وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ

Dan orang-orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan, mereka itu orang-orang yang memperoleh azab, yaitu siksa yang sangat pedih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَالَّذِينَ سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَwa-lladziina sa'aw fii aayaatinaa mu'aajiziinadan orang-orang yang berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan
  2. أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌulaa'ika lahum 'adzaabun min rijzin aliimunmereka itu orang-orang yang memperoleh azab, yaitu siksa yang sangat pedih

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  2. سَعَوْاsa'awmereka berusaha
  3. فِيfiiterhadap
  4. آيَاتِنَاaayaatinaatanda-tanda Kami
  5. مُعَاجِزِينَmu'aajiziinaorang-orang yang melemahkan
  6. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  7. لَهُمْlahumbagi mereka
  8. عَذَابٌ'adzaabunazab
  9. مِنْmindari
  10. رِجْزٍrijzinazab
  11. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Rangkaian (سَعَوْا فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ, sa'aw fii aayaatinaa mu'aajiziina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 22:51 dan 34:5, sedangkan 34:38 memuat (يَسْعَوْنَ, yas'awna) sebagai bentuk sedang berlangsungnya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ سَعَوْا, wa-lladziina sa'aw) yang berarti "dan orang-orang yang berusaha". Kata kerja (سَعَوْا, sa'aw) berakar س-ع-ي, dan bentuk persis sa'aw muncul dua kali, yaitu di 22:51 dan 34:5. Bentuk sedang berlangsungnya, (يَسْعَوْنَ, yas'awna), dipakai di 34:38 dengan pasangan kata yang sama. Terjemahan 34:5 dan 34:38 identik, yaitu "berusaha keras terhadap tanda-tanda Kami dengan anggapan dapat melemahkan", sedangkan 22:51 diterjemahkan "berusaha menentang tanda-tanda Kami dengan maksud melemahkan". Ketiganya memuat dua unsur yang sama, yaitu usaha dan maksud melemahkan.

Rangkaian (فِي آيَاتِنَا, fii aayaatinaa) yang berarti "terhadap tanda-tanda Kami" tersusun dari (فِي, fii), (آيَاتِنَا, aayaatinaa) yang berarti "tanda-tanda", dan akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami". Rangkaian ini muncul tujuh kali, yaitu di 6:68, 10:21, 22:51, 34:5, 34:38, 41:40, dan 42:35, dan dipasangkan dengan lima unsur yang berbeda. Di 6:68 pasangannya (يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا, yakhuudhuuna fii aayaatinaa), di 10:21 (مَكْرٌ فِي آيَاتِنَا, makrun fii aayaatinaa), di 41:40 (يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا, yulhiduuna fii aayaatinaa), dan di 42:35 (يُجَادِلُونَ فِي آيَاتِنَا, yujaadiluuna fii aayaatinaa). Di 22:51, 34:5, dan 34:38 pasangannya adalah usaha, dengan tambahan (مُعَاجِزِينَ, mu'aajiziina).

Kata (مُعَاجِزِينَ, mu'aajiziina) berakar ع-ج-ز dan muncul tiga kali, yaitu di 22:51, 34:5, dan 34:38, selalu sesudah kata kerja usaha dan (فِي آيَاتِنَا, fii aayaatinaa). Bentuk lain dari akar yang sama, tanpa alif sesudah huruf ain, seperti (مُعْجِزِينَ, mu'jiziina), muncul di dua belas ayat, yaitu 6:134, 9:2, 9:3, 10:53, 11:20, 11:33, 16:46, 24:57, 29:22, 39:51, 42:31, dan 46:32. Di 6:134, (وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ, wa-maa antum bi-mu'jiziina) yang berarti "dan kalian tidak akan dapat melemahkan" menyangkal kemampuan itu, dan di 9:2, (غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ, ghayru mu'jizii llaahi) yang berarti "tidak dapat melemahkan Allah" juga menyangkalnya. Di 35:44, (لِيُعْجِزَهُ, li-yu'jizahu) dari akar yang sama diterjemahkan "dapat melemahkan" dan didahului kata tidak. Di 34:5 ayat menyebut maksud para pelaku tanpa menyatakan bahwa maksud itu tercapai. Terjemahan "dengan anggapan dapat melemahkan" menyampaikan hal itu, dan kata "anggapan" tidak punya kata Arab tersendiri.

