إِنْ تُبْدُوا شَيْئًا أَوْ تُخْفُوهُ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Jika kalian menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, sesungguhnya Allah berilmu akan segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنْ تُبْدُوا شَيْئًا أَوْ تُخْفُوهُin tubduu syay'an aw tukhfuuhujika kalian menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya
- فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًاfa-inna llaaha kaana bi-kulli syay'in 'aliimansesungguhnya Allah berilmu akan segala sesuatu
Terjemahan per kata (11 kata)
- إِنْinjika
- تُبْدُواtubduukalian tampakkan
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- أَوْawatau
- تُخْفُوهُtukhfuuhukalian sembunyikan
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- بِكُلِّbi-kullipada segala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- عَلِيمًا'aliimanberilmu
Inti bacaan
Susunan (أَوْ تُخْفُوهُ, aw tukhfuuhu) muncul tiga kali di Al-Qur'an (2:284, 4:149, 33:54), dan hanya 33:54 yang menamai objeknya dengan (شَيْئًا, syay'an).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan syarat (إِنْ تُبْدُوا شَيْئًا, in tubduu syay'an) yang berarti "jika kalian menyatakan sesuatu". Susunan (إِنْ تُبْدُوا, in tubduu) muncul di empat ayat, yaitu 2:271, 2:284, 4:149, dan 33:54. Kata kerja (تُبْدُوا, tubduu) berakar ب-د-و, dan terjemahan memakai "menyatakan" di 2:284 dan 33:54, sedangkan "menampakkan" dipakai di 2:271, 4:149, dan di 3:29 untuk (تُبْدُوهُ, tubduuhu), bentuk berakhiran -hu yang hanya ada di ayat itu. Keempat ayat sejenis menyebut benda yang dinyatakan: (الصَّدَقَاتِ, sh-shadaqaati) di 2:271, (مَا فِي أَنْفُسِكُمْ, maa fii anfusikum) di 2:284, (خَيْرًا, khayran) di 4:149, dan (مَا فِي صُدُورِكُمْ, maa fii shuduurikum) di 3:29. Di 33:54 bendanya berupa (شَيْئًا, syay'an) saja, yang berarti "sesuatu", dalam bentuk tak tentu.
Pasangannya adalah (أَوْ تُخْفُوهُ, aw tukhfuuhu) yang berarti "atau menyembunyikannya". Susunan itu muncul di tiga ayat, yaitu 2:284, 4:149, dan 33:54. Kata kerja (تُخْفُوهُ, tukhfuuhu) berakar خ-ف-ي, dan akhiran -hu kembali ke syay'an. Di 2:284 kelanjutannya (يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ, yuhaasibkum bihi llaahu) yang berarti "Allah memperhitungkannya bagi kalian", di 4:149 kelanjutannya (عَفُوًّا قَدِيرًا, 'afuwwan qadiiran) yang berarti "pemaaf lagi berkuasa", dan di 3:29, tempat urutannya terbalik, kelanjutannya (يَعْلَمْهُ, ya'lamhu) yang berarti "mengetahuinya". Jawaban di 33:54 adalah (فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ, fa-inna llaaha kaana) yang berarti "sesungguhnya Allah", dan susunan ini muncul di tujuh ayat, yaitu 4:127, 4:128, 4:129, 4:135, 4:149, 33:54, dan 35:45. Di 4:149 dan 33:54 susunan itu menjawab syarat yang memuat tubduu dan tukhfuuhu.
Sifat yang disebut sebagai jawaban adalah (عَلِيمًا, 'aliiman) yang berarti "berilmu", dan sifat itu berobjek lewat (بِكُلِّ شَيْءٍ, bi-kulli syay'in) yang berarti "akan segala sesuatu". Frasa (بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا, bi-kulli syay'in 'aliiman) muncul di empat ayat, yaitu 4:32, 33:40, 33:54, dan 48:26, dan terjemahan memakai "berilmu akan segala sesuatu" di keempatnya. Kata (عَلِيمًا, 'aliiman) tidak memakai kata sandang, sehingga terjemahan menulisnya dengan huruf kecil dan tanpa "Maha". Kata (كَانَ, kaana) tidak ditulis sebagai kata tersendiri dalam terjemahan, sama dengan 4:32 dan 33:40.
