وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْ إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ

Dan orang-orang yang kufur berkata, “Maukah kami tunjukkan kepada kalian seorang lelaki yang memberitakan kepada kalian bahwa apabila kalian telah dicabik sehancur-hancurnya, sesungguhnya kalian pasti berada dalam ciptaan yang baru?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ نَدُلُّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ يُنَبِّئُكُمْwa-qaala lladziina kafaruu hal nadullukum 'alaa rajulin yunabbi'ukumdan orang-orang yang kufur berkata, maukah kami tunjukkan kepada kalian seorang lelaki yang memberitakan kepada kalian
  2. إِذَا مُزِّقْتُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍidzaa muzziqtum kulla mumazzaqin innakum la-fii khalqin jadiidinbahwa apabila kalian telah dicabik sehancur-hancurnya, sesungguhnya kalian pasti berada dalam ciptaan yang baru

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. هَلْhalapakah
  5. نَدُلُّكُمْnadullukumkami tunjukkan kepada kalian
  6. عَلَىٰ'alaaatas
  7. رَجُلٍrajulinseorang lelaki
  8. يُنَبِّئُكُمْyunabbi'ukummemberitakan kepada kalian
  9. إِذَاidzaaapabila
  10. مُزِّقْتُمْmuzziqtumkalian dicerai-beraikan
  11. كُلَّkullasetiap
  12. مُمَزَّقٍmumazzaqincerai-berai
  13. إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
  14. لَفِيla-fiibenar-benar dalam
  15. خَلْقٍkhalqinciptaan
  16. جَدِيدٍjadiidinyang baru

Inti bacaan

Frasa (كُلَّ مُمَزَّقٍ, kulla mumazzaqin) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 34:7 dan 34:19.

Penjelasan pilihan kata

Pembuka (وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-qaala lladziina kafaruu) yang berarti "dan orang-orang yang kufur berkata" muncul dua belas kali di tujuh surah, yaitu 14:13, 25:4, 25:32, 27:67, 29:12, 34:3, 34:7, 34:31, 34:43, 41:26, 41:29, dan 46:11. Empat di antaranya berada di surah 34 sendiri: 34:3, 34:7, 34:31, dan 34:43. Di 34:3 ucapan sesudah pembuka itu berupa penolakan pendek, (لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ, laa ta'tiinaa s-saa'atu) yang berarti "Hari Kiamat tidak akan datang kepada kami". Di 34:7 pembuka yang sama disambung langsung dengan (هَلْ, hal) yang berarti "apakah", dan rangkaian pembuka lalu hal hanya ada di ayat ini.

Kata (نَدُلُّكُمْ, nadullukum) yang berarti "kami tunjukkan kepada kalian" terdiri dari kata kerja (نَدُلُّ, nadullu) "kami tunjukkan" dan akhiran (كُمْ, -kum) "kalian". Akarnya د-ل-ل muncul di 8 ayat, yaitu 7:22, 20:40, 20:120, 25:45, 28:12, 34:7, 34:14, dan 61:10. Susunan (هَلْ أَدُلُّكُمْ, hal adullukum) yang berarti "maukah aku tunjukkan kepada kalian" muncul tiga kali, yaitu 20:40, 28:12, dan 61:10, sedangkan (هَلْ أَدُلُّكَ, hal adulluka) yang berarti "maukah aku tunjukkan kepadamu" muncul satu kali di 20:120. Di 20:40 tawaran itu didahului (فَتَقُولُ, fa-taquulu) yang berarti "lalu berkata", dengan pembicara saudara perempuan Musa. Di 20:120 tawaran yang sama didahului (فَوَسْوَسَ, fa-waswasa) yang berarti "maka ia membisikkan", dengan pembicara setan. Bunyi tawarannya sama di kedua ayat itu, jadi susunan "maukah kutunjukkan" tidak membawa maksud pengucapnya, dan maksud itu terbaca dari kalimat di sekitarnya. Di surah yang sama, 34:14 memakai akar ini untuk (مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ, maa dallahum 'alaa mawtihi) yang berarti "tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya", dan di sana pun kata kerjanya disusul 'alaa, "kepada". Susunan nadullukum, dengan "kami" sebagai pelaku, hanya ada di 34:7.

