يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًاyaa ayyuhaa n-nabiyyu innaa arsalnaaka syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiranwahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan
Terjemahan per kata (8 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاكَarsalnaakaKami mengutusmu
- شَاهِدًاsyaahidansaksi
- وَمُبَشِّرًاwa-mubasysyirandan pembawa kabar gembira
- وَنَذِيرًاwa-nadziirandan pemberi peringatan
Inti bacaan
Tiga peran yang diemban Nabi, saksi, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, menunjukkan kepemimpinan spiritual yang seimbang: mengamati kebenaran, menawarkan harapan, dan menyampaikan konsekuensi, bukan hanya satu dimensi saja.
Tafsiran
Ayat ini membuka rangkaian penegasan tugas kenabian dengan tiga peran utama: saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan, tiga fungsi yang saling melengkapi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga tugas sekaligus. Menyaksikan. Menggembirakan. Memperingatkan.
- Saksi disebut lebih dahulu. Sebelum berbicara. Melihat dulu.
- Panggilannya wahai Nabi, bukan namanya. Allah memakai kedudukan. Yang disapa jabatannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-b-a, r-s-l, sh-h-d, b-sh-r, n-dz-r): yaa ayyuha n-nabiyyu innaa arsalnaaka shaahidan wa mubashshiran wa nadhiiraa diterjemahkan 'saksi, pembawa-kabar-gembira, pemberi-peringatan' (akar sh-h-d + akar b-sh-r + akar n-dz-r, tiga peran Nabi, semuanya penyampaian, cf. 48:8). gloss '(Muhammad)' dibuang.