafikan kebapakan Muhammad atas seorang pun di antara laki-laki yang diajak bicara, menyebut dua sebutan sebagai gantinya, yaitu Rasul Allah dan penutup para nabi, lalu menutup dengan pengetahuan Allah atas segala sesuatu. Bentuknya satu penafian yang disusul dua sebutan dalam satu rangkaian, tanpa uraian tentang apa yang terjadi sesudahnya.
Ayat 33:39 menyebut orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, dan 33:40 menyebut satu orang dengan sebutan rasul. Akar ر-س-ل muncul di kedua ayat, sehingga urutan itu dapat dibaca sebagai peralihan dari sifat sekelompok orang ke penyebutan satu nama, meskipun ayat 33:40 tidak menyatakan bahwa Muhammad termasuk dalam kelompok di 33:39.
Dalam urutan surah, ayat ini datang sesudah pembicaraan tentang anak-anak angkat di 33:4, 33:5, dan 33:37. Ayat 33:40 tidak memuat kata anak angkat dan tidak menyebut orang yang menjadi sasaran penafian. Pembaca yang mengikuti urutan surah dapat menaruh 33:40 sebagai penutup bagi pembicaraan itu, dan ayat ini sendiri tidak menyatakan tautan tersebut. Kalimat pembukanya, (مَا كَانَ, maa kaana), adalah yang ketiga dari empat kalimat berpembuka sama di surah ini, yaitu 33:36, 33:38, 33:40, dan 33:53.
Kata sambung (وَلَٰكِنْ, wa-laakin) memisahkan yang dinafikan dari yang dinyatakan. Dinafikan satu hubungan keluarga, dan dinyatakan dua sebutan yang tidak memakai kata keluarga. Dua sebutan itu dirangkai dengan wa, dan ayat berhenti di situ lalu beralih ke pengetahuan Allah. Tekanan ayat ini ada pada pernyataan tentang kedudukan, dan uraian tentang akibat dari kedudukan itu tidak dituliskan.
Penutup (وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا, wa-kaana llaahu bi-kulli syay'in 'aliiman) menaruh seluruh pernyataan di atas dalam lingkup pengetahuan Allah. Penutup yang sama ada di 48:26, dan rangkaian yang lebih pendek ada di 4:32 dan 33:54.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mencabut satu hubungan, yaitu kebapakan atas seorang pun di antara laki-laki yang diajak bicara, dan langsung memasang dua sebutan di tempatnya: Rasul Allah dan penutup para nabi. Pencabutan itu tidak meninggalkan ruang kosong yang dapat diisi dugaan, sebab penggantinya tertulis dalam kalimat yang sama. Pembaca dapat bertanya, bila sebuah anggapan tentang orang yang dihormati dicabut dari pikirannya, sebutan apa yang dipasang sebagai penggantinya, dan apakah sebutan itu berasal dari apa yang Allah tuliskan atau dari tempat lain?
- Ayat 33:4 menyebut anggapan anak angkat sebagai anak kandung dengan kata (قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ, qawlukum bi-afwaahikum) yang berarti "ucapan kalian dengan mulut kalian", dan 33:5 menyebut memanggil mereka dengan nama bapak mereka sebagai yang lebih adil di sisi Allah. Ayat 33:40 tidak membahas kedua hal itu, tetapi ayat ini menaruh nama Muhammad dan kedudukannya dalam satu kalimat yang lurus. Dari tiga ayat itu dapat dibaca bahwa sebutan yang hanya hidup di mulut dan sebutan yang bersandar pada kenyataan dibedakan oleh ayat. Pembaca dapat bertanya, sebutan apa yang selama ini dipakainya untuk orang lain tanpa dasar selain kebiasaan lisan, dan apakah 33:4 menyebut hal semacam itu dengan kata yang sama?
- Ayat 33:39 menyebut orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, dan 33:40 menyebut seseorang dengan sebutan Rasul Allah. Dua ayat itu berurutan dan memakai akar yang sama, tetapi tidak menyatakan bahwa kelompok itu dan orang itu sama. Dapat dibaca bahwa penyampaian risalah dan kedudukan sebagai rasul berada di satu rangkaian pembicaraan. Pembaca yang pernah menerima sebuah pesan dari seorang rasul dapat bertanya, apa bedanya orang yang menyampaikan pesan dengan orang yang dinamai rasul oleh Allah, dan di mana ayat-ayat ini menarik garis antara keduanya?
- Ayat ini menyebut dua sebutan dan berhenti, tanpa kalimat yang menguraikan akibat bagi orang beriman sesudahnya. Kalimat berikutnya langsung berbicara tentang pengetahuan Allah. Ayat ini tidak menuliskan akibat dari kedua sebutan itu bagi kehidupan orang beriman, dan pembaca yang menerima pernyataan tegas dari Allah dapat merasakan dorongan untuk menarik akibatnya sendiri. Pembaca dapat menimbang berapa banyak yang telah ditambahkannya di antara dua sebutan itu dan kalimat penutupnya. Apakah tambahan itu berasal dari ayat yang Allah tuliskan, atau dari keinginan untuk melengkapi apa yang tidak dituliskan ayat ini?
- Yang dinafikan di ayat ini adalah satu hubungan keluarga, dan dua sebutan penggantinya, yaitu rasul dan penutup para nabi, adalah sebutan tugas. Dapat dibaca bahwa Allah menyebut kedudukan Muhammad dengan kata tugas dan bukan dengan kata keluarga. Pembaca dapat bertanya, kedudukan orang yang dihormatinya selama ini dijelaskan dengan kata apa, tugas yang dikerjakan orang itu atau hubungan yang melekat padanya, dan kata mana yang Allah pakai untuk menyebut kedudukan di ayat ini?
- Ayat 33:37 memakai kata ganti "engkau", ayat 33:38 menyebut Nabi sebagai orang ketiga, ayat 33:40 menyebut nama Muhammad sebagai orang ketiga, dan ayat 33:41 beralih ke seruan kepada orang-orang beriman. Dalam ayat 33:40 sendiri ada kata (رِجَالِكُمْ, rijaalikum) dengan akhiran -kum yang berarti "kalian", yaitu pihak yang diajak bicara sementara nama yang dibicarakan berada di luar kata ganti itu. Pembaca ayat ini ikut berada di posisi kata ganti tersebut. Dari posisi itu pembaca dapat bertanya, apakah ayat ini didengarnya sebagai kalimat yang Allah ucapkan kepadanya tentang orang lain, atau sebagai kalimat tentang orang lain yang kebetulan terdengar?