يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu dzkuruu llaaha dzikran katsiiranwahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak
Terjemahan per kata (8 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اذْكُرُواdzkuruuingatlah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- ذِكْرًاdzikraningatan
- كَثِيرًاkatsiiranbanyak
Inti bacaan
Kata (ذِكْرًا, dzikran) muncul sebelas kali di Al-Qur'an (2:200, 18:70, 18:83, 20:99, 20:113, 21:48, 33:41, 37:3, 37:168, 65:10, 77:5), dan di 2:200 dan 33:41 kata itu terjemahannya ingatan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhaa lladziina aamanuu) yang berarti "wahai orang-orang yang beriman". Di surah ini seruan itu muncul tujuh kali, yaitu di 33:9, 33:41, 33:49, 33:53, 33:56, 33:69, dan 33:70. Seruan itu disusul langsung oleh (اذْكُرُوا, dzkuruu) yang berarti "ingatlah" sebanyak tiga kali, yaitu di 5:11, 33:9, dan 33:41. Di 5:11 dan 33:9, (اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ, dzkuruu ni'mata llaahi 'alaykum) berarti "ingatlah nikmat Allah atas kalian", sehingga objek ingatannya nikmat, sedangkan di 33:41 objeknya Allah sendiri.
Kata kerja (اذْكُرُوا, dzkuruu) berakar ذ-ك-ر dan diterjemahkan "ingatlah". Rangkaian (اذْكُرُوا اللَّهَ, dzkuruu llaaha) yang berarti "ingatlah Allah" muncul delapan kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:198, 2:200, 2:203, 2:239, 4:103, 8:45, 33:41, dan 62:10. Tujuh ayat memasangnya dengan keadaan atau waktu yang disebut di ayat yang sama: (فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ, fa-idzaa afadhtum min 'arafaatin fa-dzkuruu llaaha) di 2:198, (وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ, wa-dzkuruu llaaha fii ayyaamin ma'duudaatin) di 2:203, (فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ, fa-idzaa amintum fa-dzkuruu llaaha) di 2:239, dan (فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ, fa-idzaa qadhaytumu sh-shalaata fa-dzkuruu llaaha) di 4:103. Ayat 2:200, 8:45, dan 62:10 juga memuat keadaan, yaitu selesainya cara-cara ibadah, bertemunya suatu pasukan, dan terlaksananya salat. Di 33:41 perintah itu berdiri tanpa keadaan, tempat, atau waktu di ayat yang sama.
Kata (ذِكْرًا, dzikran) berakar sama dan muncul sebelas kali, yaitu di 2:200, 18:70, 18:83, 20:99, 20:113, 21:48, 33:41, 37:3, 37:168, 65:10, dan 77:5. Di 2:200, (أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا, aw asyadda dzikran) berarti "atau dengan ingatan yang lebih kuat", dan di 33:41 kata itu juga diterjemahkan "ingatan" karena pelakunya orang yang mengingat. Di sebagian ayat lain kata itu adalah sesuatu yang diberikan atau dibacakan kepada orang, misalnya (ذِكْرًا, dzikran) di 65:10 yang berarti "peringatan" yang Allah turunkan, dan di 37:3 yang berarti "peringatan" yang dibacakan. Karena itu dzikran di 33:41 diterjemahkan "ingatan", agar terbaca sebagai pekerjaan orang yang mengingat dan bukan sebagai sesuatu yang diturunkan.
Kata (كَثِيرًا, katsiiran) berarti "banyak". Berpasangan dengan Allah sebagai yang diingat, kata itu muncul di lima ayat, yaitu 8:45, 26:227, 33:21, 33:35, dan 62:10. Di 8:45 dan 62:10, (وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ, wa-dzkuruu llaaha katsiiran la'allakum tuflihuuna) berarti "dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung", sehingga perintah itu diikuti tujuan di ayat yang sama. Di 33:41 perintah memakai (ذِكْرًا كَثِيرًا, dzikran katsiiran) tanpa kalimat tujuan sesudahnya. Di 33:21, (وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا, wa-dzakara llaaha katsiiran) berarti "dan banyak mengingat Allah" dan menjadi ciri bagi orang yang mengharap Allah dan hari akhir, dan di 33:35, (وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا, wa-dz-dzaakiriina llaaha katsiiran) berarti "dan laki-laki yang banyak mengingat Allah", dengan padanan bagi perempuan di akhir daftar.
Tafsiran
Ayat ini memuat satu perintah kepada orang-orang beriman, yaitu mengingat Allah dengan ingatan yang banyak, tanpa keadaan, tempat, atau waktu yang disebut di ayat yang sama. Perintah serupa di tujuh ayat lain datang bersama sebuah keadaan: sesudah bertolak dari Arafat, sesudah selesai salat, ketika bertemu pasukan, dan sejenisnya. Karena 33:41 tidak memuat keadaan itu, perintahnya terbaca berlaku di luar keadaan apa pun yang disebut.
Dalam surah ini ingatan yang banyak disebut tiga kali. Di 33:21 ingatan itu menjadi ciri orang yang mengharap Allah dan hari akhir, di 33:35 menjadi ciri laki-laki dan perempuan dalam sebuah daftar yang diakhiri dengan ampunan dan pahala besar dari Allah, dan di 33:41 menjadi perintah. Gambaran ciri di dua ayat pertama dan perintah di ayat ketiga memakai kata yang sama, sehingga apa yang di dua ayat pertama disebut sebagai ciri disebut di ayat ketiga sebagai perintah kepada orang-orang beriman.
