سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
Sunnah Allah yang berlaku pada orang-orang yang telah berlalu sebelumnya. Dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُsunnata llaahi fii lladziina khalaw min qablusunnah Allah yang berlaku pada orang-orang yang telah berlalu sebelumnya
- وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًاwa-lan tajida li-sunnati llaahi tabdiilandan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah
Terjemahan per kata (12 kata)
- سُنَّةَsunnatasunah
- اللَّهِllaahiAllah
- فِيfiipada
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- خَلَوْاkhalawmereka menyendiri
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- وَلَنْwa-landan tidak akan
- تَجِدَtajidaengkau mendapati
- لِسُنَّةِli-sunnatipada sunah
- اللَّهِllaahiAllah
- تَبْدِيلًاtabdiilanperubahan
Inti bacaan
Penegasan pola yang konsisten: 'sunatullah tak berubah' pada generasi-generasi sebelumnya, pengingat bahwa hukum sebab-akibat moral/sosial ini bukan kasus khusus satu zaman, melainkan pola berulang yang bisa dipelajari dari sejarah.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Itulah)' dihapus: ayat ini melanjutkan keterangan dari 33:61 tanpa perlu penanda tambahan. 'Sunatullah' dikoreksi menjadi 'sunnah Allah' (dua kata), konsisten dengan terjemahan di 33:38.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa konsekuensi di 33:61 bukan hukuman sewenang-wenang, melainkan pola yang konsisten berlaku sejak dahulu, tidak pernah berubah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebutnya sunnah, bukan keputusan. Kebiasaan yang tetap. Yang berulang diberi nama, dan nama itu mengikat.
- Kalimat sunnah Allah disebut dua kali dalam satu ayat. Di awal dan di ujung. Yang ditegaskan bukan isinya, melainkan bahwa ia tak berubah.
- Allah menyapa engkau tidak akan mendapati. Bukan tidak ada. Ketetapan itu diuji lewat pencarian, dan pencarinya takkan menemukan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-n-n, a-l-h, kh-l-w, q-b-l, w-j-d, b-d-l): sunnata llaahi fi lladhiina khalaw min qabl wa lan tajida li-sunnati llaahi tabdiilaa diterjemahkan 'sunatullah tak berubah' (akar s-n-n + akar kh-l-w + akar b-d-l, sunnat Allaah: hukum-keteraturan Ilahi yang tetap/tak-berubah, prinsip keterbacaan sejarah, cf. 35:43, 48:23; landasan metode konsistensi terjemahan ini). Selaras.