لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلَا أَبْنَائِهِنَّ وَلَا إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلَا نِسَائِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ ۗ وَاتَّقِينَ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا
Tidak ada dosa atas mereka mengenai bapak-bapak mereka, anak-anak lelaki mereka, saudara-saudara lelaki mereka, anak-anak lelaki saudara lelaki mereka, anak-anak lelaki saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka, dan hamba sahaya yang mereka miliki. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Sang Menyaksikan atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلَا أَبْنَائِهِنَّ وَلَا إِخْوَانِهِنَّlaa junaaha 'alayhinna fii aabaa'ihinna wa-laa abnaa'ihinna wa-laa ikhwaanihinnatidak ada dosa atas mereka mengenai bapak-bapak mereka, anak-anak lelaki mereka, saudara-saudara lelaki mereka
- وَلَا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلَا نِسَائِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّwa-laa abnaa'i ikhwaanihinna wa-laa abnaa'i akhawaatihinna wa-laa nisaa'ihinna wa-laa maa malakat aymaanuhunnaanak-anak lelaki saudara lelaki mereka, anak-anak lelaki saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan mereka, dan hamba sahaya yang mereka miliki
- وَاتَّقِينَ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًاwa-ttaqiina llaaha inna llaaha kaana 'alaa kulli syay'in syahiidandan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Sang Menyaksikan atas segala sesuatu
Terjemahan per kata (30 kata)
- لَاlaatidak
- جُنَاحَjunaahadosa
- عَلَيْهِنَّ'alayhinnaatas mereka
- فِيfiimengenai
- آبَائِهِنَّaabaa'ihinnabapak-bapak mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- أَبْنَائِهِنَّabnaa'ihinnaanak-anak mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- إِخْوَانِهِنَّikhwaanihinnasaudara-saudara mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- أَبْنَاءِabnaa'ianak-anak
- إِخْوَانِهِنَّikhwaanihinnasaudara-saudara mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- أَبْنَاءِabnaa'ianak-anak
- أَخَوَاتِهِنَّakhawaatihinnasaudara-saudara perempuan mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نِسَائِهِنَّnisaa'ihinnaperempuan-perempuan mereka
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- مَاmaaapa yang
- مَلَكَتْmalakatdimiliki
- أَيْمَانُهُنَّaymaanuhunnatangan kanan mereka
- وَاتَّقِينَwa-ttaqiinadan bertakwalah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- كَانَkaanaadalah
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
Inti bacaan
Susunan (أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ, abnaa'i ikhwaanihinna) muncul satu kali di Al-Qur'an (33:55), sedangkan 24:31 memakai (بَنِي إِخْوَانِهِنَّ, banii ikhwaanihinna) untuk pihak yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ, laa junaaha 'alayhinna) yang berarti "tidak ada dosa atas mereka". Kata (جُنَاحَ, junaaha) muncul di lima belas ayat, yaitu 2:158, 2:229, 2:230, 2:233, 2:234, 2:235, 2:236, 2:240, 4:23, 4:24, 4:102, 4:128, 33:51, 33:55, dan 60:10, dan kata ganti (هُنَّ, -hunna) pada 'alayhinna menunjuk jamak perempuan. Frasa (لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ, laa junaaha 'alayhinna) hanya ada di 33:55. Ayat ini tidak menyebut perkara apa yang tidak berdosa bagi mereka. Dua jalur bacaan tersedia dari ayat lain, yaitu 33:53 yang menyebut permintaan kepada mereka dari belakang tabir dan 24:31 yang memuat daftar serupa, tetapi teks 33:55 sendiri tidak menyatakan keduanya.
Tujuh pihak disebut dengan kata (وَلَا, wa-laa) yang berulang enam kali: (آبَائِهِنَّ, aabaa'ihinna) yang berarti "bapak-bapak mereka", (أَبْنَائِهِنَّ, abnaa'ihinna) yang berarti "anak-anak lelaki mereka", (إِخْوَانِهِنَّ, ikhwaanihinna) yang berarti "saudara-saudara lelaki mereka", (أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ, abnaa'i ikhwaanihinna) yang berarti "anak-anak lelaki saudara lelaki mereka", (أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ, abnaa'i akhawaatihinna) yang berarti "anak-anak lelaki saudara perempuan mereka", (نِسَائِهِنَّ, nisaa'ihinna) yang berarti "perempuan-perempuan mereka", dan (مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ, maa malakat aymaanuhunna) yang berarti "hamba sahaya yang mereka miliki". Lima dari tujuh sebutan itu sama persis dengan yang ada di 24:31, yaitu aabaa'ihinna, abnaa'ihinna, ikhwaanihinna, nisaa'ihinna, dan maa malakat aymaanuhunna. Dua sisanya memakai kata yang sama untuk saudara, tetapi kata lain untuk anak: 24:31 menyebut (بَنِي إِخْوَانِهِنَّ, banii ikhwaanihinna) dan (بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ, banii akhawaatihinna), sedangkan 33:55 memakai abnaa'i. Ayat 24:31 juga menambahkan sebutan lain yang tidak ada di 33:55. Terjemahan memakai "hamba sahaya yang mereka miliki" untuk maa malakat aymaanuhunna di 33:55, sama dengan 33:50, sedangkan 24:31 menerjemahkannya "apa yang dimiliki tangan kanan mereka".
