وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا
Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًاwa-basysyiri l-mu'miniina bi-anna lahum mina llaahi fadhlan kabiirandan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah
Terjemahan per kata (8 kata)
- وَبَشِّرِwa-basysyiridan sampaikanlah kabar gembira
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- بِأَنَّbi-annakarena
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- فَضْلًاfadhlankarunia
- كَبِيرًاkabiiranyang besar
Inti bacaan
Susunan (بِأَنَّ لَهُمْ, bi-anna lahum) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:138 dan 33:47, dan hanya di 33:47 isinya (فَضْلًا كَبِيرًا, fadhlan kabiiran), "karunia yang besar".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَبَشِّرِ, wa-basysyiri) yang berarti "dan sampaikanlah kabar gembira". Kata itu kata kerja perintah untuk satu orang, berakar ب-ش-ر, dan seakar dengan (وَمُبَشِّرًا, wa-mubasysyiran) di 33:45. Susunan persis (وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ, wa-basysyiri l-mu'miniina) muncul 5 kali di 5 surah, yaitu 2:223, 9:112, 10:87, 33:47, dan 61:13. Di keempat ayat lain perintah itu berdiri tanpa isi yang disebut sesudahnya, sedangkan 33:47 menyebut isinya lewat (بِأَنَّ لَهُمْ, bi-anna lahum) yang berarti "bahwa bagi mereka". Susunan persis bi-anna lahum muncul 2 kali di 2 surah, yaitu 4:138 dan 33:47. Di 4:138 isinya azab yang pedih bagi orang-orang munafik, sehingga kata kerja basysyiri sendiri tidak menyatakan bahwa isinya menggembirakan, dan isi itu ditentukan oleh yang menyusul sesudah bi-anna. Di 2:25 dan 10:2 isi kabar dibuka dengan (أَنَّ لَهُمْ, anna lahum) tanpa awalan bi-. Terjemahan memakai "sampaikanlah kabar gembira" di 2:223, 33:47, dan 61:13.
Kata (الْمُؤْمِنِينَ, l-mu'miniina) yang berarti "orang-orang mukmin" berakar أ-م-ن dan memakai kata sandang al-. Terjemahan memakai "orang-orang mukmin" untuk bentuk ini di 2:223, 10:87, 33:47, dan 61:13, dan memakai "orang-orang yang beriman" untuk (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu) di 33:41 dan 33:49. Di 2:25 penerima kabar gembira disebut (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang beriman dan beramal saleh", sedangkan di 33:47 penerimanya disebut lewat sifat beriman saja.
Kata (فَضْلًا, fadhlan) yang berarti "karunia" berakar ف-ض-ل dan berbentuk benda tak tentu. Bentuk persis fadhlan muncul 10 kali di 9 surah, yaitu 2:198, 2:268, 5:2, 17:12, 33:47, 34:10, 44:57, 48:29, 49:8, dan 59:8. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 2 memuatnya dua kali. Di 2:198, 5:2, 17:12, 48:29, dan 59:8 karunia itu menjadi objek kata kerja mencari, misalnya (أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا, an tabtaghuu fadhlan) yang berarti "bahwa kalian mencari karunia" di 2:198, sedangkan di 33:47 karunia itu menjadi milik yang disebut lewat lahum, "bagi mereka". Dalam teks Arab, "dari Allah" berada sebelum "karunia" pada (مِنَ اللَّهِ فَضْلًا, mina llaahi fadhlan), sedangkan di 48:29, 49:8, dan 59:8 urutannya terbalik pada (فَضْلًا مِنَ اللَّهِ, fadhlan mina llaahi). Terjemahan menaruh "dari Allah" di ujung kalimat supaya terbaca lancar dalam bahasa Indonesia.
Sifat (كَبِيرًا, kabiiran) yang berarti "besar" berakar ك-ب-ر, dan bentuk persis (فَضْلًا كَبِيرًا, fadhlan kabiiran) hanya muncul di 33:47. Kata fadhl dan kabiir bergandengan juga di 35:32 dan 42:22 pada (الْفَضْلُ الْكَبِيرُ, l-fadhlu l-kabiiru) yang berarti "karunia yang besar". Di 42:22 sebutan itu menutup gambaran taman-taman dan apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka, sehingga di sana sebutan itu memuat isi yang disebut, sedangkan 33:47 tidak merinci isinya. Di 33:29 dan 33:35 pahala yang disediakan Allah disifati dengan kata lain, yaitu (أَجْرًا عَظِيمًا, ajran 'azhiiman) yang berarti "pahala yang agung" di 33:29. Terjemahan memakai "agung" untuk 'azhiim di kedua ayat itu, dan "besar" untuk kabiir di 33:47, 35:32, dan 42:22.
Tafsiran
Ayat ini adalah perintah pertama sesudah daftar lima kedudukan di 33:45 dan 33:46, dan isinya menjalankan kedudukan kedua dalam daftar itu. Kata kerja basysyiri seakar dengan mubasysyir, jadi kedudukan pembawa kabar gembira di 33:45 menjadi perbuatan di 33:47. Penerimanya, orang-orang mukmin, baru tertulis di sini, padahal di 33:45 tidak ada penerima yang disebut.
