يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Niscaya Dia akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْyushlih lakum a'maalakum wa-yaghfir lakum dzunuubakumniscaya Dia akan memperbaiki amal-amal kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian
- وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًاwa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu fa-qad faaza fawzan 'azhiimandan siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (14 kata)
- يُصْلِحْyushlihmemperbaiki
- لَكُمْlakumbagi kalian
- أَعْمَالَكُمْa'maalakumamal kalian
- وَيَغْفِرْwa-yaghfirdan Dia mengampuni
- لَكُمْlakumbagi kalian
- ذُنُوبَكُمْdzunuubakumdosa-dosa kalian
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُطِعِyuthi'imenaati
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- فَازَfaazaberuntung
- فَوْزًاfawzankemenangan
- عَظِيمًا'azhiimanyang besar
Inti bacaan
Rangkaian (يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ, yushlih lakum a'maalakum) muncul satu kali di Al-Qur'an, di 33:71.
Penjelasan pilihan kata
Kata (يُصْلِحْ, yushlih) yang berarti "memperbaiki" berakar ص-ل-ح, dan pelakunya tidak disebut di dalam kata itu. Rangkaian (يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ, yushlih lakum a'maalakum) yang berarti "memperbaiki amal-amal kalian" hanya muncul di 33:71. Kata (لَكُمْ, lakum) yang berarti "bagi kalian" ditulis terpisah di sini, sedangkan terjemahan menaruh "kalian" pada "amal-amal kalian" dan tidak mengulanginya. Kata (أَعْمَالَكُمْ, a'maalakum) yang berarti "amal-amal kalian" muncul empat kali di dua surah, yaitu 33:71, 47:30, 47:33, dan 47:35, dan tiap kali kata kerja yang menguasainya berbeda: (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui" di 47:30, (تُبْطِلُوا, tubthiluu) yang berarti "membatalkan" di 47:33, (يَتِرَكُمْ, yatirakum) yang berarti "mengurangi" di 47:35, dan yushlih "memperbaiki" di 33:71. Akar ص-ل-ح muncul dua kali di surah ini, di 33:31 dan 33:71.
Kata (وَيَغْفِرْ, wa-yaghfir) yang berarti "dan mengampuni" berakar غ-ف-ر. Rangkaian (وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ, wa-yaghfir lakum dzunuubakum) yang berarti "dan mengampuni dosa-dosa kalian" muncul dua kali, di 3:31 dan 33:71, dan kata (ذُنُوبَكُمْ, dzunuubakum) yang berarti "dosa-dosa kalian" muncul tiga kali, di 3:31, 33:71, dan 61:12. Di 3:31, (فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ, fa-ttabi'uunii yuhbibkumu llaahu wa-yaghfir lakum dzunuubakum) yang berarti "maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian", kata kerja pengampunan menyusul sebuah perintah, dan di 61:12 kata kerja itu menyusul tawaran yang dibuka di 61:10. Di 33:71 pengampunan menyusul perintah di 33:70. Pelaku di 3:31 disebut sebelum kata kerja pengampunan, (اللَّهُ, llaahu), sedangkan di 33:71 pelakunya tidak disebut di kalimat pertama. Terjemahan memakai "Dia" karena 33:70 menyebut Allah sebagai pihak yang kepada-Nya orang beriman diperintahkan bertakwa, dan kalimat kedua ayat ini menyebut-Nya lagi, (اللَّهَ, llaaha). Terjemahan memakai "niscaya" di 3:31 dan 33:71 karena kata kerja di kedua ayat itu menyusul perintah.
Kata (وَمَنْ, wa-man) yang berarti "dan siapa yang" membuka kalimat kedua dan melebarkan sapaan dari "kalian" ke siapa pun. Kata (يُطِعِ, yuthi'i) yang berarti "menaati" berakar ط-و-ع, dan rangkaian (وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "dan siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya" muncul empat kali di empat surah, yaitu 4:13, 24:52, 33:71, dan 48:17. Tiga dari empat ayat itu menutup dengan akar ف-و-ز, yaitu (وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, wa-dzaalika l-fawzu l-'azhiimu) yang berarti "dan yang demikian adalah kemenangan yang agung" di 4:13, (فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ, fa-ulaa'ika humu l-faa'izuuna) yang berarti "maka mereka adalah orang-orang yang menang" di 24:52, dan kalimat ayat ini. Ayat keempat, 48:17, menyebut taman bagi yang menaati dan azab bagi yang berpaling. Akar ط-و-ع juga ada di lima ayat lain surah ini: (وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ, wa-laa tuthi'i l-kaafiriina wa-l-munaafiqiina) yang berarti "dan janganlah engkau menaati orang-orang kafir dan orang-orang munafik" di 33:1 dan 33:48, (وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-athi'na llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "serta taatilah Allah dan Rasul-Nya" di 33:33, dan (أَطَعْنَا, atha'naa) yang berarti "kami menaati" di 33:66 dan 33:67.
