وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًاwa-sabbihuuhu bukratan wa-ashiilandan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَسَبِّحُوهُwa-sabbihuuhudan bertasbihlah kepada-Nya
- بُكْرَةًbukratandi waktu pagi
- وَأَصِيلًاwa-ashiilandan petang
Inti bacaan
Kelanjutan instruksi dzikir dari ayat sebelumnya: 'bertasbihlah pagi dan petang', menetapkan ritme harian yang konsisten (dua penanda waktu utama) sebagai kerangka praktis menjaga kesadaran spiritual, bukan sekadar anjuran sesekali tanpa pola.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi perintah mengingat Allah dengan penanda waktu konkret: pagi dan petang, menjadikan tasbih bagian dari ritme harian, bukan sekadar anjuran sesekali.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut waktunya, bukan jumlahnya. Pagi. Petang.
- Dua ujung hari yang dipilih. Sebelum bekerja. Sesudah selesai.
- Perintah ini menyambung perintah mengingat di ayat sebelumnya. Allah menambahkan penanda waktu. Yang umum diberi jadwal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-b-h, b-k-r, a-s-l): wa sabbihuuhu bukratan wa asiilaa diterjemahkan 'bertasbihlah pagi & petang' (akar s-b-h + akar b-k-r + akar '-s-l, melanjutkan 33:41 'dzikir banyak'; RANGKAIAN 33:41-43: perintah dzikir/tasbih orang beriman diterjemahkan 33:43 'Dialah yang yusallii alaykum' (Allah+malaikat mengarahkan-perhatian pada kalian), landasan pembacaan s-l-w generik, cf. FDI_FRAMEWORK_SLW). Selaras.