يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian menikahi perempuan-perempuan mukmin kemudian menceraikan mereka sebelum kalian sentuh, maka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kalian hitung. Maka berilah mereka pemberian dan lepaskanlah mereka dengan pelepasan yang baik.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّyaa ayyuhaa lladziina aamanuu idzaa nakahtumu l-mu'minaati tsumma thallaqtumuuhunna min qabli an tamassuuhunnawahai orang-orang yang beriman, apabila kalian menikahi perempuan-perempuan mukmin kemudian menceraikan mereka sebelum kalian sentuh
  2. فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَاfa-maa lakum 'alayhinna min 'iddatin ta'tadduunahaamaka tidak ada masa idah atas mereka yang perlu kalian hitung
  3. فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًاfa-matti'uuhunna wa-sarrihuuhunna saraahan jamiilanmaka berilah mereka pemberian dan lepaskanlah mereka dengan pelepasan yang baik

Terjemahan per kata (23 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. إِذَاidzaaapabila
  6. نَكَحْتُمُnakahtumukalian menikahi
  7. الْمُؤْمِنَاتِl-mu'minaatiperempuan-perempuan mukmin
  8. ثُمَّtsummakemudian
  9. طَلَّقْتُمُوهُنَّthallaqtumuuhunnakalian menceraikan mereka
  10. مِنْmindari
  11. قَبْلِqablisebelum
  12. أَنْanbahwa
  13. تَمَسُّوهُنَّtamassuuhunnakalian menyentuh mereka
  14. فَمَاfa-maamaka tidak ada
  15. لَكُمْlakumbagi kalian
  16. عَلَيْهِنَّ'alayhinnaatas mereka
  17. مِنْmindari
  18. عِدَّةٍ'iddatinbilangan
  19. تَعْتَدُّونَهَاta'tadduunahaakalian hitung
  20. فَمَتِّعُوهُنَّfa-matti'uuhunnamaka berilah mereka mut'ah
  21. وَسَرِّحُوهُنَّwa-sarrihuuhunnadan lepaskanlah mereka
  22. سَرَاحًاsaraahanpelepasan
  23. جَمِيلًاjamiilanyang baik

Inti bacaan

Susunan (مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ, min qabli an tamassuuhunna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:237 dan 33:49, dan hanya di 33:49 disusul (مِنْ عِدَّةٍ, min 'iddatin).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhaa lladziina aamanuu) yang berarti "wahai orang-orang yang beriman". Di surah 33 susunan itu muncul 7 kali, yaitu di 33:9, 33:41, 33:49, 33:53, 33:56, 33:69, dan 33:70. Dua ayat sebelumnya yang bersapaan, 33:45 dan 33:46, memakai sapaan wahai Nabi, sehingga 33:49 kembali ke sapaan yang sama dengan 33:41. Terjemahan memakai "orang-orang yang beriman" untuk lladziina aamanuu di ketujuh ayat itu.

Kata (نَكَحْتُمُ, nakahtumu) yang berarti "kalian menikahi" berakar ن-ك-ح dan berbentuk lampau untuk beberapa orang yang diajak bicara. Bentuk persis nakahtumu muncul sekali, di 33:49. Kata kerja seakar dengan perempuan sebagai objek muncul, misalnya, di 2:221 pada (وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ, wa-laa tankihuu l-musyrikaati) yang berarti "dan janganlah kalian menikahi perempuan-perempuan musyrik", dan di 33:49 objeknya (الْمُؤْمِنَاتِ, l-mu'minaati) yang berarti "perempuan-perempuan mukmin". Terjemahan memakai "menikahi" di kedua ayat itu. Bentuk persis l-mu'minaati muncul 13 kali di 10 surah, yaitu 4:25, 5:5, 9:72, 24:23, 33:35, 33:49, 33:58, 33:73, 47:19, 48:5, 57:12, 71:28, dan 85:10, dan surah 33 memuatnya empat kali.

