وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Dan orang-orang yang diberi ilmu memandang bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu yang benar, dan menunjukkan ke jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّwa-yara lladziina uutu l-'ilma lladzii unzila ilayka min rabbika huwa l-haqqadan orang-orang yang diberi ilmu memandang bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu yang benar
- وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِwa-yahdii ilaa shiraathi l-'aziizi l-hamiididan menunjukkan ke jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَيَرَىwa-yaradan melihat
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutudiberi
- الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
- الَّذِيlladziiyang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- هُوَhuwaitu
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
- إِلَىٰilaake
- صِرَاطِshiraathijalan
- الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
- الْحَمِيدِl-hamiidiYang Maha Terpuji
Inti bacaan
Rangkaian (صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ, shiraathi l-'aziizi l-hamiidi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:1 dan 34:6.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَرَى, wa-yara) yang berarti "dan memandang". Kata kerja itu berakar ر-أ-ي dan di sini diikuti sebuah penilaian utuh, (هُوَ الْحَقَّ, huwa l-haqqa) yang berarti "yang benar", sehingga terjemahan memakai "memandang bahwa". Rangkaian huwa l-haqqa hanya muncul dua kali, yaitu di 8:32 dan 34:6. Isi yang dinilai benar juga muncul sebagai pokok pengetahuan di dua ayat lain dengan kata kerja yang berbeda: (لِيَعْلَمَ, li-ya'lama) yang berarti "agar mengetahui" di 22:54, dan (يَعْلَمُ, ya'lamu) yang berarti "mengetahui" di 13:19. Di 34:6 kata kerjanya "memandang".
Pelaku yang memandang disebut (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutu l-'ilma) yang berarti "orang-orang yang diberi ilmu". Kata (أُوتُوا, uutu) berakar أ-ت-ي dan berbentuk pasif, sehingga yang memberi tidak disebut dalam rangkaian ini. Kata (الْعِلْمَ, l-'ilma) berakar ع-ل-م dan bersandang al-. Rangkaian (الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, lladziina uutu l-'ilma) muncul di delapan ayat, yaitu 16:27, 17:107, 22:54, 28:80, 29:49, 30:56, 34:6, dan 58:11.
Apa yang dipandang benar disebut dengan (الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ, lladzii unzila ilayka min rabbika) yang berarti "apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Kata (أُنْزِلَ, unzila) berakar ن-ز-ل dan berbentuk pasif, (إِلَيْكَ, ilayka) tersusun dari (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada" dan (كَ, -ka) yang berarti "-mu", dan (رَبِّكَ, rabbika) berakar ر-ب-ب dengan akhiran yang sama. Rangkaian (أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ, unzila ilayka min rabbika) muncul enam kali di tiga surah, yaitu 5:64, 5:67, 5:68, 13:1, 13:19, dan 34:6. Di 13:1 dan 13:19 rangkaian itu disusul (الْحَقُّ, al-haqqu) yang berarti "kebenaran", sehingga tiga ayat, yaitu 13:1, 13:19, dan 34:6, menyebut apa yang diturunkan itu benar. Di 5:67 rangkaian yang sama disusul perintah (بَلِّغْ, balligh) yang berarti "sampaikanlah".
Bagian kedua ayat dibuka dengan (وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ, wa-yahdii ilaa shiraathi) yang berarti "dan menunjukkan ke jalan". Rangkaian wa-yahdii ilaa hanya muncul di 34:6. Kata kerja (يَهْدِي, yahdii) berakar ه-د-ي dengan pelaku laki-laki tunggal yang tidak diberi nama, dan terjemahan membiarkannya tanpa subjek terucap. Pelaku itu dapat dibaca sebagai apa yang diturunkan, dapat pula dibaca sebagai Tuhanmu yang disebut di anak kalimat sebelumnya, dan ayat tidak memilih salah satunya. Kata (صِرَاطِ, shiraathi) berakar ص-ر-ط dan diterjemahkan "jalan".
Pemilik jalan disebut dengan (الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ, l-'aziizi l-hamiidi) yang berarti "Sang Digdaya lagi Sang Terpuji". Kedua nama bersandang al-, sehingga terjemahan menulis "Sang" di depan masing-masing. Nama pertama berakar ع-ز-ز dan nama kedua berakar ح-م-د, akar yang sama dengan (الْحَمْدُ, al-hamdu) di 34:1. Rangkaian (صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ, shiraathi l-'aziizi l-hamiidi) muncul dua kali, yaitu di 14:1 dan 34:6, dan pasangan nama (الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ, l-'aziizi l-hamiidi) muncul tiga kali, yaitu di 14:1, 34:6, dan 85:8. Di 14:2, ayat sesudah 14:1, tertulis (اللَّهِ الَّذِي لَهُ, Allaahi lladzii lahu) yang menamai pemilik jalan itu, sedangkan 34:6 sendiri tidak memuat nama tersebut.
Tafsiran
Ayat ini menghadirkan sebutan pihak baru dalam empat ayat berturut-turut. Ayat 34:3 menyebut orang-orang yang kufur, 34:4 menyebut orang-orang yang beriman dan beramal saleh, 34:5 menyebut orang-orang yang berusaha melemahkan tanda-tanda, dan 34:6 menyebut orang-orang yang diberi ilmu. Sebutan terakhir itu tidak disertai balasan dalam ayatnya. Ayat memperlihatkan mereka menilai, yaitu memandang apa yang diturunkan itu benar, dan kalimat berlanjut dengan pernyataan tentang jalan.
