لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Dengan demikian, Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. Dan Allah akan menyambut tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِli-yu'adzdziba llaahu l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati wa-l-musyrikiina wa-l-musyrikaatidengan demikian, Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan
  2. وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-yatuuba llaahu 'ala l-mu'miniina wa-l-mu'minaati wa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah akan menyambut tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, dan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. لِيُعَذِّبَli-yu'adzdzibaagar Dia mengazab
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik
  4. وَالْمُنَافِقَاتِwa-l-munaafiqaatidan perempuan-perempuan munafik
  5. وَالْمُشْرِكِينَwa-l-musyrikiinadan orang-orang musyrik
  6. وَالْمُشْرِكَاتِwa-l-musyrikaatidan perempuan-perempuan musyrik
  7. وَيَتُوبَwa-yatuubadan Dia menerima tobat
  8. اللَّهُllaahuAllah
  9. عَلَى'alaatas
  10. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  11. وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan perempuan-perempuan beriman
  12. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  13. اللَّهُllaahuAllah
  14. غَفُورًاghafuuranpengampun
  15. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Rangkaian empat golongan (الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ, l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati wa-l-musyrikiina wa-l-musyrikaati) muncul dua kali di Al-Qur'an, di 33:73 dan 48:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لِيُعَذِّبَ, li-yu'adzdziba), yaitu huruf li yang oleh data morfologi dicatat sebagai awalan kata depan, disusul kata kerja dari akar ع-ذ-ب yang berarti "mengazab". Rangkaian (لِيُعَذِّبَ اللَّهُ, li-yu'adzdziba llaahu) hanya muncul di 33:73. Bentuk yang hampir sama, (لِيُعَذِّبَهُمْ, li-yu'adzdzibahum) dengan akhiran -hum, ada di 8:33 dan 9:55. Di 33:24, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ, li-yajziya llaahu) yang berarti "agar Allah membalas", dan di 48:6, (وَيُعَذِّبَ, wa-yu'adzdziba) yang berarti "dan agar Dia mengazab", bentuk serupa diterjemahkan "agar", sedangkan di 33:73 terjemahan memakai "Dengan demikian" dan "akan". Pembacaan "agar" menaruh azab dan tobat sebagai tujuan sebuah perbuatan, dan 33:72 tidak menyebut tujuan manusia memikul amanat. Terjemahan memilih "Dengan demikian" dan tidak menetapkan siapa yang bertujuan apa. Pembacaan "agar" tetap mungkin, karena di dalam ayat ini sendiri tidak ada kata kerja induk bagi huruf li.

Rangkaian empat golongan, (الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ, l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati wa-l-musyrikiina wa-l-musyrikaati) yang berarti "orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan", hanya muncul dua kali, di 33:73 dan 48:6. Kata (وَالْمُنَافِقَاتِ, wa-l-munaafiqaati) muncul tiga kali, di 9:68, 33:73, dan 48:6, dan (وَالْمُشْرِكَاتِ, wa-l-musyrikaati) dua kali, di 33:73 dan 48:6. Akar ن-ف-ق muncul di surah ini pada enam ayat, yaitu 33:1, 33:12, 33:24, 33:48, 33:60, dan 33:73, sedangkan akar ش-ر-ك hanya muncul di 33:73. Terjemahan menyatukan tiap pasangan menjadi "laki-laki dan perempuan" supaya empat golongan terbaca sebagai dua pasangan, padahal kata Arabnya memisahkan bentuk laki-laki dan bentuk perempuan.

Kata (وَيَتُوبَ, wa-yatuuba) yang berarti "dan menyambut tobat" berakar ت-و-ب, dan pelakunya, (اللَّهُ, llaahu), mengikutinya langsung, lalu (عَلَى, 'ala) yang berarti "atas" dan (الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan". Rangkaian (وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى, wa-yatuuba llaahu 'ala) hanya ada di 33:73. Bentuk yatuuba muncul enam kali di empat surah, yaitu di 3:128, 4:26, 4:27, 9:102, 33:24, dan 33:73, dan pelakunya Allah di keenam ayat itu. Di 4:27, (وَاللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْكُمْ, wa-llaahu yuriidu an yatuuba 'alaykum) yang berarti "dan Allah hendak menyambut tobat kalian", dan di 4:26, 9:102, serta 33:24 terjemahan juga memakai "menyambut tobat". Di 9:118, (ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا, tsumma taaba 'alayhim li-yatuubuu) yang berarti "kemudian Allah menyambut mereka agar mereka bertobat", tobat dari pihak Allah disebut lebih dulu dan tobat para hamba menyusul sebagai tujuannya. Untuk menerima tobat, Al-Qur'an memakai akar lain, ق-ب-ل, seperti (يَقْبَلُ التَّوْبَةَ, yaqbalu t-tawbata) yang berarti "menerima tobat" di 9:104 dan 42:25. Karena itu terjemahan di ayat ini memakai "menyambut" untuk wa-yatuuba 'ala dan menyediakan "menerima" untuk yaqbalu.

