إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا
Sesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًاinna llaaha la'ana l-kaafiriina wa-a'adda lahum sa'iiransesungguhnya Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (7 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَعَنَla'anamelaknat
- الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur
- وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- سَعِيرًاsa'iiranapi yang menyala
Inti bacaan
Susunan (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) muncul lima kali di Al-Qur'an (9:100, 33:44, 33:57, 33:64, 48:6), dan hanya di 33:64 sediaannya api.
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (لَعَنَ, la'ana) berakar ل-ع-ن dan berarti "melaknat", dengan Allah sebagai pelaku yang disebut terang sejak awal ayat, (إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ, inna llaaha la'ana). Bentuk persis la'ana muncul empat belas kali di delapan surah, yaitu 2:88, 4:46, 4:47, 4:52, 4:93, 4:118, 5:13, 5:60, 7:38, 9:68, 33:57, 33:64, 47:23, dan 48:6. Susunan (لَعَنَ الْكَافِرِينَ, la'ana l-kaafiriina) yang berarti "melaknat orang-orang kafir" hanya ada di 33:64. Di 33:57 objek la'ana berbeda, yaitu orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, dan bunyinya (لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, la'anahumu llaahu fii d-dunyaa wa-l-aakhirati) yang berarti "Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat". Akar ل-ع-ن muncul di surah ini pada 33:57, 33:61, 33:64, dan 33:68. Ayat 33:61 memakai (مَلْعُونِينَ, mal'uuniina) yang berarti "dalam keadaan terlaknat" tanpa menyebut siapa pelakunya, sedangkan 33:64 menyebut pelakunya.
Kata (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) berakar ك-ف-ر dan diterjemahkan "orang-orang kafir". Di surah ini bentuk persis itu muncul tiga kali, yaitu 33:1, 33:48, dan 33:64, sedangkan 33:8 memuat bentuk yang berawalan li-, (لِلْكَافِرِينَ, li-l-kaafiriina) yang berarti "bagi orang-orang kafir". Pada 33:1 dan 33:48 kata itu tampil dalam kalimat yang sama, (وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ, wa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiina) yang berarti "dan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik", dan susunan itu hanya ada di dua ayat tersebut. Di 33:64 yang disebut hanya yang pertama dari dua nama itu.
Kata kerja (أَعَدَّ, a'adda) berakar ع-د-د dan berarti "menyediakan". Bentuk persis a'adda muncul empat belas kali di tujuh surah, yaitu 4:93, 4:102, 9:89, 9:100, 33:8, 33:29, 33:35, 33:44, 33:57, 33:64, 48:6, 58:15, 65:10, dan 76:31. Enam di antaranya ada di surah ini, dengan sediaan yang berbeda: azab yang pedih di 33:8, pahala yang agung di 33:29, ampunan dan pahala yang agung di 33:35, pahala yang mulia di 33:44, azab yang menghinakan di 33:57, dan api yang menyala-nyala di 33:64. Susunan (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka" muncul lima kali di tiga surah, yaitu 9:100, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6. Di 33:57 sediaannya (عَذَابًا مُهِينًا, 'adzaaban muhiinan) yang berarti "azab yang menghinakan", dan di 48:6 (جَهَنَّمَ, jahannama) yang berarti "Jahanam". Kata kerja la'ana disusul a'adda di empat ayat, yaitu 4:93, 33:57, 33:64, dan 48:6.
Kata (سَعِيرًا, sa'iiran) berakar س-ع-ر dan diterjemahkan "api yang menyala-nyala". Bentuk persis itu muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 4:10, 4:55, 17:97, 25:11, 33:64, 48:13, 76:4, dan 84:12. Di antara delapan ayat itu, sa'iiran dipakai bersama a'adda di 33:64 saja. Di 25:11, 48:13, dan 76:4 kata kerja penyediaannya (أَعْتَدْنَا, a'tadnaa) yang berarti "Kami sediakan", dari akar lain, yaitu ع-ت-د, misalnya (أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا, a'tadnaa li-l-kaafiriina sa'iiran) di 48:13 yang berarti "Kami sediakan bagi orang-orang kafir api yang menyala-nyala". Terjemahan memakai "menyediakan" untuk a'adda dan "Kami sediakan" untuk a'tadnaa, sehingga dua akar itu tetap terbedakan di kalimat Indonesia.
Tafsiran
Ayat ini memakai sebutan baru bagi pihak yang dibicarakan. Ayat 33:60 menyebut orang-orang munafik, orang-orang yang di hatinya ada penyakit, dan para pengguncang di kota, sedangkan 33:64 menyebut orang-orang kafir. Ayat ini tidak menyatakan apakah tiga golongan di 33:60 termasuk di dalam sebutan itu. Surah ini sendiri memakai dua sebutan tersebut sebagai dua nama yang berdampingan, karena 33:1 dan 33:48 melarang menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik dalam kalimat yang sama. Karena itu 33:64 tidak dibaca sebagai pengulangan nama di 33:60, dan hubungan keduanya dibiarkan seperti tertulis.
Pada 33:61 orang-orang itu terlaknat tanpa pelaku yang disebut, dan 33:64 menyebut pelakunya, yaitu Allah. Ayat 33:57 menyertakan batas dan sebab: laknat itu terjadi di dunia dan akhirat, dan sasarannya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Ayat 33:64 memuat laknat tanpa batas tempat dan tanpa sebab, selain sebutan orang-orang kafir. Pembaca yang membandingkan kedua ayat melihat bahwa satu pernyataan tentang laknat dilengkapi alasan, dan satu lagi berdiri sebagai pernyataan saja.
