لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا

Sungguh jika orang-orang munafik, orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan para pengguncang di kota tidak berhenti, pasti Kami menggerakkanmu terhadap mereka, kemudian mereka tidak akan bertetangga denganmu di dalamnya kecuali sebentar,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِla-in lam yantahi l-munaafiquuna wa-lladziina fii quluubihim maradhun wa-l-murjifuuna fii l-madiinatisungguh jika orang-orang munafik, orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan para pengguncang di kota tidak berhenti
  2. لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًاla-nughriyannaka bihim tsumma laa yujaawiruunaka fiihaa illaa qaliilanpasti Kami menggerakkanmu terhadap mereka, kemudian mereka tidak akan bertetangga denganmu di dalamnya kecuali sebentar

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. لَئِنْla-insungguh jika
  2. لَمْlamtidak
  3. يَنْتَهِyantahiberhenti
  4. الْمُنَافِقُونَl-munaafiquunaorang-orang munafik
  5. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  6. فِيfiidi
  7. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  8. مَرَضٌmaradhunpenyakit
  9. وَالْمُرْجِفُونَwa-l-murjifuunadan para pengguncang
  10. فِيfiidi
  11. الْمَدِينَةِl-madiinatikota
  12. لَنُغْرِيَنَّكَla-nughriyannakapasti Kami menggerakkanmu
  13. بِهِمْbihimpada mereka
  14. ثُمَّtsummakemudian
  15. لَاlaatidak
  16. يُجَاوِرُونَكَyujaawiruunakamereka bertetangga denganmu
  17. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  18. إِلَّاillaakecuali
  19. قَلِيلًاqaliilansebentar

Inti bacaan

Kata (الْمُرْجِفُونَ, l-murjifuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:60, dan rumus (لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ, la-in lam yantahi) muncul dua kali, yaitu di 33:60 dan 96:15.

Penjelasan pilihan kata

Awal ayat ini memakai (لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ, la-in lam yantahi) yang berarti "sungguh jika dia tidak berhenti", dan rumus itu muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:60 dan 96:15. Di 96:15 lanjutannya (لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ, la-in lam yantahi la-nasfa'an bi-n-naashiyati) yang berarti "sungguh jika dia tidak berhenti, benar-benar Kami akan menyeret ubun-ubunnya". Syarat berhenti yang disusul kalimat berhuruf la muncul juga untuk orang kedua dengan (لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ, la-in lam tantahi) di 19:46, 26:116, dan 26:167, serta dengan (لَئِنْ لَمْ تَنْتَهُوا, la-in lam tantahuu) di 36:18, sehingga susunan itu ada di enam ayat. Di 33:60 dan 96:15 akibatnya dikerjakan oleh "Kami". Di 19:46 dan 36:18 akibatnya diucapkan oleh orang yang berbicara kepada lawannya, yaitu (لَأَرْجُمَنَّكَ, la-arjumannaka) yang berarti "sungguh aku akan merajammu" dan (لَنَرْجُمَنَّكُمْ, la-narjumannakum) yang berarti "niscaya kami merajam kalian".

Tiga golongan yang disebut sebagai subjek syarat itu tidak seragam jejaknya di korpus. Kata (الْمُنَافِقُونَ, l-munaafiquuna) muncul tujuh kali, yaitu di 8:49, 9:64, 9:67, 33:12, 33:60, 57:13, dan 63:1. Frasa (وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, wa-lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "dan orang-orang yang di hatinya ada penyakit" muncul tiga kali, yaitu di 8:49, 33:12, dan 33:60. Di 8:49 dan 33:12 dua golongan ini disebut berdampingan sebagai pembicara, dalam (إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, idz yaquulu l-munaafiquuna wa-lladziina fii quluubihim maradhun) di 8:49. Di 33:60 keduanya menjadi subjek yang diminta berhenti, dan golongan ketiga baru ada di ayat ini.

Golongan ketiga disebut (وَالْمُرْجِفُونَ, wa-l-murjifuuna), dan bentuk itu hanya muncul di 33:60. Akarnya ر-ج-ف muncul di tujuh ayat, yaitu 7:78, 7:91, 7:155, 29:37, 33:60, 73:14, dan 79:6. Di enam ayat lain akar itu berhubungan dengan guncangan, misalnya (فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ, fa-akhadzat-humu r-rajfatu) di 7:78 yang berarti "maka gempa menimpa mereka", dan (يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ, yawma tarjufu l-ardhu wa-l-jibaalu) di 73:14 yang berarti "pada hari bumi dan gunung-gunung berguncang". Terjemahan memakai "para pengguncang" sebagai pilihan yang mengikuti akar itu, dan arti kata pelaku yang hanya muncul di sini tidak ditetapkan oleh akarnya saja. Sebagian pembaca menerjemahkannya "penyebar kabar bohong". Kata "kabar" dan "bohong" tidak ada di Arabnya, dan di enam ayat lain akar ini berhubungan dengan guncangan. Ayat ini tidak menyebut apa yang mereka guncangkan.

