تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا
Penghormatan bagi mereka pada hari mereka menemui-Nya ialah, “Salam,” dan Dia menyediakan bagi mereka pahala yang mulia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌtahiyyatuhum yawma yalqawnahu salaamunpenghormatan bagi mereka pada hari mereka menemui-Nya ialah, salam
- وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًاwa-a'adda lahum ajran kariimandan Dia menyediakan bagi mereka pahala yang mulia
Terjemahan per kata (8 kata)
- تَحِيَّتُهُمْtahiyyatuhumpenghormatan mereka
- يَوْمَyawmahari
- يَلْقَوْنَهُyalqawnahumereka menemui-Nya
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- أَجْرًاajranupah
- كَرِيمًاkariimanyang mulia
Inti bacaan
Susunan (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) muncul lima kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:100, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6, dan hanya di 33:44 yang disediakan disebut (أَجْرًا كَرِيمًا, ajran kariiman), "pahala yang mulia".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (تَحِيَّتُهُمْ, tahiyyatuhum) yang berarti "penghormatan mereka". Kata benda tahiyyah berakar ح-ي-ي dan di sini bersambung dengan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Bentuk persis tahiyyatuhum muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 10:10, 14:23, dan 33:44. Di 14:23 bunyinya (تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ, tahiyyatuhum fiihaa salaamun) yang berarti "penghormatan mereka di dalamnya adalah salam", dan 10:10 memuat susunan yang sama dengan awalan wa. Kedua ayat itu menyebut tempatnya lewat (فِيهَا, fiihaa) yang berarti "di dalamnya", sedangkan 33:44 menyebut waktunya, yaitu hari pertemuan. Akar yang sama dipakai di 4:86 pada (بِتَحِيَّةٍ, bi-tahiyyatin) yang berarti "dengan suatu penghormatan", di 24:61 pada (تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, tahiyyatan min 'indi llaahi) yang berarti "penghormatan dari sisi Allah", dan di 25:75 pada (تَحِيَّةً وَسَلَامًا, tahiyyatan wa-salaaman) yang berarti "penghormatan dan salam". Terjemahan memakai "penghormatan" di semua ayat itu, dan di 33:44 tanpa tambahan "ucapan", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (يَوْمَ, yawma) yang berarti "pada hari" berakar ي-و-م dan menunjuk waktu bagi kata kerja sesudahnya. Kata kerja (يَلْقَوْنَ, yalqawna) yang berarti "mereka menemui" berakar ل-ق-ي dan berbentuk belum selesai, lalu diikuti akhiran (هُ, -hu) yang berarti "-Nya". Bentuk persis yalqawnahu muncul dua kali, yaitu di 9:77 dan 33:44. Di 9:77 bunyinya (إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ, ilaa yawmi yalqawnahu) yang berarti "sampai hari mereka menemui-Nya", dan akhiran -hu di sana jatuh sesudah (أَخْلَفُوا اللَّهَ, akhlafuu llaaha) yang berarti "mereka mengingkari kepada Allah", sehingga acuannya Allah. Di 33:44 ayat itu sendiri tidak menyebut nama, dan terjemahan membaca -hu sebagai Dia yang disebut pada (هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ, huwa lladzii yushallii 'alaykum) yang berarti "Dialah yang bersalat atas kalian" di 33:43. Pertemuan dengan Dia disebut juga di 2:223 lewat (أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ, annakum mulaaquuhu) yang berarti "bahwa kalian akan menemui-Nya", sesudah perintah bertakwa kepada Allah. Terjemahan memakai "menemui-Nya" di ketiga ayat itu.
Kata (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "salam" berakar س-ل-م dan berbentuk kata benda tak tentu. Bentuk persis salaamun muncul 23 kali di 18 surah, yaitu 6:54, 7:46, 10:10, 11:69, 13:24, 14:23, 16:32, 19:15, 19:47, 27:59, 28:55, 33:44, 36:58, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, 37:181, 39:73, 43:89, 51:25, 56:91, dan 97:5. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 37 memuatnya lima kali dan surah 19 dua kali. Di 51:25 bunyinya (قَالَ سَلَامٌ, qaala salaamun) yang berarti "dia menjawab, salam", sehingga di sana ada kata kerja berkata dan jelas siapa yang mengucapkan. Di 33:44 tidak ada kata kerja berkata, dan ayat tidak menyebut siapa yang mengucapkan salam itu. Terjemahan menaruh "Salam" dalam tanda kutip karena salaamun di sini berdiri sebagai isi penghormatan yang dikutip.