Kata (رَجُلٍ, rajulin) yang berarti "seorang lelaki" berakar ر-ج-ل dan berbentuk tak tentu. Susunan (عَلَىٰ رَجُلٍ, 'alaa rajulin) muncul empat kali, yaitu 7:63, 7:69, 34:7, dan 43:31. Di 7:63 dan 7:69 kata itu disusul (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "dari kalian", dan di 43:31 disusul (مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ, mina l-qaryatayni 'azhiimin) yang berarti "dari dua negeri, yang besar". Di 34:7 tidak ada keterangan apa pun sesudah kata itu, sehingga lelaki tersebut disebut tanpa nama, tanpa asal, dan tanpa hubungan dengan pendengarnya. Terjemahan memakai "seorang lelaki" dan tidak menambahkan "di antara kalian".

Kata kerja (يُنَبِّئُكُمْ, yunabbi'ukum) yang berarti "memberitakan kepada kalian" berakar ن-ب-أ dan berbentuk kedua. Bentuk persis ini muncul sembilan kali, yaitu 5:48, 5:105, 6:60, 6:164, 9:94, 9:105, 34:7, 39:7, dan 62:8. Di delapan ayat selain 34:7 pelakunya Allah, misalnya (فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ, fa-yunabbi'ukum bi-maa kuntum fiihi takhtalifuuna) yang berarti "lalu Dia memberitakan kepada kalian apa yang kalian perselisihkan" di 5:48, dan isi beritanya perbuatan serta perselisihan mereka sendiri. Di 34:7 pelakunya "seorang lelaki", dan isi beritanya keadaan sesudah kehancuran. Terjemahan memakai "memberitakan" untuk bentuk ini di 5:48, 5:105, 6:164, 9:94, 9:105, 39:7, dan 62:8.

Kata (مُزِّقْتُمْ, muzziqtum) yang berarti "kalian dicabik" berbentuk pasif, sehingga pelaku pencabikan tidak disebut. Kata (مُمَزَّقٍ, mumazzaqin) yang berarti "yang dicabik" berasal dari akar yang sama, م-ز-ق. Akar ini hanya ada di dua ayat, yaitu 34:7 dan 34:19, dan frasa (كُلَّ مُمَزَّقٍ, kulla mumazzaqin) yang berarti "sehancur-hancurnya" muncul di keduanya. Di 34:19 bunyinya (وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ, wa-mazzaqnaahum kulla mumazzaqin) yang berarti "dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya", dengan "Kami" sebagai pelaku. Karena akar ini hanya punya dua ayat, sebaran di korpus tidak dapat menguji arti dasarnya lebih jauh. Terjemahan memakai "sehancur-hancurnya" untuk frasa itu di kedua ayat, dan "dicabik" untuk kata kerja pasif di 34:7 sebagai gambaran keadaan yang tercerai. Di ayat lain orang yang menolak kebangkitan menggambarkan keadaan mereka sendiri dengan (كُنَّا تُرَابًا, kunnaa turaaban) yang berarti "kami telah menjadi tanah" di 13:5, (كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا, kunnaa 'izhaaman wa-rufaatan) yang berarti "kami telah menjadi tulang-belulang dan kepingan" di 17:49, dan (ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ, dhalalnaa fii l-ardhi) yang berarti "kami lenyap di dalam bumi" di 32:10. Gambaran di 34:7 berbeda, yaitu dicabik, dan diterapkan pada pendengar, bukan pada diri pembicara.

Frasa (خَلْقٍ جَدِيدٍ, khalqin jadiidin) yang berarti "ciptaan yang baru" muncul enam kali di enam surah, yaitu 13:5, 14:19, 32:10, 34:7, 35:16, dan 50:15. Kata (خَلْقٍ, khalqin) berakar خ-ل-ق, dan di 50:15 kata itu dipasangkan dengan (بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ, bi-l-khalqi l-awwali) yang berarti "dengan penciptaan yang pertama", sehingga "ciptaan yang baru" terbaca sebagai pasangan penciptaan pertama. Susunan (لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, la-fii khalqin jadiidin) muncul tiga kali, yaitu 13:5, 32:10, dan 34:7. Di 13:5 dan 32:10 bunyinya (أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, a-innaa la-fii khalqin jadiidin) yang berarti "apakah kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?", yaitu pertanyaan tentang diri sendiri. Di 34:7 bunyinya (إِنَّكُمْ لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ, innakum la-fii khalqin jadiidin) yang berarti "sesungguhnya kalian pasti berada dalam ciptaan yang baru", yaitu pernyataan tentang pendengar. Di 14:19 dan 35:16, (وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ, wa-ya'ti bi-khalqin jadiidin) yang berarti "dan mendatangkan ciptaan yang baru" berpelaku "Dia" dan didahului (إِنْ يَشَأْ, in yasya') yang berarti "jika Dia menghendaki".

