مَلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا
Dalam keadaan terlaknat, di mana pun mereka dijumpai, mereka ditangkap dan dibunuh sehabis-habisnya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- مَلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُواmal'uuniina aynamaa tsuqifuu ukhidzuudalam keadaan terlaknat, di mana pun mereka dijumpai, mereka ditangkap
- وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًاwa-quttiluu taqtiilandan dibunuh sehabis-habisnya
Terjemahan per kata (6 kata)
- مَلْعُونِينَmal'uuniinaorang-orang yang terlaknat
- أَيْنَمَاaynamaadi mana pun
- ثُقِفُواtsuqifuumereka ditemukan
- أُخِذُواukhidzuumereka ditangkap
- وَقُتِّلُواwa-quttiluudan mereka dibunuh
- تَقْتِيلًاtaqtiilansebunuh-bunuhnya
Inti bacaan
Kata (تَقْتِيلًا, taqtiilan) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:61, dan frasa (أَيْنَمَا ثُقِفُوا, aynamaa tsuqifuu) juga hanya muncul satu kali, di 33:61.
Penjelasan pilihan kata
Kata pertama, (مَلْعُونِينَ, mal'uuniina), berakar ل-ع-ن dan berarti "terlaknat". Bentuk persis ini jamak dan hanya muncul di 33:61, sedangkan bentuk tunggal perempuannya, (الْمَلْعُونَةَ, al-mal'uunata) di 17:60, menyebut "pohon yang terkutuk". Terjemahan menambahkan "dalam keadaan" di depannya supaya kata ini terbaca sebagai keadaan "mereka" yang disebut di 33:60, sebab ayat ini tidak memuat kata kerja sebelumnya. Di surah 33 akar ل-ع-ن muncul di empat ayat, yaitu 33:57, 33:61, 33:64, dan 33:68. Di 33:57 pelakunya Allah, dalam (لَعَنَهُمُ اللَّهُ, la'anahumu llaahu), dan di 33:61 tidak ada pelaku yang disebut.
Frasa (أَيْنَمَا ثُقِفُوا, aynamaa tsuqifuu) yang berarti "di mana pun mereka dijumpai" hanya muncul di 33:61. Kata (أَيْنَمَا, aynamaa) muncul empat kali, yaitu di 2:115, 4:78, 16:76, dan 33:61, dan kata kerja (ثُقِفُوا, tsuqifuu) muncul dua kali, yaitu di 3:112 dan 33:61. Akar ث-ق-ف muncul di enam ayat, yaitu 2:191, 3:112, 4:91, 8:57, 33:61, dan 60:2. Di 4:91 kata kerjanya aktif dengan "kalian" sebagai pelaku, dalam (فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ, fa-khudzuuhum wa-qtuluuhum haytsu tsaqiftumuuhum) yang berarti "maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana pun kalian menjumpai mereka". Di 33:61 kata kerjanya pasif, sehingga yang menjumpai tidak disebut, dan terjemahan memakai "dijumpai", seperti "menjumpai" di 2:191 dan 4:91.
Kata (أُخِذُوا, ukhidzuu) yang berarti "mereka ditangkap" berbentuk pasif dari akar أ-خ-ذ, dan bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 33:61 dan 34:51. Di 34:51 kalimatnya (وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, wa-ukhidzuu min makaanin qariibin) yang berarti "dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat", dan di kedua ayat itu pelaku penangkapan tidak disebut. Terjemahan memakai "ditangkap" di keduanya. Di 4:91 bentuk aktifnya (فَخُذُوهُمْ, fa-khudzuuhum) diterjemahkan "tawanlah mereka", dan bentuk itu mendahului perintah membunuh, sedangkan di 33:61 urutannya sama, yaitu menangkap lalu membunuh.
