يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Orang-orang bertanya kepadamu tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah.” Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِyas'aluka n-naasu 'ani s-saa'ati qul innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahiorang-orang bertanya kepadamu tentang hari Kiamat, katakanlah, pengetahuan tentang hal itu hanya ada di sisi Allah
  2. وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًاwa-maa yudriika la'alla s-saa'ata takuunu qariibandan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. يَسْأَلُكَyas'alukabertanya kepadamu
  2. النَّاسُn-naasumanusia
  3. عَنِ'anitentang
  4. السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
  5. قُلْqulkatakanlah
  6. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
  7. عِلْمُهَا'ilmuhaapengetahuannya
  8. عِنْدَ'indadi sisi
  9. اللَّهِllaahiAllah
  10. وَمَاwa-maadan apa yang
  11. يُدْرِيكَyudriikamemberitahumu
  12. لَعَلَّla'allaboleh jadi
  13. السَّاعَةَs-saa'atahari Kiamat
  14. تَكُونُtakuunumenjadi
  15. قَرِيبًاqariibanyang dekat

Inti bacaan

Susunan (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ, wa-maa yudriika la'alla) muncul tiga kali di Al-Qur'an (33:63, 42:17, 80:3).

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يَسْأَلُكَ, yas'aluka) berakar س-أ-ل dan berarti "bertanya kepadamu"; akhiran -ka menunjuk satu orang yang disapa. Bentuk persis itu muncul dua kali di dua surah, yaitu 4:153 dan 33:63. Di 4:153 pelaku kata kerja itu adalah (أَهْلُ الْكِتَابِ, ahlu l-kitaabi) yang berarti "Ahlulkitab", dan permintaan mereka berbunyi (أَنْ تُنَزِّلَ عَلَيْهِمْ كِتَابًا, an tunazzila 'alayhim kitaaban) yang berarti "agar engkau menurunkan sebuah kitab kepada mereka". Kata kerja itu di sana berisi permintaan, bukan pertanyaan tentang waktu. Pertanyaan tentang hari Kiamat di tempat lain memakai bentuk jamak, (يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ, yas'aluunaka 'ani s-saa'ati) yang berarti "mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat", di 7:187 dan 79:42. Susunan (يَسْأَلُكَ النَّاسُ, yas'aluka n-naasu), dengan kata kerja tunggal dan pelaku yang disebut terang, hanya ada di 33:63.

Kata (عِلْمُهَا, 'ilmuhaa) berakar ع-ل-م dan berarti "pengetahuan tentangnya". Akhiran -haa menunjuk (السَّاعَةِ, s-saa'ati) yang disebut di kalimat sebelumnya, dan terjemahan menulisnya "hal itu" agar "hari Kiamat" tidak diulang tiga kali dalam satu ayat. Bentuk persis 'ilmuhaa muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 7:187, 20:52, dan 33:63. Di 20:52 akhiran -haa menunjuk generasi-generasi terdahulu yang ditanyakan di 20:51, dan jawabannya (عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي فِي كِتَابٍ, 'ilmuhaa 'inda rabbii fii kitaabin) yang berarti "pengetahuan tentangnya ada pada Tuhanku di dalam sebuah Kitab" memuat keterangan tempat yang tidak ada di 33:63. Susunan (إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ, innamaa 'ilmuhaa 'inda llaahi) yang berarti "pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Allah" muncul dua kali, yaitu di 7:187 dan 33:63.

Kata (عِلْمُ السَّاعَةِ, 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "pengetahuan tentang hari Kiamat" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 31:34, 41:47, dan 43:85. Di 31:34 bunyinya (عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ, 'indahu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "di sisi-Nya pengetahuan tentang hari Kiamat", di 43:85 (وَعِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ, wa-'indahu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "dan di sisi-Nya pengetahuan tentang hari Kiamat", dan di 41:47 (إِلَيْهِ يُرَدُّ عِلْمُ السَّاعَةِ, ilayhi yuraddu 'ilmu s-saa'ati) yang berarti "kepada-Nya dikembalikan pengetahuan tentang hari Kiamat". Di 7:187, 31:34, 33:63, 41:47, dan 43:85 pengetahuan itu diletakkan pada Allah atau Tuhan, dengan kata (عِنْدَ, 'inda) yang berarti "di sisi" atau dengan kata kerja yang berarti "dikembalikan". Terjemahan 33:63 memakai "di sisi" untuk 'inda seperti ayat-ayat itu.

