يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya, dan hamba sahaya yang engkau miliki dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu, dan anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu, yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi, jika Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin lainnya. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki, agar tidak ada keberatan bagimu. Dan Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّyaa ayyuhaa n-nabiyyu innaa ahlalnaa laka azwaajaka llaatii aatayta ujuurahunnawahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya
- وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَwa-maa malakat yamiinuka mimmaa afaa'a llaahu 'alaykadan hamba sahaya yang engkau miliki dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu
- وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَwa-banaati 'ammika wa-banaati 'ammaatika wa-banaati khaalika wa-banaati khaalaatika llaatii haajarna ma'akadan anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu, yang turut hijrah bersamamu
- وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَwa-mra'atan mu'minatan in wahabat nafsahaa li-n-nabiyyi in araada n-nabiyyu an yastankihahaa khaalishatan laka min duuni l-mu'miniinadan perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi, jika Nabi ingin menikahinya, sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin lainnya
- قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌqad 'alimnaa maa faradhnaa 'alayhim fii azwaajihim wa-maa malakat aymaanuhum li-kaylaa yakuuna 'alayka harajunsungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki, agar tidak ada keberatan bagimu
- وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (62 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَحْلَلْنَاahlalnaaKami halalkan
- لَكَlakabagimu
- أَزْوَاجَكَazwaajakaistri-istrimu
- اللَّاتِيllaatiiyang
- آتَيْتَaataytaEngkau berikan
- أُجُورَهُنَّujuurahunnamaskawin mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- مَلَكَتْmalakatdimiliki
- يَمِينُكَyamiinukatangan kananmu
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- أَفَاءَafaa'amenganugerahkan
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- وَبَنَاتِwa-banaatidan anak-anak perempuan
- عَمِّكَ'ammikapamanmu dari pihak bapak
- وَبَنَاتِwa-banaatidan anak-anak perempuan
- عَمَّاتِكَ'ammaatikabibi-bibimu dari pihak bapak
- وَبَنَاتِwa-banaatidan anak-anak perempuan
- خَالِكَkhaalikapamanmu dari pihak ibu
- وَبَنَاتِwa-banaatidan anak-anak perempuan
- خَالَاتِكَkhaalaatikabibi-bibimu dari pihak ibu
- اللَّاتِيllaatiiyang
- هَاجَرْنَhaajarnamereka berhijrah
- مَعَكَma'akabersamamu
- وَامْرَأَةًwa-mra'atandan seorang perempuan
- مُؤْمِنَةًmu'minatanperempuan mukmin
- إِنْinjika
- وَهَبَتْwahabatia menyerahkan
- نَفْسَهَاnafsahaadirinya
- لِلنَّبِيِّli-n-nabiyyibagi Nabi
- إِنْinjika
- أَرَادَaraadamaksudkan
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- أَنْanuntuk
- يَسْتَنْكِحَهَاyastankihahaamenikahinya
- خَالِصَةًkhaalishatankhusus
- لَكَlakabagimu
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- قَدْqadsungguh
- عَلِمْنَا'alimnaaKami mengetahui
- مَاmaaapa yang
- فَرَضْنَاfaradhnaaKami wajibkan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- فِيfiitentang
- أَزْوَاجِهِمْazwaajihimistri-istri mereka
- وَمَاwa-maadan apa yang
- مَلَكَتْmalakatdimiliki
- أَيْمَانُهُمْaymaanuhumtangan kanan mereka
- لِكَيْلَاli-kaylaaagar tidak
- يَكُونَyakuunaada
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- حَرَجٌharajunkeberatan
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- غَفُورًاghafuuranpengampun
- رَحِيمًاrahiimanpengasih
Inti bacaan
Kata (أُجُورَهُنَّ, ujuurahunna) muncul enam kali di Al-Qur'an (4:24, 4:25, 5:5, 33:50, 60:10, 65:6), dan hanya 33:50 yang memasangkannya dengan (آتَيْتَ, aatayta), pemberian dari satu orang yang diajak bicara.
