يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًاyaa ayyuhaa n-nabiyyu innaa arsalnaaka syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiranwahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
  4. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  5. أَرْسَلْنَاكَarsalnaakaKami mengutusmu
  6. شَاهِدًاsyaahidansaksi
  7. وَمُبَشِّرًاwa-mubasysyirandan pembawa kabar gembira
  8. وَنَذِيرًاwa-nadziirandan pemberi peringatan

Inti bacaan

Kalimat (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا, innaa arsalnaaka syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiran) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:45 dan 48:8.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ, yaa ayyuhaa n-nabiyyu) yang berarti "wahai Nabi". Kata (النَّبِيُّ, n-nabiyyu) berakar ن-ب-أ dan memakai kata sandang al-. Susunan persis yaa ayyuhaa n-nabiyyu muncul 13 kali di enam surah, yaitu 8:64, 8:65, 8:70, 9:73, 33:1, 33:28, 33:45, 33:50, 33:59, 60:12, 65:1, 66:1, dan 66:9. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 33 memuatnya lima kali, surah 8 tiga kali, dan surah 66 dua kali. Terjemahan memakai "Wahai Nabi" di ketiga belas ayat itu, tanpa nama yang ditambahkan di depan atau di belakangnya.

Kata kerja (أَرْسَلْنَاكَ, arsalnaaka) yang berarti "Kami mengutusmu" berakar ر-س-ل, berbentuk lampau dengan pelaku Kami, dan diikuti akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu". Bentuk persis arsalnaaka muncul 13 kali di 11 surah, yaitu 2:119, 4:79, 4:80, 13:30, 17:54, 17:105, 21:107, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 42:48, dan 48:8. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 4 dan surah 17 masing-masing memuatnya dua kali. Susunan (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ, innaa arsalnaaka) yang berarti "sesungguhnya Kami mengutusmu" muncul empat kali di empat surah, yaitu 2:119, 33:45, 35:24, dan 48:8.

Tiga sebutan sesudah kata kerja itu semuanya berakhiran -an, akhiran yang menandai benda tak tentu. Kata (شَاهِدًا, syaahidan) yang berarti "saksi" berakar ش-ه-د dan muncul tiga kali, yaitu di 33:45, 48:8, dan 73:15. Di 73:15 bunyinya (رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ, rasuulan syaahidan 'alaykum) yang berarti "seorang rasul sebagai saksi atas kalian", sehingga pihak yang disaksikan tertulis. Di 33:45 dan 48:8 kata atas dan pihak itu tidak tertulis, dan terjemahan tidak mengisinya.

Kata (وَمُبَشِّرًا, wa-mubasysyiran) yang berarti "dan pembawa kabar gembira" berakar ب-ش-ر dan muncul lima kali dalam bentuk mubasysyiran, yaitu di 17:105, 25:56, 33:45, 48:8, dan 61:6. Di 61:6 kata itu memuat objek lewat bi-, sehingga diterjemahkan dengan kata kerja "memberi kabar gembira tentang", sedangkan keempat ayat lain menyebutnya sebagai kedudukan dan diterjemahkan "pembawa kabar gembira". Kata (وَنَذِيرًا, wa-nadziiran) yang berarti "dan pemberi peringatan" berakar ن-ذ-ر dan muncul delapan kali di delapan surah, yaitu 2:119, 17:105, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 41:4, dan 48:8. Terjemahan memakai "pemberi peringatan" untuk nadziir di kedelapan ayat itu.

Terjemahan menyambung ketiga sebutan dengan kata "sebagai", seperti di 17:105, 25:56, dan 48:8, karena tidak ada kata Arab yang berdiri sendiri di antara kata kerja dan sebutan-sebutan itu. Urutan ketiganya tertulis saksi, pembawa kabar gembira, lalu pemberi peringatan. Pada kedelapan ayat yang memuat wa-nadziiran tadi, kata untuk kabar gembira, baik mubasysyiran maupun (بَشِيرًا, basyiiran), mendahului kata untuk peringatan. Bentuk basyiiran muncul empat kali, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4. Urutan sebaliknya muncul di 7:188 dan 11:2 pada (نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ, nadziirun wa-basyiirun) yang berarti "pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira", dan keduanya memakai kata ganti orang pertama, yaitu aku.

Tafsiran

Ayat ini membuka bagian baru dengan sapaan yang sama dengan 33:1, 33:28, 33:50, dan 33:59, tetapi isinya berbeda dari keempat ayat itu. Di 33:1 sapaan itu disusul perintah bertakwa dan larangan menaati, di 33:28 dan 33:59 disusul perintah berbicara kepada orang lain, dan di 33:50 disusul pernyataan tentang apa yang dihalalkan. Di 33:45 sapaan itu disusul pernyataan tentang pengutusan, yaitu tentang kedudukan yang diberikan kepada yang disapa.

Kalimat di 33:45 belum selesai ketika ayatnya berhenti. Terjemahan menutupnya dengan koma, dan 33:46 melanjutkan dengan dua kedudukan lagi, penyeru dan pelita. Lima kedudukan itu terbagi di dua ayat, tiga di 33:45 dan dua di 33:46. Sesudahnya 33:47 dan 33:48 berisi dua perintah, yaitu menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin dan tidak menaati orang-orang kafir dan munafik.