Kata kerja (وَأَعَدَّ, wa-a'adda) yang berarti "dan Dia menyediakan" berakar ع-د-د dan berbentuk lampau dengan pelaku tunggal. Susunan persis (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) yang berarti "dan Dia menyediakan bagi mereka" muncul lima kali di tiga surah, yaitu 9:100, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 33 memuatnya tiga kali. Isi penyediaannya berbeda di tiap ayat: (جَنَّاتٍ, jannaatin) yang berarti "taman-taman" di 9:100, (أَجْرًا كَرِيمًا, ajran kariiman) yang berarti "pahala yang mulia" di 33:44, (عَذَابًا مُهِينًا, 'adzaaban muhiinan) yang berarti "azab yang menghinakan" di 33:57, (سَعِيرًا, sa'iiran) yang berarti "api yang menyala-nyala" di 33:64, dan (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam" di 48:6. Terjemahan memakai "menyediakan" di kelima ayat itu.
Kata (أَجْرًا, ajran) yang berarti "pahala" berakar أ-ج-ر, dan sifat (كَرِيمًا, kariiman) yang berarti "mulia" berakar ك-ر-م. Keduanya berakhiran tanwin yang menandai benda tak tentu. Bentuk persis (أَجْرًا كَرِيمًا, ajran kariiman) hanya muncul di 33:44. Kata yang sama dengan akhiran berbeda muncul di 36:11 pada (وَأَجْرٍ كَرِيمٍ, wa-ajrin kariimin) yang berarti "dan pahala yang mulia", di 57:11 pada (وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ, wa-lahu ajrun kariimun) yang berarti "dan baginya pahala yang mulia", dan di 57:18 pada (وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ, wa-lahum ajrun kariimun) yang berarti "dan bagi mereka pahala yang mulia". Di 33:31 sifat yang sama menyifati sesuatu yang lain, yaitu (رِزْقًا كَرِيمًا, rizqan kariiman) yang berarti "rezeki yang mulia". Terjemahan memakai "mulia" di keempat ayat itu. Teks 33:44 tidak merinci wujud pahala tersebut, dan ayat ini menulis bahwa pahala itu disediakan serta bersifat mulia.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian yang dibuka di 33:41. Dua ayat pertama rangkaian itu berupa perintah kepada orang-orang beriman untuk mengingat Allah dengan ingatan yang banyak dan bertasbih kepada-Nya pada pagi dan petang, lalu 33:43 menyebut apa yang dilakukan Dia atas mereka, dan 33:44 menengok ke hari pertemuan. Urutannya bergerak dari apa yang diminta dari mereka, ke apa yang dilakukan Dia, lalu ke hari ketika kedua pihak itu bertemu.
Di dalam ayat sendiri ada dua pernyataan dengan letak waktu yang berbeda. Pertemuan dituliskan dengan kata kerja yang menandai perbuatan belum selesai dan penyediaan pahala dengan kata kerja lampau, tanpa ayat menyebut kapan salah satunya terjadi. Penghormatan mengisi hari itu, dan pahala disebut sebagai yang disediakan. Ayat ini tidak menyebut kapan hari itu tiba dan tidak merinci pahalanya.
Bila dibandingkan dengan dua ayat lain yang memuat penghormatan berupa salam, letak salam di 33:44 berbeda. Di 10:10 salam berada di antara doa mahasuci kepada Allah dan doa penutup berupa puji kepada-Nya, dan di 14:23 salam menutup gambaran taman yang sungai-sungainya mengalir. Di 33:44 salam berdampingan dengan pernyataan tentang pahala yang disediakan, sehingga penghormatan dan pahala berada dalam satu ayat. Ketiga ayat itu menaruh salam pada tempat yang berbeda: 10:10 dan 14:23 memakai kata di dalamnya, sedangkan 33:44 memakai hari pertemuan.
Kata ganti mereka di ayat ini terbaca merujuk pada orang-orang mukmin yang disebut di akhir 33:43, dan ayat ini tidak menambahkan syarat lain bagi mereka. Sesudahnya 33:45 beralih menyapa Nabi dengan tiga sebutan, sehingga 33:44 menjadi ayat terakhir dalam rangkaian yang berbicara kepada dan tentang orang-orang beriman.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian hari mereka menemui-Nya muncul di 9:77 dan 33:44 dengan akhiran yang sama, tetapi isinya berbeda. Di 9:77 hari itu menjadi titik sampainya kemunafikan yang Dia susulkan dalam hati orang-orang yang mengingkari apa yang mereka janjikan kepada Allah. Di 33:44 hari itu diisi penghormatan dan pahala yang sudah disediakan. Kedua ayat berbicara tentang kelompok yang berlainan, jadi keduanya tidak disamakan, dan tidak ada yang menjelaskan hari itu lebih jauh daripada yang tertulis. Pembaca yang membayangkan hari pertemuan sebagai satu titik dengan isi yang sama bagi semua orang dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini menaruh isi yang berlainan di dalamnya. Apa yang sedang dibawanya hari ini menuju hari yang sama itu?