Urutan 33:63 lalu 33:64 mempertemukan kata hari Kiamat dan kata api yang menyala-nyala pada dua ayat yang berdampingan. Di 25:11 kedua kata itu berada dalam satu ayat dengan sebab yang disebut, yaitu orang-orang mendustakan Saat itu, dan di sana api disediakan bagi siapa yang mendustakannya. Ayat 33:64 tidak menyebut pendustaan itu, dan 33:63 tidak menyebut api, sehingga kedua pasangan ayat itu sejajar dalam kata yang dipakai, tetapi tidak dalam sebab yang dinyatakan.
Kalimat ayat ini belum selesai. Terjemahan berakhir dengan koma karena 33:65 melanjutkannya dengan keadaan orang-orang yang disebut di sini, lalu 33:66 sampai 33:68 menuturkan ucapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Di 33:61 orang-orang itu terlaknat tanpa ada yang disebut sebagai pelakunya, dan 33:64 menjawab pertanyaan yang tertinggal dengan menyebut nama pelaku, yaitu Allah. Pembaca yang mengikuti ayat demi ayat akan merasakan perbedaan antara pernyataan tanpa pelaku dan pernyataan yang menaruh pelaku di depan. Pada bentuk kedua kata laknat di ayat ini punya pemilik yang disebut terang, sedangkan pada bentuk pertama pemiliknya dibiarkan kosong. Pembaca yang membaca keduanya berturut-turut melihat bahwa satu pernyataan tentang laknat dapat berdiri tanpa pelaku, dan pernyataan yang lain menaruh pelakunya di depan. Ketika pembaca menyebut orang lain terlaknat atau tercela, siapa pelaku yang dibayangkan di balik sebutan itu, dan apakah pelaku itu disebut terang seperti di ayat ini?
- Kata kerja yang di 33:64 menyediakan api yang menyala-nyala dipakai juga di 33:44 untuk menyediakan pahala yang mulia, dan di 33:29 serta 33:35 untuk pahala dan ampunan. Satu kata kerja menjangkau dua tujuan yang saling berlawanan dalam satu surah, dan pelakunya sama, yaitu Allah. Orang yang membaca 33:64 sendirian melihat sediaan itu sebagai ancaman, sedangkan orang yang membaca enam ayat tempat kata kerja itu muncul melihat dua arah yang disiapkan lebih dulu oleh pihak yang sama. Penyediaan berarti ada sesuatu yang sudah menunggu sebelum orangnya tiba. Bila dua tempat memang sudah disiapkan, tempat mana yang dibayangkan pembaca menunggu orang seperti dirinya?
- Ayat 33:60 memakai tiga nama, dan 33:64 memakai nama lain, orang-orang kafir, tanpa menyatakan apakah ketiganya termasuk di dalamnya. Pembaca yang cepat menyatukan beberapa golongan di bawah satu label menemukan bahwa surah ini membedakan dua sebutan, bahkan menaruhnya berdampingan di 33:1 dan 33:48 sebagai dua nama. Ayat ini menyebut Allah sebagai pelaku laknat, dan sebutan yang dipakai ayat hanya satu, tanpa menggabungkan nama-nama yang dalam surah dibiarkan terpisah. Seberapa teliti pembaca membedakan sebutan yang dipakai ayat dari sebutan yang dipakainya sendiri untuk orang yang tidak disukainya?
- Ayat 33:57 menyebut tempat laknat, yaitu dunia dan akhirat, dan menyebut sasarannya, yaitu orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Ayat 33:64 tidak memuat tempat dan tidak memuat sebab selain sebutan orang-orang kafir. Pembaca yang mengisi bagian kosong itu dengan sebab dari ayat lain membuat ayat yang berhenti pada sebutan terbaca seolah berbicara tentang sebab. Isian itu tidak melanggar apa pun yang tertulis, tetapi isian itu bukan bagian ayat. Bila Allah melaknat dan ayatnya tidak menyebut di mana atau kapan, isian apa yang paling cepat ditambahkan pembaca pada kalimat seperti ini?
- Di 33:64 api disebut sebagai sesuatu yang disediakan, dan di 33:66 wajah-wajah dibolak-balik di dalam api, sehingga api berpindah dari benda yang disiapkan menjadi tempat. Di antaranya, 33:65 memuat kata kekal di dalamnya, yang menunjuk tempat itu. Ketiga ayat itu memakai dua kata yang berbeda untuk api, satu pada 33:64 dan satu pada 33:66. Pembaca yang mengikuti urutan itu melihat gambar yang bergerak dari penyediaan, ke penghunian, lalu ke keadaan wajah. Perubahan sudut pandang itu tidak ada pada ayat yang dibaca terpisah. Apa yang berubah pada cara pembaca membayangkan api itu bila mengikuti urutan dari yang disediakan ke yang dihuni, dan siapa yang menurut 33:64 menyediakannya, yaitu Allah?
- Ayat 33:60 dibuka dengan syarat, yaitu jika mereka tidak berhenti, sedangkan 33:64 tidak memuat kata syarat apa pun dan berbentuk pernyataan tentang apa yang telah dilakukan Allah, yaitu melaknat dan menyediakan. Satu ayat menyimpan pintu, dan ayat lain menyimpan pernyataan, padahal keduanya berada dalam rangkaian yang sama. Pembaca yang membaca 33:64 sendirian melihat pernyataan saja, sedangkan pembaca yang memegang 33:60 sekaligus melihat syarat dan pernyataan berdampingan. Bila 33:64 menyatakan tanpa syarat, bagian mana dari rangkaian itu yang dipegang pembaca ketika ingin tahu apakah pintu untuk berhenti masih ada?