Penjelasan pilihan kata
Seruan (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ, yaa ayyuhaa n-nabiyyu) yang berarti "wahai Nabi" muncul di tiga belas ayat, yaitu 8:64, 8:65, 8:70, 9:73, 33:1, 33:28, 33:45, 33:50, 33:59, 60:12, 65:1, 66:1, dan 66:9, dan lima di antaranya ada di surah ini. Sesudah seruan itu datang (إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ, innaa ahlalnaa laka) yang berarti "sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu". Kata kerja (أَحْلَلْنَا, ahlalnaa) berakar ح-ل-ل, dan bentuk persis ini hanya muncul di 33:50, dengan Kami sebagai pelaku dan engkau sebagai penerima. Kata kerja dari akar yang sama dengan Allah sebagai pelaku ada di 66:1, (مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ, maa ahalla llaahu laka) yang berarti "apa yang dihalalkan Allah bagimu". Bentuk ahalla muncul di empat ayat, yaitu 2:275, 5:87, 35:35, dan 66:1.
Istri-istri disebut dengan (أَزْوَاجَكَ, azwaajaka) yang berarti "istri-istrimu", lalu dibatasi oleh (اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ, llaatii aatayta ujuurahunna) yang berarti "yang telah engkau berikan maskawinnya". Kata (أُجُورَهُنَّ, ujuurahunna) muncul di enam ayat, yaitu 4:24, 4:25, 5:5, 33:50, 60:10, dan 65:6. Terjemahan proyek ini memberinya padanan "imbalannya" di 4:24 dan 4:25, "maskawin" di 5:5 dan 33:50, "mahar" di 60:10, dan "upah" di 65:6 bagi perempuan yang menyusui. Di 33:50 padanan "maskawin" dipilih karena pemberian itu dikaitkan dengan istri, seperti di 5:5 dan 60:10 yang mengaitkannya dengan menikahi. Besar pemberian itu tidak disebut.
Frasa (وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ, wa-maa malakat yamiinuka) yang berarti "dan apa yang dimiliki tangan kananmu" memakai susunan yamiinuka hanya di dua ayat, yaitu 33:50 dan 33:52. Kata maa malakat dengan akhiran lain muncul di dua belas ayat: 4:3, 4:24, 4:25, 4:36, 16:71, 23:6, 24:31, 30:28, 33:50, 33:52, 33:55, dan 70:30. Terjemahan memakai "hamba sahaya" untuk frasa itu di 4:3, 4:24, 4:25, 4:36, 33:50, dan 33:55, dan memakai "apa yang dimiliki tangan kanan" di 23:6, 24:31, 33:52, dan 70:30. Kata maa berarti "apa yang" dan tidak menyebut jenis kelamin atau jumlah, sehingga "hamba sahaya" di 33:50 mengikuti padanan yang dipakai juga di 33:55. Sesudahnya datang (مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ, mimmaa afaa'a llaahu 'alayka) yang berarti "dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu". Kata kerja (أَفَاءَ, afaa'a) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 33:50, 59:6, dan 59:7. Di 59:6, (مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ, maa afaa'a llaahu 'alaa rasuulihi) diterjemahkan "apa yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya", dan ayat itu sendiri menyebut kuda dan unta. Ayat 33:50 tidak memuat kata semacam itu, sehingga terjemahan di sini berhenti pada "dianugerahkan" dan tidak menambahkan "dalam peperangan".
Empat kelompok kerabat disebut satu per satu: (بَنَاتِ عَمِّكَ, banaati 'ammika) yang berarti "anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu", (بَنَاتِ عَمَّاتِكَ, banaati 'ammaatika) yang berarti "anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu", (بَنَاتِ خَالِكَ, banaati khaalika) yang berarti "anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu", dan (بَنَاتِ خَالَاتِكَ, banaati khaalaatika) yang berarti "anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu". Kata banaati berulang empat kali dalam satu ayat. Bentuk (عَمَّاتِ, 'ammaati) dan (خَالَاتِ, khaalaati) hanya muncul di dua ayat, yaitu 24:61 dan 33:50. Di 24:61 keempat sebutan kerabat itu hadir bersama sebagai pemilik rumah: (أَعْمَامِكُمْ, a'maamikum), (عَمَّاتِكُمْ, 'ammaatikum), (أَخْوَالِكُمْ, akhwaalikum), dan (خَالَاتِكُمْ, khaalaatikum). Di 33:50 paman dari kedua pihak orang tua memakai bentuk tunggal, 'ammika dan khaalika, sedangkan bibi dari kedua pihak memakai bentuk jamak, 'ammaatika dan khaalaatika, dan ayat ini tidak menjelaskan alasan perbedaan bentuk itu.
