خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Kekal di dalamnya selama-lamanya, mereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًاkhaalidiina fiihaa abadankekal di dalamnya selama-lamanya
- لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًاlaa yajiduuna waliyyan wa-laa nashiiranmereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong
Terjemahan per kata (8 kata)
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- أَبَدًاabadanselamanya
- لَاlaatidak
- يَجِدُونَyajiduunamereka mendapati
- وَلِيًّاwaliyyanpelindung
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَصِيرًاnashiiranpenolong
Inti bacaan
Susunan (لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, laa yajiduuna waliyyan wa-laa nashiiran) muncul dua kali di Al-Qur'an (33:65, 48:22).
Penjelasan pilihan kata
Kata (خَالِدِينَ, khaalidiina) berakar خ-ل-د dan diterjemahkan "kekal". Susunan (خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا, khaalidiina fiihaa abadan) yang berarti "kekal di dalamnya selama-lamanya" muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 4:57, 4:122, 4:169, 5:119, 9:22, 9:100, 33:65, 64:9, 65:11, 72:23, dan 98:8. Delapan ayat di antaranya menggambarkan taman, yaitu 4:57, 4:122, 5:119, 9:22, 9:100, 64:9, 65:11, dan 98:8. Tiga ayat lainnya menggambarkan api, yaitu 4:169, 33:65, dan 72:23. Di 4:169 bunyinya (طَرِيقَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا, thariiqa jahannama khaalidiina fiihaa abadan) yang berarti "jalan menuju Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya", dan di 72:23 (نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا, naara jahannama khaalidiina fiihaa abadan) yang berarti "api Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya". Kedua ayat itu menyebut Jahanam dengan namanya, sedangkan 33:65 tidak menyebut nama tempat.
Akhiran (هَا, -haa) pada (فِيهَا, fiihaa) berarti "-nya" dan memakai bentuk perempuan. Kata (سَعِيرًا, sa'iiran) di 33:64 adalah benda terdekat yang dapat ditunjuk akhiran itu, dan bertanda laki-laki menurut morfologi. Dapat dibaca bahwa -haa tetap menunjuk api di 33:64, sebab pola yang sama ada di 25:11 sampai 25:12: sa'iiran di 25:11 disusul (إِذَا رَأَتْهُمْ, idzaa ra'at-hum) yang berarti "apabila ia melihat mereka" dan (سَمِعُوا لَهَا, sami'uu lahaa) yang berarti "mereka mendengar darinya", keduanya dengan bentuk perempuan. Terjemahan menulis "di dalamnya".
Kata kerja (يَجِدُونَ, yajiduuna) berakar و-ج-د dan berarti "mereka mendapati". Susunan (لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, laa yajiduuna waliyyan wa-laa nashiiran) yang berarti "mereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong" muncul dua kali, yaitu di 33:65 dan 48:22, dan terjemahan keduanya sama. Pasangan (وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, waliyyan wa-laa nashiiran) muncul enam kali di tiga surah, yaitu 4:89, 4:123, 4:173, 33:17, 33:65, dan 48:22. Pada 4:123, 4:173, dan 33:17 pasangan itu didahului (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah", misalnya (وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, wa-laa yajid lahu min duuni llaahi waliyyan wa-laa nashiiran) di 4:123. Keterangan itu tidak ada di 33:65 dan 48:22, sehingga terjemahan 33:65 tidak menambahkannya.
Dua kata Arab di bagian akhir diterjemahkan dengan dua kata Indonesia yang berbeda. Kata (وَلِيًّا, waliyyan) berakar و-ل-ي dan diterjemahkan "pelindung", sedangkan (نَصِيرًا, nashiiran) berakar ن-ص-ر dan diterjemahkan "penolong". Di 4:75 keduanya diminta dalam dua permintaan terpisah, (وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا, wa-j'al lanaa min ladunka waliyyan) yang berarti "dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang pelindung" dan (وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا, wa-j'al lanaa min ladunka nashiiran) yang berarti "dan jadikanlah bagi kami dari sisi-Mu seorang penolong", sehingga pemisahan dua kata itu sudah ada pada ayat yang memakai keduanya. Di 25:31 (نَصِيرًا, nashiiran) berdiri dengan (هَادِيًا, haadiyan) dalam (وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا, wa-kafaa bi-rabbika haadiyan wa-nashiiran) yang berarti "dan cukuplah Tuhanmu sebagai pemberi petunjuk dan penolong". Kata (أَبَدًا, abadan) berakar أ-ب-د dan diterjemahkan "selama-lamanya".
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan kalimat yang dimulai di 33:64, dan pelakunya bergeser. Di 33:64 pelaku kedua kata kerja adalah Allah, yaitu melaknat dan menyediakan. Di 33:65 kata kerjanya hanya satu, mendapati, dan pelakunya adalah orang-orang yang tadi disebut dengan akhiran -hum di 33:64. Nama Allah tidak muncul di 33:65, sehingga ayat ini menggambarkan keadaan orang-orang itu, bukan perbuatan baru.
Kerangka kalimat ini sama dengan 9:100, tetapi tujuannya berlawanan. Di 9:100 bunyinya (وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا, wa-a'adda lahum jannaatin tajrii tahtahaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa abadan) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka taman-taman yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya". Di 33:64 sampai 33:65 urutannya sama, yaitu menyediakan bagi mereka, lalu kekal di dalamnya selama-lamanya, tetapi yang disediakan adalah api yang menyala-nyala. Dua kalimat yang strukturnya sama dipakai untuk dua tujuan, dan isi di antara dua bagian yang sama menjadi pembedanya.
