وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Abaikan gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَwa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiinadan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik
  2. وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِwa-da' adzaahum wa-tawakkal 'ala llaahiabaikan gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah
  3. وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًاwa-kafaa bi-llaahi wakiilandan cukuplah Allah sebagai pelindung

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تُطِعِtuthi'iengkau menaati
  3. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  4. وَالْمُنَافِقِينَwa-l-munaafiqiinadan orang-orang munafik
  5. وَدَعْwa-da'dan tinggalkanlah
  6. أَذَاهُمْadzaahumgangguan mereka
  7. وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
  8. عَلَى'alaatas
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
  11. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  12. وَكِيلًاwakiilanpelindung

Inti bacaan

Bentuk (أَذَاهُمْ, adzaahum) hanya muncul di 33:48, sedangkan bentuk (أَذًى, adzan) muncul 7 kali di 3 surah, yaitu 2:196, 2:222, 2:262, 2:263, 3:111, 3:186, dan 4:102.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَا تُطِعِ, wa-laa tuthi'i) yang berarti "dan janganlah engkau menaati", larangan untuk satu orang yang berakar ط-و-ع. Bentuk persis tuthi'i muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 25:52, 33:1, 33:48, dan 68:8. Susunan (وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ, wa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiina) muncul 2 kali di satu surah, yaitu di 33:1 dan 33:48. Kata (وَالْمُنَافِقِينَ, wa-l-munaafiqiina) muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 9:73, 33:1, 33:48, dan 66:9. Di 9:73 dan 66:9 kata itu berpasangan dengan (الْكُفَّارَ, l-kuffaara), bentuk jamak lain, dan bukan dengan l-kaafiriina. Terjemahan memakai "menaati" untuk tuthi'i di 33:1, 33:48, dan 68:8, serta "orang-orang kafir" untuk l-kaafiriina di 33:1 dan 33:48.

Kata (وَدَعْ, wa-da') yang berarti "dan abaikan" berupa kata kerja perintah untuk satu orang, berakar و-د-ع. Dalam bentuk perintah, kata kerja ini hanya muncul di 33:48. Akar yang sama muncul di 93:3 pada (مَا وَدَّعَكَ, maa wadda'aka) yang berarti "tidak meninggalkanmu", dengan objek orang, sedangkan di 33:48 objeknya gangguan. Terjemahan memakai "abaikan" karena sesuatu yang berupa gangguan tidak ditinggali seperti tempat atau orang. Kata kerja berpaling, (فَأَعْرِضْ, fa-a'ridh), muncul di 4:63, 4:81, 6:68, 32:30, dan 53:29, dan 4:81 memuat pola tawakal yang sama dengan 33:48, tetapi objeknya orang pada (فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ, fa-a'ridh 'anhum) yang berarti "maka berpalinglah dari mereka".

Kata (أَذَاهُمْ, adzaahum) yang berarti "gangguan mereka" tersusun dari kata benda adzaa yang berarti "gangguan", berakar أ-ذ-ي, dan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Bentuk persis adzaahum hanya muncul di 33:48. Kata benda seakar dalam bentuk (أَذًى, adzan) muncul 7 kali di 3 surah, yaitu 2:196, 2:222, 2:262, 2:263, 3:111, 3:186, dan 4:102, dan bentuk (الْأَذَىٰ, l-adzaa) muncul di 2:264. Terjemahan memakai "gangguan" di 3:111, 3:186, dan 33:48. Kata kerja seakar dipakai di surah yang sama pada (يُؤْذُونَ اللَّهَ, yu'dzuuna llaaha) yang berarti "mereka menyakiti Allah" di 33:57 dan pada (يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ, yu'dzuuna l-mu'miniina) yang berarti "mereka menyakiti orang-orang mukmin" di 33:58.

Kata (وَتَوَكَّلْ, wa-tawakkal) yang berarti "dan bertawakallah" berakar و-ك-ل dan berbentuk perintah untuk satu orang. Susunan persis (وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ, wa-tawakkal 'ala llaahi) yang berarti "dan bertawakallah kepada Allah" muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 4:81, 8:61, 33:3, dan 33:48. Kata (وَكِيلًا, wakiilan) seakar dengan tawakkal dan muncul 13 kali di 5 surah, yaitu 4:81, 4:109, 4:132, 4:171, 17:2, 17:54, 17:65, 17:68, 17:86, 25:43, 33:3, 33:48, dan 73:9. Perintah bertawakal itu disusul langsung oleh (وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا, wa-kafaa bi-llaahi wakiilan) yang berarti "dan cukuplah Allah sebagai pelindung" tepat 3 kali, yaitu di 4:81, 33:3, dan 33:48, dengan perintah lebih dulu dan pernyataan cukup sesudahnya. Terjemahan memakai "pelindung" untuk wakiilan di 33:3, 33:48, dan 4:171.

Kata (وَكَفَىٰ بِاللَّهِ, wa-kafaa bi-llaahi) yang berarti "dan cukuplah Allah" berakar ك-ف-ي dan muncul 12 kali di 3 surah, yaitu 4:6, 4:45, 4:70, 4:79, 4:81, 4:132, 4:166, 4:171, 33:3, 33:39, 33:48, dan 48:28. Sebutan sesudahnya berbeda dari ayat ke ayat: wakiilan di 4:81, 4:132, 4:171, 33:3, dan 33:48, (شَهِيدًا, syahiidan) yang berarti "saksi" di 4:79, 4:166, dan 48:28, serta (حَسِيبًا, hasiiban) yang berarti "pembuat perhitungan" di 4:6 dan 33:39. Di surah 33 susunan itu muncul tiga kali, di 33:3 dengan wakiilan, di 33:39 dengan hasiiban, dan di 33:48 dengan wakiilan.

