لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Dengan demikian, Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. Dan Allah akan menyambut tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِli-yu'adzdziba llaahu l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati wa-l-mushrikiina wa-l-mushrikaatidengan demikian, Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan
  2. وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-yatuuba llaahu ala l-mu'miniina wa-l-mu'minaati wa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah akan menyambut tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, dan Allah pengampun lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'That God might punish the wavering men,1 and the wavering women,2 and the idolaters,3 and the idolatresses;4 and that God might turn towards5 the believing men6 and the believing women.7 And God is forgiving and merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.

Aplikasi

Tujuan dari amanat itu terungkap: konsekuensi berpasangan, azab bagi munafik/musyrik laki-laki DAN perempuan, penyambutan tobat bagi mukmin laki-laki DAN perempuan, pola kesetaraan gender dalam akuntabilitas dan rahmat yang konsisten dengan daftar kualitas setara di 33:35.