وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا
dan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya, serta pelita yang menerangi.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًاwa-daa'iyan ila llaahi bi-idznihi wa-siraajan muniirandan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya, serta pelita yang menerangi
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَدَاعِيًاwa-daa'iyandan penyeru
- إِلَىilakepada
- اللَّهِllaahiAllah
- بِإِذْنِهِbi-idznihidengan izin-Nya
- وَسِرَاجًاwa-siraajandan pelita
- مُنِيرًاmuniiranyang menerangi
Inti bacaan
Susunan (دَاعِيًا إِلَى اللَّهِ, daa'iyan ila llaahi) hanya muncul di 33:46, sedangkan akar د-ع-و yang disusul tujuan Allah langsung sesudah kata ilaa muncul di lima ayat, yaitu 12:108, 24:48, 24:51, 33:46, dan 41:33.
Penjelasan pilihan kata
Kata (وَدَاعِيًا, wa-daa'iyan) yang berarti "dan sebagai penyeru" berakar د-ع-و dan berbentuk pelaku yang menyeru, dalam keadaan tak tentu. Bentuk persis daa'iyan hanya muncul di 33:46. Kata yang sama dengan akhiran berbeda muncul di 46:31 dan 46:32 pada (دَاعِيَ اللَّهِ, daa'iya llaahi) yang berarti "penyeru Allah", sehingga di tiga ayat itu kata daa'i menunjuk pihak yang menyeru ke Allah. Kata kerja seakar dengan tujuan yang sama muncul di 41:33 pada (دَعَا إِلَى اللَّهِ, da'aa ilaa llaahi) yang berarti "menyeru kepada Allah", dan di 12:108 pada (أَدْعُو إِلَى اللَّهِ, ad'uu ilaa llaahi) yang berarti "aku mengajak kepada Allah". Terjemahan memakai "penyeru" untuk daa'iyan di 33:46 dan untuk daa'iya di 46:31 serta 46:32.
Kata (إِلَى اللَّهِ, ila llaahi) yang berarti "kepada Allah" menyebut tujuan seruan itu. Akar د-ع-و disusul tujuan Allah langsung sesudah kata ilaa di lima ayat, yaitu 12:108, 24:48, 24:51, 33:46, dan 41:33. Di 24:48 dan 24:51 bunyinya (إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ, ilaa llaahi wa-rasuulihi) yang berarti "kepada Allah dan Rasul-Nya", jadi tujuan seruannya dua pihak, sedangkan di 33:46 dan 41:33 tujuannya Allah saja.
Kata (بِإِذْنِهِ, bi-idznihi) yang berarti "dengan izin-Nya" berakar أ-ذ-ن dan tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan", kata benda izin, dan akhiran -hi yang berarti "-Nya". Bentuk persis bi-idznihi muncul 9 kali di 7 surah, yaitu 2:213, 2:221, 2:255, 3:152, 5:16, 11:105, 22:65, 33:46, dan 42:51. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 2 memuatnya tiga kali. Di 2:221 bunyinya (وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ, wa-llaahu yad'uu ilaa l-jannati wa-l-maghfirati bi-idznihi) yang berarti "sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya", dan di 5:16 bunyinya (وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ, wa-yukhrijuhum mina zh-zhulumaati ilaa n-nuuri bi-idznihi) yang berarti "dan mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya". Di kedua ayat itu kata kerja sebelum izin berpelaku Allah. Di 33:46 tidak ada kata kerja, dan kata izin mengikuti sebutan penyeru.
Kata (وَسِرَاجًا, wa-siraajan) yang berarti "dan pelita" berakar س-ر-ج. Bentuk persis siraajan muncul 4 kali di 4 surah, yaitu 25:61, 33:46, 71:16, dan 78:13. Di tiga ayat lain kata itu menyebut sesuatu yang ada di langit: (سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا, siraajan wa-qamaran muniiran) di 25:61, (الشَّمْسَ سِرَاجًا, sy-syamsa siraajan) yang berarti "matahari sebagai pelita" di 71:16, dan (سِرَاجًا وَهَّاجًا, siraajan wahhaajan) yang berarti "pelita yang terang-benderang" di 78:13. Di 33:46 kata yang sama menyebut kedudukan bagi yang diutus.
Kata (مُنِيرًا, muniiran) yang berarti "yang menerangi" berakar ن-و-ر dan seakar dengan (النُّورِ, n-nuuri) yang berarti "cahaya" di 33:43. Bentuk persis muniiran muncul 2 kali, yaitu di 25:61 dan 33:46. Kata muniir dengan akhiran berbeda menyifati kitab di 3:184, 22:8, 31:20, dan 35:25. Terjemahan 33:46 memakai "yang menerangi", sama dengan yang dipakai untuk kitab di 3:184, 31:20, dan 35:25.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dimulai di 33:45. Tiga kedudukan di 33:45 menyebut tugas menyampaikan, yaitu menyaksikan, membawa kabar gembira, dan memberi peringatan, sedangkan dua kedudukan di 33:46 menyebut dua hal lain: menyeru ke tujuan yang disebut, yaitu Allah, dan menjadi pelita yang menerangi. Ayat 33:46 sendiri tidak menyebut kepada siapa seruan itu ditujukan.
