إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersalat atas Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalatlah atas dirinya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّinna llaaha wa-malaa'ikatahu yushalluuna 'ala n-nabiyyisesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bersalat atas Nabi
  2. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاyaa ayyuhaa lladziina aamanuu shalluu 'alayhi wa-sallimuu tasliimanwahai orang-orang yang beriman, bersalatlah atas dirinya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. اللَّهَllaahaAllah
  3. وَمَلَائِكَتَهُwa-malaa'ikatahudan para malaikat-Nya
  4. يُصَلُّونَyushalluunamereka bersalawat
  5. عَلَى'alaatas
  6. النَّبِيِّn-nabiyyiNabi
  7. يَاyaawahai
  8. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  9. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  10. آمَنُواaamanuuberiman
  11. صَلُّواshalluubersalawatlah kalian
  12. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  13. وَسَلِّمُواwa-sallimuudan ucapkanlah salam
  14. تَسْلِيمًاtasliimandengan penyerahan

Inti bacaan

Ayat kunci kedua: 'Allah dan para malaikat-Nya bersalat atas Nabi' diikuti perintah kepada orang beriman untuk turut 'bersalatlah atas dirinya', mengikuti pola yang sama dari Allah/malaikat. Konkretnya: bersalawat kepada Nabi dipahami sebagai tindakan aktif mengarahkan dukungan/penghormatan yang meniru gerak Ilahi, bukan sekadar formula lisan yang diulang tanpa penghayatan makna 'mengarahkan perhatian dan dukungan'.

Penjelasan pilihan kata

'Yusalluuna'/'salluu' (akar Slw) diterjemahkan 'bersalat', konsisten dengan 33:43: akar yang sama dipertahankan baik untuk tindakan Allah, malaikat, maupun perintah kepada orang beriman, bukan tiga istilah berbeda.

Tafsiran

Ayat ini menjadi penegasan paling eksplisit dalam Al-Kitab tentang pola dua arah akar s-l-w: Allah dan malaikat bersalat atas Nabi, dan orang beriman diperintahkan melakukan hal yang sama, menyatukan tiga pelaku berbeda dalam satu tindakan yang disebut dengan kata yang identik.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menjadi bukti tekstual paling langsung bahwa akar s-l-w bukan ritual eksklusif manusia kepada Allah, Allah dan malaikat-Nya melakukan tindakan yang sama dengan kata yang identik terhadap Nabi, menuntut pemahaman salaah sebagai pola hubungan timbal balik, bukan sekadar ibadah satu arah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Terjemahan mainstream (termasuk) memisahkan ayat ini dari makna 'salat', menganggap Allah/malaikat tidak mungkin 'melaksanakan salat' scr ritual, sehingga dibaca sbg 'memberi restu/berkah' (shalawat), berbeda kata dari 'salat' di ayat2 lain meski akarnya sama persis. KEPUTUSAN METODOLOGIS: mengikuti prinsip #1 proyek ini (konsistensi leksikal, root-ke-padanan-kata) dan pembacaan sebagian penerjemah bahwa salaat scr generik berarti 'kewajiban/tugas', bukan eksklusif ritual 5-waktu, root s-l-w diterjemahkan SERAGAM sbg 'salat' di seluruh 12 kemunculan verbanya, TERMASUK di sini, alih-alih dipecah jadi kata berbeda (doa/rahmat/berselawat) tergantung tafsir konteks spt yg dilakukan terjemahan lain. Ini BUKAN klaim bahwa terjemahan lain 'salah', pemisahan terjemahan lain linguistik masuk akal & sejalan tafsir mainstream, melainkan pilihan gaya/prinsip terjemahan ini sendiri yg secara sengaja MEMPERTAHANKAN kesatuan leksikal root ini dlm terjemahan Indonesia, konsisten dgn bagaimana sebagian penerjemah mempertahankannya dlm bahasa Inggris ('perform the duty' di semua 12 kemunculan). CATATAN PENTING: ini penyimpangan SIGNIFIKAN dari pemahaman hampir universal ayat ini (fondasi tradisi 'shalawat Nabi' yg sangat mengakar, terutama di Indonesia), dicatat eksplisit sbg pilihan gaya yg disengaja, bukan koreksi atas kekeliruan mainstream. sebagian penerjemah menerjemahkan seragam 'perform the duty' utk yusalluuna DAN salluu di ayat ini (sama dgn semua 12 kemunculan verba lainnya), tidak membedakan 'ritual' vs 'restu' sama sekali, konsisten dgn bacaan generiknya atas salaat sbg 'kewajiban'. Dari 99 kemunculan di 90 ayat (12 verba + 83 nomina salaat + 1 musallan + 3 musalliin, diverifikasi corpus Leeds), 12 verba terbagi: 8 konteks ritual jelas (3:39, 4:102×2, 9:84, 75:31, 87:15, 96:10, 108:2) dan 4 konteks yg tradisi baca sbg 'restu/berkah' (9:103, 33:43, dan ayat ini ×2). ⟶ akar s-l-w bentuk sallaa 'alaa: diterjemahkan 'bersalat atas'. Bukti internal yang memutuskan preposisi, Qur'an membedakan TIGA relasi arah pada salaah: sallaa li-rabbika (108:2, 'bagi Tuhan' = arah sembahan) · sallaa 'alaa (ayat ini, 33:43, 9:84, 9:103) · dan 2:157 yang menggabung keduanya: 'alayhim salawaatun min rabbihim ('atas mereka salawaat dari Tuhan mereka'), 'alaa + min dalam satu kalimat membuktikan 'alaa menandai permukaan penerima, bukan pihak yang disembah. Karena itu 'kepada' DITOLAK: ia meruntuhkan pembedaan yang teks buat (108:2 sudah memakai li- untuk itu) dan membuka bacaan keliru 'menyembah Nabi'. Allah, malaikat, DAN orang beriman melakukan hal yang SAMA (sallaa alaa) kepada objek yang SAMA (Nabi), maka satu terjemahan untuk semua subjek adalah tuntutan teks, bukan pilihan gaya. Verba 'bersalat' (KBBI: 'melakukan salat') dipilih karena sallaa adalah verba DENOMINAL (bentuk kedua dari salaah), dan 'ber-'+nomina adalah padanan strukturalnya; 'melaksanakan salat' memperlakukan salat sebagai objek yang dieksekusi, framing prosedur yang justru periksa.