Kalimat berikutnya, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ, ulaa'ika lahum 'adzaabun) yang berarti "mereka memperoleh azab", memakai kerangka yang sama dengan (أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ, ulaa'ika lahum maghfiratun) di 34:4. Susunan ulaa'ika lahum 'adzaabun muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 3:91, 3:105, 22:57, 29:23, 31:6, 34:5, 42:42, dan 45:9. Di tujuh ayat kata (عَذَابٌ, 'adzaabun) langsung disusul sifatnya, dan hanya di 34:5 disisipkan (مِنْ رِجْزٍ, min rijzin) sebelum sifat itu. Kata 'adzaabun berakar ع-ذ-ب dan diterjemahkan "azab".

Penutup ayat, (عَذَابٌ مِنْ رِجْزٍ أَلِيمٌ, 'adzaabun min rijzin aliimun), muncul dua kali, yaitu di 34:5 dan 45:11. Kata (رِجْزٍ, rijzin) berakar ر-ج-ز. Di 2:59, (رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ, rijzan mina s-samaa'i) yang berarti "azab dari langit" memuat huruf (مِنْ, min) yang berarti "dari" karena sesudahnya disebut tempat asal. Di 34:5 kata sesudah min menyebut jenis, sehingga terjemahan memakai "yaitu siksa". Kata (أَلِيمٌ, aliimun) berakhiran sama dengan (عَذَابٌ, 'adzaabun) dan berbeda dari (رِجْزٍ, rijzin), dan sifat "sangat pedih" karena itu menerangkan azab yang sama. Terjemahan menyatukan ketiga kata menjadi "azab, yaitu siksa yang sangat pedih".

Tafsiran

Ayat ini menaruh kelompok kedua tepat di samping kelompok pertama. Ayat 34:4 mengenali kelompoknya lewat dua perbuatan, beriman dan beramal saleh, dan ayat ini mengenali kelompoknya lewat satu perbuatan dengan satu maksud, yaitu berusaha terhadap tanda-tanda dengan maksud melemahkan. Kedua ayat memakai kerangka yang sama, (أُولَٰئِكَ لَهُمْ, ulaa'ika lahum), dan isinya berlawanan: ampunan dan rezeki yang mulia di 34:4, azab yang sangat pedih di 34:5. Ayat 34:4 memuat kata kerja membalas lewat (لِيَجْزِيَ, li-yajziya), dan 34:5 tidak mengulang kata kerja itu, sehingga azab tertulis sebagai sesuatu yang menjadi bagian kelompok itu.

Dapat dibaca bahwa ayat ini tidak memberi ruang bagi keberhasilan usaha itu. Orang-orang yang disebut mengerahkan usaha dengan maksud melemahkan, dan pernyataan berikutnya menyebut azab bagi mereka, sedangkan tanda-tanda itu tidak pernah disebut menjadi lemah. Di 9:2 dan 35:44 akar yang sama dipakai untuk menyatakan bahwa Allah tidak dapat dilemahkan. Objeknya berbeda dari 34:5, yang menyebut tanda-tanda, sehingga ketiga ayat itu tidak disamakan dan hanya akarnya yang dipakai bersama.