Tafsiran

Ayat ini menyusun ulang dua potongan dari pembuka surah dan menyelipkan satu perintah baru di tengahnya. Larangan menaati orang-orang kafir dan munafik di 33:1 diulang tanpa perubahan kata, dan pasangan perintah bertawakal dengan pernyataan cukuplah Allah sebagai pelindung di 33:3 diulang dengan kata yang sama. Perintah mengabaikan gangguan mereka tidak ada di pembuka surah. Ayat 33:2, yang berada di antara kedua potongan itu, tidak diulang.

Letaknya sesudah 33:47 membuat surah ini bergerak dari kabar gembira bagi orang-orang mukmin ke larangan terhadap dua pihak. Daftar kedudukan di 33:45 dan 33:46 disusul perintah menyampaikan kabar gembira di 33:47, lalu 33:48 memberi tiga perintah: tidak menaati, mengabaikan, dan bertawakal. Dua perintah pertama menyangkut apa yang tidak diikuti dan tidak dilayani, dan perintah ketiga menyangkut ke mana bersandar.

Gangguan yang disebut di sini tidak dirinci, dan kata mereka di dalamnya merujuk pada dua pihak yang baru disebut. Surah ini kembali ke tema gangguan di 33:57 dan 33:58 dengan kata kerja yang seakar, tetapi di sana pihak yang disakiti disebut dan pelakunya tidak disamakan dengan dua pihak di 33:48. Pernyataan penutup 33:48, cukuplah Allah sebagai pelindung, mengikuti perintah bertawakal yang mendahuluinya, sedangkan 33:39 memakai susunan yang sama dengan hasiiban untuk menutup kalimat tentang orang yang takut kepada Allah saja.

Renungan dan Hikmah

  • Larangan di 33:48 menyangkut menaati, dan tidak menyangkut membenci atau menjauhi. Larangan yang sama di 33:1 didahului perintah bertakwa kepada Allah, dan di 33:48 larangan itu disusul perintah bertawakal kepada Allah. Ayat ini tidak menguraikan ciri orang-orang munafik, dan cara bergaul dengan mereka tidak dirinci selain tidak menaati dan mengabaikan gangguan mereka. Pembaca yang menimbang dari siapa saja menerima arahan dapat memperhatikan perbedaan antara mendengar sebuah suara dan menaatinya. Arahan siapa yang pembaca ikuti hari ini tanpa sempat menanyakan dari mana datangnya?
  • Di 3:186 orang-orang yang diuji disebut pasti akan mendengar banyak gangguan dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum mereka dan dari orang-orang yang menyekutukan Allah, dan ayat itu menjawabnya dengan bersabar dan bertakwa. Di 33:48 gangguan dijawab dengan mengabaikan dan bertawakal kepada Allah. Kedua ayat berbicara tentang pihak yang berbeda dan memakai kata kerja yang berbeda, jadi tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kedua ayat tidak menyuruh membalas. Ke mana pembaca mengarahkan tenaga yang semula akan dipakai untuk membalas gangguan?
  • Di 3:173 orang-orang diberi tahu bahwa manusia telah berkumpul menghadapi mereka dan mereka disuruh takut, tetapi kabar itu menambah keimanan mereka, dan mereka berkata, cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik pelindung. Kata untuk Allah di sana, wakiil, seakar dengan tawakkal di 33:48. Ayat 3:173 tidak memakai kata tawakkal, jadi hubungan keduanya hanya perbandingan akar kata. Pembaca yang pernah mendengar bahwa orang-orang berkumpul menghadapinya dapat memperhatikan apa yang keluar dari mulutnya sesudah kabar itu. Kalimat apa yang paling cepat pembaca ucapkan?
  • Dari tiga perintah di 33:48, dua berupa melepas, yaitu jangan menaati dan abaikan gangguan. Perintah ketiga berupa memegang, yaitu bertawakal kepada Allah, dan ayat ditutup dengan pernyataan bahwa Allah cukup sebagai pelindung. Urutan pengerjaannya tidak dinyatakan, tetapi urutan penulisannya menaruh dua perintah melepas sebelum perintah bersandar. Pembaca yang sedang diminta melepaskan sesuatu dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut apa yang dipegang sebagai gantinya. Bila pembaca melepaskan dua hal itu hari ini, apa yang akan dipegangnya?
  • Di 33:57 orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya disebut dilaknat oleh Allah di dunia dan akhirat, dan Dia menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka. Kata kerja menyakiti di sana seakar dengan gangguan di 33:48, tetapi 33:57 tidak menyebut bahwa pelakunya sama dengan orang-orang kafir dan munafik di 33:48. Satu pembacaan yang dapat dicoba menempatkan tindakan atas orang-orang yang menyakiti di tangan Allah, sedangkan perintah kepada yang diganggu di 33:48 hanya mengabaikan dan bertawakal. Apa yang tersisa dari beban pembaca bila bagian pembalasan itu disebut milik Allah?
  • Di 33:39 orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah disebut takut kepada-Nya dan tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah, dan ayat itu ditutup dengan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. Di 33:48 penutupnya juga cukuplah Allah, tetapi sebagai pelindung. Kedua ayat berbicara dalam situasi yang berbeda, jadi tidak disamakan. Pembaca yang menyampaikan sesuatu kepada orang lain dapat memperhatikan ke arah mana rasa takutnya menghadap ketika sedang menyampaikan. Rasa takut pembaca lebih sering menghadap Allah atau menghadap orang yang sedang mendengarnya?