Sebelum ayat ini, 33:41 sampai 33:44 berbicara kepada dan tentang orang-orang beriman, dengan kata kalian dan mereka. Di 33:45 yang disapa berganti menjadi Nabi dengan kata engkau, dan yang dibicarakan berganti dari hari pertemuan ke tugas yang diberikan kepadanya. Ayat ini tidak menyebut kepada siapa kesaksian itu diberikan dan tidak menyebut siapa penerima peringatan, sedangkan penerima kabar gembira baru tertulis di 33:47.

Renungan dan Hikmah

  • Kedudukan saksi di 33:45 disebut tanpa pihak yang disaksikan, sedangkan 73:15 menuliskan atas kalian. Di 4:79 Allah sendiri disebut sebagai saksi dalam kalimat cukuplah Allah sebagai saksi, dan ayat itu berbicara tentang pengutusan kepada manusia. Kedua ayat itu tidak disamakan, tetapi keduanya menaruh kata saksi di samping pengutusan. Dari tiga kedudukan di ayat ini, saksi disebut paling awal, sebelum ada yang disampaikan atau diperingatkan. Pembaca yang pernah berada di tempat sesuatu terjadi dapat memperhatikan urutan itu pada dirinya sendiri. Berapa banyak dari apa yang pernah pembaca lihat sudah menjadi bahan bicara sebelum selesai dilihat?
  • Kabar gembira disebut lebih dulu daripada peringatan di 33:45, dan di 2:213 Allah mengutus para nabi dengan urutan yang sama, sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Teks tidak menyatakan alasan urutan itu, jadi satu pembacaan dapat dicoba: isi yang menggembirakan diletakkan di depan isi yang mengingatkan. Pembaca yang pernah menyampaikan kabar kepada orang lain dapat menimbang urutan pada dirinya sendiri, apakah yang pahit ditaruh di depan atau di belakang, dan apa yang berbeda bagi pendengar pada kedua urutan itu. Bagaimana pembaca akan menyampaikan hal yang sama bila memakai urutan ayat ini?
  • Dua dari tiga kedudukan di 33:45, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, juga disebut untuk para rasul secara umum di 4:165, 6:48, dan 18:56. Di 35:24 tiap umat disebut pernah didatangi seorang pemberi peringatan, dan di 4:165 tujuannya dinyatakan: agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Kata saksi tidak ada di ketiga ayat umum itu. Ayat-ayat itu tidak menyamakan semua yang diutus, jadi bagian yang sama dan bagian yang berbeda dibaca terpisah. Pembaca yang menerima tugas yang sudah dijalani banyak orang sebelumnya dapat memperhatikan bahwa pendahulu tidak menghapus bagian yang harus dijalaninya sendiri. Bagian mana yang harus dijalani pembaca sendiri?
  • Di 17:54 pernyataan Kami tidak mengutusmu sebagai wakil atas mereka datang sesudah pernyataan bahwa Tuhan kalian lebih mengetahui tentang kalian, dan bahwa jika Dia menghendaki Dia merahmati kalian atau mengazab kalian. Ayat 17:54 tidak menyebut tiga kedudukan di 33:45, jadi keduanya hanya diletakkan berdampingan. Dengan perbandingan itu, saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan terbaca sebagai tugas yang berhenti sebelum urusan menentukan akhir seseorang. Pembaca yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain dapat menimbang di titik mana tugasnya selesai. Apa yang terjadi pada penyampaian bila pembaca mengira tugasnya mencakup hasilnya?
  • Tiga kedudukan di 33:45 disebut berurutan dengan kata dan dalam satu kalimat, tanpa ayat yang memisahkan tiap kedudukan ke penerimanya masing-masing. Pembaca yang dalam sebuah urusan biasa hanya menghibur atau hanya menegur dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh saksi, pemberi kabar gembira, dan pemberi peringatan pada satu pihak yang disapa. Teks tidak menyatakan bagaimana ketiganya dijalankan dalam satu hari atau satu pertemuan. Kedudukan mana yang paling jarang pembaca jalankan, dan apa yang terjadi pada orang di sekitarnya karena itu?
  • Pembaca yang membaca dirinya sebagai bagian dari orang-orang beriman menemukan dirinya di 33:41 sampai 33:44 sebagai pihak yang disapa dan dibicarakan, dan di 33:44 pahala disebut disediakan oleh Dia bagi mereka. Di 33:45 sapaan berpindah kepada Nabi, dan di 33:47 kabar gembira ditujukan kepada orang-orang mukmin. Pembacaan yang dapat dicoba menempatkan pembaca di dua tempat: di 33:44 sebagai bagian dari mereka yang disebut, dan di 33:47 sebagai penerima apa yang disampaikan. Ayat 33:45 sendiri tidak menyebut penerima. Apakah pembaca lebih mudah membayangkan diri sebagai penerima kabar daripada sebagai orang yang menimbang kabar itu?