Ayat ini memuat dua bentuk dari satu kata. Kata (شَيْئًا, syay'an) di awal berarti "sesuatu" dan menyempit pada apa yang kalian nyatakan atau sembunyikan, sedangkan (شَيْءٍ, syay'in) di akhir, dalam (كُلِّ شَيْءٍ, kulli syay'in), berarti "segala sesuatu" dan mencakup semuanya. Bentuk (شَيْئًا, syay'an) muncul di tujuh puluh enam ayat, antara lain 2:48, 2:123, 4:36, dan 5:17, dan terjemahan memakai "sesuatu" atau "sedikit pun" menurut kalimatnya. Frasa bi-kulli syay'in muncul di dua puluh lima ayat, antara lain 2:29, 24:35, 33:40, dan 33:54. Di 33:54 kedua bentuk itu ada dalam satu ayat yang hanya terdiri dari sebelas kata Arab.
Sapaan yang dipakai adalah jamak, "kalian", dari kata kerja tubduu dan tukhfuuhu yang berakhiran jamak, sehingga syarat itu tertuju kepada semua orang yang disapa oleh 33:53 dan tidak kepada satu orang.
Tafsiran
Ayat ini menutup 33:53 dengan satu kalimat bersyarat yang jangkauannya lebih luas daripada rincian di atasnya. Ayat 33:53 mengatur hal yang tampak, yaitu izin masuk, waktu makan, dan permintaan dari belakang tabir, tetapi juga menyebut rasa malu dan hati dua pihak yang tidak tampak. Ayat 33:54 mengumpulkan kedua sisi itu dalam satu kata kerja berpasangan, menyatakan atau menyembunyikan, dan memberi satu jawaban untuk keduanya. Kedua pilihan itu tidak membuahkan dua akibat yang berbeda, karena ayat langsung menutup dengan Allah yang berilmu akan segala sesuatu.
Syarat yang sama ditulis di tiga ayat lain dengan kelanjutan yang berbeda. Di 2:284 kelanjutannya adalah perhitungan, di 3:29 pengetahuan, dan di 4:149 pemaafan dan kuasa. Ayat 33:54 memilih pengetahuan saja, sama dengan 3:29, dan tidak menyebut perhitungan atau ampunan sesudahnya. Dengan begitu isi ayat ini berhenti pada fakta tentang siapa yang mengetahui, dan apa yang menyusul pengetahuan itu tidak ditulis di sini. Benda yang dinyatakan atau disembunyikan pun tidak disebut, tidak seperti sedekah di 2:271 atau kebaikan di 4:149, sehingga cakupannya terbuka.
Letaknya dalam rangkaian jelas. Ayat 33:52 menutup dengan Allah sebagai pengawas atas segala sesuatu, 33:54 menutup dengan berilmu akan segala sesuatu, dan 33:55 menyusul dengan menyaksikan atas segala sesuatu. Di antara dua penutup yang menyebut segala sesuatu, 33:53 menyela dengan aturan yang rinci, lalu 33:54 mengembalikan pembicaraan ke tema yang sama dengan nada yang lebih ringkas.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut dua cara mengelola sesuatu di hadapan orang lain, menyatakannya atau menyembunyikannya, lalu memberi satu jawaban untuk keduanya: Allah berilmu akan segala sesuatu. Orang yang memutuskan apa yang diucapkan dan apa yang disimpan dapat menganggap kedua pilihan itu menghasilkan dua keadaan yang berbeda. Ayat ini menaruh keduanya di bawah satu pengetahuan, sehingga pilihan itu berpengaruh pada apa yang dilihat orang lain tetapi tidak pada apa yang diketahui oleh Allah. Pembaca dapat menimbang, bagian mana dari hidupnya yang selama ini dikelola dengan memilih antara menyatakan dan menyembunyikan, dan apa yang tampak bila pilihan itu dilepaskan dari pertanyaan siapa yang menonton?
