يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, supaya mereka mengulurkan jilbabnya atas diri mereka. Yang demikian itu lebih dekat agar mereka dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah pengampun lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa n-nabiyyu qul li-azwaajika wa-banaatika wa-nisaa'i l-mu'miniinawahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin
- يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّyudniina 'alayhinna min jalaabiibihinnasupaya mereka mengulurkan jilbabnya atas diri mereka
- ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاdzaalika adnaa an yu'rafna fa-laa yu'dzayna wa-kaana llaahu ghafuuran rahiimanyang demikian itu lebih dekat agar mereka dikenali sehingga mereka tidak diganggu, dan Allah pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (22 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
- قُلْqulkatakanlah
- لِأَزْوَاجِكَli-azwaajikakepada istri-istrimu
- وَبَنَاتِكَwa-banaatikadan anak-anak perempuanmu
- وَنِسَاءِwa-nisaa'idan perempuan-perempuan
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- يُدْنِينَyudniinahendaklah mereka mengulurkan
- عَلَيْهِنَّ'alayhinnaatas mereka
- مِنْmindari
- جَلَابِيبِهِنَّjalaabiibihinnajilbab mereka
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- أَدْنَىٰadnaalebih dekat
- أَنْanuntuk
- يُعْرَفْنَyu'rafnamereka dikenal
- فَلَاfa-laamaka tidak
- يُؤْذَيْنَyu'dzaynamereka disakiti
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- اللَّهُllaahuAllah
- غَفُورًاghafuuranpengampun
- رَحِيمًاrahiimanpengasih
Inti bacaan
Kata (يُدْنِينَ, yudniina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:59, dan frasa (ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ, dzaalika adnaa an) muncul tiga kali, yaitu di 5:108, 33:51, dan 33:59.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (يُدْنِينَ, yudniina) yang berarti "mereka mengulurkan" berakar د-ن-و, dan bentuk persis ini hanya muncul di 33:59. Akar yang sama muncul lagi dalam ayat yang sama pada (أَدْنَىٰ, adnaa) yang berarti "lebih dekat", sehingga satu ayat memuat kata kerja dan kata perbandingan dari akar yang sama. Tidak ada ayat lain yang memakai kata kerja ini, jadi arti "mengulurkan" bertumpu pada akarnya yang bermakna dekat dan pada (عَلَيْهِنَّ, 'alayhinna) yang berarti "atas mereka", yaitu sesuatu yang didekatkan ke atas diri mereka. Terjemahan menulis "diri mereka" untuk -hinna, merujuk pada perempuan yang disebut di awal ayat.
Kata (جَلَابِيبِهِنَّ, jalaabiibihinna) tersusun dari kata benda (جَلَابِيبِ, jalaabiibi) dan akhiran -hinna yang berarti "milik mereka perempuan", dan kata benda ini hanya muncul di 33:59. Di depannya ada (مِنْ, min) yang berarti "dari", sehingga seluruh frasanya (يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ, yudniina 'alayhinna min jalaabiibihinna) terbaca "mereka mengulurkan atas mereka dari jilbab mereka". Terjemahan memakai kata "jilbabnya" untuk kata benda itu. Ayat tidak menyebut bentuk, bahan, warna, atau bagian tubuh yang dituju, dan tidak menyebut seberapa banyak yang diulurkan.
Frasa (ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ, dzaalika adnaa an) yang berarti "yang demikian itu lebih dekat agar" muncul tiga kali, yaitu di 5:108, 33:51, dan 33:59. Di 33:51 lanjutannya (ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ, dzaalika adnaa an taqarra a'yunuhunna) yang berarti "yang demikian itu lebih dekat agar mata mereka tenang", dan di 5:108 (ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا, dzaalika adnaa an ya'tuu bi-sy-syahaadati 'alaa wajhihaa) yang berarti "yang demikian itu lebih dekat agar mereka memberikan kesaksian yang sebenarnya". Di ketiga ayat itu kalimat tersebut menyatakan tujuan sesudah sebuah ketentuan. Kata (أَدْنَىٰ, adnaa) berbentuk perbandingan, sehingga ayat menunjuk jarak yang lebih dekat ke tujuan dan tidak menjamin tercapainya.