Kata (وَكَانَ, wa-kaana) yang berarti "dan adalah" disusul (اللَّهُ, llaahu) dan dua kata sifat tanpa kata sandang al-, yaitu (غَفُورًا رَحِيمًا, ghafuuran rahiiman) yang berarti "pengampun lagi pengasih". Rangkaian wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman muncul sembilan kali di empat surah, yaitu di 4:96, 4:100, 4:152, 25:70, 33:5, 33:50, 33:59, 33:73, dan 48:14. Empat di antaranya ada di surah ini: 33:5, 33:50, 33:59, dan 33:73. Terjemahan memakai "pengampun lagi pengasih" tanpa "Sang" karena kedua kata sifatnya tidak memakai al-, dan tidak menambahkan "dahulu" pada wa-kaana karena ayat ini tidak memuat penanda waktu.

Tafsiran

Ayat ini menutup surah dengan membagi tiga golongan dalam satu kalimat. Dua golongan pertama, munafik dan musyrik, masing-masing laki-laki dan perempuan, dikenai azab, dan golongan ketiga, mukmin laki-laki dan perempuan, disambut tobatnya. Kata kerja azab dan kata kerja tobat keduanya memakai Allah sebagai pelaku, dan ayat ini menaruh keduanya di samping satu sama lain tanpa kata penghubung selain wa. Ayat sebelumnya, 33:72, menyebut manusia dalam bentuk tunggal, al-insaan, yang memikul amanat, dan 33:73 membagi manusia menjadi tiga golongan berpasangan.

Pembagian antara azab dan tobat muncul juga di 33:24. Di sana azab bagi munafik dan tobat atas mereka disebut sebagai dua kemungkinan, (إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ, in syaa'a aw yatuuba 'alayhim) yang berarti "jika Dia menghendaki, atau menyambut tobat mereka". Di 33:73 tobat berpindah kepada mukmin dan azab kepada munafik dan musyrik. Ayat ini tidak menyebut tobat bagi dua golongan pertama, dan tidak pula menyatakan bahwa tobat tertutup bagi mereka. Ayat 33:24 dan 33:73 berbicara dalam bagian surah yang berlainan dan tidak disamakan.

Di 48:5 dan 48:6 empat golongan yang sama muncul dengan urutan terbalik. Di sana mukmin laki-laki dan perempuan disebut lebih dulu dalam kalimat tentang taman dan penghapusan kesalahan, dan munafik serta musyrik menyusul dalam kalimat tentang azab. Di 33:73 azab disebut lebih dulu dan tobat menyusul, dan surah ditutup dengan sifat Allah. Kedua ayat itu berbicara tentang pokok yang berlainan.