Rangkaian huwa l-haqqa di 8:32 dipakai dalam kalimat pengandaian, (إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ, in kaana haadzaa huwa l-haqqa) yang berarti "jika ini adalah kebenaran". Di 34:6 rangkaian yang sama menjadi hasil penilaian dan tidak memuat kata jika. Dua ayat itu tidak disamakan, karena pembicaranya berbeda, dan yang dipakai bersama hanya bunyi rangkaian itu. Di 22:54 pihak yang sama, orang-orang yang diberi ilmu, mengetahui bahwa itu kebenaran dari Tuhanmu, dan pengetahuan itu disusul (فَيُؤْمِنُوا بِهِ فَتُخْبِتَ لَهُ قُلُوبُهُمْ, fa-yu'minuu bihi fa-tukhbita lahu quluubuhum) yang berarti "sehingga mereka beriman kepadanya dan hati mereka tunduk kepadanya". Di 34:6 pandangan itu disusul pernyataan tentang jalan, dan iman serta tunduknya hati tidak disebut.
Dapat dibaca bahwa ayat ini menutup enam ayat pertama surah dengan kata yang seakar dengan kata pembukanya. Ayat 34:1 dibuka dengan puji dan pemilik apa yang di langit dan di bumi, dan 34:6 berakhir dengan Sang Terpuji. Di 14:1 sampai 14:2 unsur yang sama muncul dengan urutan terbalik, yaitu jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji lebih dulu, lalu Allah yang memiliki apa yang di langit dan di bumi. Sesudah 34:6, ayat 34:7 membawa surah kembali ke ucapan orang-orang yang kufur lewat (وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-qaala lladziina kafaruu), sama seperti pembuka 34:3, sehingga penilaian orang-orang yang berilmu diapit oleh dua ucapan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang dalam ayat ini diberi ilmu, lalu ilmu itu berujung pada sebuah pandangan, yaitu bahwa apa yang diturunkan dari Tuhanmu benar. Ilmu tidak berhenti sebagai bahan yang disimpan, dan ayat ini menunjukkan ilmu itu sampai pada sebuah penilaian terhadap sesuatu yang datang dari Dia. Pembaca dapat meninjau apa yang telah dipelajari bertahun-tahun, lalu menanyakan penilaian apa yang akhirnya ditarik dari ilmu itu mengenai hal yang paling pokok. Pada pertanyaan tentang yang diturunkan itu, ilmunya sampai pada pandangan yang mana?
- Pelaku yang memandang disebut dengan bentuk pasif, orang-orang yang diberi ilmu, dan pemberinya tidak ditulis di dalam rangkaian itu. Pembaca dapat memandang pengetahuannya sendiri dengan cara itu, yaitu sebagai sesuatu yang sampai kepadanya lewat guru, buku, atau pengalaman, dan tidak diciptakan sendiri dari nol. Dari semua yang diketahuinya, bagian mana yang sampai kepadanya tanpa pernah diminta, dan bagaimana bagian itu terasa bila dipandang sebagai pemberian dari Dia atau dari siapa pun yang memberinya?
- Orang-orang berilmu dalam ayat ini menilai bahwa apa yang diturunkan itu benar, dan sesudahnya kalimat menyebut penunjukan ke sebuah jalan. Penunjukan itu menyangkut ke mana sesuatu membawa orang yang mengikutinya. Pembaca dapat menimbang sebuah gagasan atau ajaran yang sedang dipertimbangkannya dengan dua pertanyaan itu. Mungkin sebuah gagasan terbukti benar tetapi arah yang ditempuhnya tidak pernah ditanyakan. Ke jalan siapakah gagasan itu menunjukkan, bila diikuti sampai ujungnya?
- Jalan itu disebut milik Sang Digdaya lagi Sang Terpuji, dan kedua nama itu menyatukan kekuatan dengan kelayakan untuk dipuji. Pembaca dapat memeriksa jalan-jalan yang diikutinya, apakah yang diikuti itu kuat tetapi tidak layak dipuji, atau layak dipuji tetapi tidak sanggup menopang. Ayat ini menyebut dua nama itu bersama untuk satu jalan, dan nama-nama itu menunjuk kepada Dia. Dalam hidupnya sekarang, jalan manakah yang memiliki kedua sifat itu sekaligus?
- Pelaku yang menunjukkan jalan tidak diberi nama dalam ayat ini, sehingga ayat tidak menyatakan apakah yang menunjukkan itu apa yang diturunkan atau Tuhanmu yang menurunkannya. Pembaca dapat melihat ke mana petunjuk disandarkan dalam urusan yang sedang dihadapinya, kepada sesuatu yang tertulis atau kepada pihak yang mengirimkannya. Di jalan yang ditempuh hari ini, kepada siapakah rasa percaya bersandar, dan apakah hal itu pernah ditanyakan kepada Dia lebih dulu?
- Di 34:3 dan 34:7 orang-orang yang kufur berbicara, dan di antaranya penilaian orang-orang berilmu dicatat satu kali. Pembaca yang mengikuti surah ini mendengar dua ucapan yang menyangkal dengan satu penilaian yang menerima di tengahnya. Dalam percakapan yang sedang dijalani, pembaca dapat memperhatikan suara mana yang lebih dulu terdengar di telinganya, penyangkalan atau penilaian orang yang berilmu. Suara mana yang diberinya tempat lebih lama untuk menjawab, dan apa yang memengaruhi urutan itu?