Bagian kedua dibuka (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ, wa-maa yudriika la'alla) yang berarti "dan tahukah engkau, boleh jadi". Kata kerja (يُدْرِيكَ, yudriika) berakar د-ر-ي dan berarti "memberitahumu". Susunan itu muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 33:63, 42:17, dan 80:3. Di 42:17 bunyinya (وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ قَرِيبٌ, wa-maa yudriika la'alla s-saa'ata qariibun) yang berarti "dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat sudah dekat", sedangkan di 80:3 susunan yang sama dipakai untuk urusan lain, yaitu (لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ, la'allahu yazzakkaa) yang berarti "boleh jadi dia menyucikan dirinya". Pola "tahukah engkau, boleh jadi" dengan demikian juga dipakai untuk urusan yang tidak berkaitan dengan hari Kiamat.

Kata (قَرِيبًا, qariiban) berakar ق-ر-ب dan berarti "dekat". Bentuk persis qariiban muncul sembilan kali di delapan surah, yaitu 9:42, 13:31, 17:51, 33:63, 48:18, 48:27, 59:15, 70:7, dan 78:40. Kata kerja (تَكُونُ, takuunu) yang berarti "menjadi" disusul qariiban hanya di dua tempat: (تَكُونُ قَرِيبًا, takuunu qariiban) di 33:63 dan (أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا, an yakuuna qariiban) di 17:51. Terjemahan memakai "sudah dekat" pada keduanya. Di 54:1 akar yang sama dipakai dengan kata kerja bagi hari Kiamat juga, (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ, iqtarabati s-saa'atu) yang berarti "hari Kiamat telah mendekat".

Tafsiran

Ayat ini membawa pembicaraan dari urusan golongan-golongan di 33:60 sampai 33:62 ke satu pertanyaan orang-orang tentang hari Kiamat. Teks tidak menyebut alasan mereka bertanya dan tidak menghubungkan pertanyaan itu dengan ayat sebelumnya; urutan ayat saja yang menaruhnya di sana. Ayat 33:62 menutup dengan kata tidak akan, yang memandang ke depan, dan 33:63 melanjutkan arah pandang itu dengan pertanyaan tentang waktu.

Jawaban yang diminta untuk diucapkan hanya satu kalimat, yaitu pengetahuan itu hanya ada di sisi Allah, dan kalimat itu tidak memberi tanggal. Sesudahnya ayat berganti dari perintah menjawab ke pertanyaan yang diajukan kepada orang yang sama, tahukah engkau, lalu diisi dengan kemungkinan, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat. Ayat ini memberi dua hal yang tidak sama jenisnya: tempat pengetahuan itu, yaitu Allah, dan sebuah kemungkinan tentang jaraknya. Dapat dibaca bahwa orang yang disapa tidak diberi tanggal, sebab pertanyaan tahukah engkau diajukan kepadanya juga.

Ayat 7:187 memakai awal jawaban yang sama, tetapi isinya lebih panjang. Di sana jawabannya menyebut bahwa tidak ada yang dapat menjelaskan waktunya kecuali Dia, bahwa hari itu berat di langit dan bumi, dan bahwa hari itu tidak datang kecuali secara tiba-tiba, lalu pertanyaan diulang dengan tambahan bahwa orang yang disapa dikira mengetahuinya. Ayat 33:63 tidak memuat satu pun dari tambahan itu, dan tambahannya sendiri hanya boleh jadi sudah dekat. Dua ayat itu menjawab pertanyaan yang sama dalam surah yang berlainan, sehingga isi jawabannya dibandingkan, bukan disamakan.

