لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka itu orang-orang yang memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِli-yajziya lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatiagar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh
- أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌulaa'ika lahum maghfiratun wa-rizqun kariimunmereka itu orang-orang yang memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia
Terjemahan per kata (10 kata)
- لِيَجْزِيَli-yajziyaagar Dia membalas
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَغْفِرَةٌmaghfiratunampunan
- وَرِزْقٌwa-rizqundan rezeki
- كَرِيمٌkariimunyang mulia
Inti bacaan
Rangkaian (لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ, lahum maghfiratun wa-rizqun kariimun) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 8:74, 22:50, 24:26, dan 34:4.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيَجْزِيَ, li-yajziya) yang berarti "agar Dia membalas". Huruf (لِ, li-) di depan kata kerja menyatakan tujuan dan diterjemahkan "agar", sedangkan kata kerja (يَجْزِيَ, yajziya) berakar ج-ز-ي dan diterjemahkan "membalas". Bentuk li-yajziya muncul sepuluh kali, yaitu di 9:121, 10:4, 14:51, 24:38, 28:25, 30:45, 33:24, 34:4, 45:14, dan 53:31. Empat di antaranya langsung diikuti (الَّذِينَ, lladziina) yang berarti "orang-orang yang", yaitu 10:4, 30:45, 34:4, dan 53:31. Di 33:24 nama Allah tertulis sesudah kata kerja itu, (لِيَجْزِيَ اللَّهُ, li-yajziya llaahu), sehingga terjemahannya "agar Allah membalas", sedangkan di 34:4 pelakunya hanya tertulis lewat kata kerja dan terjemahan memakai "Dia".
Pihak yang dibalas disebut dengan (الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "orang-orang yang beriman dan beramal saleh". Kata (آمَنُوا, aamanuu) berakar أ-م-ن dan (وَعَمِلُوا, wa-'amiluu) berakar ع-م-ل, dan keduanya berbentuk kata kerja yang menunjuk perbuatan yang sudah dilakukan. Kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) berakar ص-ل-ح, berbentuk jamak perempuan, dan bersandang al-. Rangkaian lengkap (لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, li-yajziya lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) muncul tiga kali, yaitu di 10:4, 30:45, dan 34:4. Di 10:4 rangkaian itu disusul (بِالْقِسْطِ, bi-l-qisthi) yang diterjemahkan "dengan adil", dan di 30:45 disusul (مِنْ فَضْلِهِ, min fadhlihi) yang berarti "dari karunia-Nya". Di 34:4 tidak ada keterangan sesudahnya, dan sesudah rangkaian itu datang kalimat baru tentang apa yang diperoleh.
Kalimat baru itu dibuka dengan (أُولَٰئِكَ لَهُمْ, ulaa'ika lahum). Kata (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) berarti "mereka itu" dan menunjuk kembali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sedangkan (لَهُمْ, lahum) tersusun dari (لِ, li-) yang berarti "bagi" dan (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Terjemahan memakai "memperoleh" untuk lahum, karena kalimatnya tidak memuat kata kerja dan "bagi mereka" diubah menjadi kata kerja agar terbaca wajar dalam bahasa Indonesia. Susunan (أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ, ulaa'ika lahum maghfiratun) muncul dua kali, yaitu di 11:11 dan 34:4, dan dengan tambahan (وَرِزْقٌ, wa-rizqun) hanya di 34:4. Subjek dan hasil yang sama ada di 22:50, (فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ, fa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati lahum maghfiratun wa-rizqun kariimun) yang berarti "orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ada ampunan dan rezeki yang mulia". Ayat itu tidak memakai li-yajziya dan tidak memakai ulaa'ika.
Kata (مَغْفِرَةٌ, maghfiratun) berakar غ-ف-ر, tidak bersandang al-, dan diterjemahkan "ampunan". Kata (رِزْقٌ كَرِيمٌ, rizqun kariimun) tersusun dari (رِزْقٌ, rizqun) berakar ر-ز-ق dan (كَرِيمٌ, kariimun) berakar ك-ر-م, dan morfologi korpus menandai sifat itu sebagai bentuk laki-laki, sama dengan rizqun dan berbeda dari maghfiratun yang berbentuk perempuan. Terjemahan menyambungkan sifat itu pada rezeki dan menulis "rezeki yang mulia". Rangkaian (رِزْقٌ كَرِيمٌ, rizqun kariimun) muncul lima kali, yaitu di 8:4, 8:74, 22:50, 24:26, dan 34:4, dan di kelimanya ampunan disebut mendahului rezeki. Di 33:31, (رِزْقًا كَرِيمًا, rizqan kariiman) memuat kata yang sama dengan akhiran yang berbeda.
