يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا
Pada hari wajah-wajah mereka dibolak-balik dalam api, mereka berkata, “Aduhai, sekiranya dahulu kami menaati Allah dan menaati Rasul.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِyawma tuqallabu wujuuhuhum fii n-naaripada hari wajah-wajah mereka dibolak-balik dalam api
- يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَاyaquuluuna yaa laytanaa atha'naa llaaha wa-atha'naa r-rasuulaamereka berkata, aduhai, sekiranya dahulu kami menaati Allah dan menaati Rasul
Terjemahan per kata (12 kata)
- يَوْمَyawmahari
- تُقَلَّبُtuqallabudibolak-balik
- وُجُوهُهُمْwujuuhuhumwajah mereka
- فِيfiidalam
- النَّارِn-naariapi
- يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
- يَاyaawahai
- لَيْتَنَاlaytanaaaduhai sekiranya kami
- أَطَعْنَاatha'naakami menaati
- اللَّهَllaahaAllah
- وَأَطَعْنَاwa-atha'naadan kami patuh
- الرَّسُولَاr-rasuulaaRasul
Inti bacaan
Bentuk (تُقَلَّبُ, tuqallabu) muncul satu kali di Al-Qur'an (33:66).
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (تُقَلَّبُ, tuqallabu) berakar ق-ل-ب dan berarti "dibolak-balik"; bentuk persis itu hanya muncul di 33:66. Kata kerja ini menyebut apa yang dikenai perbuatan, yaitu (وُجُوهُهُمْ, wujuuhuhum) yang berarti "wajah-wajah mereka", tanpa menyebut siapa yang membolak-balikkannya. Di tempat lain akar yang sama dipakai dengan pelaku yang disebut: (يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ, yuqallibu kaffayhi) di 18:42 yang berarti "membolak-balikkan kedua telapak tangannya", dengan orang itu sendiri sebagai pelaku, (وَنُقَلِّبُهُمْ, wa-nuqallibuhum) di 18:18 yang berarti "dan Kami membolak-balikkan mereka", dan (يُقَلِّبُ اللَّهُ, yuqallibu llaahu) di 24:44 yang berarti "Allah membalikkan". Terjemahan 33:66 memakai "dibolak-balik" tanpa pelaku karena ayat ini tidak menyebutnya.
Kata (وُجُوهُهُمْ, wujuuhuhum) berakar و-ج-ه dan diterjemahkan "wajah-wajah mereka". Susunan (وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ, wujuuhuhum fii n-naari) yang berarti "wajah-wajah mereka dalam api" muncul dua kali, yaitu di 27:90 dan 33:66. Di 27:90 bunyinya (فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ, fa-kubbat wujuuhuhum fii n-naari) yang berarti "maka wajah mereka disungkurkan ke dalam api". Terjemahan 27:90 memakai "ke dalam api" karena kata kerja (كُبَّتْ, kubbat) menyebut penyungkuran, dan terjemahan 33:66 memakai "dalam api" karena kata kerjanya membolak-balik wajah yang sudah berada di sana.
Kata (يَا لَيْتَنَا, yaa laytanaa) yang berarti "aduhai, sekiranya kami" muncul dua kali, yaitu di 6:27 dan 33:66, sedangkan bentuk tunggal (يَا لَيْتَنِي, yaa laytanii) yang berarti "aduhai, sekiranya aku" muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 4:73, 18:42, 19:23, 25:27, 69:25, 78:40, dan 89:24. Di 6:27 bunyinya (يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ, yaa laytanaa nuraddu) yang berarti "seandainya kami dikembalikan", yaitu pengandaian tentang kejadian yang diminta, sedangkan di 33:66 pengandaiannya tentang perbuatan yang sudah lewat. Kata (أَطَعْنَا, atha'naa) berbentuk lampau, dan kata "dahulu" dalam terjemahan lahir dari bentuk lampau itu, bukan dari kata Arab tersendiri. Di 18:42 terjemahan juga memakai "dahulu" pada (يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا, yaa laytanii lam usyrik bi-rabbii ahadan) yang berarti "aduhai, seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seorang pun".