Kata penghubung (اللَّاتِي, llaatii) yang berarti "yang" dalam bentuk jamak perempuan muncul dua kali di ayat ini, pertama sesudah azwaajaka dan kedua sesudah khaalaatika: (اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ, llaatii haajarna ma'aka) yang berarti "yang turut hijrah bersamamu". Kata kerja (هَاجَرْنَ, haajarna) dengan akhiran perempuan -na hanya muncul di sini, sedangkan bentuk (هَاجَرُوا, haajaruu) untuk laki-laki muncul di sembilan ayat, yaitu 2:218, 3:195, 8:72, 8:74, 8:75, 9:20, 16:41, 16:110, dan 22:58. Karena llaatii kedua berdiri sesudah daftar empat kelompok, terjemahan menaruh "yang turut hijrah bersamamu" di ujung daftar, tetapi susunan teksnya tidak menentukan apakah hijrah itu menempel pada keempat kelompok atau pada kelompok terakhir saja.
Perempuan kelima disebut tersendiri: (وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً, wa-mra'atan mu'minatan) yang berarti "dan perempuan mukminah", dalam bentuk tunggal dan tak tentu, lalu (إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا, in wahabat nafsahaa) yang berarti "jika perempuan itu menyerahkan dirinya". Kata kerja (وَهَبَتْ, wahabat) berakar و-ه-ب dan hanya muncul di 33:50. Bentuk (وَهَبْنَا, wahabnaa) dengan Kami sebagai pelaku muncul di sembilan ayat, yaitu 6:84, 19:49, 19:50, 19:53, 21:72, 21:90, 29:27, 38:30, dan 38:43, dan terjemahan memakai "menganugerahkan" untuk semuanya. Di 33:50 pelakunya seorang perempuan dan yang diberikannya adalah dirinya, sehingga terjemahan memakai "menyerahkan". Kata (يَسْتَنْكِحَهَا, yastankihahaa) yang berarti "menikahinya" juga hanya muncul di 33:50. Kata kerja dari akar ن-ك-ح muncul tiga kali di surah ini, yaitu (نَكَحْتُمُ, nakahtumu) di 33:49, yastankihahaa di 33:50, dan (تَنْكِحُوا, tankihuu) di 33:53, dan terjemahan memakai "menikahi" di ketiganya.
Bagian pembatas berbunyi (خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ, khaalishatan laka min duuni l-mu'miniina) yang berarti "sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin lainnya". Kata (خَالِصَةً, khaalishatan) muncul di tiga ayat, yaitu 2:94, 7:32, dan 33:50. Di 2:94, (خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ, khaalishatan min duuni n-naasi) diterjemahkan "khusus untuk kalian, bukan untuk manusia lain", susunan yang sama dengan 33:50 tanpa kata laka. Sesudahnya datang (قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ, qad 'alimnaa maa faradhnaa 'alayhim) yang berarti "sungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka". Kata (قَدْ عَلِمْنَا, qad 'alimnaa) muncul di tiga ayat, yaitu 15:24, 33:50, dan 50:4, dan kata kerja (فَرَضْنَا, faradhnaa) di dua ayat, yaitu 24:1 dan 33:50. Kata ganti -hum pada 'alayhim kembali ke orang-orang mukmin yang disebut tepat sebelumnya.
