يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ۚ وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian seperti orang-orang yang menyakiti Musa, lalu Allah membersihkannya dari apa yang mereka katakan. Dan dia di sisi Allah seorang yang terpandang.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuu laa takuunuu ka-lladziina aadzaw muusaa fa-barra'ahu llaahu mimmaa qaaluuwahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian seperti orang-orang yang menyakiti Musa, lalu Allah membersihkannya dari apa yang mereka katakan
- وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًاwa-kaana 'inda llaahi wajiihandan dia di sisi Allah seorang yang terpandang
Terjemahan per kata (17 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- لَاlaajanganlah
- تَكُونُواtakuunuukalian menjadi
- كَالَّذِينَka-lladziinaseperti orang-orang yang
- آذَوْاaadzawmereka menyakiti
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- فَبَرَّأَهُfa-barra'ahumaka Allah membersihkannya
- اللَّهُllaahuAllah
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- قَالُواqaaluumereka berkata
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- وَجِيهًاwajiihanyang terkemuka
Inti bacaan
Bentuk (آذَوْا, aadzaw) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:69.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا, yaa ayyuhaa lladziina aamanuu) yang berarti "wahai orang-orang yang beriman", seruan yang di surah ini muncul tujuh kali, yaitu di 33:9, 33:41, 33:49, 33:53, 33:56, 33:69, dan 33:70. Seruan di 33:69 dan 33:70 berurutan, sedangkan tiga ayat sebelum 33:69 memuat ucapan para penghuni api. Kata (لَا تَكُونُوا, laa takuunuu) yang berarti "janganlah kalian menjadi" disusul (كَالَّذِينَ, ka-lladziina) yang berarti "seperti orang-orang yang", sehingga larangannya berbentuk perbandingan dengan kelompok yang perbuatannya disebut sesudahnya. Rangkaian laa takuunuu ka-lladziina muncul enam kali di empat surah, yaitu di 3:105, 3:156, 8:21, 8:47, 33:69, dan 59:19, dan tiap kali perbuatan kelompok itu berbeda: bercerai-berai di 3:105, kufur dan berkata di 3:156, berkata "kami mendengar" di 8:21, keluar dari kampung halaman di 8:47, menyakiti Musa di 33:69, dan melupakan Allah di 59:19. Gabungan seruan kepada orang beriman dengan rangkaian itu muncul dua kali, di 3:156 dan 33:69.
Kata kerja (آذَوْا, aadzaw) yang berarti "mereka menyakiti" berakar أ-ذ-ي. Bentuk persis aadzaw hanya muncul di 33:69, dan rangkaian (آذَوْا مُوسَىٰ, aadzaw muusaa) hanya di ayat ini. Akar yang sama dipakai di surah ini pada enam ayat, yaitu 33:48, 33:53, 33:57, 33:58, 33:59, dan 33:69, dengan sasaran yang berganti. Di 33:57 sasarannya Allah dan Rasul-Nya, (يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, yu'dzuuna llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "mereka menyakiti Allah dan Rasul-Nya", dan di 33:58 sasarannya orang mukmin lelaki dan perempuan, (يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, yu'dzuuna l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "mereka menyakiti mukmin lelaki dan mukmin perempuan". Di 33:69 sasarannya Musa, dan pelakunya tidak disebut. Di 61:5, (قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ, qaala muusaa li-qawmihi) yang berarti "Musa berkata kepada kaumnya", Musa memakai akar yang sama dalam (لِمَ تُؤْذُونَنِي, li-ma tu'dzuunanii) yang berarti "mengapa kalian menyakitiku". Ayat 61:5 menyebut kaumnya sebagai pihak yang diajak bicara, dan tidak memuat apa yang mereka katakan tentang Musa, sehingga dua ayat itu tidak saling melengkapi isi tuduhannya.
Kata (فَبَرَّأَهُ, fa-barra'ahu) yang berarti "lalu membersihkannya" tersusun dari fa, "lalu", kata kerja barra'a, dan akhiran -hu, "-nya". Kata kerja ini berakar ب-ر-أ dalam bentuk yang dipakai pada tiga ayat, yaitu 12:53, 24:26, dan 33:69, dan rangkaian fa-barra'ahu hanya ada di 33:69. Pelakunya disebut langsung sesudahnya, (اللَّهُ, llaahu). Kata (مِمَّا قَالُوا, mimmaa qaaluu) yang berarti "dari apa yang mereka katakan" tersusun dari mimmaa, gabungan min "dari" dan maa "apa yang", dan qaaluu "mereka berkata" dari akar ق-و-ل. Rangkaian mimmaa qaaluu hanya muncul di 33:69. Susunan yang hampir sama ada di 24:26, (مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ, mubarra'uuna mimmaa yaquuluuna) yang berarti "mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang". Kedua ayat memadukan akar ب-ر-أ dengan min dan sesuatu yang dikatakan orang. Ayat 24:26 membersihkan pihak yang disebut baik di ayat itu, dan 33:69 membersihkan Musa, sehingga perbandingan ini menyangkut susunan kalimatnya saja. Isi ucapan mereka tentang Musa tidak dituturkan di ayat ini.
