يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا ۚ وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُ

Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia Sang Pengasih lagi Sang Pengampun.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَاya'lamu maa yaliju fii l-ardhi wa-maa yakhruju minhaaDia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya
  2. وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَاwa-maa yanzilu mina s-samaa'i wa-maa ya'ruju fiihaadan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya
  3. وَهُوَ الرَّحِيمُ الْغَفُورُwa-huwa r-rahiimu l-ghafuurudan Dia Sang Pengasih lagi Sang Pengampun

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  2. مَاmaaapa yang
  3. يَلِجُyalijumasuk
  4. فِيfiike dalam
  5. الْأَرْضِl-ardhibumi
  6. وَمَاwa-maadan apa yang
  7. يَخْرُجُyakhrujukeluar
  8. مِنْهَاminhaadarinya
  9. وَمَاwa-maadan apa yang
  10. يَنْزِلُyanziluturun
  11. مِنَminadari
  12. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  13. وَمَاwa-maadan apa yang
  14. يَعْرُجُya'rujunaik
  15. فِيهَاfiihaapadanya
  16. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  17. الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
  18. الْغَفُورُl-ghafuuruSang Pengampun

Inti bacaan

Susunan (يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ, ya'lamu maa yaliju fii l-ardhi) hanya ditemukan dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:2 dan 57:4.

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui" berakar ع-ل-م dan diikuti empat anak kalimat yang masing-masing dibuka dengan (مَا, maa) yang berarti "apa yang". Susunan (يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ, ya'lamu maa yaliju fii l-ardhi) yang berarti "mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi" muncul dua kali, yaitu di 34:2 dan 57:4. Keempat anak kalimat sesudahnya sama kata demi kata di dua ayat itu, karena (وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا, wa-maa yakhruju minhaa), (وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ, wa-maa yanzilu mina s-samaa'i), dan (وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا, wa-maa ya'ruju fiihaa) masing-masing juga hanya muncul di 34:2 dan 57:4.

Kata (يَلِجُ, yaliju) yang berarti "masuk" berakar و-ل-ج. Di 7:40, (حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ, hattaa yalija l-jamalu fii sammi l-khiyaathi) yang berarti "sampai unta masuk ke dalam lubang jarum" memakai kata kerja yang sama dengan (فِي, fii), dan terjemahan 34:2 mengikutinya dengan "masuk ke dalam bumi". Akar yang sama dalam bentuk lain, (يُولِجُ, yuuliju) yang berarti "memasukkan", muncul di 3:27, 22:61, 31:29, 35:13, dan 57:6, dan di kelima ayat itu objeknya malam dan siang, seperti pada (يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ, yuuliju l-layla fii n-nahaari) yang berarti "memasukkan malam ke dalam siang" di 22:61. Di 34:2 pelaku yang masuk hanya ditandai dengan maa, tanpa menyebut bendanya.

Kata (يَخْرُجُ مِنْهَا, yakhruju minhaa) yang berarti "keluar darinya" tersusun dari kata kerja (يَخْرُجُ, yakhruju) dan (مِنْهَا, minhaa) yang berarti "darinya". Akhiran (هَا, -haa) berbentuk perempuan tunggal, dan morfologi korpus menandai (الْأَرْضِ, l-ardhi) sebagai kata berbentuk perempuan, sehingga akhiran itu menunjuk bumi. Pasangan masuk dan keluar karena itu memiliki satu tempat, yaitu bumi.