Kata kerja (يُعْرَفْنَ, yu'rafna) yang berarti "mereka dikenali" berbentuk pasif dari akar ع-ر-ف, dan bentuk pasif yang berasal dari akar ini muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:59 dan 55:41. Di 55:41 kalimatnya (يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ, yu'rafu l-mujrimuuna bi-siimaahum) yang berarti "para pendosa dikenali dengan tanda mereka", dan sarana pengenalannya disebut, yaitu tanda. Di 33:59 sarana itu tidak disebut, dan ayat ini juga tidak menyebut dikenali oleh siapa dan sebagai apa. Kata (يُؤْذَيْنَ, yu'dzayna) yang berarti "mereka diganggu" berakar أ-ذ-ي, berbentuk pasif, dan hanya muncul di 33:59. Berbeda dari 33:57 dan 33:58 yang memakai bentuk aktif dengan pelaku tertulis, di sini pelaku gangguan tidak disebut.
Seruan (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ, yaa ayyuhaa n-nabiyyu) muncul tiga belas kali di enam surah, yaitu di 8:64, 8:65, 8:70, 9:73, 33:1, 33:28, 33:45, 33:50, 33:59, 60:12, 65:1, 66:1, dan 66:9. Lima di antaranya ada di surah 33. Sesudah seruan itu, (قُلْ لِأَزْوَاجِكَ, qul li-azwaajika) yang berarti "katakanlah kepada istri-istrimu" muncul dua kali, yaitu di 33:28 dan 33:59. Daftar penerimanya di 33:59 memuat tiga golongan, (لِأَزْوَاجِكَ, li-azwaajika) "kepada istri-istrimu", (وَبَنَاتِكَ, wa-banaatika) "dan anak-anak perempuanmu", dan (وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ, wa-nisaa'i l-mu'miniina) "dan istri-istri orang mukmin". Dua sebutan terakhir masing-masing hanya muncul di 33:59.
Penutup (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman) muncul sembilan kali, yaitu di 4:96, 4:100, 4:152, 25:70, 33:5, 33:50, 33:59, 33:73, dan 48:14, dan empat di antaranya ada di surah 33. Kedua sifat itu tidak memakai kata sandang di ayat ini, sehingga ditulis dengan huruf kecil dan tanpa "Maha".
Tafsiran
Ayat ini terdiri dari tiga bagian yang berurutan: perintah kepada Nabi untuk berkata kepada tiga golongan perempuan, alasan perintah itu, dan penutup yang menyebut Allah. Alasannya ditulis langsung, yaitu lebih dekat untuk dikenali sehingga tidak diganggu. Ketentuan itu datang bersama tujuannya dalam satu ayat, dan ayat tidak menyebut apa yang terjadi bila ketentuan itu tidak dijalankan.
Kalimat alasannya memakai dua bentuk pasif berturut-turut, dikenali lalu diganggu, sehingga sudut pandangnya berada pada pihak yang mengalami. Pelaku pengenalan dan pelaku gangguan sama-sama tidak disebut. Pada ayat sebelumnya, 33:58, orang yang menyakiti orang beriman disebut dan akibatnya jatuh pada mereka. Di 33:59 gangguan itu digambarkan dari sisi perempuan yang mungkin mengalaminya, dan ayat ini menyebut satu langkah yang berada di tangan mereka, yaitu mengulurkan.
Di tiga ayat yang memuat frasa lebih dekat agar, kalimat sesudahnya menyebut Allah dengan sifat-Nya. Di 33:51 ada Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati, di 5:108 ada perintah bertakwa kepada Allah disusul pernyataan tentang kaum yang fasik, dan di 33:59 ada Allah pengampun lagi pengasih. Penutup itu tidak menyebut siapa yang diampuni dan atas apa. Penutup yang sama muncul di 33:5, 33:50, dan 33:73 setelah pokok bahasan yang berlainan, sehingga ia dapat dibaca sebagai cara surah ini menutup ketentuan dan tidak mengacu pada kekeliruan tertentu.