Alasannya ditulis dalam (لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ, li-kaylaa yakuuna 'alayka harajun) yang berarti "agar tidak ada keberatan bagimu". Kata (حَرَجٌ, harajun) muncul di enam ayat, yaitu 7:2, 9:91, 24:61, 33:37, 33:50, dan 48:17. Di 33:37, (لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ, li-kay laa yakuuna 'ala l-mu'miniina harajun) menaruh keberatan yang sama pada orang-orang beriman, dan 33:38, (مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ, maa kaana 'ala n-nabiyyi min harajin), memuat bentuk (حَرَجٍ, harajin) pada Nabi. Akar ح-ر-ج muncul tiga kali di surah ini, yaitu 33:37, 33:38, dan 33:50, dan terjemahan memakai "keberatan" di ketiganya.
Penutup (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman) yang berarti "dan Allah pengampun lagi pengasih" muncul di sembilan ayat, yaitu 4:96, 4:100, 4:152, 25:70, 33:5, 33:50, 33:59, 33:73, dan 48:14, empat di antaranya di surah ini. Kedua sebutan itu tidak memakai kata sandang al-, sehingga terjemahan menulisnya dengan huruf kecil dan tanpa "Maha".
Tafsiran
Ayat ini berpindah dari orang-orang beriman di 33:49 ke satu orang yang disapa dengan engkau, dan sapaan itu terus berulang lewat laka, azwaajaka, yamiinuka, dan 'alayka sampai ayat berikutnya. Ayat 33:49 mengatur istri yang diceraikan sebelum disentuh, sedangkan 33:50 menyusun rincian untuk satu pihak: istri yang telah diberi maskawin, hamba sahaya, kerabat perempuan dari empat arah, dan perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya. Untuk perempuan yang terakhir ayat ini memasang dua kata jika berurutan, yaitu jika perempuan itu menyerahkan dirinya dan jika Nabi ingin menikahinya, sehingga ketetapan itu baru berjalan ketika kehendak kedua pihak bertemu.
Rincian itu dibatasi dua kali. Pembatas pertama menyatakan bahwa ketentuan ini berlaku bagimu dan bukan untuk orang-orang mukmin lainnya. Pembatas kedua menyatakan bahwa apa yang diwajibkan kepada orang-orang beriman tentang istri dan hamba sahaya mereka sudah diketahui. Dua kolom itu ditaruh berdampingan dalam satu kalimat, dan teks menyelesaikan ketegangan di antaranya dengan satu alasan, yaitu agar tidak ada keberatan bagimu. Alasan semacam itu sudah muncul di 33:37, yang menaruh keberatan pada orang-orang beriman, dan 33:38, yang menyatakan bahwa tidak ada keberatan pada Nabi tentang apa yang Allah wajibkan baginya. Ayat 33:50 menutup lingkaran itu dengan menyebut kembali keberatan pada Nabi.
Ayat ini juga menjadi pembuka bagi dua ayat sesudahnya yang masih memakai sapaan yang sama. Ayat 33:51 mengatur siapa yang ditangguhkan dan siapa yang didekatkan, dan 33:52 menutup dengan batas sesudah itu, sehingga 33:50 berperan sebagai daftar yang dibatasi oleh dua ayat sesudahnya. Pada 33:53 sapaan beralih lagi kepada orang-orang beriman. Penutup tentang ampunan dan kasih menempatkan seluruh rincian itu di bawah sebutan Allah, dan sebutan yang sama menutup 33:5, 33:59, dan 33:73.
Renungan dan Hikmah
- Rincian panjang di ayat ini ditutup dengan alasan yang ditulis di dalam ayatnya sendiri, lalu dengan sebutan Allah sebagai pengampun lagi pengasih. Pembaca yang pernah menerima aturan tanpa alasan tahu bedanya dua keadaan itu: aturan yang berhenti pada bunyinya mengajak orang menebak maksudnya, sedangkan aturan yang membawa alasannya mengajak orang memeriksa apakah alasan itu masih terpenuhi. Penutur ayat ini menyebut dirinya Kami dan menaruh alasannya di tempat yang pasti terbaca, sehingga pertanyaan yang mungkin timbul sudah dijawab sebelum diajukan. Dalam aturan yang pembaca buat atau terima di rumah dan di tempat kerja, alasan mana yang masih tinggal di kepala pembuatnya dan belum pernah ditulis?