Kata (وَجِيهًا, wajiihan) yang berarti "seorang yang terpandang" berakar و-ج-ه, akar yang sama dengan wajh, "wajah", seperti pada (وُجُوهُهُمْ, wujuuhuhum) yang berarti "wajah-wajah mereka" di 33:66. Bentuk persis wajiihan muncul dua kali, yaitu di 3:45 dan 33:69. Di 3:45, (وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, wajiihan fii d-dunyaa wa-l-aakhirati) yang berarti "terpandang di dunia dan akhirat", kata itu menyebut Isa, dan di 33:69 menyebut Musa. Tempat terpandangnya berbeda: di 3:45 di dunia dan akhirat, di 33:69 di sisi Allah, (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi). Rangkaian (وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا, wa-kaana 'inda llaahi wajiihan) hanya muncul di 33:69, dan susunan kaana 'inda llaahi muncul dua kali, di 33:53 dan 33:69. Di 33:53, (كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا, kaana 'inda llaahi 'azhiiman) yang berarti "agung di sisi Allah", kata sifatnya menilai sebuah perbuatan, sedangkan di 33:69 kata sifatnya menilai seorang tokoh. Terjemahan 33:69 menulis "seorang yang terpandang" karena kata Arabnya tanpa kata sandang dan berakhiran -an, dan tidak menambahkan "dahulu" pada (وَكَانَ, wa-kaana) karena tidak ada penanda waktu di ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini kembali kepada orang-orang beriman sesudah tiga ayat tentang ucapan para penghuni api, dan membawa satu contoh dari Musa untuk larangan menyakiti yang sudah bergulir sejak 33:57. Di 33:57 orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya dilaknat di dunia dan akhirat serta disediakan azab yang menghinakan, dan di 33:58 orang yang menyakiti mukmin lelaki dan perempuan tanpa ada yang mereka perbuat telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. Di 33:69 perbuatan menyakiti dituturkan dari sisi orang yang disakiti: Musa dibersihkan Allah, lalu kedudukannya di sisi Allah disebut. Akibat bagi mereka yang menyakitinya tidak dituturkan di ayat ini.
Satu kalimat memuat dua peristiwa: orang-orang menyakiti Musa dengan sesuatu yang mereka katakan, lalu Allah membersihkannya dari apa yang dikatakan itu. Huruf fa pada (فَبَرَّأَهُ, fa-barra'ahu) menyusun keduanya berurutan, sehingga pembersihan dituturkan sebagai jawaban atas perkataan. Lamanya jeda di antara keduanya tidak dapat diketahui dari ayat. Kalimat kedua, (وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا, wa-kaana 'inda llaahi wajiihan), berdiri sebagai pernyataan tersendiri yang disambung dengan wa, "dan", sehingga kedudukan Musa di sisi Allah dapat dibaca sebagai keadaan yang disebut berdampingan dengan pembersihan itu.
Letak ayat ini penting bagi alurnya. Tiga ayat sebelumnya menuturkan wajah-wajah yang dibolak-balik dalam api dan permohonan agar pemimpin diazab, dan tiga ayat sesudahnya, 33:70 sampai 33:72, berisi perintah, janji, dan amanat. Di antara keduanya 33:69 menaruh contoh seorang yang disakiti dan dibersihkan. Musa disebut dua kali di surah ini, di 33:7 sebagai salah satu yang diambil perjanjiannya dan di 33:69 sebagai yang disakiti, dan ayat-ayat itu tidak menghubungkan kedua penyebutan tersebut. Akar perkataan muncul di dua ayat itu dengan pelaku yang berganti: qaaluu di 33:69 menyebut apa yang dikatakan orang lain tentang Musa, dan perintah qawlan di 33:70 ditujukan kepada orang beriman. Pembacaan bahwa kedua ayat itu disusun saling menjawab bergantung pada letaknya dan tidak dinyatakan oleh 33:69 sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Larangan di 33:69 berbentuk perbandingan: janganlah menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa. Rangkaian itu muncul enam kali, dan tiap kali perbuatan kelompok pembandingnya berbeda, dari bercerai-berai di 3:105 sampai melupakan Allah di 59:19. Kata seperti menyiratkan bahwa kemiripan dengan sebuah kelompok dapat tumbuh tanpa pernah diputuskan, dan larangan itu dialamatkan kepada orang yang sudah disebut beriman. Ayat ini tidak menyatakan bahwa pembaca sudah menyerupai kelompok mana pun. Pembaca dapat memperhatikan kebiasaan kecil yang berulang pada dirinya dan bertanya, dari kelompok manakah dalam daftar enam itu kebiasaan tersebut mulai menyerupai? Apakah kemiripan itu lebih dulu terlihat pada orang lain daripada pada dirinya?