Kata (يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ, yanzilu mina s-samaa'i) yang berarti "turun dari langit" memuat akar ن-ز-ل. Kata (السَّمَاءِ, s-samaa'i) di sini berbentuk tunggal, berbeda dari (السَّمَاوَاتِ, s-samaawaati) yang berbentuk jamak di 34:1, dan terjemahan memakai "langit" untuk keduanya. Kata (يَعْرُجُ فِيهَا, ya'ruju fiihaa) yang berarti "naik kepadanya" berakar ع-ر-ج. Bentuk (يَعْرُجُ, ya'ruju) dengan satu pelaku laki-laki muncul tiga kali, yaitu di 32:5, 34:2, dan 57:4. Di 32:5, (يَعْرُجُ إِلَيْهِ, ya'ruju ilayhi) yang berarti "naik kepada-Nya" memakai (إِلَيْهِ, ilayhi) dengan akhiran laki-laki, sedangkan di 34:2 akhirannya (هَا, -haa) berbentuk perempuan dan menunjuk langit yang disebut di anak kalimat sebelumnya. Terjemahan menulis "kepadanya" dengan huruf kecil karena arah naik itu langit.

Ayat ini ditutup dengan (الرَّحِيمُ الْغَفُورُ, r-rahiimu l-ghafuuru) yang berarti "Sang Pengasih lagi Sang Pengampun". Kedua nama bersandang al-, sehingga terjemahan menulis "Sang" di depan masing-masing, sama seperti pada (الْغَفُورُ الرَّحِيمُ, l-ghafuuru r-rahiimu) yang diterjemahkan "Sang Pengampun" dan "Sang Pengasih" di 39:53 dan 46:8. Nama (الرَّحِيمُ, r-rahiimu) berakar ر-ح-م dan (الْغَفُورُ, l-ghafuuru) berakar غ-ف-ر. Urutan di ayat ini terbalik dibanding tujuh ayat yang memuat (الْغَفُورُ الرَّحِيمُ, l-ghafuuru r-rahiimu), yaitu 10:107, 12:98, 15:49, 28:16, 39:53, 42:5, dan 46:8. Urutan (الرَّحِيمُ الْغَفُورُ, r-rahiimu l-ghafuuru) hanya ada di 34:2, dan terjemahan menjaga urutan Arab itu.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan 34:1 dari kepemilikan ke pengetahuan. Ayat 34:1 menyebut apa yang ada di langit dan di bumi, lalu 34:2 menyebut apa yang bergerak di dalam dan di antara keduanya, yaitu apa yang masuk dan keluar dari bumi serta apa yang turun dan naik dari langit. Urutan tempatnya berganti: di 34:1 langit disebut lebih dulu daripada bumi, sedangkan di 34:2 bumi lebih dulu dengan pasangan masuk dan keluar, baru langit dengan pasangan turun dan naik. Empat gerak itu tersusun sebagai dua pasangan yang berlawanan arah, dan tiap pasangan berpusat pada satu tempat.

Daftar empat gerak yang sama terdapat di 57:4, tetapi sambungannya berbeda. Di 57:4 daftar itu disusul pernyataan bahwa Dia bersama kalian di mana saja kalian berada dan bahwa Allah melihat apa yang kalian kerjakan, sedangkan di 34:2 daftar itu disusul dua nama, Sang Pengasih lagi Sang Pengampun. Dengan isi daftar yang sama, 57:4 menyambung ke kebersamaan dan penglihatan atas perbuatan, dan 34:2 menyambung ke kasih dan ampunan.