Isi kabar itu satu bagian kalimat: bagi mereka ada karunia besar dari Allah. Bagian kalimat itu menyebut pemilik, yaitu mereka, sumber, yaitu Allah, dan ukuran, yaitu besar, tetapi tidak menyebut wujud karunianya. Tiga ayat sebelumnya, 33:44, juga memuat pernyataan dengan pemilik, sumber, dan ukuran: Dia menyediakan bagi mereka pahala yang mulia. Dapat dibaca bahwa 33:47 menyebut lagi, dalam bentuk kabar yang harus disampaikan, apa yang di 33:44 disebut sudah disediakan, tetapi teks tidak menyatakan bahwa keduanya sama.
Perintah menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin muncul juga di 2:223, 10:87, dan 61:13, dan tiap kali datang sesudah hal yang berbeda. Di 2:223 perintah itu datang sesudah perintah bertakwa kepada Allah dan peringatan bahwa mereka akan menemui-Nya, di 10:87 sesudah perintah menegakkan salat, dan di 61:13 sesudah kalimat tentang pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. Di 33:47 perintah itu datang sesudah daftar kedudukan, dan 33:48 sesudahnya beralih ke larangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Urutan di surah ini bergerak dari gelar, ke kabar gembira, lalu ke larangan.
Renungan dan Hikmah
- Di 2:198, 5:2, dan 17:12 karunia dari Tuhan menjadi sesuatu yang dicari, dan di 33:47 karunia dari Allah menjadi sesuatu yang sudah menjadi milik mereka. Ayat-ayat itu berbicara dalam konteks yang berbeda, jadi tidak ada yang menggantikan yang lain, dan teks tidak menyatakan bahwa pencarian itu sia-sia atau tidak perlu. Pembaca yang mengerjakan banyak hal demi mendapat sesuatu dapat memperhatikan bahwa kata yang sama dipakai di dua kedudukan, sebagai tujuan usaha dan sebagai kabar tentang apa yang disediakan. Apa yang berbeda pada pekerjaan pembaca hari ini bila karunia itu disebut sudah ada, tanpa meniadakan pencariannya?
- Kata kerja yang sama dipakai di 4:138 untuk kabar tentang azab yang pedih dan di 33:47 untuk karunia yang besar dari Allah, dan bagian kalimat sesudah kata bahwa menentukan apakah sebuah kabar menggembirakan. Ayat 4:138 berbicara tentang orang-orang munafik dan 33:47 tentang orang-orang mukmin, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca yang pernah berkata kepada orang lain, ada kabar untukmu, dapat memperhatikan bahwa pendengar menunggu isi yang datang sesudah kata bahwa. Bila pembaca membawa kabar, apa isi bagian kalimat sesudah kata bahwa yang sedang dibawanya?
- Penerima kabar di 33:47 disebut lewat satu sifat, beriman, sedangkan 2:25 menyebut penerima kabar gembira sebagai orang yang beriman dan beramal saleh. Ayat 33:47 tidak menyatakan bahwa amal tidak diperlukan, dan 2:25 menunjukkan bahwa amal disebut di tempat lain. Pembaca yang mengukur dirinya dengan daftar perbuatan dapat memperhatikan bahwa ayat ini memanggil penerimanya dengan nama yang lebih pendek daripada daftar itu. Dari semua sebutan yang dapat dikenakan kepada pembaca, mana yang akan dipilih ayat ini untuk menyapanya, dan apakah pembaca mengenali sapaan itu?
- Dalam isi kabar di 33:47, pemilik karunia adalah mereka dan sumbernya adalah Allah, sedangkan pembawa kabar tidak disebut sebagai pemilik maupun sumber. Pembawa kabar berdiri di antara keduanya dan menyampaikan. Teks tidak menyebut apa yang harus dilakukan pembawa kabar bila kabarnya tidak disambut, dan 33:48 sesudahnya beralih ke hal lain. Pembaca yang pernah membawa kabar baik dari pihak lain dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak menaruh pembawa kabar di tempat yang memberi. Apa yang pembaca rasakan ketika kabar baik yang dibawanya ternyata milik orang lain?
- Isi kabar di 33:47 memuat satu pernyataan tentang apa yang menjadi milik mereka dari Allah, dan tidak memuat perintah bagi penerimanya. Perintah ada pada pembawa kabar, yaitu menyampaikan, dan isi kabar itu sendiri berhenti pada karunia yang besar. Pembaca yang biasa menerima pesan yang disusul tugas dapat memperhatikan bahwa kabar ini disampaikan tanpa tugas yang menempel padanya. Teks tidak menyatakan bahwa tidak ada tugas di tempat lain, dan ayat-ayat sekitarnya memuat perintah. Apa yang terjadi pada cara pembaca menerima kabar bila tugas tidak ikut datang bersamanya?
- Sebutan karunia yang besar muncul di 35:32 sesudah kalimat tentang orang yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah, dan di 33:46 kata dengan izin-Nya mendahului 33:47 yang memuat karunia besar. Ayat 35:32 berbicara tentang pewarisan Kitab dan 33:47 tentang kabar bagi orang-orang mukmin, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat mencoba satu pembacaan: perbuatan baik dan karunia dihubungkan oleh izin Allah, tidak oleh jumlah perbuatan. Kebaikan mana yang pernah pembaca kerjakan yang sebenarnya terjadi dengan izin-Nya?