وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
Dan orang-orang yang menyakiti mukmin lelaki dan mukmin perempuan tanpa ada yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُواwa-lladziina yu'dzuuna l-mu'miniina wa-l-mu'minaati bi-ghayri maa ktasabuudan orang-orang yang menyakiti mukmin lelaki dan mukmin perempuan tanpa ada yang mereka perbuat
- فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًاfa-qadi htamaluu buhtaanan wa-itsman mubiinanmaka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- يُؤْذُونَyu'dzuunamereka menyakiti
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinamukmin lelaki
- وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan mukmin perempuan
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- مَاmaaapa yang
- اكْتَسَبُواktasabuumereka perbuat
- فَقَدِfa-qadimaka sungguh
- احْتَمَلُواhtamaluumereka telah memikul
- بُهْتَانًاbuhtaanankebohongan
- وَإِثْمًاwa-itsmandan dosa
- مُبِينًاmubiinanyang nyata
Inti bacaan
Kata (بُهْتَانًا, buhtaanan) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:20, 4:112, 4:156, dan 33:58.
Penjelasan pilihan kata
Kata (بُهْتَانًا, buhtaanan) berakar ب-ه-ت dan diterjemahkan "kebohongan". Bentuk persis ini muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:20, 4:112, 4:156, dan 33:58, sedangkan kata benda dari akar yang sama dalam bentuk lain ada di 24:16 dan 60:12. Di 4:156 kata itu menyertai ucapan, dalam (وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا, wa-qawlihim 'alaa maryama buhtaanan 'azhiiman) yang berarti "dan ucapan mereka terhadap Maryam, suatu kebohongan yang agung". Di 4:20 kata itu menyertai perbuatan mengambil kembali pemberian, dalam (أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا, a-ta'khudzuunahu buhtaanan wa-itsman mubiinan). Kata ini dipakai untuk ucapan dan untuk perbuatan, dan ayat 33:58 tidak membatasi menyakiti itu pada salah satunya.
Susunan (فَقَدِ احْتَمَلَ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا, fa-qadi htamala buhtaanan wa-itsman mubiinan) di 4:112 hampir sama dengan (فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا, fa-qadi htamaluu buhtaanan wa-itsman mubiinan) di 33:58, dan bedanya hanya jumlah pelaku, tunggal di 4:112 dan jamak di 33:58. Di 4:112 pelakunya orang yang melakukan suatu kesalahan lalu (ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئًا, tsumma yarmi bihi barii'an) yang berarti "kemudian menuduhkannya kepada orang yang tak bersalah". Kata kerja (احْتَمَلَ, htamala) berakar ح-م-ل dan berbentuk kedelapan, muncul di tiga ayat, yaitu 4:112, 13:17, dan 33:58. Di 13:17 ada (فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا, fa-ihtamala s-saylu zabadan raabiyan) yang berarti "lalu arus membawa buih yang mengambang", sehingga kata kerja ini berarti membawa sesuatu. Untuk benda yang tidak berwujud seperti kebohongan dan dosa, terjemahan memakai "memikul", seragam dengan 4:112.
Frasa (بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا, bi-ghayri maa ktasabuu) hanya ada di 33:58, dan bentuk (اكْتَسَبُوا, ktasabuu) muncul dua kali, yaitu di 4:32 dan 33:58. Di 4:32 ada (لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا, li-r-rijaali nashiibun mimmaa ktasabuu) yang berarti "bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan", dan kata kerja itu di sana netral, jadi tidak dengan sendirinya berarti kesalahan. Karena itu terjemahan memakai "tanpa ada yang mereka perbuat", yang mengikuti Arabnya. Sebagian pembaca menerjemahkannya "tanpa kesalahan yang mereka perbuat". Kata "kesalahan" tidak ada di Arabnya.
Pasangan (الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "mukmin lelaki dan mukmin perempuan" muncul tujuh kali, yaitu di 9:72, 33:35, 33:58, 33:73, 48:5, 57:12, dan 85:10, dan tiga di antaranya ada di surah 33. Susunan (يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ, yu'dzuuna l-mu'miniina) hanya muncul di 33:58. Kata kerja (يُؤْذُونَ, yu'dzuuna) sama dengan yang dipakai di 33:57, dan objeknya berganti dari Allah dan Rasul-Nya menjadi kedua kelompok itu. Sebutan (إِثْمًا مُبِينًا, itsman mubiinan) yang berarti "dosa yang nyata" muncul empat kali, yaitu di 4:20, 4:50, 4:112, dan 33:58. Di 4:50 sebutan itu menyertai pembicaraan tentang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dalam (وَكَفَىٰ بِهِ إِثْمًا مُبِينًا, wa-kafaa bihi itsman mubiinan) yang berarti "dan cukuplah itu sebagai dosa yang nyata".
Tafsiran
Ayat ini memindahkan sasaran perlindungan dari Allah dan Rasul-Nya di 33:57 ke orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, dengan kata kerja menyakiti yang sama. Ayat ini menambahkan keterangan bahwa menyakiti itu terjadi tanpa ada yang diperbuat korban, dan akibatnya ditulis berbeda dari 33:57. Di 33:57 Allah yang melaknat dan menyediakan azab, sedangkan di 33:58 pelakunya sendiri yang memikul kebohongan dan dosa yang nyata, dan Allah tidak disebut sebagai pelaku di bagian itu.
Kalimat akibat memakai bentuk selesai yang didahului kata sungguh, sehingga beban itu dapat dibaca sudah dipikul sejak menyakiti terjadi, dan tidak menunggu perhitungan di kemudian hari. Pembacaan ini bergantung pada bentuk kata kerjanya, dan ayat tidak menyebut kapan beban itu diperhitungkan. Keterangan tanpa ada yang diperbuat korban membatasi cakupan ayat pada menyakiti yang tidak punya dasar perbuatan korban.
