وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

Mereka berkata, “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَاwa-qaaluu rabbanaa innaa atha'naa saadatanaa wa-kubaraa'anaamereka berkata, wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami
  2. فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَاfa-adhalluunaa s-sabiilaalalu mereka menyesatkan kami dari jalan

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
  2. رَبَّنَاrabbanaaTuhan kami
  3. إِنَّاinnaasesungguhnya kami
  4. أَطَعْنَاatha'naakami menaati
  5. سَادَتَنَاsaadatanaapemimpin kami
  6. وَكُبَرَاءَنَاwa-kubaraa'anaadan pembesar-pembesar kami
  7. فَأَضَلُّونَاfa-adhalluunaamaka mereka menyesatkan kami
  8. السَّبِيلَاs-sabiilaajalan

Inti bacaan

Pengakuan jujur di akhirat: 'kami menaati pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami', kesadaran bahwa ketaatan buta pada figur otoritas tanpa verifikasi mandiri tidak membebaskan tanggung jawab pribadi, justru diakui sendiri sebagai kesalahan fatal.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(yang benar)' dihapus: 's-sabiilaa' diterjemahkan polos 'jalan', teks Arab tidak menyisipkan kualifikasi tambahan di sini.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan penyesalan dengan menunjuk sebab kesesatan: ketaatan buta kepada pemimpin dan pembesar yang justru menyesatkan, bukan alasan pembenar, melainkan pengakuan kesalahan pilihan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyingkap bahwa menyalahkan pemimpin yang menyesatkan tidak membebaskan diri dari tanggung jawab pribadi, pengakuan 'kami telah menaati' tetap disertai penyesalan yang sama beratnya, menunjukkan bahwa ketaatan buta kepada manusia bukan alasan yang diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.