إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat, dan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِinna lladziina yu'dzuuna llaaha wa-rasuulahu la'anahumu llaahu fii d-dunyaa wa-l-aakhiratisesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat
- وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًاwa-a'adda lahum 'adzaaban muhiinandan menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan
Terjemahan per kata (14 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يُؤْذُونَyu'dzuunamereka menyakiti
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- لَعَنَهُمُla'anahumumelaknat mereka
- اللَّهُllaahuAllah
- فِيfiidi
- الدُّنْيَاd-dunyaadunia
- وَالْآخِرَةِwa-l-aakhiratidan akhirat
- وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَذَابًا'adzaabanazab
- مُهِينًاmuhiinanyang menghinakan
Inti bacaan
Susunan (يُؤْذُونَ اللَّهَ, yu'dzuuna llaaha) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:57, dan (عَذَابًا مُهِينًا, 'adzaaban muhiinan) muncul empat kali, yaitu di 4:37, 4:102, 4:151, dan 33:57.
Penjelasan pilihan kata
Pilihan kata "menyakiti" untuk (يُؤْذُونَ, yu'dzuuna) berasal dari akar أ-ذ-ي, dan bentuk persis ini muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:61, 33:57, dan 33:58. Akar yang sama dipakai di dua puluh dua ayat, dan enam di antaranya ada di surah 33, yaitu 33:48, 33:53, 33:57, 33:58, 33:59, dan 33:69. Di 9:61 objeknya Rasul Allah, dalam kalimat (وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ, wa-lladziina yu'dzuuna rasuula llaahi lahum 'adzaabun aliimun) yang berarti "dan orang-orang yang menyakiti Rasul Allah akan mendapat azab yang pedih". Di 33:57 objeknya bertambah menjadi (يُؤْذُونَ اللَّهَ, yu'dzuuna llaaha) yang berarti "menyakiti Allah", dan susunan itu hanya ada di 33:57. Ayat ini tidak menjelaskan cara menyakiti Allah. Karena itu terjemahan tidak menambahkan "menentang" atau "melanggar perintah", sebab tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Kata kerja (لَعَنَهُمُ, la'anahumu) berakar ل-ع-ن, dan pelakunya tertulis jelas dalam (لَعَنَهُمُ اللَّهُ, la'anahumu llaahu) yang berarti "Allah melaknat mereka". Bentuk (لَعَنَهُمُ, la'anahumu) muncul enam kali, yaitu di 2:88, 4:46, 4:52, 9:68, 33:57, dan 47:23. Frasa (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, fii d-dunyaa wa-l-aakhirati) muncul tiga belas kali, yaitu di 2:217, 2:220, 3:22, 3:45, 3:56, 9:69, 9:74, 12:101, 22:15, 24:14, 24:19, 24:23, dan 33:57. Dari tiga belas ayat itu, laknat bersanding dengan frasa tersebut hanya di dua ayat, yaitu 24:23 dan 33:57. Di 24:23 kalimatnya pasif, (لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, lu'inuu fii d-dunyaa wa-l-aakhirati) yang berarti "mereka dilaknat di dunia dan akhirat", dan yang dilaknat adalah orang-orang yang menuduh (الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ, l-muhshanaati l-ghaafilaati l-mu'minaati) yang berarti "perempuan-perempuan baik-baik, polos, dan beriman".
Kata (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka" berakar ع-د-د dan muncul lima kali, yaitu di 9:100, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6. Pelakunya Allah di kelima ayat itu, tetapi yang disediakan berlainan: taman di 9:100, pahala yang mulia di 33:44, azab yang menghinakan di 33:57, api yang menyala-nyala di 33:64, dan Jahanam di 48:6. Urutan laknat lalu penyediaan juga ada di 33:64 dan 48:6, sehingga urutan itu muncul di tiga ayat dengan isi akhir yang berbeda-beda.
Susunan (عَذَابًا مُهِينًا, 'adzaaban muhiinan) yang berarti "azab yang menghinakan" muncul empat kali, yaitu di 4:37, 4:102, 4:151, dan 33:57. Di tiga ayat surah 4, penerimanya tertulis (لِلْكَافِرِينَ, li-l-kaafiriina) yang berarti "bagi orang-orang kafir". Di 33:57 penerimanya orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Sifat (مُهِينًا, muhiinan) berakar ه-و-ن dan berbentuk pelaku, jadi terjemahannya "yang menghinakan", yaitu azab yang menimbulkan kehinaan pada penerimanya. Di 9:61 orang yang menyakiti Rasul Allah dijanjikan azab dengan sifat lain, (أَلِيمٌ, aliimun) yang berarti "pedih". Dua sifat itu dipakai di dua ayat yang berbeda, dan keduanya tidak menjelaskan alasan pergantiannya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab larangan di 33:53, yang menyatakan tidak patut menyakiti Rasul Allah, dengan akibat bagi orang yang melakukannya. Di 33:53 akar kata menyakiti dipakai untuk perilaku seperti berlama-lama dalam percakapan sesudah makan, sehingga kata kerjanya di sana menjangkau perbuatan yang tampak biasa. Di 33:57 kata kerja itu naik tingkat karena objeknya bertambah dari Rasul Allah menjadi Allah dan Rasul-Nya, dan dua akibat ditambahkan, yaitu melaknat dan menyediakan azab, yang keduanya dikerjakan Allah sendiri.
Laknat disebut berlaku di dunia dan akhirat, sedangkan azab yang menghinakan tidak diberi keterangan tempat atau waktu. Ayat ini tidak menyatakan kapan laknat itu terwujud dan tidak menjelaskan bentuknya. Kata kerja menyakiti memakai bentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung, sehingga yang dimaksud ayat ini adalah orang yang masih melakukannya, dan ayat tidak menyebut apa yang terjadi bila mereka berhenti.