Kata kerja (أَطَعْنَا, atha'naa) berakar ط-و-ع dan berarti "kami menaati". Bentuk persis itu muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 2:285, 4:46, 5:7, 24:47, 24:51, 33:66, dan 33:67. Pada lima ayat pertama kata kerja itu berdiri tanpa objek, misalnya (سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا, sami'naa wa-atha'naa) yang berarti "kami mendengar dan kami menaati" di 2:285, 4:46, 5:7, dan 24:51, serta (وَأَطَعْنَا, wa-atha'naa) di 24:47 sesudah pernyataan beriman kepada Allah dan Rasul. Siapa yang ditaati disebut di dua ayat, 33:66 dan 33:67. Di 33:66 kata kerja itu diulang di depan tiap objek, (أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا, atha'naa llaaha wa-atha'naa r-rasuulaa) yang berarti "kami menaati Allah dan kami menaati Rasul". Pengulangan serupa ada pada perintah (أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ, athii'uu llaaha wa-athii'uu r-rasuula) yang muncul lima kali di lima surah, yaitu 4:59, 5:92, 24:54, 47:33, dan 64:12, dan terjemahan 33:66 mengulang "menaati" mengikuti pengulangan itu.
Kata (الرَّسُولَا, ar-rasuulaa) berakar ر-س-ل dan diterjemahkan "Rasul". Bentuk dengan alif di ujung ini hanya muncul sekali, di 33:66, dan alif itu berada pada akhir ayat, seperti (الظُّنُونَا, zh-zhunuunaa) di 33:10 dan (السَّبِيلَا, s-sabiilaa) di 33:67, yang masing-masing juga muncul satu kali. Terjemahan menulis "Rasul" tanpa tambahan karena alif itu tidak membawa kata baru.
Tafsiran
Ayat ini mengubah bentuk pembicaraan dari keterangan menjadi ucapan. Ayat 33:64 dan 33:65 menuturkan perbuatan Allah dan keadaan orang-orang itu, sedangkan 33:66 menyebut hari ketika wajah-wajah mereka dibolak-balik dan mereka sendiri mulai berbicara. Ucapan pertama ini tidak ditujukan kepada siapa pun. Tidak ada seruan kepada Tuhan seperti (رَبَّنَا, rabbanaa) pada ayat sesudahnya, dan ucapan itu berhenti pada pengandaian tentang perbuatan yang sudah lewat.
Dua ayat menaruh gerak membolak-balik dan seruan yaa layta pada satu adegan, yaitu 18:42 dan 33:66. Di 18:42 orang itu sendiri yang menggerakkan telapak tangannya dan seruannya menyangkut persekutuan, sedangkan di 33:66 wajah yang dibolak-balik tanpa pelaku dan seruannya menyangkut ketaatan. Kedua ayat tidak saling menunjuk, sehingga perbandingan ini memperlihatkan kesamaan susunan adegan, bukan kesamaan peristiwa.
Pasangan Allah dan Rasul-Nya sebagai pihak yang ditaati atau didurhakai muncul dua kali lagi dalam surah ini. Di 33:36 bunyinya (وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-man ya'shi llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "dan siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya", disusul sesat yang nyata. Di 33:71 bunyinya (وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "dan siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya", disusul kemenangan yang agung. Ayat 33:66 terletak di antara keduanya, dan isinya pengandaian tentang melakukan apa yang di 33:71 disebut berujung kemenangan. Ayat ini tidak merinci perintah mana yang tidak ditaati, dan hanya memuat kata kerja menaati beserta dua pihak yang ditaati.
Ayat 33:67 melanjutkan dengan ucapan kedua yang dibuka (وَقَالُوا, wa-qaaluu) yang berarti "dan mereka berkata", kali ini dengan seruan kepada Tuhan mereka. Ucapan pertama berupa pengandaian dan ucapan kedua berupa pengaduan.