Kata (طَلَّقْتُمُوهُنَّ, thallaqtumuuhunna) yang berarti "kalian menceraikan mereka" berakar ط-ل-ق dan tersusun dari kata kerja lampau untuk beberapa orang serta akhiran (هُنَّ, -hunna) yang berarti "mereka" untuk perempuan. Bentuk persis thallaqtumuuhunna muncul 2 kali di 2 surah, yaitu 2:237 dan 33:49. Susunan (مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ, min qabli an tamassuuhunna) yang berarti "sebelum kalian sentuh mereka" juga muncul 2 kali, di 2:237 dan 33:49, dan kata tamassuuhunna muncul 3 kali di 2 surah, yaitu 2:236, 2:237, dan 33:49. Terjemahan memakai "sebelum kalian sentuh" untuk susunan itu di 2:237 dan 33:49. Akar م-س-س memakai "menyentuh" di tempat lain, misalnya pada (وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ, wa-lam yamsasnii basyarun) yang berarti "dan tidak pernah menyentuhku seorang manusia" di 3:47 dan 19:20. Ayat 33:49 tidak merinci apa yang dimaksud dengan menyentuh, dan terjemahan mengikuti kata itu tanpa tambahan.

Kata (عِدَّةٍ, 'iddatin) yang berarti "idah" berakar ع-د-د dan berbentuk benda tak tentu. Bentuk persis 'iddatin muncul sekali, di 33:49, sedangkan akar yang sama dengan akhiran berbeda muncul 6 kali di 4 surah, yaitu 2:184, 2:185, 9:36, 9:37, 33:49, dan 65:1. Di 2:184 bunyinya (فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ, fa-'iddatun min ayyaamin ukhara) yang berarti "maka sejumlah hari yang lain", dan di 9:36 bunyinya (عِدَّةَ الشُّهُورِ, 'iddata sy-syuhuuri) yang berarti "bilangan bulan", sehingga di kedua ayat itu kata 'iddah menyebut jumlah. Kata kerja yang menyertainya di 33:49 seakar dengan 'iddah, yaitu (تَعْتَدُّونَهَا, ta'tadduunahaa) yang berarti "kalian hitung", dan bentuk persis itu muncul sekali, di 33:49. Di 65:1 bunyinya memakai kata kerja hitung yang lain pada (وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ, wa-ahshuu l-'iddata) yang berarti "dan hitunglah idah itu". Terjemahan memakai kata serapan idah di 33:49 dan 65:1, dan kata kerja hitung di sampingnya menjaga makna bilangan yang ada pada akarnya.

Susunan (فَمَا لَكُمْ, fa-maa lakum) muncul 3 kali di 3 surah, yaitu 4:88, 10:35, dan 33:49. Di 4:88 susunan itu diterjemahkan "maka mengapa kalian" dan di 10:35 "maka, ada apa dengan kalian", karena keduanya disusul pertanyaan. Di 33:49 susunan itu langsung disusul (عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ, 'alayhinna min 'iddatin) yang berarti "atas mereka dari idah", sehingga terjemahan memakai "maka tidak ada masa idah atas mereka" untuk menyatakan bahwa idah itu tidak ada.

Kata kerja (فَمَتِّعُوهُنَّ, fa-matti'uuhunna) yang berarti "maka berilah mereka pemberian" berakar م-ت-ع dan berbentuk perintah untuk beberapa orang. Bentuk persis matti'uuhunna muncul 2 kali di 2 surah, yaitu 2:236 pada (وَمَتِّعُوهُنَّ, wa-matti'uuhunna) dan 33:49. Kata benda seakar muncul di 2:236 pada (مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ, mataa'an bi-l-ma'ruufi) yang berarti "sebagai pemberian dengan cara yang patut" dan di 2:241 pada (مَتَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ, mataa'un bi-l-ma'ruufi) yang berarti "pemberian dengan cara yang patut". Di 2:236 kata kerja seakar ditulis dengan kata serapan "mutah", sedangkan di 33:49 terjemahan memakai "pemberian" supaya sejalan dengan kata benda seakar di 2:236 dan 2:241. Ayat 33:49 tidak menyebut ukuran atau cara pemberian itu.

