لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُ وَلَا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا

Tidak halal bagimu perempuan-perempuan sesudah itu, dan tidak boleh menukar mereka dengan istri-istri lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu, kecuali apa yang dimiliki tangan kananmu. Dan Allah Sang Pengawas atas segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُlaa yahillu laka n-nisaa'u min ba'dutidak halal bagimu perempuan-perempuan sesudah itu
  2. وَلَا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّwa-laa an tabaddala bihinna min azwaajin wa-law a'jabaka husnuhunnadan tidak boleh menukar mereka dengan istri-istri lain, meskipun kecantikan mereka menarik hatimu
  3. إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًاillaa maa malakat yamiinuka wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in raqiibankecuali apa yang dimiliki tangan kananmu, dan Allah Sang Pengawas atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. يَحِلُّyahilluhalal
  3. لَكَlakabagimu
  4. النِّسَاءُn-nisaa'uperempuan-perempuan
  5. مِنْmindari
  6. بَعْدُba'dusetelah itu
  7. وَلَاwa-laadan tidak pula
  8. أَنْanuntuk
  9. تَبَدَّلَtabaddalaengkau menukar
  10. بِهِنَّbihinnakepada mereka
  11. مِنْmindari
  12. أَزْوَاجٍazwaajinpasangan
  13. وَلَوْwa-lawdan sekiranya
  14. أَعْجَبَكَa'jabakamengagumkanmu
  15. حُسْنُهُنَّhusnuhunnakecantikan mereka
  16. إِلَّاillaakecuali
  17. مَاmaaapa yang
  18. مَلَكَتْmalakatdimiliki
  19. يَمِينُكَyamiinukatangan kananmu
  20. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  21. اللَّهُllaahuAllah
  22. عَلَىٰ'alaaatas
  23. كُلِّkullisegala
  24. شَيْءٍsyay'insesuatu
  25. رَقِيبًاraqiibanpengawas

Inti bacaan

Kata (رَقِيبًا, raqiiban) muncul dua kali di Al-Qur'an (4:1, 33:52), dan ayat 33:52 memasangkannya dengan susunan (عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ, 'alaa kulli syay'in).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَا يَحِلُّ لَكَ, laa yahillu laka) yang berarti "tidak halal bagimu". Kata kerja (يَحِلُّ, yahillu) berakar ح-ل-ل, akar yang sama dengan (أَحْلَلْنَا, ahlalnaa) di 33:50. Di surah ini akar itu hanya ada di dua ayat, 33:50 dan 33:52, dan keduanya memuat kata laka, sehingga yang dihalalkan "bagimu" di 33:50 dibatasi oleh yang tidak halal "bagimu" di 33:52. Susunan (لَا يَحِلُّ, laa yahillu) muncul di empat ayat, yaitu 2:228, 2:229, 4:19, dan 33:52, tetapi bentuk (يَحِلُّ لَكَ, yahillu laka) hanya ada di 33:52. Subjeknya (النِّسَاءُ, n-nisaa'u) yang berarti "perempuan-perempuan" memakai kata sandang, dan ayat ini memakai kata yang berbeda, (أَزْوَاجٍ, azwaajin) yang berarti "istri-istri", untuk pihak pengganti.

Kata (مِنْ بَعْدُ, min ba'du) yang berarti "sesudah itu" muncul di lima ayat, yaitu 2:230, 8:75, 30:4, 33:52, dan 57:10. Di 2:230, (فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ, fa-laa tahillu lahu min ba'du) disusul batas yang disebut, yaitu "hingga ia menikah dengan suami lain", sedangkan di 33:52 tidak ada kata yang menyusul ba'du. Karena itu "itu" dalam "sesudah itu" ditentukan dari ayat-ayat sebelumnya.

Larangan kedua berbunyi (وَلَا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ, wa-laa an tabaddala bihinna min azwaajin) yang berarti "dan tidak boleh menukar mereka dengan istri-istri lain". Kata (تَبَدَّلَ, tabaddala) berakar ب-د-ل dan hanya muncul di 33:52 dalam bentuk ini. Untuk penggantian pasangan akar itu ada pula di 4:20, (اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ, stibdaala zawjin makaana zawjin) yang berarti "mengganti seorang istri dengan istri yang lain". Di 4:20 tidak ada kata bi, sedangkan di 33:52 ada (بِهِنَّ, bihinna) yang berarti "dengan mereka", sehingga terjemahan memakai pola "menukar mereka dengan". Kata "lain" tidak berasal dari satu kata Arab di ayat ini. Kata itu mengikuti makna menukar, sebab pihak pengganti berbeda dari pihak yang digantikan.