Kata (فَازَ, faaza) yang berarti "dia menang" berakar ف-و-ز, dan (فَقَدْ فَازَ, fa-qad faaza) yang berarti "sungguh, dia menang" muncul dua kali, di 3:185 dan 33:71. Kata (فَوْزًا, fawzan) yang berarti "kemenangan" menyusul kata kerja dari akar yang sama, dan rangkaian (فَازَ فَوْزًا, faaza fawzan) hanya muncul di 33:71, sehingga kata kerja dan kata bendanya berbagi satu akar di ayat ini. Terjemahan menjaga kesamaan itu dengan "menang" dan "kemenangan". Rangkaian (فَوْزًا عَظِيمًا, fawzan 'azhiiman) yang berarti "kemenangan yang agung" muncul tiga kali, di 4:73, 33:71, dan 48:5. Di 4:73, (يَا لَيْتَنِي كُنْتُ مَعَهُمْ فَأَفُوزَ فَوْزًا عَظِيمًا, yaa laytanii kuntu ma'ahum fa-afuuza fawzan 'azhiiman) yang berarti "aduhai, sekiranya aku dahulu bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung", rangkaian itu menjadi isi sebuah harapan, sedangkan di 33:71 rangkaian itu menjadi akibat bagi orang yang menaati. Terjemahan memakai "agung" untuk (عَظِيمًا, 'azhiiman) di ketiga ayat itu. Akar ف-و-ز hanya ada di ayat ini dalam surah Al-Ahzab.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan kalimat yang dibuka di 33:70. Dua perintah di sana, bertakwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang tepat, dijawab di sini dengan dua hal bagi orang yang disapa, yaitu perbaikan amal dan pengampunan dosa. Kalimat kedua melebar dari kalian ke siapa yang, sehingga janji ketaatan berlaku bagi siapa pun yang menaati Allah dan Rasul-Nya, dan akibatnya disebut sebagai kemenangan yang agung.
Kata kerja ketaatan memiliki urutan yang jelas di surah ini. Surah dibuka dengan larangan menaati orang-orang kafir dan munafik di 33:1, dan larangan itu diulang di 33:48. Di 33:33 ada perintah menaati Allah dan Rasul-Nya kepada pihak yang disapa di ayat itu. Di 33:66 para penghuni api berharap dahulu menaati Allah dan Rasul, dan di 33:67 mereka melaporkan telah menaati para pemimpin dan pembesar. Ayat 33:71 menaruh kata kerja yang sama dengan Allah dan Rasul sebagai objeknya dan kemenangan yang agung sebagai akibatnya. Dapat dibaca bahwa ketaatan yang diharapkan di 33:66 menjadi syarat bagi janji di 33:71, meskipun ayat-ayat tersebut tidak menyebut satu sama lain.
Isi janjinya ada tiga: amal diperbaiki, dosa diampuni, dan kemenangan bagi yang menaati. Urutan penyebutannya amal lebih dulu, lalu dosa, lalu kemenangan, dan ayat tidak menyatakan apakah ketiganya terjadi bersamaan atau bertahap. Perbandingan dengan 3:31 menunjukkan pola yang sama, yaitu perintah lalu pengampunan, tetapi di sana pelakunya disebut sebelum kata kerja pengampunan dan di sini tidak, dan konteksnya tidak sama.
Ayat berikutnya, 33:72, membuka bagian baru dengan (إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ, innaa 'aradhnaa l-amaanata) yang berarti "sesungguhnya Kami menawarkan amanat", dan hubungan antara janji di 33:71 dan amanat di 33:72 tidak dinyatakan oleh kedua ayat.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyebut dua hal bagi orang yang disapa dan menaruh perbaikan amal lebih dulu, lalu pengampunan dosa, dengan kata bagi kalian diulang di depan masing-masing. Ayat tidak menyatakan apakah urutan itu berarti urutan waktu. Dapat dibaca bahwa amal dan dosa dihitung terpisah dan keduanya berada di tangan Dia yang tidak disebut namanya di kalimat itu tetapi disebut di kalimat berikutnya. Pembaca dapat memperhatikan cara menilai dirinya pada malam hari: apakah lebih sering dosa yang perlu diampuni yang dihitung, atau amal yang perlu diperbaiki? Bagian mana yang diserahkan kepada Allah dan bagian mana yang dicoba dikerjakan sendiri lebih dulu?