Hubungan dengan 4:112 memperjelas arti beban itu. Di sana pelaku yang menuduhkan kesalahannya kepada orang yang tak bersalah memikul kebohongan dan dosa yang nyata, sehingga di 33:58 menyakiti orang beriman tanpa dasar dapat dibaca memiliki bentuk serupa. Ayat 33:58 sendiri tidak menyebut tuduhan, sedangkan di 33:69 orang-orang yang menyakiti Musa disebut mengucapkan sesuatu, lalu Allah membersihkannya dari ucapan mereka. Ayat 33:69 memperlihatkan bahwa menyakiti di surah ini dapat melalui ucapan, tetapi 33:58 tidak membatasinya begitu.
Ayat berikutnya, 33:59, memakai akar kata menyakiti dalam bentuk pasif untuk perempuan yang disebut di sana, dan menyebut tujuan yang menjaga mereka dari gangguan itu. Susunan 33:57, 33:58, dan 33:59 dengan demikian memperlihatkan satu akar kata yang berpindah dari Allah dan Rasul-Nya, ke orang beriman laki-laki dan perempuan, lalu ke perempuan yang dijaga dari gangguan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:57 menyebut Allah dan Rasul-Nya sebagai pihak yang disakiti, lalu 33:58 memakai kata kerja yang sama untuk mukmin lelaki dan mukmin perempuan tanpa membuat tingkatan di antara mereka. Perlindungan di ayat ini menjangkau orang beriman yang tidak disebut namanya, tidak disebut kedudukannya, dan tidak disebut hubungannya dengan siapa pun. Pembaca dapat mencatat bahwa kata kerja yang dipakai untuk Rasul-Nya dipakai pula untuk dirinya dan untuk orang beriman lain di sekitarnya. Siapa di sekitar pembaca yang ikut tercakup dalam kalimat ini tanpa pernah diperhitungkannya?
- Di 33:57 Allah yang melaknat dan menyediakan azab, sedangkan di 33:58 pelakunya sendiri yang memikul kebohongan dan dosa yang nyata, dan kalimat itu tidak menyebut Allah sebagai pelaku di bagian akibat. Susunan itu menggambarkan beban yang melekat pada orang yang menyakiti, seperti barang yang dibawa di pundak sendiri. Ayat tidak menjelaskan seberat apa beban itu, dan tidak menjelaskan kapan Allah memperhitungkannya. Pembaca dapat membayangkan beban itu diangkat sejak perbuatan dilakukan. Apakah ia pernah memikul sesuatu yang berasal dari perkataannya kepada orang lain, dan tidak sempat meletakkannya?
- Menyakiti orang beriman tanpa ada yang mereka perbuat disebut di 33:58, dan keterangan itu menjadi syarat bagi vonis di ujung ayat. Kalimat ini tidak mengatakan bahwa orang beriman bebas dari tanggapan atas perbuatan mereka. Ayat ini membahas menyakiti yang tidak punya dasar dalam perbuatan korban. Pembaca yang merasa dirugikan dapat memeriksa lebih dulu apa yang sebenarnya diperbuat orang yang membuatnya marah, sebab ayat menaruh keterangan itu di depan sebelum menyebut beban. Apa yang sebenarnya telah diperbuat orang itu kepadanya, dan sudahkah pembaca memeriksanya sebelum melukai?
- Dua benda dipikul di 33:58, yaitu kebohongan dan dosa yang nyata, dan 4:112 menyebut dua benda yang sama untuk orang yang menuduhkan kesalahannya kepada orang yang tak bersalah. Dua benda itu disebut berurutan dan masing-masing diberi nama sendiri. Ayat tidak merinci pembagian antara kebohongan dan dosa, sehingga pembaca dapat bertanya apa bedanya di dalam sebuah tuduhan. Tuduhan yang pernah diucapkan pembaca, bila ada, dapat diperiksa dari dua sisi, apakah isinya salah dan apakah perbuatan menuduh itu sendiri sudah tergolong dosa. Apakah kedua beban itu terasa seperti dua atau seperti satu bagi orang yang pernah menuduh, dan menurut ayat ini siapa yang memikulnya?
- Kata kebohongan di 33:58 dipakai di 4:156 untuk ucapan tentang Maryam, di 24:16 untuk kabar yang menurut ayat itu tidak pantas dibicarakan, dan di 4:20 untuk perbuatan mengambil kembali pemberian. Satu kata menjangkau ucapan dan perbuatan, dan 33:58 tidak memilih salah satunya. Di 33:69 Allah membersihkan Musa dari apa yang dikatakan orang-orang yang menyakitinya, sehingga perkataan disebut sebagai cara menyakiti. Pembaca dapat menimbang sebuah pesan singkat yang dikirimnya tentang orang lain. Apakah pesan itu termasuk menyakiti dalam arti kata kerja ini?
- Mukmin lelaki dan mukmin perempuan disebut berdampingan di 33:58, dan 33:73 menyebut keduanya lagi ketika Allah menyambut tobat mereka. Kedua kelompok itu berada di ujung dua urusan yang berbeda, perlindungan dari menyakiti di 33:58 dan penerimaan tobat oleh Allah di 33:73. Ayat-ayat itu tidak menghubungkan keduanya secara tertulis, sehingga hubungan itu hanya terbaca dari kesamaan kelompoknya. Apakah pembaca pernah menyadari bahwa orang yang dilindungi oleh kata kerja ini adalah orang yang sama dengan yang tobatnya disambut Allah, termasuk tetangga dan rekan kerja yang kerap dianggap biasa?