Terjemahan membuka kutipan dengan tanda kutip dan tidak menutupnya di ayat ini, sebab ucapan yang sama berlanjut ke 34:8 dan tanda penutupnya ada di sana.

Tafsiran

Ayat ini membuka dengan kata-kata yang sama dengan 34:3, dan keduanya memuat ucapan orang yang kufur tentang hari yang dijanjikan. Di 34:3 ucapan mereka berupa penolakan pendek, dan jawabannya menyusul seketika lewat sumpah demi Tuhan yang mengetahui yang gaib. Di 34:7 ucapan mereka lebih panjang karena merinci isi ajaran yang mereka tolak, yaitu tercabik sehancur-hancurnya lalu berada dalam ciptaan yang baru. Rincian itu mereka sampaikan sendiri dalam bentuk tawaran kepada pendengarnya, dan kutipan itu belum selesai di ayat ini, sehingga jawabannya baru ada sesudah 34:8.

Ayat 34:6 menaruh dua golongan berdampingan dengan dua kata kerja yang berbeda. Golongan pertama disebut lewat apa yang dilihatnya, (وَيَرَى الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ, wa-yara lladziina uutu l-'ilma) yang berarti "dan orang-orang yang diberi ilmu memandang", sedangkan golongan kedua di 34:7 disebut lewat apa yang diucapkannya. Pada golongan pertama yang dipandang adalah apa yang diturunkan kepada seseorang dari Tuhan, dan pada golongan kedua yang diucapkan adalah tentang seorang lelaki. Dapat dibaca bahwa lelaki itu adalah penerima apa yang disebut 34:6 dengan (إِلَيْكَ, ilayka) yang berarti "kepadamu", tetapi 34:7 sendiri tidak menyebut hubungan itu dan tidak memberi nama.

Isi yang mereka kabarkan memakai kata kerja pasif, jadi pencabik dan pembuat ciptaan baru tidak disebut di ayat ini. Pelaku disebut di tempat lain: 34:19 menyebut "Kami" yang menghancurkan, dan 14:19 serta 35:16 menyebut Dia yang mendatangkan ciptaan baru jika Dia menghendaki. Pada pemakaian orang yang kufur, (خَلْقٍ جَدِيدٍ, khalqin jadiidin) mereka ucapkan sebagai pertanyaan di 13:5, 32:10, dan 17:49, dan di 34:7 mereka mengucapkannya sebagai pernyataan yang mereka alamatkan kepada pendengar. Dengan demikian ayat ini memperlihatkan isi ajaran kebangkitan sebagaimana disampaikan ulang oleh penolaknya, dengan susunan yang tepat pada pokoknya dan tanpa penyebut pelaku.

