وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Dan orang-orang yang diberi ilmu memandang bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar, dan menunjukkan ke jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّwa-yara lladziina uutu l-'ilma lladzii unzila ilayka min rabbika huwa l-haqqadan orang-orang yang diberi ilmu memandang bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar
- وَيَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِwa-yahdii ilaa shiraathi l-'aziizi l-hamiididan menunjukkan ke jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَيَرَىwa-yaradan melihat
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- أُوتُواuutudiberi
- الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
- الَّذِيlladziiyang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْكَilaykakepadamu
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- هُوَhuwaitulah
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- وَيَهْدِيwa-yahdiidan Dia memberi petunjuk
- إِلَىٰilaake
- صِرَاطِshiraathijalan
- الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
- الْحَمِيدِl-hamiidiYang Maha Terpuji
Inti bacaan
Orang yang diberi ilmu justru melihat wahyu ini sebagai kebenaran yang membimbing, pengetahuan sejati berfungsi sebagai penyaring yang menyingkap kebenaran, bukan mengaburkannya, kontras dengan ejekan tanpa dasar di ayat-ayat berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
Tiga tambahan kurung dihapus: '(wahyu)', '(Nabi Muhammad)', '(Allah)', 'al-aziizi l-hamiidi' (genitif setelah 'siraati') sudah cukup jelas merujuk kepada Allah lewat sifat-sifat-Nya sendiri, tanpa perlu diulang dalam kurung.
Tafsiran
Ayat ini membandingkan sikap orang berilmu dengan orang yang kufur: kebenaran wahyu diakui oleh mereka yang memiliki dasar pengetahuan, bukan ditolak semata karena praduga tanpa dasar.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut orang-orang yang diberi ilmu memandang yang diturunkan kepadamu itu benar. Bukan orang awam. Yang paling mengenal keterangan terdahulu justru yang paling cepat menerima.
- Yang mereka lihat bukan hanya kebenarannya, melainkan bahwa ia menunjukkan jalan. Dua hal. Yang dinilai bukan isinya saja, melainkan ke mana ia membawa.
- Jalan itu Dia sebut jalan Sang Digdaya lagi Sang Terpuji. Dua nama. Yang berkuasa dan yang layak dipuji, dan keduanya jarang berpasangan di dunia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.