Syaratnya berbunyi (وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ, wa-law a'jabaka husnuhunna) yang berarti "meskipun kecantikan mereka menarik hatimu". Susunan (وَلَوْ أَعْجَبَ, wa-law a'jaba) muncul di tiga ayat, yaitu 2:221, 5:100, dan 33:52. Di 2:221, (وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ, wa-law a'jabatkum) dan (وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ, wa-law a'jabakum) diterjemahkan "meskipun ia menarik hati kalian". Di 5:100, (وَلَوْ أَعْجَبَكَ, wa-law a'jabaka) memuat kata ganti engkau yang sama dengan 33:52, tetapi di sana banyaknya hal yang buruk yang menarik hatimu. Ketiga ayat itu menyebut sesuatu yang menarik hati dan menyatakan bahwa ketetapannya tetap. Kata (حُسْنُهُنَّ, husnuhunna) hanya muncul di 33:52. Kata (حُسْنُ, husnu) ada di empat ayat, yaitu 3:14, 3:195, 13:29, dan 33:52; di 3:14 dan 13:29 kata itu bersambung dengan kata untuk tempat kembali dan di 3:195 dengan kata untuk pahala, sedangkan di 33:52 ia berakhiran -hunna untuk perempuan, sehingga terjemahan memakai "kecantikan".

Pengecualiannya adalah (إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ, illaa maa malakat yamiinuka) yang berarti "kecuali apa yang dimiliki tangan kananmu". Susunan (إِلَّا مَا مَلَكَتْ, illaa maa malakat) muncul di dua ayat, yaitu 4:24 dan 33:52, dan di 4:24 diterjemahkan "kecuali hamba sahaya perempuan yang kalian miliki". Frasa (مَلَكَتْ يَمِينُكَ, malakat yamiinuka) yang sama ada di 33:50, tempat terjemahan memakai "hamba sahaya yang engkau miliki". Di 33:52 terjemahan mempertahankan bentuk harfiahnya, "apa yang dimiliki tangan kananmu", dan kata maa tidak menyebut jenis kelamin atau jumlah, sehingga ayat ini sendiri tidak merinci siapa yang dimaksud.

Penutupnya (وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا, wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in raqiiban) yang berarti "dan Allah Sang Pengawas atas segala sesuatu" memuat kata (رَقِيبًا, raqiiban) yang muncul di dua ayat, yaitu 4:1 dan 33:52. Kata benda raqiib dari akar ر-ق-ب muncul di lima ayat, yaitu 4:1, 5:117, 11:93, 33:52, dan 50:18. Susunan (كَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ, kaana llaahu 'alaa kulli syay'in) ada di lima ayat, yaitu 4:85, 18:45, 33:27, 33:52, dan 48:21. Di 33:27 sifat yang menyusulnya adalah (قَدِيرًا, qadiiran), sedangkan di 33:52 adalah raqiiban.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 33:50 sampai 33:52 yang semuanya disapa dengan engkau. Ayat 33:50 menyusun daftar yang dihalalkan, 33:51 mengatur giliran di antara mereka, dan 33:52 menetapkan batas. Batas itu terdiri dari dua larangan dan satu pengecualian: perempuan-perempuan tidak halal bagimu sesudah itu, mereka tidak boleh ditukar dengan istri-istri lain, kecuali apa yang dimiliki tangan kananmu. Karena 33:50 membuka dengan menghalalkan bagimu dan 33:52 menutup dengan tidak halal bagimu, kedua ayat itu membingkai satu rangkaian dari dua ujung.

Ayat ini menyebut perasaan secara terang. Syarat meskipun kecantikan mereka menarik hatimu mengakui bahwa ketertarikan itu ada, lalu menetapkan bahwa ketertarikan itu tidak mengubah larangan. Ayat 5:100 memakai pola yang sama dalam konteks yang berbeda, yaitu tentang yang baik dan yang buruk, dan 2:221 memakainya tentang perempuan dan laki-laki yang menarik hati; ketiganya memisahkan apa yang menarik dari apa yang ditetapkan, tetapi pokok bahasannya masing-masing tidak sama.

Pengecualian di ujung kalimat ditaruh sesudah dua larangan, jadi larangan dibaca lebih dulu dan pengecualian menyusul sebagai sisa dari daftar yang sudah tertutup.

