تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ ۖ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا
Engkau boleh menangguhkan siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mendekatkan kepadamu siapa yang engkau kehendaki. Dan siapa yang engkau ingini kembali dari yang telah engkau sisihkan, tidak ada dosa bagimu. Itu lebih dekat agar mata mereka tenang, dan mereka tidak bersedih, dan mereka rida dengan apa yang engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian. Dan Allah Sang Berilmu lagi Sang Penyantun.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُturjii man tasyaa'u minhunna wa-tu'wii ilayka man tasyaa'uengkau boleh menangguhkan siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mendekatkan kepadamu siapa yang engkau kehendaki
- وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَwa-mani btaghayta mimman 'azalta fa-laa junaaha 'alaykadan siapa yang engkau ingini kembali dari yang telah engkau sisihkan, tidak ada dosa bagimu
- ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّdzaalika adnaa an taqarra a'yunuhunna wa-laa yahzanna wa-yardhayna bi-maa aataytahunna kulluhunnaitu lebih dekat agar mata mereka tenang, dan mereka tidak bersedih, dan mereka rida dengan apa yang engkau berikan kepada mereka semuanya
- وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًاwa-llaahu ya'lamu maa fii quluubikum wa-kaana llaahu 'aliiman haliimandan Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, dan Allah Sang Berilmu lagi Sang Penyantun
Terjemahan per kata (35 kata)
- تُرْجِيturjiiengkau menangguhkan
- مَنْmanorang yang
- تَشَاءُtasyaa'uEngkau kehendaki
- مِنْهُنَّminhunnadari mereka
- وَتُؤْوِيwa-tu'wiidan engkau menampung
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مَنْmanorang yang
- تَشَاءُtasyaa'uEngkau kehendaki
- وَمَنِwa-manidan siapa
- ابْتَغَيْتَbtaghaytaengkau mencari
- مِمَّنْmimmandari orang yang
- عَزَلْتَ'azaltaengkau sisihkan
- فَلَاfa-laamaka tidak ada
- جُنَاحَjunaahadosa
- عَلَيْكَ'alaykaatasmu
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- أَدْنَىٰadnaalebih rendah
- أَنْanagar
- تَقَرَّtaqarratenang
- أَعْيُنُهُنَّa'yunuhunnamata mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- يَحْزَنَّyahzannamereka bersedih
- وَيَرْضَيْنَwa-yardhaynadan mereka rela
- بِمَاbi-maadengan apa yang
- آتَيْتَهُنَّaataytahunnakalian berikan kepada mereka
- كُلُّهُنَّkulluhunnasemuanya
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidalam
- قُلُوبِكُمْquluubikumhati kalian
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلِيمًا'aliimanberilmu
- حَلِيمًاhaliimanMaha Penyantun
Inti bacaan
Fleksibilitas pengaturan giliran ditutup pengingat tajam: 'Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati kalian', bahkan dalam ranah keputusan yang diizinkan secara hukum, kejujuran motif batin tetap menjadi standar penilaian yang tidak bisa disembunyikan.
Penjelasan pilihan kata
Enam tambahan kurung dihapus: '(Nabi Muhammad)', '(menggauli)' dua kali, '(para istrimu)', '(boleh pula)', '(di antara mereka)', '(tersimpan)'. 'Tu'wii ilayka' (akar Awy, menaungi/mendekatkan) diterjemahkan literal 'mendekatkan kepadamu', bukan 'menggauli': istilah eksplisit yang tidak ada dalam akar kata itu sendiri. 'Dzaalika' benar 'itu'. 'Aliiman haliiman' diterjemahkan 'Sang Berilmu lagi Sang Penyantun', bukan 'berilmu lagi penahan murka': konsisten disiplin tanpa awalan Maha.
Tafsiran
Ayat ini menetapkan fleksibilitas pengaturan giliran di antara istri-istri Nabi, dengan penekanan pada hasil akhirnya: ketenangan hati semua pihak, bukan keleluasaan tanpa tujuan.
Renungan dan Hikmah
- Keleluasaan yang diberikan Allah di ayat ini tidak dibiarkan tanpa arah; tujuannya disebut, yaitu agar hati mereka semua tenang. Kelonggaran yang tidak menyebut untuk apa ia diberikan akan dipakai untuk apa saja, dan penyebutan tujuan itulah yang membatasinya dari dalam.
- Sesudah mengatur hal yang bisa dilihat orang, Allah menutup dengan menyebut bahwa Dia mengetahui apa yang tersimpan dalam hati. Yang diizinkan secara aturan tetap diperiksa pada niatnya. Kebebasan yang sah di mata manusia tidak berarti bebas dari penilaian di tempat yang lain.
- Perkara yang diatur di sini soal siapa yang didekatkan dan siapa yang ditangguhkan, yaitu hal yang paling mudah melukai tanpa satu kata pun diucapkan. Yang tidak terlihat sebagai perbuatan tetap dicatat sebagai perbuatan, dan itulah yang membuat penutup ayat ini diperlukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. 33:51 'dalam hatimu' terjemahan lain = quluubiKUM (2MP, corpus) diterjemahkan 'dalam hati kalian'; 'bagimu' = alayKA (2MS, Nabi) diterjemahkan tetap. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).