Frasa (فِي الْمَدِينَةِ, fii l-madiinati) yang berarti "di kota" muncul enam kali, yaitu di 7:123, 12:30, 18:82, 27:48, 28:18, dan 33:60. Di lima ayat lain kata itu diterjemahkan "kota" dalam kisah yang berlainan, misalnya (وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ, wa-kaana fii l-madiinati tis'atu rahthin) di 27:48 yang berarti "dan di kota itu ada sembilan orang", dan di kelimanya analisis morfologi menandainya kata benda biasa. Di 33:60 analisis itu menandainya nama diri, padahal bentuk Arabnya sama dan ayat tidak menyebut nama lain. Terjemahan 33:60 memakai "kota" seperti di lima ayat itu, sebagai pilihan yang mengikuti bentuk Arabnya.

Kata kerja (لَنُغْرِيَنَّكَ, la-nughriyannaka) yang berarti "pasti Kami menggerakkanmu" berakar غ-ر-و dan hanya muncul di 33:60. Bentuk kata kerja yang sama muncul satu kali lagi di 5:14, dalam (فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ, fa-aghraynaa baynahumu l-'adaawata wa-l-baghdhaa'a) yang berarti "maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian". Ayat 33:60 tidak menyebut gerakan apa yang dimaksud, sehingga terjemahan tidak menambahkan "memerangi" atau "mengusir".

Kata kerja (يُجَاوِرُونَكَ, yujaawiruunaka) berbentuk ketiga dari akar ج-و-ر dan hanya muncul di 33:60. Kata benda dari akar yang sama, (وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ, wa-l-jaari dzii l-qurbaa) di 4:36, berarti "tetangga dekat", sehingga terjemahan memakai "bertetangga denganmu". Frasa (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) muncul dua puluh tiga kali dan empat di antaranya ada di surah 33, yaitu 33:16, 33:18, 33:20, dan 33:60. Di tiga ayat pertama terjemahannya "sedikit", sedangkan di 33:60 kata itu mengikuti kata kerja yang menyatakan tinggal bersama. Setelah kata kerja serupa, (لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا, laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilan) di 17:76 diterjemahkan "mereka tidak akan tinggal sepeninggalmu kecuali sebentar". Terjemahan 33:60 memakai "sebentar" mengikuti 17:76.

Tafsiran

Ayat ini memuat syarat dan akibat yang berlanjut di 33:61, sehingga terjemahannya berakhir dengan koma. Syaratnya berhenti, dan ayat tidak menyebut berhenti dari apa. Ayat 5:73 menyebut objek berhenti dengan jelas dalam (عَمَّا يَقُولُونَ, 'ammaa yaquuluuna) yang berarti "dari apa yang mereka katakan", tetapi 33:60 dan 96:15 memakai kata kerja itu tanpa objek. Pembaca yang mencari objeknya menemukan tetangga ayat berbicara tentang gangguan di 33:57 sampai 33:59, dan hubungan itu dapat dibaca, meskipun 33:60 sendiri tidak menyatakannya.

Surah ini menyebut dua golongan pertama dalam ayat ini lebih dulu di 33:12 sebagai orang yang berkata bahwa janji Allah dan Rasul-Nya hanya tipu daya. Di 33:48 Nabi diminta tidak menaati orang-orang kafir dan munafik serta mengabaikan gangguan mereka dan bertawakal kepada Allah. Di 33:60 muncul syarat jika mereka tidak berhenti. Urutan itu memperlihatkan surah bergerak dari ucapan mereka, ke perintah mengabaikan gangguan, lalu ke batas yang ditetapkan.

Akibat yang disebut terdiri dari dua kata kerja yang dihubungkan dengan kemudian. Pertama, Kami menggerakkan engkau terhadap mereka, dan kedua, mereka tidak bertetangga denganmu di kota kecuali sebentar. Ayat tidak menjelaskan bentuk gerakan yang pertama, sedangkan yang kedua menyangkut jarak dan lamanya hubungan sebagai tetangga. Ukuran akibat itu dengan demikian berupa tinggal bersama, dan tidak berupa tindakan tertentu yang disebut namanya. Kalimat ini juga memakai "Kami" sebagai pelaku gerakan pertama, sama dengan 96:15, dan berbeda dari 19:46 dan 36:18 yang pelakunya orang-orang yang berkata.