- Pelaku pembersihan di ayat ini disebut jelas, yaitu Allah, dan ayat tidak mencatat Musa membela diri. Di 61:5 Musa berbicara kepada kaumnya, "mengapa kalian menyakitiku", dan ayat itu tidak menyebut pembersihan, sedangkan 33:69 tidak menyebut ucapan Musa. Dua ayat itu tidak dihubungkan urutannya. Dapat dibaca bahwa orang yang dituduh tidak harus menjadi hakim atas namanya sendiri, karena ayat menaruh pembersihan di tangan Allah. Pembaca yang pernah dituduh dapat menimbang berapa banyak tenaga yang dihabiskannya untuk membersihkan namanya sendiri, dan berapa yang diserahkannya kepada Dia yang di ayat ini memegang pembersihan itu. Kapan dorongan membela diri paling kuat terasa, dan kepada siapa pembelaan itu dialamatkan?
- Ayat ini mencatat perbuatannya, yaitu menyakiti, dan akibatnya, yaitu pembersihan dari apa yang mereka katakan, tetapi isi perkataan itu tidak ikut tertulis. Di 24:26 kata kerja pembersih yang sama dipakai untuk orang-orang lain, dan di sana pun yang disebut adalah apa yang dituduhkan orang tanpa isinya, padahal keadaan yang dituturkan kedua ayat berbeda. Kedudukan orang yang dibersihkan Allah bertahan dalam teks, sedangkan kata-kata yang menyakitinya tidak mendapat tempat. Pembaca yang pernah meneruskan sebuah tuduhan dapat bertanya, bila tuduhan itu tidak tercatat sementara pembersihannya tercatat, apa sebenarnya yang diteruskannya ketika menceritakannya kepada orang lain?
- Kata terpandang untuk Musa berakar sama dengan kata wajah. Wajah-wajah para penghuni api dibolak-balik di 33:66, dan Musa disebut terpandang di sisi Allah di 33:69, satu akar di dua tempat yang berjarak tiga ayat. Ayat tidak menghubungkan keduanya, dan pembaca dapat meletakkannya berdampingan: wajah dapat berada di tempat yang dibolak-balik atau di tempat yang diakui. Di 3:45 Isa disebut terpandang di dunia dan akhirat, sedangkan di 33:69 ukurannya ditulis di sisi Allah. Pembaca dapat memperhatikan di sisi siapa kedudukannya diukur dalam keseharian, dan apakah ukuran itu sama dengan yang disebut ayat ini?
- Larangan di 33:69 dialamatkan kepada orang-orang yang beriman, dan seruan yang sama di 33:56 memuat perintah bersalat atas Nabi, sedangkan di 33:41 memuat perintah mengingat Allah. Larangan menyakiti diletakkan pada alamat yang sama dengan perintah-perintah itu, sehingga ayat ini tidak memisahkan orang yang beriman dari orang yang dapat menyakiti. Dapat dibaca bahwa menyakiti adalah kemungkinan yang ditujukan juga kepada orang beriman, meski ayat tidak menuduh siapa pun melakukannya. Pembaca dapat bertanya, dalam daftar perbuatan yang dianggapnya tercela, apakah menyakiti dengan perkataan tercantum? Apa yang berubah pada daftar itu bila 33:69 diletakkan di atasnya?
- Ayat 33:62 menyebut orang-orang yang telah berlalu sebelumnya, dan 33:69 mengambil satu contoh dari kisah Musa sebagai cermin bagi orang beriman yang disapanya. Larangan itu berbunyi janganlah kalian seperti mereka, jadi contoh tersebut menunjuk ke arah pembaca dan tidak ke arah orang lain. Ayat 33:62 dan 33:69 berbicara tentang perkara yang berlainan, dan keduanya disandingkan karena sama-sama merujuk ke masa lalu. Pembaca dapat memperhatikan contoh dari masa lalu yang paling sering dipakainya untuk menilai orang lain, dan contoh yang dipakainya untuk menilai dirinya. Apakah dua daftar itu berisi kisah yang sama, dan kisah manakah yang lebih mudah dibaca ke arah dirinya?