Ayat berikutnya, 33:60, menyebut orang-orang munafik dan dua kelompok lain dengan syarat jika mereka tidak berhenti. Urutan 33:58, 33:59, dan 33:60 memperlihatkan tiga langkah dalam satu rangkaian tentang gangguan: ancaman bagi yang menyakiti orang beriman, ketentuan yang menjaga perempuan dari gangguan, lalu syarat berhenti bagi kelompok yang disebut di 33:60.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 33:59 tidak membiarkan pembacanya menebak alasan perintahnya, karena kalimat berikutnya langsung menyebut bahwa hal itu lebih dekat agar mereka dikenali sehingga tidak diganggu. Ketentuan dan tujuannya dituliskan dalam satu ayat, dan orang yang membacanya tidak perlu mencari-cari sebab dari luar. Pembaca dapat memperhatikan bahwa perintah yang datang bersama alasannya menempatkan penerima perintah sebagai orang yang diajak memahami. Seberapa sering pembaca menjalani sebuah aturan tanpa pernah menanyakan tujuan yang oleh ayat ini ditulis di sebelahnya?
- Kata lebih dekat di 33:59 berbentuk perbandingan, dan ayat tidak memakai kata yang menyatakan kepastian. Ketentuan yang disebut di sana mendekatkan pada tujuannya, tetapi ayat tidak mengatakan bahwa tujuan itu pasti tercapai. Ayat itu ditutup dengan Allah pengampun lagi pengasih, sehingga jarak antara ketentuan dan tujuan tidak ditutup dengan janji yang melampaui bunyi teks. Pembaca dapat menimbang bahwa langkah yang berada di tangannya hanya membawanya lebih dekat, dan sisanya berada di luar tangannya. Apa yang diserahkannya kepada Allah ketika ia sudah melakukan langkahnya sendiri?
- Kalimat 33:59 menyebut dikenali tanpa menyebut dikenali oleh siapa dan sebagai apa. Di 55:41 pengenalan itu disertai sarananya, yaitu tanda, dan di sini sarana itu tidak ditulis. Bagian yang tidak ditulis itu tetap terbuka, dan pembaca yang ingin menuntaskannya harus mengakui bahwa ayat ini berhenti lebih awal daripada pertanyaannya. Dikenali oleh orang-orang di sekitar perempuan itu atau dikenali oleh Allah yang disebut di ujung ayat, ayat tidak memilih. Apakah pembaca sanggup membiarkan pertanyaan itu terbuka tanpa mengisinya dengan jawaban yang tidak tertulis?
- Kata diganggu di 33:59 berbentuk pasif dan pelakunya tidak disebut, berbeda dari 33:57 dan 33:58 yang menyebut orang-orang yang menyakiti. Susunan itu menggeser sudut pandang dari pelaku ke orang yang mengalami. Ayat ini tidak menunjuk siapa yang mengganggu, dan menyebut satu langkah yang dapat diambil perempuan yang disapa di sana. Pembaca dapat membayangkan gangguan sebagai peristiwa yang dirasakan dan sebagai perbuatan yang dilakukan, lalu bertanya pada dirinya siapa saja yang mungkin merasakannya dari sikap atau ucapannya. Siapakah di sekitar pembaca yang pernah diganggu tanpa menyebut siapa pelakunya?
- Perintah 33:59 menyebut tiga golongan berurutan, yaitu istri-istri Nabi, anak-anak perempuannya, dan istri-istri orang mukmin. Urutannya bergerak dari lingkaran yang paling dekat dengan yang disapa menuju golongan yang lebih luas, dan ayat tidak menyebut daftar ini sebagai tingkatan. Nabi diminta mengatakannya kepada keluarganya sendiri lebih dulu, baru kepada perempuan lain. Pembaca dapat mencatat bahwa ketentuan yang ditulis untuk khalayak luas dimulai dari rumah pihak yang menyampaikannya. Apakah pembaca menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan memulainya dari orang-orang yang tinggal serumah dengannya?
- Penutup 33:59 berupa Allah pengampun lagi pengasih, dan penutup yang sama dipakai di 33:5, 33:50, dan 33:73 sesudah pokok bahasan yang berlainan. Di setiap tempat itu ketentuan berhenti, lalu surah menyebut dua sifat Allah. Penutup itu tidak mengatakan siapa yang diampuni dan atas apa, sehingga arahnya tetap terbuka bagi pembaca. Orang yang selesai membaca ketentuan dapat melihat bahwa kalimat terakhirnya berbicara tentang Allah, dan tidak tentang orang yang diatur. Apa yang berubah pada cara pembaca menjalankan sebuah ketentuan bila kalimat terakhir yang diingatnya adalah tentang Allah yang pengampun lagi pengasih?