- Ayat ini menyebut sebuah kelonggaran dan dalam kalimat yang sama menyebut bahwa kelonggaran itu bagimu dan bukan untuk orang-orang mukmin lainnya, lalu menambahkan bahwa apa yang diwajibkan kepada orang-orang beriman sudah diketahui. Kelonggaran dan kewajiban ditaruh berdampingan, dan tak satu pun dipakai untuk membatalkan yang lain. Di tengah rincian itu Allah disebut sebagai yang menganugerahkan, jadi sebagian dari apa yang dimiliki dicatat sebagai pemberian yang datang dari-Nya. Pembaca yang melihat orang lain memegang sebuah pengecualian dapat menimbang, apakah yang terlihat olehnya itu pengecualian lengkap dengan alasan dan batasnya, atau hanya hasil akhirnya?
- Untuk perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya, ayat ini memasang dua jika berurutan: jika perempuan itu menyerahkan dirinya, dan jika Nabi ingin menikahinya. Ada dua pihak, dan ketetapan itu baru berjalan ketika kedua kehendak bertemu, karena tak satu pun dari dua syarat itu cukup berdiri sendiri. Pembaca yang pernah mengajukan atau menerima sebuah tawaran dapat mengenali bahwa niat satu pihak belum menjadi kesepakatan. Perempuan itu bertindak lebih dulu dengan menyerahkan dirinya, tetapi ayat tidak menyebut hasil apa pun dari tindakan itu sebelum kehendak pihak kedua disebut. Dalam hubungan yang sedang pembaca jalani, kapan terakhir kali kehendak pihak lain ditanyakan, dan kapan hanya diandaikan?
- Ayat ini tidak memakai kata kerabat secara umum. Empat arah silsilah disebut satu per satu, dan sebutan anak perempuan diulang empat kali, seolah penyusunnya tidak mau ada yang tinggal untuk ditebak. Keluarga sering menyimpan batas yang dipahami samar-samar oleh semua orang dan tak pernah dirumuskan, dan batas semacam itu mudah bergeser ketika ada yang berkepentingan. Perincian di ayat ini bekerja berlawanan dengan kebiasaan itu: yang disebut menjadi jelas, dan yang tak disebut tidak ikut tercakup. Batas apa dalam keluarga pembaca yang selama ini hanya dipahami samar-samar dan belum pernah disebut satu per satu, dan apa yang akan tampak bila disebut?
- Surah ini menyebut keberatan tiga kali: di 33:37 pada orang-orang beriman, di 33:38 pada Nabi tentang apa yang telah diwajibkan Allah baginya, dan di 33:50 lagi pada Nabi. Tiga penyebutan itu memperlihatkan bahwa kemungkinan adanya keberatan diakui lebih dulu, lalu dijawab dengan satu alasan yang ditulis. Cara lain yang mungkin ditempuh adalah menyangkal bahwa keberatan itu ada. Di ayat ini keberatan tidak dianggap tak pantas disebut, dan penjawabnya tidak menghindarinya. Dalam hal yang ditetapkan bagi diri pembaca sendiri, apakah keberatan yang ia rasakan diakui lebih dulu sebelum dijawab, atau langsung dianggap tak ada?
- Ayat yang penuh dengan kata halal, wajib, khusus, dan keberatan ini berakhir pada kalimat tentang ampunan dan kasih, sebagaimana 33:5 berakhir pada kalimat yang sama sesudah menyebut kekhilafan. Aturan yang dibaca sebagai daftar larangan berbeda rasanya dari aturan yang dibaca dengan kalimat terakhirnya diingat, yaitu bahwa Allah disebut pengampun lagi pengasih. Pembaca yang menemukan dirinya di sisi yang menerima rincian semacam ini, atau di sisi yang menyusunnya untuk orang lain, dapat menimbang apakah kalimat penutup seperti itu pernah ikut ditulis. Apakah aturan yang disusun pembaca untuk orang-orang di sekitarnya pernah ditutup dengan sesuatu yang mengingatkan bahwa Allah pengampun lagi pengasih?