Kata kerja (قُتِّلُوا, quttiluu) yang berarti "mereka dibunuh" berakar ق-ت-ل dan berbentuk kedua, dan kata benda penegasnya (تَقْتِيلًا, taqtiilan) hanya muncul di 33:61. Bentuk kedua dari akar ق-ت-ل muncul di empat ayat, yaitu 5:33, 7:127, 7:141, dan 33:61, dan di keempatnya yang dibunuh berjumlah banyak. Di 7:141 kalimatnya (يُقَتِّلُونَ أَبْنَاءَكُمْ, yuqattiluuna abnaa'akum) yang berarti "mereka membunuh anak-anak lelaki kalian", dan di 7:127 (سَنُقَتِّلُ أَبْنَاءَهُمْ, sa-nuqattilu abnaa'ahum) yang berarti "kita akan membunuh anak-anak lelaki mereka". Susunan kata kerja bentuk kedua dengan kata benda penegas dari akar yang sama juga ada di 17:16 dan 25:36, dalam (فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا, fa-dammarnaahaa tadmiiran) dan (فَدَمَّرْنَاهُمْ تَدْمِيرًا, fa-dammarnaahum tadmiiran), yang diterjemahkan "Kami hancurkan ia sehancur-hancurnya" dan "Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya".
Terjemahan memakai "sehabis-habisnya" untuk (تَقْتِيلًا, taqtiilan) sebagai penegas kata kerja di depannya, dengan bentuk yang serupa dengan "sehancur-hancurnya" di 17:16 dan 25:36. Jumlah yang dibunuh, tempat, dan waktunya tidak disebut oleh kata ini, jadi terjemahan tidak menambahkan "semuanya" atau angka.
Tafsiran
Terjemahan ini membaca ayat ini sebagai lanjutan 33:60, dan pembacaan itu bertumpu pada hubungan makna, sedangkan analisis tata bahasa dapat memisahkan susunan Arabnya. Kata terlaknat di awalnya menjelaskan keadaan tiga golongan di 33:60 yang tidak berhenti, dan tiga kata kerja pasif sesudahnya menjelaskan apa yang terjadi pada mereka setiap kali mereka dijumpai. Karena itu ayat ini tidak berdiri sendiri. Syarat yang menggerakkan seluruh rangkaian, yaitu jika mereka tidak berhenti, hanya tertulis di 33:60, dan ukuran lengkapnya baru terbaca setelah dua ayat itu dibaca bersama.
Ketiga kata kerja ayat ini pasif, dijumpai, ditangkap, dan dibunuh, sehingga ayat tidak menyebut siapa yang menjumpai, menangkap, dan membunuh. Ayat 4:91 memuat dua kata kerja yang sama dalam bentuk perintah kepada kalian, disertai tiga syarat yang tertulis, yaitu tidak menjauhi, tidak menawarkan perdamaian, dan tidak menahan tangan. Golongan yang disebut di 4:91 berlainan dari yang disebut di 33:60, sehingga ayat-ayat itu tidak disamakan. Bentuknya pun berbeda, karena 4:91 memberi tahu siapa yang bertindak sedangkan 33:61 mendeskripsikan keadaan.
Surah 33 memakai akar ل-ع-ن di empat ayat. Di 33:57 Allah melaknat orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, di 33:61 laknat menjadi keadaan golongan yang tidak berhenti, di 33:64 Allah melaknat orang-orang kafir, dan di 33:68 laknat muncul dalam permohonan orang-orang kepada Tuhan mereka. Tiga dari empat ayat itu menaruh laknat di tangan Allah, dan 33:61 memperlihatkan laknat sebagai keadaan tanpa menyebut pelakunya.
Ayat berikutnya, 33:62, menyambung dengan pernyataan tentang (الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ, lladziina khalaw min qablu) yang berarti "orang-orang yang telah berlalu sebelumnya", frasa yang muncul dua kali, yaitu di 33:38 dan 33:62. Susunan itu menaruh kalimat yang keras di 33:61 di antara syarat di 33:60 dan sebuah pernyataan tentang orang-orang terdahulu di 33:62.