Renungan dan Hikmah
- Pengandaian di 33:66 tertuju pada perbuatan yang sudah lewat, yaitu menaati Allah dan menaati Rasul, dan kata dahulu dalam terjemahan menandai bahwa waktunya sudah habis bagi yang mengucapkannya. Pembaca yang masih dapat membaca ayat ini berada pada hari-hari ketika kata menaati belum menjadi pengandaian. Di 6:27 pengandaian serupa menyangkut dikembalikan, dan di 33:66 menyangkut menaati. Kedua ayat sama-sama memakai seruan aduhai sekiranya dalam bentuk kami, dan yang membedakannya adalah isi yang diandaikan. Bila kalimat ayat ini diucapkan hari ini sebagai pernyataan biasa tentang yang sedang dijalani, perbuatan apa yang akan disebut pembaca lebih dulu?
- Di 33:66 kata kerja menaati diulang untuk Allah dan untuk Rasul, dan di ayat sesudahnya kata kerja yang sama diarahkan pada para pemimpin dan para pembesar. Dua ayat berurutan itu memuat dua daftar: daftar yang diandaikan dan daftar yang sungguh-sungguh terjadi. Pembaca dapat memperlakukan keduanya sebagai dua kolom yang dibaca berdampingan, dengan kolom pertama berisi pihak yang kata menaatinya baru muncul sebagai andai, dan kolom kedua berisi pihak yang kata menaatinya sudah dipakai. Pada daftar manakah nama-nama yang paling sering didengar pembaca, dan apakah salah satunya Allah?
- Di 18:42 orang yang buahnya dibinasakan membolak-balikkan kedua telapak tangannya sambil berkata aduhai seandainya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku, dan di 33:66 wajah-wajah dibolak-balik sambil mereka berkata aduhai sekiranya dahulu kami menaati Allah dan Rasul. Kedua ayat menaruh gerak tubuh di samping penyesalan. Perbedaannya terletak pada pelaku gerak: di 18:42 orang itu sendiri yang menggerakkan tangannya, dan di 33:66 wajah yang dibolak-balik tanpa pelaku yang disebut. Gerak apa yang menyertai penyesalan pembaca sendiri, dan apakah gerak itu dilakukan atau hanya dialami?
- Ucapan di 33:66 berhenti pada pengandaian dan tidak memuat permintaan apa pun. Di 35:37 orang-orang dalam api berseru kepada Tuhan kami agar dikeluarkan dan berjanji mengerjakan kebajikan, jadi ucapan mereka memuat permintaan dan janji. Di 6:27 pengandaian mereka memuat keinginan untuk dikembalikan. Tiga ayat itu menunjukkan tiga bentuk ucapan dari keadaan yang mirip, yaitu pengandaian murni, permintaan disertai janji, dan keinginan untuk kembali. Bagi pembaca, perbedaan itu berarti penyesalan dapat berhenti pada andai, dapat meminta, atau dapat berjanji. Penyesalan pembaca sendiri berhenti di bentuk yang mana, dan kepada siapa penyesalan itu ditujukan, kepada Tuhan atau tidak kepada siapa pun?
- Pengandaian di 33:66 berisi satu perbuatan yang diharapkan telah dilakukan, yaitu menaati Allah dan menaati Rasul. Tidak ada pengandaian tentang kekayaan, kepintaran, atau umur yang lebih panjang. Setelah semua lainnya dilepas, yang tersisa dalam ucapan itu adalah ketaatan. Pembaca yang membayangkan dirinya mengucapkan penyesalan semacam itu dapat memeriksa apa yang akan tersisa dalam kalimatnya sendiri bila semua yang lain dilepas. Jika pembaca disuruh menulis satu kalimat andai tentang hidupnya, apakah isinya akan menyerupai ketaatan kepada Allah seperti di ayat ini, atau akan berisi hal lain?
- Kalimat yang diucapkan orang-orang di 33:66 tersedia bagi pembaca sebagai teks yang dapat dibaca sekarang, lengkap dengan pihak yang disebut di dalamnya, yaitu Allah dan Rasul. Ayat itu tidak memerintahkan apa pun dan tidak menyebut pembaca. Pembaca memegang sebuah kalimat penyesalan yang sudah jadi, dan dapat mencobanya pada hari-harinya sendiri tanpa menunggu sesuatu terjadi lebih dulu. Cara mencobanya sederhana: mengganti kata dahulu dengan sekarang, lalu mendengarkan apakah kalimat itu terdengar jujur. Bagian mana dari kalimat itu yang paling sulit diucapkan pembaca tentang hari-harinya, menaati Allah atau menaati Rasul?