Tafsiran
Ayat ini membuka dengan huruf tujuan tanpa menyebut sendiri hal apa yang ditujukan. Dalam urutan ayat, kitab yang nyata dan kedatangan Kiamat di 34:3 berada paling dekat di depannya. Dapat dibaca bahwa balasan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh disebut sebagai tujuan datangnya hari itu, dan dapat pula dibaca sebagai tujuan adanya catatan yang memuat segala sesuatu. Kedua bacaan itu tidak saling menggugurkan, dan ayat tidak memilih salah satunya.
Dengan susunan ini 34:3 dan 34:4 terbaca sebagai satu kalimat panjang. Ayat 34:3 menyebut sesuatu yang diketahui sampai ke seberat zarah dan tertulis dalam kitab, lalu 34:4 menyebut apa yang dilakukan dengan pengetahuan itu terhadap sekelompok orang. Pengetahuan yang disebut di dua ayat sebelumnya, yaitu pengetahuan atas isi langit dan bumi di 34:2 serta atas yang gaib di 34:3, di sini dapat dibaca sebagai dasar balasan, dan balasan itu berupa ampunan dan rezeki yang mulia.
Dua balasan itu disebut sekaligus tanpa rincian waktunya. Ayat tidak menyebut kapan ampunan diberikan dan kapan rezeki itu diterima, dan tidak menyebut berapa banyaknya. Ayat memuat hanya jenisnya, yaitu ampunan lebih dulu, lalu rezeki yang diberi sifat mulia. Kerangka kalimat yang sama, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ, ulaa'ika lahum), dipakai lagi di 34:5 untuk kelompok yang berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 34:3 berbicara tentang segala sesuatu yang tertulis dalam kitab yang nyata, dan ayat ini membuka dengan tujuan, yaitu agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Catatan yang meliputi seberat zarah dapat terasa seperti pengawasan, dan susunan ayat ini menaruh balasan di ujungnya. Pembaca yang membayangkan semua perbuatannya tertulis dapat memperhatikan perasaan apa yang muncul lebih dulu, cemas atau tenang. Apa yang bergeser dalam perasaan itu ketika catatan dibaca bersama kata agar yang menuju kepada balasan dari Dia?
- Dua hal diperoleh orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan ampunan disebut lebih dulu daripada rezeki. Pembaca dapat memperhatikan urutan permintaannya sendiri, apakah ia lebih dulu menginginkan sesuatu yang bisa dipegang atau lebih dulu menginginkan sesuatu yang menutup kekeliruannya. Alasan urutan itu diserahkan kepada pembaca. Pembaca dapat menimbang bagaimana urutan itu, yang menjadi bagian dari balasan Dia, menyentuh daftar keinginannya sendiri.
- Orang-orang yang dibalas disebut dengan dua kata kerja, beriman dan beramal saleh, dan keduanya dihubungkan hanya dengan kata dan dalam satu kalimat. Pembaca dapat memeriksa dari dua sisi, yaitu apa yang diyakininya dan apa yang dikerjakan tangannya sepanjang minggu ini. Ayat ini menaruh keduanya berdampingan tanpa menimbang salah satunya. Bila kedua kata kerja itu dibaca sebagai satu sebutan bagi pihak yang akan dibalas oleh Dia, di bagian mana pembaca merasa tersambung dan di bagian mana terasa terputus?
- Rezeki dalam ayat ini diberi sifat mulia, dan jumlahnya tidak disebut. Pembaca dapat membandingkan ukuran yang biasa dipakainya untuk menilai rezeki, seperti besar gaji, luas rumah, atau banyaknya tabungan, dengan sifat yang dipilih ayat. Sifat itu menyangkut mutu, dan mutu tidak bisa dihitung dengan angka. Apa yang akan berubah pada cara pembaca menyebut sebuah rezeki bila yang pertama ditanyakan adalah apakah rezeki itu mulia, dan tidak berapa banyak, dari Dia yang membalas?
- Balasan di ayat ini dikerjakan oleh Dia yang tertulis lewat kata kerja agar Dia membalas, dan 34:3 sebelumnya menyebut pihak yang pengetahuannya sampai ke seberat zarah. Dalam sebuah organisasi, orang yang menilai pekerjaan dan orang yang membayarnya dapat berbeda, sehingga ada celah antara yang terlihat dan yang dihargai. Dalam dua ayat itu pihak yang mengetahui dan pihak yang membalas dapat dibaca sebagai satu pelaku. Bagaimana pembaca bekerja bila pihak yang menilai dan pihak yang membalas tidak terpisah?
- Ayat ini menyebut hasil bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh sebelum pembaca mengerjakan sesuatu hari ini, yaitu ampunan dan rezeki yang mulia. Hasil sebuah pekerjaan dapat baru terlihat sesudah selesai, sedangkan di sini hasilnya sudah dituturkan lebih dulu. Pembaca dapat memikirkan satu pekerjaan baik yang ditundanya karena hasilnya belum jelas. Apa yang berbeda pada ketekunan bila hasilnya sudah dikatakan oleh Dia yang membalas?