Bagi alur surah, ayat ini menyiapkan dua hal. Pengetahuan yang mencakup yang masuk dan keluar dapat dibaca sebagai dasar bagi jawaban di 34:3, tempat orang-orang yang kufur berkata bahwa Kiamat tidak akan datang dan jawabannya menyebut Tuhan yang mengetahui yang gaib. Dua nama penutup menyiapkan 34:4, tempat (مَغْفِرَةٌ, maghfiratun) yang berarti "ampunan" disebut, dengan akar غ-ف-ر yang sama seperti (الْغَفُورُ, l-ghafuuru) di 34:2. Di 33:73, ayat tepat sebelum surah ini, kedua nama itu muncul sebagai (غَفُورًا رَحِيمًا, ghafuuran rahiiman) yang berarti "pengampun lagi pengasih" dengan nama ampunan lebih dulu, dan 34:2 membalik urutannya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut empat gerak, masuk dan keluar dari bumi, turun dan naik dari langit, dan seluruhnya berada dalam pengetahuan Dia. Apa yang masuk dan apa yang keluar tidak dirinci, sehingga pembaca dapat mengisinya dengan hal-hal yang belum pernah dilihatnya sendiri. Gerak ke dalam bumi berlangsung di tempat yang tidak terlihat mata. Pembaca dapat menghitung berapa banyak peristiwa di sekitarnya hari ini yang sempat diketahui, lalu membayangkan pengetahuan lain yang meliputi seluruh sisi yang tidak terlihat itu. Bagaimana rasanya menyadari bahwa dirinya hanya melihat sebagian kecil dari yang terjadi?
  • Masuk disebut bersama keluar, dan turun disebut bersama naik, sehingga tiap gerak disebut bersama kebalikannya. Pembaca yang menyaksikan satu sisi, misalnya sesuatu yang keluar dari tanah, dapat mengingat bahwa sisi satunya, apa yang masuk lebih dulu, berlangsung di luar penglihatannya. Ayat ini memperlakukan keduanya sebagai satu pengetahuan milik Dia. Dalam hidup sendiri, pembaca dapat menimbang hasil yang dilihat hari ini dan awal yang tidak pernah disaksikan. Awal apa yang terlewat dari sebuah hasil yang diterima?
  • Sesudah menyebut pengetahuan yang menjangkau empat gerak itu, ayat ini menutup dengan Sang Pengasih lagi Sang Pengampun, dan peringatan tidak disebut di sana. Orang yang merasa semua perbuatannya diketahui dapat membaca urutan ini sebagai ancaman atau sebagai kelegaan. Ayat ini memilih nama yang mendampingi pengetahuan itu, dan pilihan tersebut berlaku bagi pembaca yang menyimpan sesuatu yang belum pernah diceritakan kepada siapa pun. Apa yang terjadi pada rasa malu ketika pihak yang mengetahui sampai ke bagian itu disebut Sang Pengasih?
  • Sesuatu naik ke langit, dan ayat ini menyebutnya bersama sesuatu yang turun dari sana, tanpa menyebut apa yang naik. Pembaca dapat menanyai dirinya apa yang sudah dikirimkan ke atas, misalnya doa, ucapan, atau keinginan yang tidak pernah dikatakan kepada siapa pun. Ayat ini tidak menyatakan bahwa itu semua yang naik, dan 32:5 memakai kata yang sama untuk sesuatu yang naik kepada Allah. Dua ayat itu berbeda tempat tujuannya, tetapi keduanya meletakkan gerak ke atas di dalam kalimat tentang pengetahuan atau pengaturan-Nya. Apa dari dirinya yang pernah dibayangkan sampai ke tempat itu?
  • Ayat 34:1 menyebut Dia memiliki apa yang ada di langit dan di bumi, dan 34:2 menyebut Dia mengetahui apa yang bergerak di dalamnya. Pembaca dapat membandingkannya dengan kepemilikannya sendiri: sebuah rumah yang tidak diketahui seluruh isi dindingnya, tabungan yang tidak diketahui ke mana tiap rupiahnya berpindah, tubuh yang tidak diketahui apa yang bergerak di dalamnya. Dalam dua ayat itu kepemilikan dan pengetahuan berada pada pihak yang sama. Apa yang berubah dalam cara pembaca menyebut sesuatu miliknya, bila sebagian isinya tidak diketahui?
  • Sang Pengampun disebut sesudah pengetahuan yang meliputi apa pun yang bergerak di bumi dan langit. Permintaan ampun kepada sesama dapat diawali dengan penjelasan tentang apa yang terjadi, sedangkan ayat ini menaruh nama itu pada pihak yang sudah mengetahui seluruhnya. Pembaca dapat membayangkan kesalahan yang paling sulit diceritakan, lalu melihat bahwa kalimat ini tidak meminta kesalahan itu diceritakan lebih dulu agar ampunan dapat disebut. Apa yang perlu ia jelaskan kepada Sang Pengampun sebelum meminta ampun?