وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Abaikan gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَwa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiinadan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik
  2. وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِwa-da' adzaahum wa-tawakkal 'ala llaahiabaikan gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah
  3. وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًاwa-kafaa bi-llaahi wakiilandan cukuplah Allah sebagai pelindung

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تُطِعِtuthi'iengkau menaati
  3. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
  4. وَالْمُنَافِقِينَwa-l-munaafiqiinadan orang-orang munafik
  5. وَدَعْwa-da'dan tinggalkanlah
  6. أَذَاهُمْadzaahumgangguan mereka
  7. وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
  8. عَلَى'alaatas
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
  11. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  12. وَكِيلًاwakiilanpelindung

Inti bacaan

Strategi menghadapi permusuhan dan gangguan: jangan menuruti tekanan mereka, abaikan gangguannya, dan bertawakal kepada Allah, pendekatan tiga-lapis (keteguhan prinsip, ketenangan emosional, penyerahan hasil) sebagai cara menghadapi tekanan sosial tanpa terjebak reaksi berlebihan.

Penjelasan pilihan kata

'Menuruti' dikoreksi menjadi 'menaati': frasa 'wa-laa tuti'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiina' identik persis dengan 33:1, disamakan agar konsisten untuk akar kata yang sama.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian penegasan tugas kenabian dengan mengulang perintah pembuka surah: tidak tunduk pada tekanan dua arah, kali ini disertai instruksi konkret untuk mengabaikan gangguan mereka sepenuhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah melarang menaati orang kafir dan orang munafik. Dua-duanya. Yang menolak terang-terangan dan yang menolak diam-diam disebut dalam satu larangan.
  • Yang diperintahkan mengabaikan gangguan mereka. Bukan membalas. Tenaga tidak dipakai untuk yang tak mengubah apa pun.
  • Penutupnya menyebut cukuplah Dia sebagai pelindung. Kata cukup dipakai. Yang mengabaikan gangguan tidak dibiarkan tanpa jaminan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-w-', k-f-r, n-f-q, w-d-', a-dz-y, w-k-l, a-l-h, k-f-y): wa laa tuti'i l-kaafiriina wal-munaafiqiina wa da' adhaahum wa tawakkal ala llaah wa kafaa billaahi wakiilaa diterjemahkan 'jangan taati mereka; cukuplah Allah wakil' (akar t-w-' + akar w-k-l, Allah=al-wakiil (penanggung-urusan) SEJATI; menegaskan Nabi bukan wakiil (42:6), hanya penyampai; abaikan gangguan+tawakal). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang; terjemahan lain 'pelindung' diterjemahkan terjemahan ini 'wakil' (dekat-akar w-k-l).