Kelompok yang sama kembali di 34:38 dengan kata kerja usaha dalam bentuk sedang berlangsung, (يَسْعَوْنَ, yas'awna), dan akibatnya digambarkan sebagai (فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, fii l-'adzaabi muhdharuuna) yang berarti "dihadirkan di dalam azab". Di antara dua tempat itu, 34:6 menyebut sisi ketiga, yaitu orang-orang yang diberi ilmu, sehingga surah ini menempatkan kelompok yang berusaha melemahkan di antara dua penyebutan balasan dan di samping penilaian orang yang berilmu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini menyebut dua hal berdampingan pada orang-orang itu, yaitu usaha dan maksud melemahkan. Pembaca dapat memeriksa bahwa kesungguhan dalam bekerja sudah ada pada dirinya, sehingga pertanyaannya jatuh pada ke arah mana kesungguhan itu diarahkan. Pekerjaan yang paling melelahkan dalam setahun terakhir dapat dilihat dari sudut itu, tanpa perlu mengurangi jerih payahnya. Kepada siapa atau kepada apa usaha itu pada akhirnya ditujukan, dan apakah tujuan itu berhadapan dengan sesuatu yang datang dari Dia?
  • Kalimat tentang orang-orang yang berusaha terhadap tanda-tanda Kami muncul dua kali dalam surah yang sama, di 34:5 dan di 34:38, dengan akibat yang digambarkan berbeda. Pembaca yang membaca surah ini sampai 34:38 akan bertemu kalimat itu untuk kedua kalinya, seperti seseorang yang mendengar sebuah pemberitahuan sekali lagi sesudah beberapa waktu. Pembaca dapat memperhatikan hal apa yang telah diberitahukan kepadanya lebih dari sekali dan belum ditanggapi, misalnya sebuah kebiasaan, sebuah utang, atau sebuah janji. Pemberitahuan manakah yang kini terdengar untuk kedua kalinya dan belum dijawab?
  • Di 9:2 dan 35:44 melemahkan Allah dinyatakan tidak dapat dilakukan, dan 34:5 menyebut orang-orang yang berusaha melemahkan tanda-tanda Kami. Objek dua pernyataan itu berbeda, tetapi pembaca dapat memikirkan usaha yang bekerja dengan anggapan bahwa apa yang datang dari Dia dapat dilemahkan atau dilewati, misalnya cara menjalani hari seakan-akan tidak ada yang menagih. Usaha seperti itu tidak perlu terlihat menantang siapa pun. Seberapa banyak dari rencana yang disusunnya hari ini bertumpu pada anggapan bahwa Dia tidak ikut memperhitungkannya?
  • Dua ayat berurutan dibuka dengan kerangka ulaa'ika lahum yang berarti bagi mereka, lalu isinya berlawanan, yaitu ampunan dan rezeki yang mulia atau azab yang sangat pedih. Pembaca membaca keduanya dari satu halaman, sehingga kedua kelompok itu muncul dalam satu pandangan. Kalimat yang menggambarkan dirinya dapat terasa berada di kalimat pertama pada satu hari dan di kalimat kedua pada hari yang lain. Di kerangka manakah pembaca membaca dirinya hari ini, dan apa yang membuat jawabannya berbeda dari jawaban kemarin?
  • Azab dalam ayat ini disebut sebagai sesuatu yang menjadi bagian kelompok itu, dengan kata yang sama seperti ampunan dan rezeki di ayat sebelumnya. Dengan kata itu akibat ditautkan pada pelakunya, dan akibat tersebut tidak jatuh begitu saja. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana akibat yang menimpanya sendiri dijelaskan, apakah sebagai nasib, kesialan, atau sebagai sesuatu yang terkait dengan apa yang pernah dikerjakan. Ayat ini menaruh akibat dekat dengan perbuatan. Dalam urusan yang sekarang sedang dihadapi, ke arah mana penjelasan itu bergerak?
  • Ayat ini menyebut tanda-tanda sebagai sasaran usaha orang-orang itu. Pembaca dapat bertanya apa yang dalam hidupnya pernah terasa sebagai tanda, seperti sebuah peringatan, kejadian yang menggugah, atau kalimat yang tidak enak didengar, dan bagaimana tanda itu diperlakukan. Usaha melemahkan tidak harus berbentuk perlawanan keras. Usaha itu dapat berbentuk upaya terus-menerus untuk menjadikan sebuah tanda tidak berarti. Bagaimana pembaca memperlakukan tanda yang datang dari Dia pada saat tanda itu mengganggu rencananya?