Penyebutan laki-laki dan perempuan di tiap golongan sejalan dengan pola 33:35, yang memuat sepuluh pasangan laki-laki dan perempuan, dan 33:58, yang menyebut mukmin laki-laki dan perempuan. Di 33:73 pasangan itu muncul tiga kali berturut-turut dalam satu ayat, dan tidak ada golongan yang disebut hanya dengan bentuk laki-lakinya. Kalimat penutup, (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman), juga menutup 33:5, 33:50, dan 33:59, sehingga rangkaian itu muncul di dekat awal surah dan di akhirnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat penutup ini menyebut tiap golongan dengan dua bentuk, laki-laki lalu perempuan, dan itu terjadi pada ketiga golongan, munafik, musyrik, dan mukmin. Tidak ada golongan yang disebut dengan satu bentuk saja. Ayat 33:35 memuat pola yang sama dalam daftar yang lebih panjang. Allah menjadi pihak yang menyebut dan menjatuhkan akibat bagi masing-masing, dan ayat tidak membedakan akibat menurut jenis kelamin dalam golongan yang sama. Pembaca dapat memperhatikan cara menyebut sekelompok orang dalam percakapannya sehari-hari: siapa yang biasanya tersebut dan siapa yang dibiarkan masuk ke dalam kata mereka? Apakah ada kelompok yang selalu disebut dengan satu bentuk?
  • Kata kerja azab dan kata kerja tobat dalam satu kalimat di 33:73 memakai pelaku yang sama, Allah, dan pelaku itu disebut dua kali, sekali di depan masing-masing kata kerja. Cara dan ukuran penjatuhan keduanya tidak dituturkan. Dapat dibaca bahwa gambaran tentang Allah di ayat ini tidak dibagi dua, satu sosok yang mengazab dan satu sosok lain yang menyambut tobat. Pembaca dapat memperhatikan sosok apa yang terbayang pertama kali ketika kata azab terdengar, dan apakah sosok itu sama dengan yang terbayang ketika kata tobat terdengar. Apakah dua bayangan itu pernah bertemu dalam satu kalimat di pikirannya?
  • Kata kerja tobat di 33:73 memakai Allah sebagai pelaku dan mukmin sebagai pihak yang disambut. Di 9:118 tobat dari pihak Allah disebut lebih dulu, lalu tobat para hamba menyusul sebagai tujuannya. Keadaan yang dituturkan kedua ayat berbeda, dan 33:73 tidak menyebut urutan semacam itu. Dapat dibaca bahwa gerak menuju tobat tidak dimulai dari hamba sendirian, dan cara gerak itu dialami tidak dituturkan. Pembaca yang menunda tobat karena merasa belum pantas dapat bertanya, bila 9:118 memuat urutan Allah lebih dulu, apa sebenarnya yang sedang ditunggunya? Apakah sesuatu yang belum terjadi pada dirinya, atau sesuatu yang sudah lebih dulu bergerak ke arahnya?
  • Di 48:5 dan 48:6 empat golongan yang sama muncul dengan mukmin lebih dulu dan munafik serta musyrik menyusul, sedangkan di 33:73 azab disebut lebih dulu dan tobat menyusul. Kedua ayat itu tidak menjelaskan alasan urutannya masing-masing, dan keduanya berada dalam konteks yang berbeda. Pembaca yang menutup surah ini dengan 33:73 sampai pada kalimat terakhir, yaitu bahwa Allah pengampun lagi pengasih, sesudah membaca azab di bagian awal ayat. Bila hanya satu kalimat dari penutup surah ini yang dapat disimpan, kalimat mana yang akan disimpan, dan apa yang berubah dalam hari-hari pembaca bila yang tersimpan adalah kalimat yang lain?
  • Surah ini ditutup dengan sebuah sifat, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman, dan rangkaian yang sama muncul di tiga ayat lain dalam surah ini, yaitu 33:5, 33:50, dan 33:59. Setelah ayat tentang amanat dan pembagian golongan, kalimat terakhir berupa penggambaran tentang Allah, tanpa perintah atau larangan. Hubungan antara sifat itu dan pembagian yang mendahuluinya dapat dibaca dari letaknya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat penutup itu menyebut dua sifat, pengampun dan pengasih, tanpa menyebut siapa pun yang diampuni. Siapa yang terbayang termasuk di dalam kata itu ketika kalimat terakhir sebuah surah yang panjang dibaca?
  • Tobat di 33:73 ditujukan kepada orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, dan tidak kepada dua golongan yang disebut lebih dulu. Dapat dibaca bahwa orang beriman disebut sebagai pihak yang disambut tobatnya, sehingga ayat ini tidak menempatkan tobat di luar lingkaran orang beriman. Dosa tertentu sebagai alasan tobat itu tidak dituturkan. Di 33:71 orang beriman juga disebut sebagai pihak yang dosanya diampuni, dan dua ayat itu tidak saling menyebut. Pembaca dapat bertanya, dalam gambaran pribadinya tentang tobat, siapa yang biasanya dianggap memerlukannya: orang lain yang jauh atau diri sendiri yang sedang membaca ayat ini? Apakah gambaran itu berubah ketika yang menyambut disebut Allah?