Penutupnya menaruh seluruh ketetapan itu di bawah pengawasan Allah atas segala sesuatu. Dalam surah ini tiga ayat yang berdekatan menutup dengan susunan serupa, 33:52 dengan Sang Pengawas, 33:54 dengan berilmu akan segala sesuatu, dan 33:55 dengan Sang Menyaksikan atas segala sesuatu. Ketiganya berada dalam bagian surah yang mengatur rumah dan keluarga, dan masing-masing menyebut sifat Allah yang berbeda terhadap hal yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut ketertarikan dengan terang: meskipun kecantikan mereka menarik hatimu. Kalimat itu tidak menyuruh perasaan itu padam dan tidak menuduhnya berdosa, tetapi menaruhnya di samping larangan yang tidak ikut bergeser. Banyak keputusan manusia goyah karena perasaan yang kuat ditafsirkan sebagai tanda bahwa aturannya perlu ditinjau ulang. Di ayat ini perasaan itu tercatat sebagai sesuatu yang sungguh ada dan sama sekali tidak dijadikan alasan untuk membuka kembali batas, lalu seluruh ayat ditutup dengan sebutan Allah sebagai pengawas. Pembaca dapat bertanya, perasaan tertarik apa yang selama ini diperlakukan sebagai alasan untuk menggeser batas yang sudah ditetapkannya sendiri, dan apa yang tampak bila perasaan itu hanya dicatat tanpa diberi kuasa menentukan?
  • Ayat yang mengatur urusan paling pribadi di rumah tangga ditutup dengan menyebut Allah sebagai pengawas atas segala sesuatu. Hal-hal semacam ketertarikan, pilihan, dan keinginan menukar biasanya terjadi di tempat yang tidak dilihat orang lain, dan penutup itu menaruh pengawasan tepat di tempat tersebut. Pembaca yang menjaga batas dirinya ketika ada orang melihat dan melonggarkannya ketika tidak ada dapat mengamati apa yang berubah ketika sebuah ayat menyatakan bahwa pengawasan tidak bergantung pada ada atau tidaknya penonton. Batas apa yang pembaca patuhi di depan orang, dan apakah batas itu sama kokohnya ketika Allah, Sang Pengawas, saja yang hadir?
  • Urutan tiga ayat ini memberi pelajaran tentang letak sebuah batas: 33:50 memuat daftar panjang yang dihalalkan, 33:51 memuat keleluasaan mengatur giliran, dan baru 33:52 menyatakan tidak halal sesudah itu. Keleluasaan dan batas ditulis berurutan oleh penyusun yang sama, dengan sapaan yang sama, sehingga batas itu terbaca sebagai bagian dari keseluruhan yang sama, yang di 33:54 masih berada di bawah sebutan Allah sebagai yang berilmu. Pembaca yang memiliki wewenang dan menikmati kelonggaran dapat menimbang apakah pembaca pernah menetapkan sendiri titik akhir bagi kelonggaran itu atau menunggu orang lain yang menetapkannya. Kapan terakhir kali pembaca menutup sebuah keleluasaan atas kemauannya sendiri, sebelum ada yang memintanya?
  • Sesudah dua larangan, ayat ini menyebut satu pengecualian dengan terang dan tidak membiarkannya tersirat. Daftar larangan yang jujur menyebut apa yang dikecualikan dari daftarnya sendiri, sehingga pembaca tidak perlu menebak di mana larangan itu berhenti. Aturan yang tidak menyebut pengecualiannya sering ditafsirkan melebar atau menyempit menurut kepentingan penafsirnya. Di ayat ini kedua kemungkinan itu ditutup oleh susunan kalimatnya sendiri, dan pengawasan Allah disebut tepat di belakangnya. Dalam aturan yang pembaca pegang atau terima, pengecualian mana yang selama ini dipahami bersama tanpa pernah ditulis di bawah larangannya?
  • Ayat ini melarang menukar mereka dengan istri-istri lain, bahkan ketika kecantikan yang lain itu menarik hati. Kecenderungan mengganti sesuatu yang sudah ada dengan sesuatu yang tampak lebih menarik berlaku di banyak tempat, di rumah, di pekerjaan, dan di persahabatan. Ayat ini menyentuh kecenderungan itu pada satu urusan yang dituliskan, dan menyebut daya tarik pengganti itu tanpa membantahnya. Ayat ini menahan penukaran itu, dan daya tarik yang lain disebut sebagai sesuatu yang nyata tetapi tidak menentukan. Pembaca dapat bertanya, apa yang selama ini hendak diganti karena yang baru tampak lebih menarik, dan bagaimana yang lama akan terlihat jika dilihat tanpa pembanding?
  • Tiga ayat yang berdekatan di surah ini menutup dengan menyebut segala sesuatu: Allah Sang Pengawas di 33:52, Allah berilmu di 33:54, dan Allah Sang Menyaksikan di 33:55. Dalam bagian surah yang sama, tiga sifat disebut berturut-turut, yaitu mengawasi, mengetahui, dan menyaksikan, dan masing-masing menambahkan sudut pandang yang tidak sama dengan yang lain. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ketiga penutup itu menyebut sifat Allah terhadap hal yang sama dan tidak menambah satu aturan pun. Ketika pembaca membayangkan urusan paling pribadi di rumahnya, sifat mana di antara ketiganya yang paling sulit diingat, dan mengapa?