Kata (نِسَائِهِنَّ, nisaa'ihinna) berarti "perempuan-perempuan mereka" dan tersusun dari nisaa' dan akhiran (هِنَّ, -hinna). Kata nisaa' juga ada di 33:52 sebagai (النِّسَاءُ, n-nisaa'u), sehingga dua ayat dalam rangkaian ini memakai kata yang sama untuk perempuan. Kata (أَبْنَاءِ, abnaa'i) hanya muncul di dua ayat, yaitu 24:31 dan 33:55. Bentuk (أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ, abnaa'i akhawaatihinna) dan (أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ, abnaa'i ikhwaanihinna) hanya ada di 33:55.
Sesudah daftar datang (وَاتَّقِينَ اللَّهَ, wa-ttaqiina llaaha) yang berarti "dan bertakwalah kalian kepada Allah". Kata kerja (وَاتَّقِينَ, wa-ttaqiina) berakar و-ق-ي dan hanya muncul di 33:55, dalam bentuk perintah untuk jamak perempuan. Bentuk lain untuk jamak perempuan dari akar itu hanya (اتَّقَيْتُنَّ, ttaqaytunna) di 33:32, yang berarti "kalian bertakwa". Terjemahan memakai "kalian" untuk keduanya, sehingga bentuk perempuannya tidak tampak dalam bahasa Indonesia. Di dalam ayat ini kata ganti berpindah dari -hunna, "mereka" yang dibicarakan, ke -na pada wa-ttaqiina, "kalian" yang disapa.
Penutupnya (إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا, inna llaaha kaana 'alaa kulli syay'in syahiidan) yang berarti "sesungguhnya Allah Sang Menyaksikan atas segala sesuatu" memuat (شَهِيدًا, syahiidan) yang muncul di sembilan belas ayat, yaitu 2:143, 4:33, 4:41, 4:72, 4:79, 4:159, 4:166, 5:117, 10:29, 13:43, 16:84, 16:89, 17:96, 22:78, 28:75, 29:52, 33:55, 46:8, dan 48:28. Susunan (عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا, 'alaa kulli syay'in syahiidan) ada di dua ayat, yaitu 4:33 dan 33:55, dan di 4:33 terjemahan memakai "menyaksikan segala sesuatu". Susunan (كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ, kaana 'alaa kulli syay'in) ada di tiga ayat, yaitu 4:33, 4:86, dan 33:55, dan di 4:86 sifat yang menyusulnya adalah (حَسِيبًا, hasiiban).
Tafsiran
Ayat ini menyebut siapa saja yang tidak berdosa bagi mereka, sesudah 33:53 menyebut permintaan dari belakang tabir dan sesudah 33:54 menyebut bahwa menyatakan dan menyembunyikan sama-sama diketahui. Dapat dibaca bahwa daftar ini mengecualikan sejumlah pihak dari batas yang disebut 33:53, sebab kata ganti (هُنَّ, -hunna) sama dengan yang dipakai di sana, tetapi 33:55 sendiri tidak menyebut kata tabir maupun perkara yang dimaksud. Bacaan itu karena itu ditopang oleh letak ayat dan kesamaan kata ganti, tidak oleh pernyataan eksplisit.
Daftar itu tertutup dan tersusun rapi. Tiap pihak dibuka dengan wa-laa yang sama, dan sesudah enam pihak yang pertama datang pihak ketujuh yang dimiliki. Lingkaran yang disebut mencakup bapak dan anak-anak lelaki, saudara lelaki dan anak-anak lelaki saudara, perempuan-perempuan mereka, dan apa yang mereka miliki. Dibandingkan dengan 24:31, daftar di sini lebih pendek dan memakai bentuk penafian, sedangkan 24:31 memakai atau dan menyebut pihak yang tidak ada di sini, sehingga dua ayat itu memuat daftar yang berdekatan tetapi tidak sama.