Dalam alur surah, ayat ini kembali ke pokok 34:3 sesudah 34:4 sampai 34:6 menyebut balasan bagi yang beriman, azab bagi yang berusaha melemahkan tanda-tanda, dan ilmu yang membenarkan wahyu. Pembuka yang sama muncul lagi di 34:31 dan 34:43, tetapi isi ucapannya berbeda di tiap tempat: penolakan beriman kepada Al-Qur'an di 34:31, dan sebutan sihir di 34:43. Ayat 34:7 memuat rincian isi ajaran yang ditolak itu, dan jawabannya baru diberikan di ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 34:6 menyebut apa yang diturunkan "dari Tuhanmu", sedangkan 34:7 menyebut pembawanya sebagai seorang lelaki, tanpa nama dan tanpa asal. Dua ayat berurutan itu dapat dibaca menggambarkan perkara yang sama lewat dua pintu masuk: sumbernya dan pembawanya. Di 7:63 dan 7:69 sumber dan pembawa disebut serentak, dalam (ذِكْرٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنْكُمْ, dzikrun min rabbikum 'alaa rajulin minkum) yang berarti "peringatan dari Tuhan kalian kepada seorang lelaki dari kalian". Pembaca yang menerima kabar penting dari orang lain dapat memperhatikan pintu mana yang dipakainya ketika menceritakan kabar itu kembali, sumbernya atau orangnya. Apakah kabar itu terdengar berbeda bila sumbernya disebut lebih dulu daripada pembawanya?
  • Di 20:40 Allah mengisahkan kepada Musa tawaran saudarinya, "maukah aku tunjukkan kepada kalian", lalu menyebut bahwa Dia mengembalikan Musa kepada ibunya. Di 34:7 bunyi tawaran yang serupa membawa isi yang menyangkut pendengarnya sendiri, tentang keadaan mereka sesudah dicabik. Bentuk pertanyaan membuat sebuah kabar terdengar ringan, padahal yang dikabarkan tentang diri pendengar. Dua ayat itu berbeda suasananya dan tidak disamakan, tetapi keduanya memperlihatkan bahwa kalimat tawaran dapat membawa isi apa saja. Pembaca dapat mengingat kabar tentang dirinya yang pernah datang dalam bentuk tawaran atau pertanyaan santai, lalu bertanya kabar mana yang didengarnya sebagai tawaran, padahal isinya perkara berat?
  • Kata kerja "dicabik" di 34:7 tidak menyebut siapa yang mencabik. Di 34:19 Allah berfirman dengan pelaku yang jelas, (وَمَزَّقْنَاهُمْ, wa-mazzaqnaahum) yang berarti "dan Kami hancurkan mereka". Peristiwa yang sama kerasnya dapat diceritakan dengan pelaku atau tanpa pelaku, dan ucapan di 34:7 memilih bentuk tanpa pelaku bagi peristiwa yang menimpa pendengarnya. Pembaca dapat memeriksa cara menceritakan peristiwa besar dalam hidupnya sendiri, apakah pelakunya disebut atau dilenyapkan oleh kalimat pasif. Adakah peristiwa yang selalu diceritakannya dengan kata kerja pasif, sampai pelakunya terlupa?
  • Ungkapan "ciptaan yang baru" diucapkan orang yang meragukan kebangkitan di 13:5 dan 32:10 dalam bentuk pertanyaan, dan di 14:19 serta 35:16 Allah menyebutnya sebagai sesuatu yang Dia datangkan bila Dia menghendaki. Kata-katanya sama, pemiliknya berbeda, dan arahnya berlawanan: yang satu keraguan, yang lain kesanggupan. Di 34:7 frasa itu berada dalam ucapan orang yang kufur, dan ayat ini sendiri tidak menilainya; penilaian baru datang di ayat berikutnya. Kalimat tidak membawa tanda siapa yang mengucapkannya, jadi pembaca perlu melihat pengucapnya untuk tahu apakah kalimat itu keraguan atau kesanggupan. Apakah ada kalimat yang pernah diucapkan pembaca dengan keraguan, yang bila diucapkan oleh yang berkuasa atasnya akan menjadi pernyataan tentang kemampuan?
  • Di 7:63, 7:69, dan 10:2 lelaki yang menerima pesan disebut berasal dari kaumnya sendiri, dengan kata "dari kalian" atau "di antara mereka", dan di 10:2 Allah berfirman bahwa Dia mewahyukan kepada seorang lelaki di antara manusia. Di 34:7 sebutan itu berhenti pada "seorang lelaki", tanpa asal dan tanpa hubungan. Perbedaan itu dapat dibaca sebagai jarak yang dipasang oleh pengucapnya: menyebut asal berarti menaruh orang itu di tengah pendengar, menghilangkannya berarti menjauhkannya. Pembaca dapat melihat bagaimana ia menyebut orang yang pesannya tidak disukainya, dengan nama dan hubungan, atau dengan "seorang ..." saja. Apakah orang yang namanya sudah diketahui akan terdengar sama dekatnya bila disebut tanpa nama?
  • Pembuka "dan orang-orang yang kufur berkata" terdapat di empat tempat dalam surah ini, di 34:3, 34:7, 34:31, dan 34:43, dan tiap kali isi ucapannya berganti: penolakan datangnya hari kiamat, tawaran tentang seorang lelaki, penolakan beriman kepada bacaan ini, lalu sebutan sihir. Penolakannya tetap, bentuk kalimatnya berubah. Di 34:3 jawaban sudah diberikan, berupa sumpah demi Tuhanku yang mengetahui yang gaib dan tidak ada yang luput dari-Nya. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara orang yang jawabannya belum diterima dan orang yang sudah menerimanya tetapi terus menyusun pertanyaan baru. Mengapa sebuah pertanyaan berganti bentuk, sedangkan jawaban atasnya tidak berubah?