Renungan dan Hikmah
- Kalimat di 33:61 tidak berbentuk perintah dan tidak menyebut pelakunya, karena ketiga kata kerjanya pasif. Pembaca tidak menemukan dirinya di dalam kalimat itu, dan di 33:60 pelaku gerakan disebut Kami, tanpa menyebut manusia sebagai pelaksana. Pembaca yang menemukan kalimat sekeras ini dapat mencatat bahwa ayat tidak mengajaknya masuk ke dalam adegan itu. Bila ada sesuatu yang diminta darinya, yang tertulis hanya membaca dan menyimak dengan syarat yang menyertainya. Apakah pembaca pernah mengutip kalimat keras seperti ini sambil membayangkan dirinya sebagai pelaku yang tidak disebut di dalamnya?
- Di 33:57 Allah yang melaknat, di 33:68 laknat diminta dari Tuhan oleh orang-orang yang berbicara di sana, dan di 33:61 laknat menjadi keadaan tanpa pelaku yang disebut. Di ketiga ayat itu manusia tidak digambarkan sebagai pelaku laknat. Pembaca yang pernah memakai kata laknat dalam ucapan sehari-hari dapat memperhatikan tempat kata itu dalam ayat-ayat tersebut. Apakah kata itu masih terasa ringan bagi pembaca bila pembaca mengingat bahwa di 33:57 pelakunya Allah dan di 33:68 orang-orang memintanya dari Tuhan mereka?
- Ayat 33:61 menyebut ditangkap lebih dulu, lalu dibunuh, dan urutan yang sama ada di 4:91 yang menaruh perintah menawan sebelum perintah membunuh. Golongan yang disebut di kedua ayat berlainan, dan kedua kalimatnya tidak merinci apa yang terjadi di antara menangkap dan membunuh. Satu langkah tetap tertulis di depan langkah terakhir.
- Terjemahan membaca 33:60 dan 33:61 sebagai satu kalimat bersyarat berdasarkan hubungan maknanya, dengan syarat di ayat pertama dan akibat yang berlanjut di ayat kedua. Bila ayat kedua dikutip tanpa ayat pertama, syarat jika mereka tidak berhenti hilang dari kutipan itu. Terjemahan di akhir 33:60 diberi koma karena terjemahan menyambungnya ke ayat berikutnya. Pembaca dapat memeriksa kutipan yang pernah dibacanya dan bertanya apakah syaratnya ikut terbawa. Kalimat mana yang pernah diulang pembaca tanpa bagian yang membuatnya tuntas, sedangkan di 33:60 syaratnya ditulis lebih dulu daripada akibatnya?
- Ayat 33:61 menutup dengan kata benda penegas dari akar yang sama dengan kata kerja di depannya, sehingga kerasnya diperkuat oleh kata itu sendiri. Terjemahan tidak menghaluskannya, dan ayat tidak memuat penjelasan yang melunakkannya. Di 33:57 azab yang menghinakan disediakan Allah dengan kata yang juga tegas, dan kerasnya kalimat di 33:61 berada di bawah syarat yang tertulis di ayat sebelumnya. Pembaca dapat menimbang bahwa bahasa yang keras dan syarat yang jelas disebut berdampingan dalam satu kalimat. Apa yang berubah pada cara pembaca membaca kalimat keras di Al-Qur'an bila syaratnya dicari lebih dulu dan kerasnya dinilai kemudian?
- Kalimat 33:61 menyebut tempat dalam bentuk yang paling umum, yaitu tempat apa pun mereka dijumpai, dan tidak menyebut siapa yang menangkap dan membunuh atau kapan. Di 2:115 kata yang sama untuk tempat dipakai dalam pernyataan bahwa ke mana pun kalian menghadap, di sanalah wajah Allah. Konteks 2:115 berbeda dan tidak disamakan dengan 33:61. Dari kedua ayat terlihat bahwa kata di mana pun menyebut jangkauan tanpa memberi peta, sehingga pembaca tidak dapat memakainya untuk menentukan tempat tertentu. Ke tempat mana pembaca pergi ketika ingin merasa aman, dan pernahkah pembaca memperhatikan bahwa 2:115 menyebut wajah Allah ke arah mana pun kalian menghadap?