وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

dan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya, serta pelita yang menerangi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًاwa-daa'iyan ila llaahi bi-idznihi wa-siraajan muniirandan sebagai penyeru kepada Allah dengan izin-Nya, serta pelita yang menerangi
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar d-'-w, a-l-h, a-dz-n, s-r-j, n-w-r): wa daa'iyan ila llaahi bi-idhnihi wa siraajan muniiraa diterjemahkan 'penyeru kepada Allah dgn izin-Nya & pelita' (akar d-'-w + akar s-r-j + akar n-w-r, daa'ii ila llaah: menyeru kepada ALLAH (bukan kepada diri), 'bi-idhnih'=hanya dgn izin-Nya; siraaj muniir: pelita-penerang (fungsi menjelaskan), cf. 33:45-46 melengkapi peran-penyampai). Selaras.

Aplikasi

Peran tambahan: 'penyeru kepada Allah dengan izin-Nya' dan 'pelita yang menerangi', dakwah dipahami sebagai tindakan yang berbatas otorisasi ('dengan izin-Nya'), bukan inisiatif bebas tanpa kerangka, sekaligus berfungsi menerangi jalan orang lain.