- Ayat-ayat serupa menyebut benda yang dinyatakan atau disembunyikan, seperti sedekah, kebaikan, atau apa yang ada dalam dada. Ayat ini hanya memakai kata sesuatu, dan karena tidak ada nama yang membatasinya, cakupannya mencapai hal-hal yang tidak pernah dianggap cukup penting untuk dinamai. Pembaca dapat membagi isi dirinya ke dalam yang penting dan yang remeh, lalu merasa tenang karena yang remeh dianggap tidak dihitung. Kata sesuatu menolak pembagian itu tanpa menyebutnya secara langsung, sebab cakupannya meliputi tiap bagian dan disusul dengan pernyataan bahwa Allah berilmu akan segala sesuatu. Hal remeh apa yang selama ini pembaca simpan dengan anggapan tidak akan pernah dihitung, dan seberapa remeh ia tampak bila dilihat sebagai sesuatu yang diketahui?
- Di ayat yang sama, 2:284 menyambungkan syarat ini dengan perhitungan dan 4:149 dengan pemaafan, sedangkan 33:54 berhenti pada pengetahuan. Akibat bagi orang yang diketahui tidak ditulis di ayat ini, dan celah itu terbuka untuk diisi oleh ayat-ayat lain. Pembaca yang membaca sebuah pernyataan tentang pengetahuan dapat segera mengisi sendiri akibatnya, sebagai ancaman atau sebagai penghiburan, sesuai keadaan hatinya hari itu. Ayat ini menahan pembaca di titik sebelum akibat disebut. Bila pembaca berhenti di titik itu, tanpa menambahkan ancaman atau penghiburan buatan sendiri, apa yang tersisa dari kalimat bahwa Allah berilmu akan segala sesuatu, dan apa yang pembaca rasakan di dalamnya?
- Ayat 33:53 mengatur hal yang dapat dilihat, yaitu siapa masuk, kapan keluar, dan dari mana permintaan disampaikan, sedangkan 33:54 menyusul dengan kalimat yang menjangkau apa yang tidak dapat dilihat. Susunan itu memperlihatkan bahwa aturan yang dipatuhi dengan rapi belum menjawab seluruh pertanyaan tentang orang yang mematuhinya. Seseorang bisa menjaga tata cara dengan sempurna sambil menyimpan perasaan yang berlawanan, dan ayat ini menyebut kedua kemungkinan itu dalam satu kalimat yang berhenti pada Allah. Aturan mana yang sedang pembaca patuhi dengan rapi, dan apa yang tersimpan di dalamnya yang tidak tampak dari luar?
- Sapaan di ayat ini berbentuk jamak, sehingga syarat menyatakan atau menyembunyikan berlaku bagi tiap orang dalam kelompok yang disapa. Dalam sebuah rumah atau tempat kerja, masing-masing orang dapat memiliki sesuatu yang dinyatakan dan sesuatu yang disembunyikan, dan tak seorang pun tahu seberapa banyak yang disembunyikan orang lain. Ayat ini menyatakan bahwa pengetahuan Allah menjangkau semua isi itu sekaligus, termasuk bagian yang tidak diketahui oleh orang di sebelahnya. Pembaca dapat bertanya, siapa di sekitarnya yang menyimpan sesuatu yang tak pernah dinyatakan, dan apa yang selama ini tampak di luar dari orang itu mungkin sebagian kecil dari yang ada di dalam?
- Pengetahuan akan segala sesuatu mencakup apa yang disembunyikan dan apa yang dinyatakan, sehingga bagi Allah tidak ada bagian yang perlu dijelaskan lebih dulu agar diketahui. Pembaca yang lelah menjelaskan niatnya kepada orang lain, dan yang sering gagal membuat dirinya dipahami, dapat melihat bahwa ayat ini menyebut satu pihak yang tidak memerlukan penjelasan itu. Ayat tidak menyuruh berhenti berbicara kepada orang lain, tetapi menyebut bahwa ada pengetahuan yang sudah lengkap sebelum pembaca berkata apa pun. Kalau pembaca membayangkan satu kali saja tidak perlu menjelaskan diri kepada siapa pun, apa yang akan ia katakan kepada Allah yang sudah mengetahuinya?