Dalam surah ini Allah disebut menyediakan tiga hasil lewat kata kerja yang sama. Di 33:43 dan 33:44 orang-orang mukmin disebut menerima salat Allah dan malaikat-Nya, lalu pada hari mereka menemui-Nya penghormatan bagi mereka ialah salam, dan Dia menyediakan pahala yang mulia. Di 33:57 yang disediakan azab yang menghinakan bagi orang yang menyakiti, dan di 33:64 api yang menyala-nyala bagi orang-orang kafir. Tiga ayat itu menyebut tiga golongan yang diceritakan berbeda, dan 33:57 berada di tengahnya.
Letak ayat ini juga terbaca dari tetangganya. Ayat 33:56 menyebut Allah dan malaikat-Nya bersalat atas Nabi, lalu 33:57 menyebut pihak yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Ayat 33:58 kemudian memakai kata kerja menyakiti untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, sehingga sasaran perlindungan melebar dari Allah dan Rasul-Nya ke orang beriman tanpa mengganti kata kerjanya.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:57 menaruh Allah dan Rasul-Nya sebagai objek dari satu kata kerja yang sama, yaitu menyakiti, dan kalimat itu tidak menjelaskan bagaimana Allah dapat disakiti. Ayat ini menahan diri dari merinci caranya, sehingga pembaca tidak mendapat daftar perbuatan yang dapat dicentang satu per satu. Penggabungan dua objek dalam satu kalimat dapat dibaca sebagai penunjuk bobot perbuatan terhadap Rasul-Nya, tetapi bobot itu tidak dirumuskan dalam angka atau contoh. Apakah sikap pembaca terhadap Rasul-Nya berubah ketika ia mendapati bahwa kalimat ini memasukkan Allah ke dalam objek yang sama?
- Di 33:53 akar kata menyakiti dipakai untuk perilaku yang tampak biasa, yaitu berlama-lama dalam percakapan sesudah makan, dan di 33:57 akar yang sama dipakai untuk perbuatan yang diganjar laknat Allah. Dua ayat itu menaruh perilaku sehari-hari dan akibat yang berat dalam satu rangkaian kata kerja. Ayat 33:57 sendiri tidak mengaitkan kebiasaan tertentu dengan laknat, dan hubungan itu hanya dapat dibaca dari urutan 33:53 sampai 33:57. Pembaca dapat memeriksa kebiasaan kecilnya sendiri, misalnya tinggal terlalu lama di rumah orang lain. Apakah kebiasaan semacam itu pernah masuk ke wilayah kata kerja yang oleh Allah diberi akibat sebesar ini?
- Laknat di 33:57 disebut berlaku di dunia dan di akhirat, dan pelakunya Allah sendiri sebagaimana tertulis dalam kalimat itu. Ayat 24:23 menyebut orang yang menuduh perempuan baik-baik, polos, dan beriman dilaknat di dua tempat yang sama, sehingga dunia dan akhirat bersanding dengan laknat di lebih dari satu ayat. Ayat-ayat itu tidak menjelaskan bagaimana laknat di dunia tampak. Dari susunannya dapat dibaca bahwa akibat yang disebut Allah tidak menunggu akhirat saja. Apakah ayat yang menaruh dunia lebih dulu daripada akhirat mengubah cara pembaca menghitung akibat perbuatannya hari ini?
- Dalam surah yang sama Allah disebut menyediakan tiga hasil: pahala yang mulia di 33:44, azab yang menghinakan di 33:57, dan api yang menyala-nyala di 33:64. Tiga ayat itu memakai kata kerja yang sama dan pelaku yang sama, dengan kata kerja yang menyatakan perbuatan yang sudah selesai dikerjakan. Dari bentuk itu dapat dibaca bahwa penyediaannya sudah ada ketika perbuatan manusia terjadi, tetapi ayat tidak menjelaskan kapan Dia menyediakannya. Apakah pembaca pernah membayangkan hasil-hasil itu sebagai sesuatu yang lebih dulu disiapkan Allah, dan tidak baru dibuat sesudah perbuatan dilakukan?
- Kata kerja menyakiti di 33:57 dipakai lagi di 33:58 untuk orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, di 33:59 untuk perempuan yang tidak diganggu, dan di 33:69 untuk orang yang menyakiti Musa. Satu kata kerja menjangkau Allah dan Rasul-Nya, orang beriman, dan Musa, sehingga kata itu tidak berubah menurut kedudukan pihak yang disakiti. Ayat-ayat itu hanya menyebut sasarannya satu per satu dan tidak membuat daftar kedudukan. Pembaca yang pernah disakiti dan pernah menyakiti dapat memperhatikan bahwa kata kerjanya sama di kedua arah. Dalam hal apa pembaca menempati sisi pertama, dan dalam hal apa sisi kedua?
- Kata kerja menyakiti di 33:57 memakai bentuk yang menandai perbuatan sedang berlangsung, sehingga ayat ini menyapa orang yang masih melakukannya, dan tidak menyebut apa yang terjadi bila mereka berhenti. Di 33:60 ada syarat jika mereka tidak berhenti, dan di 8:38 ada janji pengampunan bila orang-orang yang dituju berhenti. Golongan yang disapa di 8:38 dan di 33:60 berbeda, sehingga ayat-ayat itu tidak disamakan satu sama lain. Dari ketiganya dapat dilihat bahwa berhenti disebut sebagai titik yang punya akibat tersendiri. Apa yang akan dibayangkan pembaca tentang titik berhenti itu, bila Allah sendiri yang menyediakan akibat di kedua sisinya?