Kata kerja (وَسَرِّحُوهُنَّ, wa-sarrihuuhunna) yang berarti "dan lepaskanlah mereka" berakar س-ر-ح. Bentuk persis sarrihuuhunna muncul 2 kali di 2 surah, yaitu 2:231 pada (أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ, aw sarrihuuhunna bi-ma'ruufin) dan 33:49. Kata benda (سَرَاحًا, saraahan) yang berarti "pelepasan" diikuti sifat (جَمِيلًا, jamiilan) yang berarti "yang baik", dan susunan persis (سَرَاحًا جَمِيلًا, saraahan jamiilan) muncul 2 kali di satu surah, yaitu 33:28 dan 33:49. Di 33:28 dan 33:49 susunan itu diterjemahkan "pelepasan yang baik", mengikuti kata benda Arabnya. Sifat jamiilan muncul 4 kali di 3 surah, yaitu 33:28, 33:49, 70:5, dan 73:10. Di 70:5 bunyinya (صَبْرًا جَمِيلًا, shabran jamiilan) yang berarti "kesabaran yang baik", dan di 15:85 sifat yang sama dalam bentuk lain menyifati (الصَّفْحَ الْجَمِيلَ, sh-shafha l-jamiila) yang berarti "pemaafan yang baik". Terjemahan memakai "yang baik" untuk jamiil di semua ayat itu.

Tafsiran

Ayat ini memuat ketentuan bagi orang-orang beriman yang menikahi perempuan mukmin lalu menceraikannya sebelum menyentuhnya: idah tidak perlu dihitung, dan yang tetap ada adalah pemberian serta pelepasan yang baik. Sapaannya tidak lagi tertuju kepada Nabi seperti di 33:45 dan 33:46, dan kembali tertuju kepada orang-orang yang beriman seperti di 33:41. Sapaan kepada Nabi muncul lagi di 33:50.

Ketentuan ini berdekatan dengan 2:236 dan 2:237, yang juga membahas perceraian sebelum menyentuh. Ayat 2:236 menyebut perempuan yang belum disentuh dan belum ditentukan maharnya, lalu memerintahkan pemberian menurut kemampuan, dan 2:237 menyebut mahar yang sudah ditentukan serta menetapkan separuhnya. Ayat 33:49 tidak menyebut mahar sama sekali, dan memuat satu pernyataan yang tidak ada di kedua ayat itu, yaitu bahwa tidak ada idah yang perlu dihitung. Ayat-ayat itu tidak saling menggantikan, dan 33:49 tidak menyatakan bagaimana pemberian di dalamnya berhubungan dengan mahar.

Pasangan pemberian dan pelepasan yang baik muncul juga di 33:28, dalam ucapan orang pertama pada (فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا, fa-ta'aalayna umatti'kunna wa-usarrihkunna saraahan jamiilan) yang berarti "kemarilah, akan kuberikan kepada kalian mut'ah dan kulepaskan kalian dengan pelepasan yang baik". Di 33:28 sapaannya wahai Nabi dan kata kerjanya berbentuk ucapan orang pertama, sedangkan di 33:49 sapaannya orang-orang beriman dan kata kerjanya berbentuk perintah. Kedua ayat berbicara tentang keadaan yang berlainan, jadi tidak disamakan.

Dari sisi letak, 33:49 berada di antara 33:48 yang berbicara tentang gangguan dan tawakal, dan 33:50 yang menyapa Nabi lagi. Surah ini menaruh ketentuan perceraian di antara dua ayat itu tanpa kalimat peralihan, dan ayat ini tidak menjelaskan alasan letaknya. Ayat ini juga tidak menyebut apa yang berlaku bila perempuan itu sudah disentuh. Ayat 65:1 memuat perintah menghitung idah dalam kalimat tentang perceraian tanpa menyebut syarat belum disentuh, dan kedua ayat itu berbicara dalam konteks yang berbeda.