Peran ayat berubah di tengah kalimat. Bagian pertama berbicara tentang mereka dalam bentuk orang ketiga, lalu perintah bertakwalah beralih ke orang kedua jamak perempuan. Perpindahan itu menaruh pihak yang tadinya dibicarakan sebagai pihak yang kini disapa langsung. Penutup tentang Allah yang menyaksikan segala sesuatu melengkapi rangkaian tiga penutup di surah ini, yaitu pengawas di 33:52, berilmu di 33:54, dan menyaksikan di 33:55. Setelah itu 33:56 beralih ke pokok lain, yaitu Allah dan malaikat-Nya bersalat atas Nabi.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini tidak menulis kerabat dekat sebagai satu kata umum. Bapak, anak lelaki, saudara lelaki, anak lelaki saudara lelaki, anak lelaki saudara perempuan, perempuan-perempuan mereka, dan hamba sahaya disebut satu per satu dengan awal kalimat yang sama, sehingga daftar yang rapi itu dapat dicek pembaca terhadap kenyataan di sekitarnya. Sebuah izin yang disebut dengan nama mudah ditagih, dan izin yang disebut secara umum mudah ditarik ke mana saja. Ayat ditutup dengan Allah yang menyaksikan segala sesuatu, sehingga daftar itu berdiri di hadapan saksi. Pembaca dapat bertanya, izin apa yang selama ini diberikan atau diterima secara umum tanpa pernah disebut dengan nama, dan siapa saja yang akan tercantum bila ditulis seperti ayat ini menulis?
- Di tengah ayat, pihak yang tadinya disebut dalam orang ketiga, mereka, tiba-tiba disapa dalam orang kedua: bertakwalah kalian kepada Allah. Pergantian itu menaruh pihak yang dibicarakan menjadi pihak yang mendengar langsung. Dibicarakan oleh orang lain berbeda rasanya dari disapa langsung oleh pihak yang berwenang atas urusan itu, dan perbedaan itu dapat menentukan apakah sebuah aturan terasa sebagai urusan orang lain atau sebagai urusan sendiri. Pembaca yang pernah mengetahui bahwa aturan tentang dirinya dibahas tanpa kehadirannya dapat mengingat bagaimana rasanya kemudian dipanggil langsung. Aturan apa tentang diri pembaca yang selama ini dibahas dalam orang ketiga, dan apa yang berubah bila aturan itu dibaca sebagai sapaan langsung kepada pembaca?
- Ayat 33:53 menaruh batas tentang permintaan dari belakang tabir, dan 33:55 menyebut siapa yang tidak berdosa bagi mereka. Dalam bacaan yang mungkin, batas dan pengecualian itu disusun berdekatan oleh penyusun yang sama, sehingga batas yang ketat tidak berdiri sendirian sebagai penutup. Aturan yang hanya berisi larangan dapat memunculkan pertanyaan apakah penyusunnya sudah membayangkan kehidupan sehari-hari, sedangkan aturan yang menyebut lingkaran dalam yang tidak terkena larangan memperlihatkan bahwa rumah yang nyata sudah terbayang. Dalam aturan yang pembaca pegang untuk orang-orang di sekitarnya, lingkaran mana yang sudah disebut sebagai tidak terkena larangan, dan lingkaran mana yang masih dibiarkan menebak?
- Daftar di ayat ini tertutup, dan sesudahnya datang dua kalimat: bertakwalah kalian kepada Allah, dan sesungguhnya Allah Sang Menyaksikan atas segala sesuatu. Dua kalimat itu menunjuk ke ruang yang tidak tercantum dalam daftar, yaitu sisa kehidupan yang tidak disebut satu per satu. Daftar yang rapi mudah dibaca sebagai batas seluruh urusan, dan ayat ini menaruh satu kalimat sesudahnya yang mengingatkan bahwa apa yang tidak ada dalam daftar tetap berada di hadapan Allah yang menyaksikan segala sesuatu. Pembaca dapat bertanya, bagian hidupnya yang mana yang selama ini dianggap bebas karena tidak ada dalam daftar mana pun, dan siapa yang menyaksikannya di sana?
- Daftar di ayat ini memuat perempuan-perempuan mereka dan pihak yang mereka miliki di samping bapak dan saudara, sehingga lingkaran yang disebut melampaui hubungan darah. Orang yang menyebut keluarga dapat melewatkan mereka yang hadir setiap hari tetapi tidak sedarah. Ayat ini menaruh pihak-pihak itu dalam daftar yang sama dengan yang terdekat, tanpa meminta pembaca menyamakan kedudukan mereka. Siapa yang hadir di rumah pembaca setiap hari dan tidak ikut terhitung ketika pembaca menyebut orang-orang terdekatnya, dan apa yang tampak bila nama mereka ditaruh dalam daftar yang sama?
- Ayat ini menyebut tujuh pihak yang tidak berdosa, tetapi tidak menyebut perkara yang dimaksud, sehingga pembaca harus kembali ke ayat-ayat di sekitarnya untuk menemukan apa yang dilonggarkan. Izin yang dibaca terlepas dari kalimat sebelumnya mudah diperluas menurut keinginan pembacanya, dan ayat ini memperlihatkan bahwa sebuah izin membawa kalimat di sekelilingnya. Ayat ditutup dengan Allah yang menyaksikan segala sesuatu, sehingga pembacaan yang terburu-buru juga berada di hadapan saksi. Kapan terakhir kali pembaca memakai sebuah izin tanpa memeriksa kalimat yang mendahuluinya, dan seperti apa izin itu tampak bila dibaca bersama kalimat tersebut?