Kata tujuan ilaa dipakai di dua ayat yang berdekatan dalam surah ini. Di 33:43 gerak keluar dari kegelapan menuju cahaya, dan di 33:46 seruan menuju Allah, lalu kedudukan yang disebut sesudahnya pelita yang menerangi. Ayat 5:16 memuat pola yang mirip dalam satu ayat: dikeluarkan dari kegelapan menuju cahaya dengan izin-Nya. Dapat dibaca bahwa pelita di 33:46 berhubungan dengan cahaya di 33:43, tetapi ayat-ayat itu tidak menghubungkannya secara tertulis, dan kata izin-Nya di 33:46 berada sesudah seruan dan sebelum pelita, sehingga teks tidak menyatakan apakah izin itu mencakup kedudukan pelita.
Sesudah daftar lima kedudukan itu, 33:47 memerintahkan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin, dan 33:48 menutup rangkaian dengan perintah bertawakal kepada Allah. Daftar kedudukan di 33:45 dan 33:46 karena itu disusul perintah yang dapat dikerjakan, dan tidak berhenti sebagai gelar.
Renungan dan Hikmah
- Seruan di 33:46 bertujuan Allah. Di 41:33 orang yang menyeru kepada Allah disebut bersama dua hal lain dalam satu kalimat: orang itu mengerjakan kebajikan dan berkata bahwa dirinya termasuk orang-orang yang berserah diri, lalu ayat itu bertanya siapa yang lebih baik perkataannya. Ayat 41:33 tidak menyusun ketiganya sebagai urutan, dan tidak menyebut ajakan itu berhasil. Pembaca yang mengajak orang lain pada sesuatu dapat memperhatikan ke mana ajakannya diarahkan, ke Allah atau ke dirinya sendiri, dan apakah perbuatan serta pengakuan pembaca sendiri menyertai ajakan itu. Ke mana ajakan pembaca menunjuk ketika orang yang diajak menoleh kepada pengajaknya?
- Seruan di 33:46 disebut berlangsung dengan izin-Nya. Frasa yang sama di 2:255 menjadi batas bagi syafaat di sisi Allah, dan di 42:51 menjadi batas bagi wahyu yang disampaikan lewat utusan. Ketiga ayat berbicara tentang hal yang berbeda, jadi keduanya tidak disamakan, tetapi di ketiganya ada sesuatu yang dikerjakan makhluk dan izin yang menyertainya. Menurut ayat ini, seruan itu tidak berdiri dari dirinya sendiri. Pembaca yang menyeru orang lain dapat memeriksa pekerjaannya sendiri. Bagian mana dalam ajakan pembaca yang masih terasa seperti milik sendiri, padahal ayat ini menaruh izin Allah di sana?
- Di 71:16 matahari dijadikan pelita, di 25:61 Dia yang disebut berkah menjadikan pelita di langit, dan di 78:13 pelita yang terang-benderang dijadikan oleh Kami. Di 33:46 kata yang sama dipakai bagi yang diutus. Perbandingan ini tidak menyatakan kesamaan antara benda langit dan seorang utusan, tetapi menaruh kata pelita di dua tempat yang berbeda: sebagai ciptaan dan sebagai kedudukan. Pembaca yang pernah menunjukkan jalan kepada orang lain dapat memperhatikan bahwa di 33:46 pelita berada dalam kalimat yang kata kerjanya mengutus, dan tidak menjadikan seperti di tiga ayat tentang langit. Apa yang berubah pada cara membaca kata pelita ketika kata kerja yang menyertainya mengutus?
- Sifat yang menerangi dipakai untuk kitab di 3:184, 31:20, dan 35:25, dan untuk pelita di 33:46. Di 31:20 ayat itu menyebut orang yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab yang menerangi, sehingga tiga hal itu berjajar sebagai bekal. Ayat 31:20 berbicara tentang bantahan dan 33:46 tentang kedudukan, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang berdebat tentang sesuatu dapat memeriksa bekal yang dibawanya, ilmu, petunjuk, atau kitab yang menerangi. Dari ketiganya, yang manakah yang sedang pembaca pakai ketika berbicara tentang Allah?
- Seruan punya dua sisi, yang menyeru dan yang menjawab. Di 46:31 kata penyeru Allah muncul dalam perintah bagi pendengarnya, penuhilah, lalu disusul janji bahwa Dia akan mengampuni sebagian dosa dan melindungi dari azab yang pedih. Di 24:48 sebagian orang berpaling ketika diajak kepada Allah dan Rasul-Nya, dan di 24:51 orang-orang mukmin menjawab bahwa mereka mendengar dan taat. Ketiga ayat itu menyebut kelompok yang berlainan, jadi masing-masing dibaca sendiri. Pembaca dapat memperhatikan jawabannya sendiri terhadap seruan yang pernah sampai kepadanya. Jawaban macam apa yang paling sering pembaca beri, berpaling atau mendengar?
- Peringatan di 33:45 tidak menyebut tempat tujuan, sedangkan seruan di 33:46 menyebutnya: Allah. Teks tidak menyatakan bahwa peringatan dan seruan dijalankan bersamaan, tetapi keduanya disebut berurutan dalam satu kalimat. Pembaca yang pernah menerima peringatan tanpa arah dapat memperhatikan bahwa daftar kedudukan ini memuat keduanya. Satu pembacaan yang dapat dicoba menempatkan peringatan sebagai penunjuk apa yang perlu dijauhi dan seruan sebagai penunjuk ke mana orang bergerak. Bila pembaca pernah menerima peringatan tanpa seruan, apa yang terjadi pada langkahnya sesudah itu?