Ayat ini juga menandai perpindahan pokok pembicaraan. Ayat-ayat sebelumnya, 33:36 sampai 33:40, membicarakan urusan yang telah ditetapkan, keberatan, rasa takut kepada manusia, dan sebutan bagi seseorang. Ayat 33:41 membuka dengan seruan kepada orang-orang beriman, sebagaimana seruan itu membuka 33:9, 33:49, 33:53, 33:56, 33:69, dan 33:70. Pembicaraan beralih dari perkara yang dibicarakan tentang orang lain ke satu perintah yang dialamatkan langsung kepada pembaca.
Tanda koma di akhir terjemahan menunjukkan bahwa kalimat berlanjut ke 33:42, yang dibuka dengan (وَسَبِّحُوهُ, wa-sabbihuuhu) yang berarti "dan bertasbihlah kepada-Nya". Akhiran -hu pada kata itu merujuk ke Allah yang disebut di 33:41. Dengan demikian dua ayat ini terbaca sebagai satu perintah ganda: ingatan yang banyak dan tasbih pada waktu yang disebut, dan pembagian ayat memisahkan keduanya tanpa mengubah subjek.
Renungan dan Hikmah
- Ketika perintah mengingat Allah muncul di ayat lain, perintah itu disertai keadaan yang disebut dalam ayat itu: sesudah bertolak dari Arafat di 2:198, sesudah merasa aman di 2:239, sesudah salat di 4:103 dan 62:10, atau ketika bertemu pasukan di 8:45. Di 33:41 tidak ada keadaan yang disebut, sehingga ayat ini tidak memberi alasan untuk menundanya sampai sebuah keadaan terpenuhi. Pembaca dapat bertanya, keadaan apa yang selama ini dijadikan syarat sebelum mengingat Allah, dan apakah ayat ini menyebut syarat itu sebelum atau sesudah perintah mengingat-Nya?
- Di 2:200 ingatan kepada Allah diukur dengan perbandingan, yaitu seperti ingatan kepada leluhur, atau lebih kuat, (كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ, ka-dzikrikum aabaa'akum), sedangkan di 33:41 ukurannya jumlah, yaitu banyak. Dua ayat itu berbicara dalam keadaan yang berlainan, dan keduanya tidak disamakan. Meski begitu, kedua ukuran itu dapat dipakai untuk menimbang kebiasaan sendiri. Orang yang menghitung berapa kali sehari nama leluhurnya terlintas di pikirannya dapat bertanya, bagaimana angka itu bila dibandingkan dengan ingatannya kepada Allah, dan apakah ayat 2:200 sudah menyebut perbandingan semacam itu?
- Di 5:11 dan 33:9, seruan kepada orang-orang beriman memerintahkan mengingat nikmat Allah, dan di 33:41 perintah itu tertuju pada Allah sendiri sebagai yang diingat. Nikmat dapat terasa dan dapat tidak terasa, sementara yang memberikannya tetap disebut sama di semua ayat itu. Bila ingatan hanya melekat pada nikmat, ingatan itu naik dan turun bersama keadaan hidup. Pembaca dapat bertanya, ketika nikmat tidak sedang terasa, apa yang masih tinggal pada ingatannya, dan apakah ayat ini menunjuk Allah sebagai sesuatu yang dapat diingat dalam keadaan itu?
- Surah ini lebih dulu menyebut ingatan yang banyak sebagai ciri orang tertentu, di 33:21 dan 33:35, baru kemudian di 33:41 sebagai perintah kepada semua orang beriman. Urutan itu memperlihatkan bahwa apa yang dipuji pada sebagian orang kemudian diperintahkan kepada semuanya. Pembaca dapat membaca daftar ciri di 33:35 sambil menimbang bagian mana yang sudah ada pada dirinya. Pembaca dapat bertanya, apakah ciri yang disebut sebagai milik laki-laki dan perempuan yang disediakan ampunan oleh Allah sudah menjadi miliknya, atau baru terbaca sebagai perintah sesudah daftar itu dibaca?
- Di 8:45 dan 62:10 perintah mengingat Allah dengan banyak diikuti (لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ, la'allakum tuflihuuna) yang berarti "agar kalian beruntung". Di 33:41 perintah itu berdiri tanpa kalimat tujuan. Ayat ini tidak menjanjikan hasil apa pun sesudahnya, sehingga ingatan kepada Allah tampak sebagai perintah yang punya alasan di dalam dirinya sendiri. Pembaca yang biasa menimbang sebuah pekerjaan dari hasilnya dapat bertanya, apa yang tersisa dari ingatan kepada Allah bila hasil yang dijanjikan tidak sedang terlihat, dan apakah ayat ini menyebut Allah sebagai tujuan ingatan itu?
- Ayat 33:37 menyebut takut kepada manusia dengan pernyataan bahwa Allah lebih berhak untuk ditakuti, dan ayat 33:39 menyebut orang-orang yang tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Ayat 33:41 menyusul dengan perintah mengingat Allah, dan tidak menyebut rasa takut. Dalam urutan itu, sesudah dua ayat tentang kepada siapa rasa takut diarahkan datang ayat tentang siapa yang diingat. Dua ayat itu tidak menyatakan hubungan sebab-akibat di antara keduanya. Pembaca dapat bertanya, apakah ada hubungan antara siapa yang paling ditakutinya dan siapa yang paling diingatnya, dan apa yang Allah sebut sebagai tempat bertemunya keduanya?