إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat, dan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِinna lladziina yu'dzuuna llaaha wa-rasuulahu la'anahumu llaahu fii d-dunyaa wa-l-aakhiratisesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat
  2. وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًاwa-a'adda lahum adzaaban muhiinandan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-dz-y, a-l-h, r-s-l, l-'-n, d-n-w, a-kh-r, '-d-d, '-dz-b, h-w-n): yu'dhuuna llaaha wa rasuulahu diterjemahkan 'menyakiti Allah & Rasul-Nya' (akar '-dz-y), ANTITESIS langsung 'salluu alayhi' (33:56): menyakiti Nabi vs mengarahkan salat/hormat kepadanya. Pasangan salat(56)⟷adhaa(57) menegaskan salaat=kewajiban-terarah POSITIF (dukungan/hormat), bukan formula pujian; konteks kewajiban kaum beriman kepada Nabi (33:53-58) membingkainya. la'anahum diterjemahkan 'melaknat mereka' (akar l-'-n); adhaaban muhiinan diterjemahkan 'azab yang menghinakan' (akar '-dz-b + akar h-w-n).

Aplikasi

Kontras tajam sebagai antitesis langsung ayat sebelumnya: menyakiti Allah dan Rasul-Nya (lawan dari 'bersalat/mendukung') mendatangkan laknat dunia-akhirat, struktur teks sendiri menunjukkan bahwa mendukung dan menyakiti adalah dua kutub tindakan yang saling berlawanan, bukan sekadar dua topik terpisah.