Ayat 72:23 menyebut sebab untuk kekekalan di api, yaitu mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Ayat 33:65 tidak menyebut sebab, tetapi 33:66 memuat ucapan penyesalan tentang menaati Allah dan Rasul, sehingga ketiga ayat dapat dibaca berdampingan. Hubungan sebab di 33:65 sendiri tidak dinyatakan, dan pembacaan itu bersandar pada letak 33:66 sesudahnya.
Susunan ketiadaan pelindung dan penolong ada dua kali dalam surah ini, di 33:17 dan 33:65. Di 33:17 susunan itu didahului pertanyaan siapa yang dapat melindungi dari Allah dan memuat keterangan selain Allah, sedangkan di 33:65 pertanyaan dan keterangan itu tidak ada. Dua ayat dalam satu surah memuat ketiadaan yang sama dengan kelengkapan yang berbeda, dan ayat 33:65 membiarkan ketiadaan itu tanpa pembanding.
Renungan dan Hikmah
- Kedua kata di ayat ini, pelindung dan penolong, muncul sebagai dua permintaan di 4:75, yang diucapkan orang-orang yang meminta dari sisi Tuhan mereka. Di 25:31 Tuhan disebut cukup sebagai pemberi petunjuk dan penolong. Dua ayat itu menaruh kedua kata pada arah yang jelas, yaitu kepada Tuhan, sedangkan 33:65 menyebut keadaan ketika keduanya tidak didapati. Pembaca yang membaca ketiganya berurutan melihat kata yang sama dipakai sebagai doa, sebagai sebutan, dan sebagai kehilangan. Kepada siapa pembaca biasanya mengarahkan permintaan akan pelindung dan penolong, dan apakah arah itu sama dengan arah 4:75?
- Di 33:17 pertanyaannya berbunyi siapa yang dapat melindungi dari Allah, dan jawabannya memakai susunan yang sama dengan 33:65, bahwa mereka tidak mendapati pelindung dan penolong selain Allah. Di 33:65 hanya jawabannya yang tersisa, tanpa pertanyaan dan tanpa keterangan selain Allah. Pembaca yang menemukan kedua ayat dalam satu surah memperoleh ketiadaan yang sama dengan dua tingkat kelengkapan, satu dengan pertanyaan di depannya dan satu tanpa. Perlindungan apa yang selama ini dianggap pembaca tersedia di luar Allah, dan apakah pertanyaan 33:17 pernah diajukan kepada perlindungan itu?
- Susunan yang sama, kekal di dalamnya selama-lamanya, dipakai bagi taman di delapan ayat dan bagi api di tiga ayat. Kata itu sendiri tidak memberi tahu tempat mana yang dimaksud, sehingga pembaca harus mendengar apa yang ada sebelum dan sesudahnya. Pembaca yang hanya membawa kesan kata kekal dari satu jenis ayat dapat salah menempatkan kata itu pada ayat jenis lain. Menurut 9:100 dan 33:64 pihak yang menyediakan kedua tempat itu sama, yaitu Allah, dan lamanya sama pula. Bila lama tidak membedakan kedua tempat, apa yang pertama kali diperhatikan pembaca ketika menemukan kata kekal pada sebuah kalimat?
- Ayat 33:65 menyebut ketiadaan pelindung dan penolong, dan 33:67 memuat seruan Tuhan kami dari orang-orang yang sama. Ayat-ayat itu tidak mengatakan apakah seruan dijawab, dan tidak menyatakan bahwa seruan dan ketiadaan itu saling berkaitan. Pembaca yang menaruh dua ayat itu berdampingan dapat memperhatikan bagaimana kata Tuhan kami terdengar sesudah kalimat tentang ketiadaan bantuan. Kata yang sama itu di 4:75 diucapkan dalam permintaan akan pelindung dan penolong. Apa arti menyebut Tuhan kami bagi pembaca pada saat pembaca merasa tidak mendapati siapa pun?
- Ayat 33:65 mengukur keadaan itu dengan dua alat, yaitu lamanya dan bantuannya. Alat pertama dipakai pada bagian pertama ayat, selama-lamanya, dan alat kedua pada bagian kedua, tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong. Pembaca yang menilai sebuah keadaan buruk dengan satu alat saja, misalnya lamanya, melewatkan alat kedua yang ditaruh ayat ini berdampingan dengannya. Dua ukuran itu tidak saling menggantikan. Keadaan yang pendek tetapi tanpa penolong dan keadaan yang panjang tetapi ditemani tidak menjadi bahan ayat ini; yang tertulis hanya keduanya berkumpul. Ukuran mana yang selama ini lebih sering dipakai pembaca untuk menilai beratnya sebuah keadaan, dan di manakah letak Allah pada ukuran kedua, yaitu ada atau tidaknya pelindung dan penolong?
- Nama Allah tidak muncul di 33:65, tetapi ayat itu terbaca penuh bila ditaruh di antara 33:64, yang menyebut Allah sebagai pelaku, dan 33:66, yang menyebut Allah sebagai pihak yang ditaati dalam ucapan penyesalan. Pembaca yang membuka hanya 33:65 mendapati kalimat tentang keadaan tanpa pelaku, sedangkan pembaca yang membuka tiga ayat berturut-turut mendapati pelaku itu di kedua sisinya. Letak ayat di tengah mengubah cara ayat itu terbaca. Ketika pembaca menemukan kalimat yang pelakunya tidak disebut, ayat sekelilingnya yang mana yang dibuka lebih dulu untuk mencari siapa pelakunya?