- Ayat 33:43 menyapa dengan kata kalian, yaitu pada Dia yang bersalat atas kalian dan mengeluarkan kalian dari kegelapan menuju cahaya, lalu menutup dengan orang-orang mukmin dalam bentuk orang ketiga. Ayat 33:44 melanjutkan dengan kata mereka, dan hari pertemuan dengan Dia dibicarakan dari sudut itu. Teks tidak menyatakan sebab pergantian kata ganti itu, jadi pembacaan berikut adalah satu kemungkinan di antara yang lain: pembaca yang tadi berada di dalam sapaan kini melihat orang-orang yang tiba di hari itu dari tempat yang lebih jauh. Pembaca dapat bertanya apakah diri sendiri termasuk di antara mereka yang disebut itu, dan apa yang membuat pembaca merasa termasuk atau tidak.
- Penghormatan di 33:44 berisi satu kata, salam. Akar yang sama muncul di 4:86, yang menyuruh membalas penghormatan dengan yang lebih baik atau yang sepadan, dan ayat itu ditutup dengan pernyataan bahwa Allah atas segala sesuatu memperhitungkan. Ayat 4:86 berbicara tentang sesama manusia dan 33:44 tentang hari pertemuan, jadi keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan yang dapat dicoba menempatkan kata yang sama di dua tempat: di antara manusia sebagai sesuatu yang diberikan dan dibalas, dan pada hari itu sebagai isi penghormatan. Pembaca dapat memperhatikan salam yang dijawabnya hari ini, apakah dijawab seadanya atau dengan balasan yang lebih baik, dan apakah jawaban itu terasa lain bila kata yang sama menunggu di ujung perjalanan?
- Pahala di 33:44 disebut sudah disediakan oleh Dia, dan kata kerja yang sama dipakai di 33:57 untuk azab yang menghinakan bagi orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, serta di 33:64 untuk api yang menyala-nyala bagi orang-orang kafir. Dalam satu surah, tiga akhir yang berlainan disebut dengan kata kerja yang sama, dan ketiganya berbentuk lampau. Ayat-ayat itu tidak menyatakan siapa yang pada akhirnya masuk ke mana, dan masing-masing menyebut untuk siapa penyediaan itu dibuat. Pembaca yang menimbang langkahnya dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat itu menyebut penyediaan tempat tujuan, sedangkan yang masih bergerak adalah dirinya sendiri. Bila ujung jalan itu disebut disediakan oleh Dia, apa yang berubah pada langkahnya hari ini?
- Pahala di 33:44 diberi satu sifat, mulia, dan tidak diberi rincian lain. Di 57:11 pertanyaannya ialah siapa yang mau memberi pinjaman yang baik kepada Allah sehingga Dia melipatgandakannya, dan pahala yang mulia disebut di ujung pertanyaan itu. Ayat 57:11 berbicara tentang pinjaman dan 33:44 tentang hari pertemuan, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang biasa menghitung hasil sebelum bertindak dapat memperhatikan bahwa ganjaran di ayat ini disifati dan tidak diukur. Bagaimana sebuah perbuatan berubah bagi orang yang tidak dapat menghitung imbalannya di muka, padahal Allah menyebutnya sudah disediakan?
- Ayat 33:44 tidak menyebut siapa yang mengucapkan salam itu. Di 36:58 salam disebut ucapan dari Tuhan yang pengasih, dan ayat itu berbicara tentang penghuni taman, jadi ia diletakkan di samping 33:44 sebagai perbandingan dan tidak sebagai penjelasan. Bila salam di kedua ayat itu datang dari arah yang sama, penghormatan hari itu datang dari pihak yang di 33:43 disebut Sang Pengasih terhadap orang-orang mukmin. Pembaca yang mencari pengakuan dari sesamanya dapat bertanya dari arah mana ia menunggu penghormatan, dan apakah arah itu sama dengan yang diberi tempat oleh ayat ini?