- Kata amal-amal kalian muncul empat kali dan tiap kali dikuasai kata kerja yang berbeda: diketahui di 47:30, dilarang dibatalkan di 47:33, dijamin tidak dikurangi di 47:35, dan diperbaiki di 33:71. Empat ayat itu memiliki konteks masing-masing dan tidak saling menjelaskan. Amal yang sama dapat ditinjau dari empat sisi, yaitu apa yang diketahui, apa yang dijaga, apa yang tidak dikurangi, dan apa yang diperbaiki. Pembaca dapat bertanya kata kerja mana yang paling sering terbayang menimpa amalnya sendiri: dibatalkan, dikurangi, atau diperbaiki? Dan siapakah yang terbayang melakukan kata kerja itu, dirinya sendiri, orang lain, atau Allah?
- Kata kerja menaati muncul di surah ini dengan objek yang berganti: kafir dan munafik yang dilarang ditaati di 33:1 dan 33:48, para pemimpin dan pembesar yang telah ditaati di 33:67, dan Allah serta Rasul-Nya di 33:33 sebagai perintah, di 33:66 sebagai harapan, dan di 33:71 sebagai syarat janji. Ayat-ayat itu berbicara kepada pihak yang berbeda, jadi daftar ini disusun berdasarkan letaknya dan tidak dinyatakan oleh satu ayat pun. Dapat dibaca bahwa menaati adalah kata kerja yang selalu memiliki objek, dan objeknya yang membedakan akibatnya. Pembaca dapat menuliskan, hanya untuk dirinya, tiga orang atau hal yang paling sering ditaatinya dalam sepekan. Apakah Allah ada di antara tiga itu, dan di urutan keberapa?
- Rangkaian kemenangan yang agung muncul di 4:73 sebagai isi harapan yang dibuka dengan aduhai sekiranya aku dahulu, dan di 33:66 para penghuni api memakai bentuk harapan yang sama untuk menaati Allah dan Rasul. Di 33:71 rangkaian itu muncul sebagai akibat bagi orang yang menaati, tanpa kata aduhai di depannya, padahal keadaan yang dituturkan ketiga ayat berbeda. Bentuk harapan dan bentuk janji memakai kata yang sama, dan perbedaannya ada pada kata kerja yang disebut di tengah, yaitu menaati. Pembaca dapat memperhatikan harapan yang diucapkannya dengan kata sekiranya, dan bertanya apakah ada kata kerja yang dapat dikerjakannya hari ini di antara harapan itu dan tujuannya. Apa yang berubah pada harapan itu bila Dia yang disebut di 33:71 menjadi pihak yang dituju?
- Kalimat pertama di ayat ini ditujukan kepada kalian, dan kalimat kedua dibuka dengan siapa yang, yang tidak lagi menyebut alamat tertentu. Janji kemenangan yang agung berlaku bagi siapa pun yang menaati Allah dan Rasul-Nya, dan rangkaian yang sama muncul di 4:13, 24:52, dan 48:17 dengan akibat yang tidak seluruhnya sama. Ayat ini tidak menyebut siapa saja yang termasuk dalam siapa yang. Pembaca dapat memperhatikan bahwa lingkaran janji itu lebih lebar daripada lingkaran yang disapa, dan bertanya siapa yang ada di dalam lingkaran itu menurut dugaannya sendiri. Apakah orang yang tidak pernah ditemuinya masuk dalam bayangannya? Apakah orang yang dianggapnya jauh dari ketaatan juga masuk, padahal ayat tidak menyebut batas itu?
- Amal dan dosa di ayat ini ditulis dalam bentuk jamak, amal-amal dan dosa-dosa, dan kata kalian juga jamak. Janji itu tidak berbunyi tentang satu amal terbesar atau satu dosa terbesar, tetapi tentang kumpulan amal dan kumpulan dosa. Ayat tidak merinci isi kumpulan itu dan tidak menyebut jumlahnya. Dapat dibaca bahwa perhatian ayat mencakup tumpukan yang tidak terhitung, termasuk peristiwa kecil. Pembaca dapat memperhatikan dasar penilaian dirinya: apakah ditimbang dari satu amal yang paling dibanggakan atau satu dosa yang paling disesali, sementara ayat memakai bentuk jamak untuk keduanya? Apa yang tertinggal dari penilaian itu bila yang ditimbang adalah seluruh tumpukan di hadapan Allah?