Renungan dan Hikmah

  • Di 33:49 satu kewajiban gugur dan satu tetap: idah tidak perlu dihitung, sedangkan pemberian dan pelepasan yang baik tetap diperintahkan. Ayat 2:237, yang membahas perceraian sebelum menyentuh juga, ditutup dengan perintah agar tidak melupakan kebaikan di antara kalian dan pernyataan bahwa Allah melihat apa yang kalian kerjakan. Kedua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berbeda, jadi tidak disamakan. Pembaca yang pernah mengakhiri sebuah hubungan dapat memperhatikan bahwa keringanan di satu sisi tidak dipakai ayat ini sebagai alasan untuk melonggarkan sisi lain. Bagian mana dari akhir sebuah hubungan yang pembaca anggap gugur karena aturan, padahal ayat ini menyebutnya tetap?
  • Kata kerja hitung di 33:49 berpelaku kalian, yaitu orang-orang yang disapa, dan di 65:1 perintah menghitung idah juga ditujukan kepada kalian, dijajarkan dengan perintah bertakwa kepada Allah, Tuhan kalian. Pekerjaan menghitung dengan demikian dapat dibaca sebagai tugas pihak yang menceraikan, dan 33:49 menyatakan bahwa tugas itu tidak ada dalam keadaan yang disebutnya. Ayat 65:1 tidak memuat syarat belum disentuh, jadi kedua ayat dibaca terpisah. Pembaca yang biasa menghitung apa yang diterima dan apa yang diberikan dalam sebuah perpisahan dapat memperhatikan siapa yang diberi tugas menghitung oleh ayat-ayat ini. Hitungan apa yang masih pembaca pegang sendiri?
  • Di 2:229 pilihan antara menahan menurut cara yang patut atau melepaskan dengan cara yang baik disusul kalimat tentang batas-batas Allah, dan di 33:49 pelepasan disebut baik tanpa penyebutan batas. Ayat 2:229 berbicara tentang talak yang disebut dua kali dan 33:49 tentang perempuan yang belum disentuh, jadi keduanya tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa kata baik di 33:49 tidak dirinci, dan kerincian itu dibiarkan kepada pelakunya. Pembaca yang pernah melepaskan sesuatu dari tangannya, entah hubungan, pekerjaan, atau tanggung jawab, dapat bertanya bagaimana ia menunjukkan bahwa pelepasan itu baik, dan siapa yang akan menilainya selain dirinya sendiri?
  • Ayat 33:49 menyebut pernikahan yang berakhir sebelum ada sentuhan, dan tetap memerintahkan pemberian serta pelepasan yang baik. Ayat itu tidak menyebut batas lama sebuah hubungan yang membuat perintah ini berlaku. Pembaca yang menganggap hubungan yang singkat tidak meninggalkan utang apa pun dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak mengukur kewajiban dari lamanya. Seberapa pendek sebuah hubungan harus berlangsung sebelum pembaca merasa tidak berutang apa pun kepada pihak lain?
  • Di 33:48 perintah bertawakal kepada Allah dan pernyataan cukuplah Allah menutup ayat, lalu 33:49 langsung berbicara tentang perpisahan dua orang, dan 33:50 kembali menyapa Nabi. Surah ini menaruh ketiganya berurutan tanpa judul pemisah. Pembaca yang menaruh urusan rumah tangga di laci yang terpisah dari urusan kepada Allah dapat memperhatikan bahwa surah ini tidak membuat laci itu. Teks tidak menyatakan alasan susunan tersebut. Apa yang berubah pada cara pembaca membagi hidupnya bila tawakal dan perpisahan ditulis dalam satu rangkaian?
  • Perempuan yang diceraikan di 33:49 tetap disebut dengan sebutan yang sama dengan sebelum perceraian, yaitu perempuan-perempuan mukmin, karena akhiran mereka pada kata menceraikan merujuk kembali kepada sebutan itu. Di 33:35 sebutan yang sama berdiri dalam daftar yang ujungnya menyatakan bahwa Allah telah menyiapkan bagi mereka ampunan dan pahala yang agung. Ayat 33:35 berbicara tentang daftar sifat dan 33:49 tentang perceraian, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa perceraian di ayat ini tidak mengganti sebutan. Bagaimana pembaca menyebut seseorang sesudah hubungan dengannya berakhir?