يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, supaya mereka mengulurkan jilbabnya atas diri mereka. Yang demikian itu lebih dekat agar mereka dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَyaa ayyuhaa n-nabiyyu qul li-azwaajika wa-banaatika wa-nisaa'i l-mu'miniinawahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin
  2. يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّyudniina 'alayhinna min jalaabiibihinnasupaya mereka mengulurkan jilbabnya atas diri mereka
  3. ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاdzaalika adnaa an yu'rafna fa-laa yu'dzayna wa-kaana llaahu ghafuuran rahiimanyang demikian itu lebih dekat agar mereka dikenali sehingga mereka tidak diganggu, dan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (22 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّبِيُّn-nabiyyuNabi
  4. قُلْqulkatakanlah
  5. لِأَزْوَاجِكَli-azwaajikakepada istri-istrimu
  6. وَبَنَاتِكَwa-banaatikadan anak-anak perempuanmu
  7. وَنِسَاءِwa-nisaa'idan perempuan-perempuan
  8. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  9. يُدْنِينَyudniinahendaklah mereka mengulurkan
  10. عَلَيْهِنَّ'alayhinnaatas mereka
  11. مِنْmindari
  12. جَلَابِيبِهِنَّjalaabiibihinnajilbab mereka
  13. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  14. أَدْنَىٰadnaalebih rendah
  15. أَنْanuntuk
  16. يُعْرَفْنَyu'rafnamereka dikenal
  17. فَلَاfa-laamaka tidak
  18. يُؤْذَيْنَyu'dzaynamereka disakiti
  19. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  20. اللَّهُllaahuAllah
  21. غَفُورًاghafuuranpengampun
  22. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Instruksi jilbab dengan alasan fungsional eksplisit: 'agar mereka lebih mudah dikenali sehingga tidak diganggu', tujuan yang dinyatakan langsung adalah perlindungan praktis dari gangguan, sebuah kerangka fungsional yang relevan dipahami sesuai konteks sosial di mana instruksi ini diturunkan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Muhammad)' dihapus: vokatif 'Nabi' sudah cukup, konsisten dengan pola 33:1, 33:28, 33:45, 33:50. 'Dzaalika' benar 'itu'.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian ketentuan bagi perempuan dengan tujuan praktis yang eksplisit: pengenalan yang mencegah gangguan, sebuah alasan konkret di balik anjuran ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut alasannya terang-terangan: agar dikenali sehingga tidak diganggu. Bukan tanpa keterangan. Aturannya datang bersama maksudnya.
  • Yang disebut tiga golongan: istri-istrinya, anak-anak perempuannya, lalu istri-istri orang mukmin. Berurutan. Yang paling dekat disebut lebih dahulu.
  • Allah memakai kata lebih dekat. Bukan menjamin. Yang dijanjikan kemungkinan yang lebih besar, bukan kepastian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.