Ayat 33:61 melanjutkan dengan keadaan terlaknat bagi mereka. Terjemahan menyambung 33:60 dan 33:61 dalam satu kalimat atas dasar hubungan maknanya, sedangkan analisis tata bahasa dapat memecah susunan Arabnya menjadi bagian yang terpisah, sehingga ukuran lengkap syarat di 33:60 baru terbaca setelah 33:61 selesai.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:60 menyebut satu golongan lewat keadaan hati, yaitu orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan keadaan itu tidak terlihat dari luar. Ayat tidak memberi tanda yang dapat dipakai pembaca untuk menunjuk orang tertentu. Di 33:54 Allah disebut berilmu akan segala sesuatu, sehingga penilaian atas isi hati tidak diletakkan di tangan pembaca. Pembaca yang menimbang sifat orang lain dapat mengingat bahwa ayat ini menyebut sifatnya, dan tidak menyebut cara mengenalinya. Apakah pembaca pernah menggunakan sebutan seperti penyakit hati untuk menilai seseorang yang sebenarnya hanya dikenalnya dari beberapa ucapan?
  • Kata berhenti di 33:60 tidak memiliki objek, dan ayat tidak menyebut berhenti dari apa. Susunan yang sama ada di 96:15, sedangkan 5:73 menyebut objeknya terang-terangan. Pembaca yang berhadapan dengan kata berhenti tanpa objek ditinggalkan dengan ruang kosong yang dapat diisi oleh keadaannya sendiri. Ayat tidak menyuruh pembaca mengisinya dengan kesalahan orang lain. Bila ada sesuatu yang oleh Allah diminta dihentikan, apakah pembaca lebih dulu menanyakan apa yang sebenarnya perlu berhenti pada dirinya, sebelum menanyakannya pada orang lain?
  • Kalimat akibat di 33:60 terbagi dua. Bagian pertama bersubjek Kami dan bagian kedua bersubjek mereka, yaitu mereka tidak akan bertetangga dengan yang disapa kecuali sebentar. Bagian kedua menggambarkan keadaan yang terjadi pada mereka sebagai tetangga tanpa menyebut siapa yang membuatnya terjadi. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ayat membiarkan kata kerja terakhir berdiri tanpa pelaku penyebab, dan ayat menaruh Kami hanya di bagian awal. Pembaca dapat menanyai dirinya tentang akibat-akibat dalam hidupnya yang berdiri tanpa pelaku bernama. Akibat apa yang pernah dialaminya dan dianggapnya datang dari tempat lain, padahal rangkaiannya dimulai dari langkahnya sendiri?
  • Akibat kedua di 33:60 diukur lewat hubungan bertetangga, yaitu mereka tidak bertetangga dengan yang disapa di kota itu kecuali sebentar. Di 4:36 tetangga dekat dan tetangga jauh disebut setelah perintah mengabdi kepada Allah dan berbuat baik kepada orang tua serta kerabat. Ayat 4:36 tidak berbicara tentang ancaman dan 33:60 tidak berbicara tentang kebaikan, sehingga keduanya tidak disamakan. Dari keduanya dapat dilihat bahwa bertetangga adalah hubungan yang diberi tempat dalam Al-Qur'an. Tetangga manakah yang hubungannya dengan pembaca paling rapuh, dan apa yang disebut ayat-ayat itu tentang tanggung jawab di dalamnya?
  • Kata yang diterjemahkan pengguncang di 33:60 berasal dari akar yang di enam ayat lain berhubungan dengan gempa dan guncangan bumi. Ayat tidak mengatakan apa yang mereka guncangkan, apakah ucapan, kepercayaan, atau ketenteraman. Pembaca dapat membayangkan sebuah kota seperti sebuah bumi kecil yang ketenangannya dapat bergetar oleh perkataan dan perbuatan banyak orang. Pembaca juga dapat bertanya apakah ia pernah ikut menjadi sumber getaran itu dalam lingkungannya sendiri. Getaran apa dalam percakapannya minggu lalu yang masih terasa di rumah, kantor, atau kampungnya?
  • Ayat 33:60 menutup akibat dengan kata sebentar, dan tidak menyebut berapa lama waktu itu. Di 23:114 kata yang sama muncul dalam ucapan Dia kepada orang-orang tentang lamanya mereka tinggal, dan di sana pun waktunya tidak diberi angka. Konteks 23:114 berbeda dari 33:60, sehingga keduanya tidak disamakan. Di kedua ayat ukuran waktunya tidak disebut dalam hitungan. Bagaimana rasanya menimbang waktu tinggal di sebuah tempat dengan kata yang oleh Allah dipakai tanpa angka?