Ayat 33:64 sampai 33:68 menggambarkan keadaan orang-orang kafir dan ucapan mereka. Ayat 33:66 membuka dengan (يَوْمَ, yawma) yang berarti "pada hari", dan tidak ada ayat yang menyatakan bahwa hari di 33:66 itu hari Kiamat yang ditanyakan di 33:63, sehingga hubungan keduanya dibiarkan terbuka.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 33:63 menjawab pertanyaan tentang waktu dengan menunjukkan tempat pengetahuan itu, yaitu di sisi Allah. Jawaban semacam itu tidak mengurangi pertanyaannya; jawaban itu memindahkan pertanyaan dari tangan pembaca ke tangan pemilik pengetahuannya. Pembaca yang terbiasa menghitung tanda-tanda dan menyusun perkiraan tanggal berhadapan dengan kalimat yang menutup jalan itu pada pangkalnya, sebab pengetahuan tentang hari itu menurut ayat berada di sisi Allah, dan ayat tidak menaruhnya pada orang yang bertanya. Di 31:34 dan 43:85 pengetahuan itu juga disebut berada di sisi-Nya, sehingga 33:63 sejalan dengan dua ayat itu. Pertanyaan apa yang selama ini terus dikejar pembaca dengan perhitungan sendiri, padahal pengetahuannya menurut ayat ini berada di sisi Allah?
  • Pertanyaan tahukah engkau di 33:63 ditujukan kepada orang yang baru saja diperintahkan menjawab, dan isinya hanya kemungkinan, bukan tanggal. Dapat dibaca bahwa orang yang menyampaikan jawaban ikut berdiri di tempat yang sama dengan orang yang bertanya, yaitu sama-sama tidak diberi tahu waktunya. Pembaca yang mendengar orang lain berbicara dengan yakin tentang kapan hari itu datang dapat membandingkan keyakinan itu dengan ayat yang menaruh pengetahuan di sisi Allah dan memakai kata boleh jadi bagi orang yang disapanya. Apakah keyakinan pembicara itu lebih besar daripada keyakinan yang diberikan ayat ini kepada orang yang disapa?
  • Kata dekat di 33:63 datang bersama kata boleh jadi, dan tidak bersama angka. Kemungkinan yang dekat tanpa tanggal memengaruhi pembaca secara berbeda dari kepastian yang jauh. Orang yang menunda sesuatu dengan alasan waktunya masih panjang mendapat ayat yang tidak membenarkan alasan itu, sebab ayat tidak berkata jauh dan tidak berkata dekat dengan pasti, hanya boleh jadi dekat. Ayat 17:51 memakai susunan serupa untuk pertanyaan tentang kapan, yaitu barangkali waktunya sudah dekat. Dua ayat itu menaruh pembaca pada keadaan menunggu tanpa jadwal. Rencana apa yang ditunda pembaca karena menganggap hari itu masih jauh, padahal ayat tidak memberinya jarak?
  • Ayat 33:63 mencatat bahwa orang-orang bertanya, lalu memberi jawaban yang bisa diucapkan, dan tidak menegur mereka karena bertanya. Pertanyaan tentang waktu hari itu tidak dibungkam, tetapi dijawab dengan pengakuan tentang tempat pengetahuannya. Pembaca yang ditanya hal di luar pengetahuannya mendapat contoh jawaban yang jujur tanpa menjadi dingin: pengetahuan itu ada di sisi Allah, dan sesudahnya satu kemungkinan yang boleh disampaikan. Contoh itu berbeda dari menebak untuk menyenangkan penanya. Dalam percakapan apa pembaca terdorong menjawab dengan yakin padahal belum tahu, dan seperti apa jawaban yang hanya menunjuk letak pengetahuan itu?
  • Di 4:153 orang yang disapa dimintai sebuah kitab dari langit, dan di 33:63 orang yang disapa ditanyai waktu hari Kiamat. Kedua ayat memakai kata kerja bertanya dengan bentuk yang persis sama, tetapi isi permintaannya berbeda. Permintaan pertama menuntut bukti yang bisa dilihat, permintaan kedua menuntut jadwal. Dari dua ayat itu pembaca dapat menimbang apa yang paling sering diminta pembaca dari ayat-ayat yang dibacanya, apakah tanda yang menguatkan hati, jadwal yang menenangkan, atau arah yang bisa dijalani. Ayat 33:63 memberi sebuah kemungkinan tanpa jadwal, sedangkan 4:153 mencatat permintaan yang jauh lebih besar tanpa menyebut jawaban di ayat yang sama. Apa yang diminta pembaca dari ayat-ayat ini, dan apa yang sebenarnya diberikan ayatnya?
  • Orang yang berhenti membaca di 33:63 membawa pulang pertanyaan kapan, dan ayat itu tidak menjawabnya dengan tanggal. Orang yang meneruskan ke 33:64 sampai 33:66 menemukan teks yang lebih banyak berbicara tentang apa: laknat, api yang disediakan, dan wajah-wajah yang dibolak-balik. Hubungan hari di 33:66 dengan hari yang ditanyakan di 33:63 tidak dinyatakan, sehingga keduanya tidak boleh dihubungkan lebih dari yang tertulis. Letaknya yang berdampingan tetap memperlihatkan perbedaan isi: ayat yang satu tidak memuat waktu, ayat yang lain memuat gambaran keadaan. Karena pengetahuan tentang waktu menurut 33:63 berada di sisi Allah, sedangkan gambaran keadaan tertulis lengkap, pertanyaan mana yang lebih layak dibawa pembaca pulang, kapan atau bagaimana?